[The Wedding Journal] Delightful Wedding Cake by Billiechick

Kue pengantin termasuk hal yang terakhir kami siapkan untuk acara pernikahan kami, walaupun sebelumnya sudah pernah taste cake dan survey harga beberapa vendor wedding cake. Kenapa terakhir? Karena keberadaannya tidak begitu esensial menurut kami. Jadi kami slow, tidak ada juga tidak masalah. Adanya wedding cake bagi kami hanya untuk dipotong saat acara, kemudian masing-masing dari kami menyuapi kue tersebut kepada kedua orang tua. Kemudian, kuenya dibagi-bagikan untuk keluarga besar. Itu saja 🙂

Vendor cake pertama yang kami datangi adalah Gordon Blue Wedding Cake, saat itu kami taste cake juga di Jakarta Mega Wedding Festival di JI Expo. Nah setau saya Gordon Blue ini lumayan terkenal, tetapi ternyata rasa kuenya biasa saja, masih kue bolu ringan, walaupun harus saya akui kalau kuenya memang lembut. Desain kue dari Gordon Blue ini juga cantik-cantik. Selain itu Gordon Blue menyediakan pilihan paket desert table menarik yang terdiri dari cupcake, minibite cupcake, marshmallow / merinque, choux/éclair mini, macaron, dan pop cake.

Berikut ini pricelist Gordon Blue Wedding Cake
PL Dessert Table Gordon Blue April 2015
PL Wedding Cake Gordon Blue April 2015

Setelah pencarian kue tertunda cukup lama, saya juga sempat survey vendor cake lain untuk perbandingan harga seperti Eiffel Cake, Hova Cake, Whitepot Cake, dan YCC Kitchen (khusus cupcake). Harganya juga beragam dan bervariasi dari kue palsu, sampai kue asli. Dari 3 tingkat, sampai 7/9 tingkat. Tapi kami belum sempat taste cake dari vendor – vendor ini, karena masih sibuk mengurus hal yang lebih prioritas 😉

Berikut ini pricelist untuk YCC Kitchen dan Whitepot, semoga bermanfaat 😀
PL Whitepot Wedding Cake 2015
PL YCC Kitchen 2016

Semakin mendekati hari H, saya sudah tidak begitu memikirkan kue pernikahan. Tapi ternyata saya justru menemukan artikel over DP wedding cake dari Billiechick. Saya pernah mendengar nama vendor ini sebelumnya, namun belum pernah mencari tahu lebih jauh. Akhirnya saya menghubungi contact person yang tertera disana, dan surprisingly masih available. Harga yang ditawarkan Kak Rendy, pembeli kue sebelumnya, lumayan hemat. Selain itu, beliau juga mendapatkan diskon pameran saat deal dengan Billiechik, sehingga kami hanya perlu membayar sekitar 3 juta saja untuk wedding cake 5 tingkat senilai 5.5 juta. Sebenarnya sedih sekali ketika mengetahui alasan Ka Rendy over DP cake ini, yakni karena beliau batal menikah dengan pacarnya. YaAllah, namanya jodoh memang kita tidak pernah tau ya :’) Dan Ka Rendy ini juga sudah mencoba over DP paketan venuenya di Kelapa Gading Club tetapi sayang sekali tidak ada yang mengambil sehingga biaya yang sudah dibayarkan menjadi hangus. Kata Ka Rendy, kita sebenarnya saling membantu. 🙂

Setelah berdiskusi dengan orang tua, ternyata Bapak menginginkan adanya wedding cake, sehingga beliau menyetujui untuk mengambil over DP ini asal semuanya clear dan jelas, jangan sampai tertipu. Sip deh! Akhirnya kami bertemu dengan Ka Rendy di Wedding Gallery Billiechick di bilangan Greenville untuk mengatur proses pindah nama dan urusan administrasi lainnya. Disana kami bertemu dengan marketingnya yaitu Ci Linda. Setelah semuanya jelas, kami pun mengganti desain yang sebelumnya Ka Rendy pesan. Jumlah cake yang kami peroleh (selain wedding cake 5 tingkat) adalah 14 family cake dan 20 buah mingle.

Beberapa cake di Billiechick memang menggunakan rum sebagai salah satu ingredientsnya. Namun di awal (mungkin karena Ci Linda melihat saya mengenakan jilbab), Ci Linda menjelaskan kepada kami cake mana saja yang menggunakan rum, sehingga kami tidak memilih cake tersebut. Kami memilih varian rasa chocolate diablo, frozen mocca, tiramisu, fruit cake, dan lapis Surabaya. Disana kami juga disuguhi sampel beberapa varian kue untuk dicicipi. And it’s so yummmmm :9 Lembut banget. Saya jatuh cinta dengan chocolate diablo dan tiramisunya.  Selain itu, jenis cake di Billiechick pun lebih modern. Tidak seperti kue biasa yang hanya bolu, cake di Billiechick lebih mirip dengan model cake di Harvest. Their designs are pretty as well. Simple, yes. But pretty. Berikut ini adalah contoh-contoh desain wedding cake nya:

Cantik cantik ya?? Saya juga kagum sekali melihat desain-desain yang dipajang di wedding gallerynya.

Berbicara tentang harga, Billiechick tidak memiliki pricelist yang fix karena harganya bergantung model. Semakin bagus, semakin tinggi, semakin rumit, dan semakin baru, akan semakin mahal pastinya. Tapi ya… kami ambil yang standar-standar saja hehe.

Alhamdulillah, kami puas sekali dengan service yang diberikan oleh tim Billiechick. Mulai dari penyiapan properti saat prosesi potong kue, sampai ketepatan waktu hadir ke lokasi pernikahan. Saat prosesi pemotongan dan suapan kepada orang tua, tim juga sudah menyiapkan cake yang sudah dipotong-potong sehingga tidak repot dan berantakan.

Berikut ini tampilan wedding cake yang kami pesan :

cake
Lampunya belum dinyalain

Total 14 buah family cake dan 20 buah mingle yang kami peroleh, kami makan bersama dan kami bagikan ke kerabat serta keluarga. Alhamdulillah feedback yang diperoleh positif. Kuenya enak, light, dan ngga bikin eneg. And by the way, kemasan minglenya imut dan manis sekali, seperti ini:

Jpeg

Jadi, buat kamu yang sedang mencari wedding cake tidak hanya cantik tetapi juga lezat, Billiechick ini boleh kamu pertimbangkan. Totally worth every penny.

Billie Chick Wedding Cake
Perum Greenville Blok BK no 5, Jakarta Barat
http://billiechick.co.id/
CP : Linda (087771228856)

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart ❤

Dwi Mustika Handayani

Advertisements

[The Wedding Journal] Tips Menghitung Jumlah Porsi Catering pada Resepsi Pernikahan

Selamat siang, selamat berakhir pekan ya brides! Kali ini saya mau bercerita seputar tips dalam menghitung porsi catering pada resepsi pernikahan. Saya memperoleh ini dari diskusi dengan beberapa vendor catering, terutama catering yang saya gunakan pada acara pernikahan saya (Lihat Survey Review : Alfabet Catering). Silahkan disimak, semoga berkenan ya.

Nah, kalau kamu sudah menentukan jasa catering mana yang kamu gunakan (LihatHow to Find a Catering Service for Your Wedding), selanjutnya kamu perlu menentukan banyaknya porsi makanan yang kamu pesan. Dalam menjamu tamu undangan yang hadir, pastinya kita tidak ingin makanan yang kita pesan habis dalam waktu sekejap bukan? Meskipun demikian, pemesanan makanan berlebih sehingga mubadzir dan terbuang sia-sia juga sebaiknya dihindari. Bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik?

So how to manage this?

wedding_food
Sumber Gambar

Step 1: Jumlah Undangan x 2

Ketika kamu mengundang banyak tamu, pastikan bahwa kamu juga memesan cukup makanan untuk menjamu semua tamu yang hadir. Sayangnya, budaya pernikahan di Indonesia tidak lazim menggunakan sistem RSVP, walaupun RSVP sangat membantu untuk menentukan jumlah dan jenis makanan yang kamu pesan. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengalikan jumlah undangan dengan faktor 2. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa tamu yang diundang akan membawa serta pasangannya. Walaupun ada juga yang membawa serta keluarganya untuk hadir, atau datang seorang diri, mengalikan dengan faktor 2 masih dirasa paling ideal hingga saat ini.

Step 2 : Tambahkan dengan jumlah keluarga dan panitia

Sibuk memikirkan tamu undangan jangan sampai membuatmu lupa tentang keluarga. Tambahkan jumlah keluarga kalian berdua ke dalam jumlah di atas. Kamu bisa memperkirakan ini dari mendata keluarga dari kamu, pasangan, dan orang tua masing-masing.

Step 3 : Mengurangi dengan faktor ketidakhadiran (umumnya 10%)

Ketika kita mengundang tamu, tidak ada yang menjamin bahwa semua tamu undangan dapat hadir. A hundred percent attendance is a super rare thing. Beberapa tamu mungkin memiliki agenda lain yang membuat mereka tidak dapat hadir, apalagi kalau sebagian tamu adalah orang penting. Oleh karena itu, lakukan pengurangan sebesar 10% dari porsi total awal. Angka ini bisa kurang, lebih, atau tidak sama sekali, sesuai dengan kondisi masing – masing keluarga. Bisa jadi, kamu juga menyebar undangan online juga yang memungkinkan banyak temanmu hadir, sehingga kamu justru menambahkan dan bukannya mengurangi. Atau misalnya, banyak undangan yang lokasinya jauh dari tempat resepsimu, sehingga kemungkinan besar tidak hadir. Pertimbangkan juga seberapa baik relasi yang kamu bangun dengan para tamu undangan. Your careful consideration is very important for this.

Jadi, seandainya kamu menyebar 750 undangan dan menggunakan faktor ketidakhadiran sebesar 10% ini, maka :

Total                                      : 750 x 2 = 1500 pax
Faktor Ketidakhadiran    : 10% x 1500 = 150 pax
Hasil                                      : 1500 – 150 = 1350 pax

Sehingga, 1350 pax merupakan jumlah yang perlu kamu pesan.

Step 4 : Perbandingan Buffet dan Stall. Rasio 60 : 40 dan 50 : 50

Kita juga perlu bijak dalam membagi porsi pada buffet dan stall. Sebagai panduan umum, perbandingan 60:40 biasa digunakan untuk acara pernikahan pada siang hari, yang artinya 60% porsi buffet, dan 40% porsi stall. Misalnya hasil dari 3 step di atas menghasilkan angka 1000, maka 60% x 1000 = 600 porsi buffet (kalau kamu mendapatkan angka tanggung, biasanya dibulatkan sehingga dapat dibagi 50). Sementara acara pada malam hari umumnya menggunakan perbandingan 50:50 karena para tamu biasanya lebih memilih untuk mencari menu makanan ringan pada stall dibanding makanan berat pada buffet.

Step 5 : Perbandingan 1:5. 1 Porsi Buffet Setara dengan 5 Porsi Stall

Pernahkah kamu hadir pada pesta pernikahan, makan satu porsi pada stall, kemudian pulang, padahal masih banyak pilihan menu pada stall lain? Tentu tidak! Setelah menyantap satu hidangan, biasanya tamu undangan akan berkeliling dan mencoba hidangan yang lain. Oleh karena itu, kalikan jumlah porsi stall dari perhitungan sebelumnya dengan 5, sehingga :

Jumlah Porsi Buffet         : 60% x 1000 = 600 porsi
Jumlah Porsi Stall            : 40% x 1000 x  5 = 2000 porsi

!Tips : Daripada mendistribusikan sedikit porsi pada banyak menu stall, lebih baik lebih sedikit stall namun dengan kapasitas porsi sedang-besar (400-500 porsi /stall). Saat ini banyak penyedia jasa catering yang memberi penawaran menggiurkan dengan banyaknya jenis stall yang diberikan (apalagi kelihatannya lezat-lezat, bikin mau semua hehe), namun hanya 150-200 porsi/stall. Penghitungan seperti ini memungkinkan porsi stall mu habis dalam waktu yang sangat singkat.

!Tips : Untuk penyediaan air putih, satu porsi buffet sebaiknya setara dengan lima gelas air putih.

Contoh Order

Berikut ini adalah contoh order yang saya buat kemarin. Undangan yang saya sebar adalah 750 undangan. Belum termasuk keluarga dan teman-teman yang diundang dengan undangan online. Namun karena banyak yang kemungkinannya kecil untuk hadir, kami anggap 750 undangan tersebut sudah termasuk keluarga. Sehingga kami hanya tambahkan ekstra 50 menjadi 800.

Secara teori

Total                                      : 800 x 2 = 1600 pax
Faktor Ketidakhadiran      : 10% x 1600 pax = 160 pax
Hasil                                      : 1600 – 160 = 1440 pax => kami turunkan ke bawah menjadi 1400 karena berbagai pertimbangan.

Jumlah Porsi Buffet            : 60% x 1400 pax = 840 porsi => dibulatkan 850
Jumlah Porsi Stall               : 40% x 1400 pax x 5 = 2800 porsi.

Meskipun demikian, kami merasa perbandingan 60:40 ini idealnya untuk pesanan maksimal 1000-1200 pax. Kami merasa 850 pax untuk buffet itu terlalu banyak, sehingga kami memutuskan hanya memesan 750 pax buffet dan mengalokasikan sisanya untuk menambah stall. Kalau kamu melakukan ini juga, ingat perbandingan 1 porsi buffet adalah 5 porsi stall ya, brides. Penambahan beberapa undangan di akhir membuat ibu (dan saya) terlalu khawatir makanannya kurang sehingga kami menambah stall lagi, padahal pihak catering berkali kali meyakinkan kalau makanannya sudah cukup. Thanks Mbak Rossi for assuring us!

Realisasi

Total Pesanan                    : 1400 pax
Jumlah Porsi Buffet         :  750 porsi.
Sehingga jumlah porsi stall seharusnya (1400-750)x5 = 3250 porsi
Jumlah Porsi Stall             : 3400 pax, kami lebihkan 150.
Ditambah bonus waffle ice cream dan molten cake 600 porsi, totalnya menjadi 4000 porsi stall.

Sehingga kalau dihitung ulang, 750 porsi stall dan 4000 porsi buffet ini adalah total porsi untuk 1550 pax, dengan perbandingan buffet:stall adalah 48:52

Alhamdulillah, dari laporan kerabat yang hadir, pada pukul 12.30 makanan pada stall dan buffet masih berlimpah. Dan setelah makanan sisa diberikan ke keluarga pun, bagi keluarga tidak over, cukup untuk dibagi-bagikan ke keluarga dan dimakan sampai keesokan harinya. Kalau teman-teman ada yang hadir terlambat pada pernikahan kami dan kehabisan makanan setelah pukul 1 siang, itu karena pihak catering sudah mulai berbenah.

Demikian, semoga bermanfaat ya.

Plan every single details of your wedding with heart ❤

Dwi Mustika Handayani

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

[The Wedding Journal] Desain Undangan dan Wedding Stationary by @yourweddingmate and Me

Floral design will never go wrong for wedding invitation. Of course, as long as you make it right.

Sejak awal saya sudah memutuskan ingin undangan yang sederhana, tapi manis dan elegan. I want my wedding invitation to be able to represent usSay no to undangan berlipat-lipat, berlembar-lembar, penuh tulisan, dan berpita-pita banyak. Yang saya mau adalah model single board full color dengan amplop, disertai sisipan peta yang juga full color. Untuk harga model seperti itu, harganya bervariasi dari Rp 6.000-12.000 sesuai dengan tempat dan bahan. Saya berhasil menemukan tempat cetak undangan yang saya mau senilai Rp 6.500/pc. Review tempat cetak undangan akan menyusul di postingan berikutnya. Review Serayu Printing Pasar Tebet

Banyak percetakan sudah menyediakan default template untuk undangan beserta desainnya sehingga kita hanya perlu memasukkan kontennya saja, atau dicustomize sedikit. Tapi saya idealis rempong, saya ingin desain sendiri, supaya tidak pasaran dan benar-benar sesuai yang saya mau. Tapi masalahnya adalaaah, saya tidak bisa melukis atau mendesain vector, saya cuma bisa sedikit utak atik photoshop, sekedar layouting dan editing gambar.

Akhirnya saya minta tolong adik kelas saya, Tika (kebetulan namanya sama), untuk membantu membuatkan ilustrasinya. Tika ini jago banget melukis water color (actually anything) dan dia kerja sama dengan pacarnya. Tika melukis, pacarnya yang mendesain & layout. So sweet ya? Selanjutnya mereka berdua come up dengan nama @yourweddingmate (Instagram).

Berikut ini referensi undangan yang saya gunakan sebagai panduan desain :

Dan outputnya, setelah sekian kali revisi (yang tidak terhitung banyaknya) jadilah ini :

Selanjutnya dengan menggunakan desain dasar yang Tika kasih, saya mendesain sendiri beberapa wedding stationery lainnya seperti : peta lokasi, kartu penukaran souvenir, thank you note, kartu photobooth, cue card MC, kartu VIP, kartu hikmah untuk di area catering, undangan pengajian, dan poster selamat datang. Here they are!

Map Salem 3

Senang sekali semuanya jadi setema 🙂

All

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Review Taman Music Entertainment

Walaupun keliatannya sepele, hiburan dalam resepsi pernikahan merupakan hal yang cukup penting bagi saya. Selain karena saya nggak mau jeda kosong nanti hanya akan terisi oleh dentang piring dan sendok, saya juga punya keinginan tersendiri untuk hiburan yang akan ditampilkan (eventhough I am not a huge fan of music and don’t even understand music). Musikalitas yang bagus (kedengarannya), juga self appeal dan performance yang santun menjadi syarat utama bagi kami. Sederhana kan?

 I want an elegant yet romantic wedding entrance, that’s the main reason I hired a wedding entertainment service. Selain itu, juga untuk menghadirkan suasana yang nyaman, cozy, dan akrab bagi keluarga dan para tamu. Untuk tujuan kedua sebenarnya ada cara yang lebih menghemat biaya yaitu dengan menggunakan CD Mix, tapi untuk tujuan yang pertama kayanya kurang greget ya?

Akhirnya kami mulai cari wedding entertainment. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai musik yang ramai dan berdentum, lebih suka yang lembut dan santai. Saya juga dari dulu ingin ada baby grand piano di resepsi pernikahan saya. Piano – violin atau piano saxophone, sepertinya oke juga, yang penting piano hehe. Dan luckily Kakak saya punya sahabat musisi jago yang juga ngerti akustik gedung. Namanya Mas Edit. Dulu pas Kakak nikah di Bandung pun Mas Edit dan teman-temannya ini yang mengisi entertainmentnya. Bahkan menurut Kakak, Edit N Friends ini justru lebih bagus daripada Wijaya Music yang dihired mertua kakak karena beliau nggak percaya sama Edit N Friends. Dan sekarang Mas Edit sudah berdomisili di Tangsel. Tapi kalau dengan Mas Edit, berarti ada alat musik perkusinya, karena justru dia jagonya disitu. Mas Edit ini drummer by the way, instrumen lain juga bisa tapi.

Agak keluar dari keinginan awal sih, tapi karena harga teman, siapa yang nolak kan, hehe (oportunis banget ya). Akhirnya kami pun berminat untuk memakai jasa Edit N Friends.

Tapi ternyata beberapa bulan kemudian Mas Edit ini tidak menyanggupi untuk mengisi entertainment di resepsi pernikahan saya karena beliau sudah mulai bekerja di NET dan sangat sibuk. Huaaa langsung putar otak cari wedding entertainment lain. Dan yang terpenting dan utama adalah, on budget (Harus dong!).

Ada beberapa opsi setelah rencana menggunakan jasa Mas Edit batal.

Pertama, entrance manggunakan cucuk lampah dan entertainment bebas, CD mix juga boleh. Tapi kalau seperti ini saya harus menghire 2 MC : penyondro dan MC utama karena saya ngga mau menggunakan MC tradisional untuk keseluruhan acara. Cari MC utamanya juga PR lagi nanti hehe.

Kedua, tim nasyid.

Ketiga, jasa wedding entertainment mini chamber.

Akhirnya kami coba cari untuk opsi ketiga. Sepertinya akan lebih memudahkan karena biasanya jasa wedding entertainment juga punya relasi yang baik dengan MC – MC profesional. Kami mendapatkan rekomendasi untuk Taman Music Entertainment dari Miarosa dan Every Decoration. Menurut mereka, TME ini termasuk yang bagus tetapi harganya terjangkau. Baiklah, dicoba dulu.

1441810430-MI-taman-musik
Taman Music Entertainment

Kami pun mencoba survey ke TME saat Pameran Gebyar Pernikahan Indonesia di Balai Kartini. Disana saya bertemu dengan Mas Ricky. Mas Ricky kemudian menjelaskan paket-paket yang tersedia di TME. Mulai dari mini chamber, full band, sampai mini orchestra. Kami tertarik dengan paket mini chamber yang terdiri dari baby grand piano, bass, saxophone, drum/cajoon, dan 2 singer. Tetapi kami tidak mengambil singernya alias hanya instrument, sehingga harganya dikurangi dari harga paket awal. Selain itu yang bikin tempting adalah kalau kami deal saat pameran, kami akan mendapatkan bonus MC. Penawaran spesial saat pameran memang menggiurkan ya haha. Tapi saat itu kami baru saja deal dengan Every dan sepertinya terlalu tergesa kalau langsung deal dengan TME saat itu. Akhirnya kami simpan dulu info TME.

Setelah itu, saya kembali mencaripembanding TME, di antaranya adalah DEO dan PAO Entertainment. Tapi saya tidak menemukan yang lebih sreg lagi dibanding TME. Kalau ngga cocok sama kualitasnya, ya ngga cocok sama harganya. Ahaha klasik.

Akhirnya kami kembali dihubungi sama Mas Ricky menjelang akhir tahun 2015. Tapi ya.. kami ngga bisa mendapatkan penawaran seperti saat pameran lagi, walaupun kami masih dikenakan harga tahun 2015 (saat itu sudah ada harga baru untuk tahun 2016 yang akan diberlakukan di pameran selanjutnya). Saya pribadi memberi batas maksimal harga yang masih bisa kami terima, tapi sudah harus dengan MC, kalau nggak dapet ya ngga jadi aja hehehe. Awalnya nggak dapat segitu, tapi akhirnya pelan-pelan Mas Ricky ngasih potongan, potongan, dan potongan, sampai akhirnya meleset sedikit saja dari harga yang ditawarkan saat pameran. Waaah alhamdulillah rejeki anak sholeh 🙂

Setelah itu kami langsung pilih MC. Kami diperlihatkan video performance MC-MC yang bermitra dengan TME. Saat itu kami jatuh cinta dengan Iswandi Banna, karena beliau luwes, santun, fasih mengucapkan doa-doa pernikahan, dan fluent dalam berbahasa Inggris, apalagi beliau bisa menyampaikan quote2 romantis sepanjang acara pernikahan. Later I found out that beliau aktif di beberapa kegiatan keagamaan dan pernah memperoleh penghargaan sebagai The Most Chosen MC versi BRP Ballroom. Akhirnya kami pesan Iswandi Banna sebagai MC pada resepsi pernikahan kami. Unfortunately (cobaan orang mau nikah) he couldn’t make it in last minute. Mas Ricky mengabarkan bahwa Mas Iswandi Banna tidak bisa menjadi MC pada pernikahan kami, karena beliau melanjutkan studi ke Jepang. Confused ? Yes. Tapi mendekati hari H, saya sudah mempersiapkan mental dengan kemungkinan apapun yang terjadi (dan ternyata mendekati Hari H memang banyak kejutannya). No matter how well you plan it, if God’s will it to happen, it will happen.  Jadi saya cuma bisa berfokus pada solusi. Mas Ricky minta maaf banget dan saya cuma bisa bilang “Iya ngga papa mas, saya minta tolong diusahakan dulu Mas Banna nya, tapi kalau ngga bisa, minta tolong dicarikan pengganti yang juga baik performancenya“. Dan alhamdulillah akhirnya TME pun berhasil mencari MC pengganti yakni Faisal.

Alhamdulillah Mas Ricky pun sangat ramah dan membantu apa yang kami mau, terutama untuk perihal grand entrance. Grand entrance kami diawali dengan pemutaran rekaman prosa buatan saya sendiri, sambil diiringi instrumental piano. Kemudian langsung dilanjutkan dengan lagu From This Moment On by Shania Twain pada saat langkah pertama kami dari pergola pengantin, dengan diescort oleh saxophonist menuju pelaminan. ❤

Dan berikut ini adalah list lagu pada resepsi pernikahan kami, thank you to Cici Jenny who helped me with the list 🙂

  1. A moment like this (Kelly Clarkson)
  2. A whole new world (Peabo Brysons & Regina Belle OST Aladdin)
  3. All of me (John Legend)
  4. Another you (Brian McKnight)
  5. Because of you (Keith Martin)
  6. Because you loved me (Celine Dion)
  7. Beautiful in white (Westlife)
  8. Can you feel the love tonight (Elton John)
  9. Dia (Maliq D’Essential)
  10. Endless love (Lionel & Diana Ross)
  11. Eternal flame (The Bangles)
  12. Forever in Love (INSTRUMENTAL)
  13. From this moment on (Shania Twain)
  14. How deep is your love (Bee Gees)
  15. I remember (MOCCA)
  16. If I aint got you (Alicia Keys)
  17. Just the way you are (Bruno Mars)
  18. L.O.V.E
  19. Love on top (Beyonce)
  20. Lucky (Bruno Mars)
  21. Marry you (Bruno Mars)
  22. Marry your daughter (Brian McKnight)
  23. Mine (Petra Sihombing)
  24. Mirror (Justin Timberlake)
  25. Nothing’s gonna change my love for you
  26. Pilihanku (Maliq D’Essential)
  27. River Flows (INSTRUMENTAL)
  28. The best thing (MOCCA)
  29. This I promise you
  30. Thinking out loud (Ed Sheeran)
  31. You’ll be in my heart (Phil Collins)
  32. The sweetest life (Robin Thicke)
  33. Two is better than one (Tyler ward ft Krista Nicole)

Untuk yang masih bingung menentukan playlist lagu pernikahan, berikut ini adalah SONGLIST yang diberikan oleh Taman Music Entertainment, siapa tau bisa jadi referensi lagu wedding hehe : SONG LIST TAMAN MUSIC 2015

Taman Music Entertainment
http://www.tamanmusic.com/
CP Marketing : Ricky (rickytamanmusic@yahoo.co.id ; 081311099994)

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Review : Sanggar Liza & Miarosa

Setiap perempuan pasti ingin tampil cantik dan memukau pada hari bahagianya. Since it’s only once in a lifetime, we really need to hire a professional MUA that can make us a perfect bride. Dan bagi saya, selain cantik dan memukau, yang terpenting adalah jilbab menutup dada, tanpa cukur alis, dan tidak terlalu menor. Manglingi sih boleh, tapi jangan sampai jadi kaya bukan saya, nanti suami malah ngga ngenalin, hahaha.

Dari awal rencananya kami akan menggunakan sanggar saja untuk menghemat biaya, bukan membuat baju sendiri dan mencari MUA khusus untuk rias pengantin. Dan setelah review vendor rias, kami tertarik dengan Sanggar Liza dan Sanggar Miarosa, terutama untuk resepsi.

Sanggar Liza

Sanggar ini lagi naik daun di kalangan pengantin di Jakarta. Riasannya terkenal halus, modern, dan manglingi. Untuk riasan pengantin berhijab juga bagus. Berikut ini contoh riasan sanggar Liza:

See? Sangat halus yaa riasannya dan terlihat modern. Di Sanggar Liza ada 3 perias utama yakni Ibu Liza, Mba Fitri, dan Mba Reny. Tapi untuk Ibu Liza, harganya berbeda dengan Mba Fitri atau Mba Reny, yakni menggunakan paket Platinum. Sementara untuk perias Mba Fitri dan Mba Reny menggunakan paket Diamond. Berikut ini pricelistnya :

Price List Diamond 2015
Price List Platinum 2015
PROSEDUR

Paket untuk akad resepsi berlaku untuk satu kali make up saja dalam satu hari, kemudian saat resepsi hanya dilakukan finalisasi dan touch up. That’s why perbedaan harga antara akad resepsi dan resepsi saja tidak terlalu besar. Kalau akad berbeda hari biasanya akan ada charge tambahan lagi. Karena kami akadnya berbeda hari, apalagi saat akad juga ada acara adat lengkap (yang berarti kami harus sewa beskap dlsb), kami memutuskan memakai sanggar yang berbeda antara akad dan resepsi.

Mencari alamat Sanggar Liza sangaaat susah, kami sampai muter-muter, sampai ke jalanan menurun yang hanya dilewati satu mobil. Kami juga hampir tidak percaya dengan alamatnya. Tapi ternyata memang benar. Ramai sekali hari itu tapi untungnya kami tetap dilayani dengan baik. Karena akad dan resepsi yang berbeda hari, kami berniat untuk menggunakan paket Resepsi B (Resepsi saja). Dan alhamdulillah hari itu untuk Mba Fitri masih kosong untuk tanggal saya yeeeeeay! Meskipun demikian, harga di pricelist adalah harga untuk kebaya pengantin ready stock, sementara yang dimaksud kebaya ready stock disini adalah kebaya koleksi lama. Dan yang namanya kebaya ready stock…itu biasa banget, kebanyakan yang ada di gambar adalah kebaya exclussive. Untuk kebaya exclussive, kami harus menambah biaya di luar harga sewa sekitar Rp 1.500.000 – Rp 7.000.000, tergantung modelnya. Makin bagus makin mahal dong pastinya. Namun sayangnya hari itu kami ngga banyak diperlihatkan koleksi kebaya  yang dapat kami pilih. Hmm pikir – pikir lagi, karena kan belum tentu menemukan baju yang cocok. Tetapi akhirnya kami tetap taruh nama untuk booking Mba Fitri. Nanti dalam waktu 3 hari apabila kami tidak konfirmasi pesanan, nama kami akan dicoret dari daftar. That’s okay, kami bandingkan dulu dengan Miarosa.

Sanggar Miarosa

Miarosa juga terkenal dengan rias pengantin yang halus dan nggak menor. Walaupun harus saya akui kalau Sanggar Liza lebih OK. Sebenarnya Miarosa sudah lebih dulu dikenal sebelum Sanggar Liza mulai booming di kalangan calon pengantin, hanya saja kemunculan Liza benar-benar sebuah gebrakan dalam dunia periasan *halah. Berikut ini contoh hasil rias Miarosa :

Miarosa ini ada 2, yakni Sanggar Miarosa, dan MR By Miarosa. Bedanya, Sanggar Miarosa adalah untuk paket non rekanan catering. Sementara MR By Miarosa adalah sanggar khusus untuk rekanan catering. Perbedaannya terletak di koleksi kebaya dan periasnya. Perias utama di Sanggar Miarosa adalah Mba Fitri, Mba Anies, dan Mba Gayah. Kita tidak dapat menggunakan ketiga perias ini apabila menggunakan paket MR By Miarosa (kecuali maumenambah biaya). Dan Miarosa memang punya banyak sekali MUA, terkadang untung-untungan juga dapatnya siapa, cocok atau tidak.

Setelah dari Sanggar Liza, kami langsung cus ke Sanggar Miarosa di daerah Pondok Bambu. Kantor Miarosa buka dari Selasa sampai Minggu, dari jam 09.00 – 17.00. Hari Sabtu biasanya menjadi hari favorite para pengunjung datang, baik yang sedang survey, maupun yang fitting final. Mungkin karena banyak calon pengantin yang bekerja pada hari biasa. Jadi, usahakan datang sepagi mungkin ya supaya tiak antre terlalu lama.

Sesampainya disana kami dilayani oleh Mba Janah. Mba Janah ini baik, ramah, dan sabar banget. Pertama beliau menjelaskan tentang paketannya. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, walaupun kami hanya pakai untuk resepsi saja tapi sama saja dengan kami ambil paket akad dan resepsi karena terhitung satu kali make up. Berikut ini pricelist Miarosa tahun 2015 : PRICE LIST MIAROSA 2015

Dari paket itu, kita bebas untuk mengalokasikan paket yang didapat untuk siapa saja. Sebagai contoh, kami menggunakan Paket Diamond Exclussive Full dan mendapat 8 demang among tamu + 2 bonus demang ortu = 10 demang. Kami alokasikan 4 demang untuk saudara kandung, dan 6 demang untuk among tamu. Untuk rias juga sama.

Miarosa juga sekarang lagi mengembangkan lini khusus pengantin muslimah dengan nama Miarosa Moslem Bride. Untuk koleksi Moslem Bride, demang/beskap among tamu atau kain dan rias among tamu tidak termasuk di dalam paket, sehingga harus menambah terpisah. Tapi tenang, tidak mahal kok. Dulu saya sempat membandingkan harga untuk koleksi Moslem Bride dan Paket Diamond Exclussive full, bedanya kira-kira Moslem Bride lebih mahal Rp 1.000.000 untuk total item yang sama.

Disana kami bisa langsung fitting-fitting kebaya yang ada walaupun belum deal. Hanya dilarang berfoto foto saja kalau belum deal hehehe. Jadi kami coba fitting beberapa baju disana. Seluruh baju among, penerima, bapak, dan kain ibu juga bisa langsung dipilih. Tapi setelah itu juga masih bisa ganti lagi.

Sebenarnya untuk harga paket, bedanya tidak begitu jauh dengan Sanggar Liza. Tapi kalau di Miarosa kita ngga perlu nambah apa – apa lagi untuk busana yang kita pilih, kecuali kita berpindah lini, misal dari Sanggar Miarosa mau menggunakan baju koleksi Moslem Bride.

Akhirnya hari itu kami deal dengan Miarosa walaupun sudah booking di Liza, selain karena kepastian harga baju pengantin, Miarosa juga terlihat lebih berpengalaman dalam merias pengantin berhijab. Memang sih untuk make up nya sepertinya Liza lebih unggul, tapi Miarosa juga bagus kok, sudah cukup terkenal dan profesional juga pastinya. Setelah deal, saya disodorkan beberapa portofolio perias utama Sanggar Miarosa. Di antara Mba Gayah, Mba Fitri, dan Mba Anies, saya memilih Mba Fitri karena untuk alis tidak terlalu tegas dan terlihat lebih natural. Ohya untuk rias, disarankan utuk stop perawatan dokter sejak sebulan menjelang hari H, karena khawatir make up nya justru jadi kurang nempel, atau muncul masalah-masalah kulit lain. Lho, kok gitu? Gimana kalau habis itu justru jerawatan ? Tenang, tercover sempurna kok. Kaya di ketok magic hehehehe. Saat resepsi pernikahan saya pun alhamdulillah banyak yang bilang hasil riasnya awesome, manglingi dan kekinian banget katanya.

Habis deal, kegalauan berikutnya adalah menentukan tema warna. Duuuh bagi perempuan pasti ini penting banget! Pilihan pertama kami jatuh kepada kebaya modern biru muda-silver. Sehingga all theme nya adalah icy blue – silver ala Frozen. Sudah diskusi juga dengan pihak dekor untuk penyelarasan warna ini. Tapi ternyata saya merasa sangat berat untuk meninggalkan warna salem, peach, dan pink. Sudah tidak terhitung banyaknya berapa kaliseringnya kami ke Miarosa karena galau. Namun Mba Janah, Mba Widi, dan yang lain, selalu sabar melayani rempongnya kami saya, fitting melulu.

Sanggar Miarosa
Pondok Bambu Asri Raya No. 6 Pondok Bambu Jakarta Timur 13430
miarosa_bysamia@ymail.com

Semoga bermanfaat

Dwi Mustika Handayani

 

[The Wedding Journal] Survey Review : Dwi Tunggal Citra Catering

Pertama kali dapat rekomendasi catering ini dari Kakak Ipar, menurutnya untuk soal taste dia oke. Setelah itu saya langsung browsing dan lihat review dari web, reviewnya lumayan bagus dan sepertinya rasanya enak. Pasalnya DTC ini saingan berat sama Alfabet hihi. Dekornya juga nggak pelit, cantik cantik, penuh bunga -bunga. Untuk dekorasi, menurut saya DTC lebih cantik dari Alfabet. Walaupun ada juga yang bilang dekorasinya too much. Selain itu DTC ini terkenal sekali dengan cake cornernya.

Chocolate_Fountain_1
Chocolate fountain. Sumber

Tanpa basa-basi lagi saya mencoba menghubungi marketing DTC untuk mendapatkan pricelist. Untuk masalah harga, DTC bersaing sama Alfabet. Untuk menu buffeet, DTC lebih murah Rp 5.000 daripada alfabet (Rp 80.000 untuk menu A). Sementara untuk harga menu stall, ada yang lebih mahal dari Alfabet, ada juga yang lebih murah, dari Rp 15.000 – Rp 40.000/porsi

Setelah meminta pricelist pun minta jadwal test food. Rupanya test food di DTC dilakukan di kantor DTC langsung di Jalan Dempo, Mayestik, Kebayoran Baru. Saat kami kesana suasana ramai sekali. Tapi yang bikin bete adalah, kami somehow dicuekin sama marketingnya padahal kami sudah buat janji sebelumnya :(. Minus satu disini, karena waktu di Alfabet seramai apapun kami tetap dilayani dengan ramah meski harus menunggu. And for us, service is everything 🙂

Untuk review makanannya, cekidot!

  • Pasta :  pasta DTC superenak dan creamy. Pasta terenak yang pernah saya coba dari beberapa catering, apalagi saya pecinta pasta. Waktu itu saya mencoba lasagna dan penne schotel. Soo yummy ❤
  • Beef sausages : enak sih, tapi kurang tertarik
  • Baked potato cheese : again, super creamy
  • Beef braise & potato au gratin : again, creamy yummy, ini enaak
  • Salmon en courte nya : TOP (tapi si mas ga suka salmon)
  • Sapi lada hitam : rasa lada hitamnya sangat kuat
  • Ayam kungpow kacang mede : biasa banget, potongan ayamnya kecil kecil
  • Ikan steam bali : potongannya besar, dan ini enak
  • Ikan bumbu asia : lumayan tapi biasa aja
  • Dimsum : lumayan
  • Siomaynya enak : tapi bumbu siomaynya pedas (si mas juga ngakuin)
  • Cake kuning gatau namanya apa, kayu manisnya terasa kuat, rempah yang lainnya juga, justru jadi enek. Tapi cake cokelat pandannya cukup enak.

Untuk menu menu western, apalagi yang creamy cheesy gitu saya akui memang DTC juara banget, tapi nanti di nikahan saya kayanya tidak membutuhkan banyak menu menu seperti itu, hanya ada beberapa, sisanya didominansi menu Indonesia aja. Karena bagi kami, yang terpenting bukan makanan – makanan yang wah banget, cukup yang lazim, yang penting semua orang suka. Kalo kata ibu : kalo makanannya kaya gitu nanti kamu doang yang doyan (padahal mah nggak juga hehe, tapi memang ini perlu dipertimbangkan). Untuk menu – menu yang kami tertarik untuk gunakan, justru tidak banyak tersedia saat test food. Memang sepertinya DTC menjagokan menu-menu western sebagai andalannya. Jadi, kita nggak jadi pake DTC, jadi semakin fix dan mantap  untuk menggunakan Alfabet Catering.

Semoga bermanfaat, plan every single detail of your wedding with heart 🙂

Dwi Tunggal Citra Catering
dwitunggalcitra@gmail.com

With love ❤
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Review : Alfabet Catering

A to Z the art of catering service

Demikian slogan dari PT. Alfabet Cahaya Dunia, penyedia jasa catering yang akhirnya saya gunakan pada resepsi pernikahan. Alfabet merupakan penyedia jasa catering non package, sehingga untuk dekorasi, entertainment, rias dan lain sebagainya, harus kita cari terpisah apabila mau menggunakan catering ini.

Jpeg
Dekorasi buffet saat survey di PTIK

Pertama kali saya mencoba Alfabet Catering adalah di resepsi pernikahan salah satu teman, dan saya suka makanannya. Sebenarnya dari awal memang mau ini tapi masih mencoba survey vendor lain to be sure.

Langsung saya menghubungi marketingnya yaitu Mbak Ira. Mbak Ira kemudian memberikan penawaran jasa catering untuk 1000 dan 1200 orang. Untuk paket 1000 pax siang, porsi yang ditawarkan adalah 600 porsi buffet senilai Rp 85.000/pax dan 2200 porsi stall yang tersebar pada 6 stall, , dengan bonus sarapan dan coffee break 100 porsi, serta poffertjes + ice cream sebanyak 300 porsi. Untuk paket 1200 orang siang, porsi yang ditawarkan adalah 700 porsi buffet senilai Rp 85.000/pax dan 2700 porsi stall yang tersebar pada 7 stall, dengan bonus sarapan dan coffee break 100 porsi, serta Dutch Corner / Counter Holland sebanyak 600 porsi. Untuk harga menu stall per porsi bervariasi dari Rp 11.000 – Rp 50.000.

Presentasi buffet dan stall dari Alfabet untuk resepsi pernikahan siang adalah 60% buffet dan 40% stall x 5, sementara untuk acara malam adalah 50% buffet dan 50% stall x 5. Memang Alfabet tidak menawarkan banyak jenis stall dibandingkan penawaran dari 2 catering sebelumnya, tetapi porsi masing masing stall cukup banyak sekitar 400-450 porsi (kecuali kambing guling 4 ekor sekitar 200 porsi). Kata Bapak lebih baik seperti ini, karena kalau banyak stall tapi masing-masing porsinya sedikit, nanti ketika ke stall A habis, pindah ke stall B eh habis juga. Dari awal kami memang menghindari makanan yang kurang saat acara resepsi pernikahan.

Untuk harga, yang dapat diikat di Alfabet adalah harga menu stallnya sementara harga buffet dapat berubah mengikuti kebijakan gedung. Untuk harga stall pertahun juga naik sekira Rp 1.000-3.000/porsi, tergantung menunya.

Waktu itu kami diundang untuk test food di PTIK. Test food Alfabet sebenarnya tidak perlu ke gedung, mengambil ke kantornya juga bisa, karena Alfabet mengemas makanan test food dalam box box yang akan diberikan kepada calon pengantin dan keluarga untuk dibawa pulang. Sehingga kami ke gedung hanya untuk melihat performancenya saja, tanpa test food lagi. Dikasihnya juga banyak bangeeet menunya 🙂

Berikut ini ringkasan dari beberapa kali testfood dan kondangan :

  • Sate ayam : saya suka, tapi si mas khawatir pake ini soalnya khawatir ada arang yang masih nempel di sate, tapi nanti ujung-ujungnya pakai menu ini juga sih
  • Sate padang : sate padangnya kecil kecil, sedikit, tp enak
  • Dimsum : standar, dalam 1 porsi terdapat 3 jenis
  • Siomaynya : standar enak, besar, rapih, bumbu tidak terlalu pedas
  • Mpek mpek : kuahnya cukup kental dan pekat, ikannya berasa.
  • Aneka gorengan : bukan gorengan semacam bakwan, tahu, gitu-gitu. Nggak tau secara detail namanya apa saja, modelnya seperti springroll dan gorengan yang suka ada di gokkana.
  • Bebek dan Mie Hainan : Saya suka banget inii, tapi si mas nggak suka bebek. Kata orang tua juga gausah soalnya nggak semua orang juga suka bebek. Selain itu, harga per porsinya juga mahal sih, 44.000 seporsi…hehe
  • Pasta : karena 400 porsi untuk pasta, jadi dapat 3 jenis : fettucini dengan creamy / white sauce, lasagna, dan macaroni schotel. Pas enaknya.
  • Korean BBQ : rasanya kurang cocok sama lidah saya
  • Beef Bulgogi :paraaah enak dan dagingnya empuk banget pecah di mulut
  • Soto Bandung : kalo saya kurang suka menu ini gatau kenapa, selera
  • Martabak telor : enak sih… tapi kok ya sayang 20.000 cuma buat 2 potong doang :p *merkiamat
  • Oseng sengkel lombok kethok : ini ibu, bapak, saya, suka banget. Ceritanya ibu buka tudung saji, nusuk oseng sengkel pakai garpu, makan sambil jalan ke kamar, sampe kamar ketika sudah habis, “ih enak banget”, terus balik lagi ke dapur, nusuk lagi. Enaknya bikin mau mau lagi.
  • Sapi lada hitam : enak juga, ladanya berasa, pedes pedes gitu, dagingnya empuk
  • Lidah sapi cabai hijau : ini juga enaak, serius sampai bingung pas mau milih menu daging untuk buffet mau yang mana karena olahan dagingnya juaraaa
  • Ayam panggang sereh : pokonya enak
  • Ayam cabe ijo : pas pertama liat “cabe ijonya mana?” hehe karena yang keliatan justru paprika merahnya. Tapi ini enak juga, nahloh bingung
  • Gulai tunjang : nggak nyobain hehehe buat kakak ipar aja yang orang padang
  • Udang sereal : udangnya besar, gurih, sudah disayat tengahnya jadi makannya gampang. Serealnya agak kurang berasa dan kurang crunchy kalo menurut kami..
  • Udang balado : ini juga enak tp udangnya jenis yang lebih kecil daripada udang sereal. Tapi masih ada kulitnya di udangnya.
  • Ayam lapis keju : nggak suka hehe
  • Dendeng balado : kering, enak, sambalnya berasa tapi nggak begitu pedas (apa karena saya coleknya cuma sedikit ya hehehe)
  • Takoyaki : enak standaar
  • Poffertjes + ice cream dan waffle + ice cream : duuuh ini lembut banget di mulut
  • Cheesecake , chocolate cake : ini enak bangeeet
  • Biterballen : enak jugaaaa

Kami udah cocok sama taste dan performance mereka, dekorasi cateringnya juga bagus, ngga pelit bunga dan lighting, kinerjanya cekatan, sigap, dan profesional, sekali acara bisa sampai 40 orang waiter. Apalagi dari Bapak pesennya untuk catering cuma 1 : makanannya banyak, rasanya mantap, potongannya besar (yang ketiga agak aneh sih), hahaha.

Tapi kami masih mau bandingkan Alfabet dengan Dwi Tunggal Citra dulu sebelum deal. Tapi pada akhirnya kami kembali ke Alfabet sih. Sampai Bapak bilang “Tuh kan, dari dulu kamu kan udah ngomong Alfabet, ngapain test food kemana-mana ujung-ujungnya juga tetep Alfabet

Btw Bapak memang nggak begitu hobi test food, dia malah males kalo anaknya test food sering-sering, katanya kaya orang minta makan gratis.

Padahal mah emang iya……..
Haha nggak lah, emang perlu kok test food itu #ngeles

Semoga bermanfaat 🙂

PT. Alfabet Cahaya Dunia
Jl Minangkabau No. 24 Jakarta
marketing@alfabetcatering.com
Ira : 08159852140

With love ❤
Dwi Mustika Handayani