[The Wedding Journal] Review : How Every Decorated Our Wedding

Haihai, selamat siang para bride to be, hari minggu gini biasanya lagi melanglangbuana ketemu vendor – vendor pernikahan ya? Semangat ya… apapun bentuk persiapan yang sedang kalian jalani, bersabarlah, insyaallah akan ada hasil indah dari setiap apa yang kamu perjuangkan.

Hmm, sepertinya sudah sangat telat ya, padahal masih banyak hutang tulisan yang harus saya tulis disini. Ternyata mencuri waktu untuk menulis di sela-sela rutinitas itu tidak mudah ya, atau jangan – jangan ini sebenarnya karena rasa malas ya? hehe. Kali ini saya mau bercerita tentang bagaimana Every Decoration mendekor venue pernikahan saya di Departemen Pertanian (Lihat The Venue : Auditorium Kementerian Pertanian). Cerita tentang bagaimana saya akhirnya memilih Every sebagai vendor dekorasi pernikahan saya dapat disimak disini Story How I Hire Every Decoration as Wedding Decorator.

Yuk, kita lihat satu per satu 🙂

  1. Pelaminan

My dreamy yet realistic wedding stage. Duh, Mas Robby ini sejak awal selalu saya ceritakan apa keinginan kami (saya deng), harapan – harapan saya, ambience yang saya ingin dapatkan, dan banyak lagi hal lain. Katanya, saya ini calon pengantin yang paling sering membuat janji sama beliau, untuk memastikan ini itu. Mulai di pameran pertama, pameran kedua, janji di fX Sudirman untuk memilih kain, janji di venue untuk layouting, sampai terakhir saat technical meeting. Tapi menurut Mas Robby, justru dengan itu dirinya menjadi sangat terbantu. Beliau jadi mengerti betul apa yang saya suka dan yang tidak suka. So this was our deal : pelaminan modern minimalis putih (Yes it had to be white), dimana background tempat saya berdiri haruslah rose, dengan bunga bernuansa pink dan peach pastel, tidak dan menggunakan kain di pelaminan.

post-img_0110-pelaminanpost-img_6458-edit-pelaminanpost-img_6415-pelaminan2

Sooo in love with this exquisite wedding stage, ngga kalah deh dengan vendor lain yang harganya bikin kantong jebol. Sayangnya lampu kristalnya cuma satu, kalau lebih pasti lebih bagus hehehe (masih banyak mau haha). Tapi dengan harga yang dibayarkan, totally worth every penny.

  1. Pergola pengantin.

Ngga banyak mau sih kalau untuk bagian ini, yang standar-standar aja Draping pergola with dangling flower and crystal lamp was enough for us.

post-img_0120-edit-pergola

  1. Standing flower.

Awalnya ingin standing flower yang minimalis dengan mirror atau rose (lagi), tapi sepertinya yang sederhana, besar, dan kokoh terlihat lebih oke daripada standing flower minimalis. Sejak awal saya memang tidak ingin menggunakan lampu taman. Untuk flower arrangementnya kami pesan supaya membentuk lingkaran yang bagus, dengan daun tidak terlalu banyak /malangkadak (apa ya ini bahasa Indonesianya) kemana mana. Alhamdulillah semuanya dipenuhi oleh tim dari Every Decoration.

post-img_0027-standing-flo

  1. Dekorasi panggung music.

Untuk ini juga kami ngga neko neko, kami minta panel ukiran dengan elemen rose (lagi dan lagi wkwk). Btw, abaikan Mas2 Taman Music yang masih ngaso ngaso :p.

post-img_0414-panggung-musik

  1. Mini Gallery

Inginnya yang sederhana, rapi, full of rose, dengan 2 meja console (1 buah untuk di depan mini gallery, 1 buah untuk di sepanjang foyer). Tapi ternyata di akhir kami dikasih lagi 1 meja console untuk meletakkan LED TV liputan. Saya suka sekali dengan kualitas properti dari Every. Meja consolenya kokoh, besar, dan halus! Ini penting sekali bagi saya karena saya sering menemukan meja console yang kotor dan sudah mulai retak-retak atau pecah catnya di vendor-vendor lain. Ternyata mini gallery ini merupakan salah satu spot yang banyak digunakan oleh tamu berfoto (terutama karena photoboothnya ngantri).

post-img_6437-edit-mini-gallerypost-img-20160603-wa0030-mini-gallerypost-img-20160514-wa0024-mini-gallery

  1. Photobooth

Sebenernya request saya adalah styrofoam ukir yang membentuk rose 3D timbul-timbul, tapi jadinya lebih seperti bunga-bunga styrofoam yang ada di pelaminan. Yasudah tidak apa – apa, lagipula ini bonus hehehe. Sayang sekali ternyata tidak ada dokumentasi untuk dekorasi photobooth ini. Mungkin terlewat oleh akang2 dari d’licious 😀

  1. Lorong foyer

Dari awal memang maunya kain saja disini (karena kalau panel pasti mahal haha ujung ujungnya budget), dengan nuansa peach dan pastel. Ohya ditambahkan juga pagar besi putih untuk pembatas. Bunga-bunga #DIYBride dipajang sepanjang lorong ini, agar tidak terlalu polos (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration). Terima kasih Tim Every yang sudah membantu memasangkan bunga-bunganya 🙂

post-img-20160903-wa0012-foyer

post-img_6429-foyer

  1. Area penerima tamu

Desain awal adalah berupa gazebo kain (pingin pakai panel sebenernya, tapi takut nambah lagi hehehe), namun setelah dilihat ke venue, jarak ceiling pada area ini terbilang rendah, sementara yang namanya gazebo pasti kain bagian atasnya melengkung. Sehingga kami juga tidak bisa menggunakan bunga juntai. That’s probably for the best, karena sekarang ceiling foyer deptan juga udah bagus sih. Sehingga kami hanya menggunakan backdrop kain dan bunga-bunga #DIYBride. Bunga segar dan kotak angpau disediakan oleh Every, meja dan cover dari Alfabet, dan kursi dari gedung. Kotak Angpaunya juga kokoh, bagus, halus, dan no defect.

post-img-20160903-wa0011-penerima-tamu

  1. Frame screen. Alhamdulillah seneng banget bisa dapat bonus item ini juga. Standar aja sih frame putih minimalis ya 🙂
  2. Dekorasi VIP

Masih menggunakan backdrop kain, ruang VIP ini terletak di foyer kanan Departemen Pertanian, mulai dari pintu yang terletak paling dekat dengan pelaminan, sampai ke area yang mendekati area perkantoran. Panjangnya kira-kira 10 meter, dengan 8 buah round table. Alasan kami meletakkan area VIP ini diluar adalah karena beberapa kali melihat pernikahan di Deptan dengan ruang VIP di dalam (dekat pelaminan), terlalu padat kelihatannya. Jadi kami maksimalkan penggunaan area foyer. Semua area foyer difungsikan supaya bisa menampung seluruh tamu yang sampai 1500 (sementara kapasitas sebenarnya 1200).

post-img_0043-vippost-img_0134-vip2

Selain item-item yang telah disebutkan di atas, kami juga mendapat bonus 2 buah standing frame, buku tamu, dan hand bouquet. All big thanks to Every Decoration and Team, terutama Mas Effri dan Mas Robby. Mas Robby yang rela menampung semua ide dari pengantin, termasuk saat pengantinnya galau ingin pindah gedung, atau saat ingin menambah AC portable dan kursi tambahan, sampai saat pengantinnya bete sama pihak Deptan karena ada lampu pelaminan yang tidak menyala. Oh ya, jadi waktu itu saya menemukan ada dua buah lampu di atas posisi pelaminan Deptan yang mati. Saya galau. Ingin pindah gedung saja (serius). Karena walaupun sudah menyampaikan kritik tersebut, saya tidak yakin pihak pengelola akan langsung memperbaiki mengingat birokrasi di lembaga pemerintah terkadang alot dan lama. Saat itupun saya sudah menemukan gedung yang masih kosong untuk tanggal saya. Lebih luas, lebih bagus, tapi…lebih jauh, lebih mahal, dan lebih banyak charge vendornya. Akhirnya, Mas Robby, sambil cengengesan melihat kelakuan saya yang galau, dengan keluwesannya mencoba untuk diskusi dengan pihak pengelola. Dan seminggu setelahnya saat saya janjian dengan Mas Robby, lampunya sudah nyala semuaaaaa aaaah so relieved! Terima kasih Mas Robby 😀

Every Decoration, score 9 out of 10.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] A Glimpse about Papeneri

Assalamu’alaikum dear bride to be? Apa kabar? Semoga segala usaha untuk menggenapkan separuh agama senantiasa dilancarkan dan diberkahi Allah SWT. Aamiin.

Ternyata sudah cukup lama blog ini ditinggalkan ya. Sudah lebih dari dua bulan sejak entri terakhir tentang Review Wedding Cake Billiechick (Lihat Delightful Wedding Cake by Billiechick). Hihi, mohon maaf ya. Ah ya, saya juga mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pembaca setia blog ini (ada ngga ya? Hihi) atas feedback positif yang telah diberikan. Senang sekali rasanya melihat stat blog yang makin hari makin meningkat, juga membaca dan membalas satu per satu setiap email yang mampir ke inbox. Semoga blog ini bisa terus memberikan manfaat 🙂

Di postingan kali ini, saya mau membahas tentang Papeneri, my baby that was born from #DIYBrideProject Paper Flower (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration ). Sejujurnya, saya sama sekali tidak menyangka bahwa #DIYBrideProject iseng-iseng waktu itu membawa feedback positif dari kerabat yang hadir pada resepsi pernikahan saya dan Masun tahun lalu. Mulai dari bertanya jenis bahan yang ingin digunakan, toko tempat membeli kertas, sampai menanyakan template kelopak yang saya gunakan.

Karena banyaknya feedback positif dari teman-teman dan kerabat, saya mencoba memberanikan diri untuk membuka usaha paper flower kecil-kecilan. Diawali dengan membantu membuatkan paper flower untuk acara pernikahan seorang sahabat. Ternyata, minat para bride-to-be terhadap dekorasi paper flower cukup besar. Setelah itu pun masih ada lagi yang menanyakan perlihal paper flower dan bahkan memesan.

Akhirnya pada tanggal 7 Januari 2017 kemarin (iya, tanggal cantik 7117, banyak sekali yang menikah pada tanggal itu), bertepatan dengan salah satu event project papeneri, setelah menemukan beberapa supplier kertas dan mengembangkan beberapa pilihan model bunga, kami resmi melaunching Papeneri sebagai lini usaha kami berdua untuk menyediakan paper flower berkualitas dengan harga terjangkau yang dapat digunakan untuk berbagai acara.

logo-papeneri-d-tanpa-background

Kami juga mohon doa dari teman-teman pembaca sekalian, semoga usaha ini menjadi satu langkah baik dan diberkahi Allah SWT. ❤

Boleh diintip produknya, yuk!

m-akasha

Akasha melambangkan kebebasan dan ruang terbuka, seperti kamu yang gemar berpetualang dan mempelajari hal baru. Perluas ruang bertumbuh dengan senantiasa menghargai perbedaan. Tidak harus selalu benar, tidak perlu takut salah, karena semuanya merupakan proses belajar. Teruslah tumbuh, seperti kuncup bunga yang perlahan mekar.

m-ishana

Ishana, dalam bahasa sansekerta berarti kaya. Setiap orang mungkin memiliki cara yang berbeda-beda dalam memaknai kekayaan. Menurut kami, hati yang kaya adalah hati yang senantiasa bersyukur. Bagaimana menurutmu?

m-nitya

Setiap lembar kelopak Nitya berbentuk hati, sebagai lambang cinta yang abadi. Semoga cintamu juga.

m-safira

Safira menyimpan makna istimewa, sebagaimana kami percaya setiap perempuan terlahir istimewa. Maka, tidak perlu membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Karena seperti bunga, it doesn’t think of competing with the next flower, it just blooms. Jadilah dirimu sendiri.

m-zanitha

Keanggunan adalah keindahan yang tidak akan pernah pudar. Ia bukan tentang apa yang kau pakai di luar. Lebih dari itu, ia tentang bagaimana dirimu yang sebenarnya dari dalam. Zanitha hadir sebagai lambang keanggunan seorang perempuan, yang terpancar karena keindahan akhlak dan pekerti.

img_5316_1

Papeneri for Photobooth Decoration

Apabila teman-teman disini ada yang berminat, berikut ini official account papeneri :
IG : @papeneri
Line : dmhandayani
FB Page : Papeneri

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration

Selamat sore, selamat menikmati akhir pekan, selamat melepas penat ya 🙂

Kalau saya sedang merasa lelah dengan aktivitas dan rutinitas yang ada, saya ingat satu pesan suami saya: Apabila kita tidak disibukkan dalam kebaikan, pasti kita disibukkan dalam keburukan. Jadi, bersyukurlah kita yang masih disibukkan dalam kebaikan. Semoga lelah yang dirasakan saat ini, bisa menjadi pemberat amalan baik di akhirat kelak.

Kali ini saya ingin bercerita tentang #DIYBrideProject yang terakhir, yang paling banyak mendapat apresiasi dan paling sering ditanya para tamu, yaitu paper flower decoration.

Akhir-akhir ini, penggunaan paper flower backdrop untuk photobooth sedang marak di kalangan para pengantin. Dengan warna dan model beragam, paper flower backdrop memang bisa membuat foto di hari spesialmu menjadi lebih indah. Saya yang ngakunya suka sekali dengan bunga jelas tidak mau ketinggalan, ingin menghadirkan paper flower di acara pernikahan saya.

Vendor-vendor penyedia jasa pembuatan paper flower pun mulai bermunculan, baik yang masih baru maupun yang sudah terkenal dan professional. Akhirnya saya coba mengontak salah satu pembuat paper flower di Jakarta. Harganya? Alamaaak, sekitar Rp 70.000 untuk ukuran besar (75 cm). Kalau hanya beli satu atau dua sih tidak masalah ya, tetapi kalau beli banyak kan lumayan hehehe.

Karena terpepet budget, saya memutuskan untuk mencoba membuat sendiri paper flower untuk resepsi pernikahan saya. Kenapa ya, manusia itu (saya aja sih) harus kepepet dulu baru kreatif, hahaha. Supaya lebih hemat. Untungnya saya juga termasuk orang yang cukup suka kerajinan tangan, so I am gonna give it a shot.

Satu tantangan lagi bagi saya dalam membuat paper flower ini adalah mencari kertas yang saya inginkan, yaitu kertas fancy berserat berglitter. Iya, sayang sekali saya tidak tahu nama kertas yang saya maksud, hanya berbekal contoh kertas dan berharap tukang kertasnya tahu. And they also have no clue!  Sudah keliling Jakarta (bahkan sampai Sunter) mencari kertas, ke lebih dari 10 toko, tidak juga membuahkan hasil. Akhirnya saya coba menggunakan kertas jasmine yang sering dijadikan bahan dalam pembuatan undangan. Hal baiknya, jenis kertas ini jauh lebih murah. Hehehe.

Saya membeli kertas jasmine di salah satu toko di bilangan Kebayoran. Warna yang saya gunakan adalah peach dan mint (nama asli plasma pink dan plasma blue), masing-masing berukuran A0.

Lem tembak siap, kertas siap. Game on!

Karena weekday saya bekerja dan weekend biasanya diisi oleh persiapan dengan vendor, saya mencicil membuat paper flower pada malam hari sepulang saya bekerja. Setelah proses trial error yang cukup panjang untuk memperoleh shape yang saya inginkan, suami pun saya kerahkan untuk membantu memotong pola hehe. Yes, the real struggle is cutting the petal, btw. Merakit bunganya sendiri cukup cepat, apalagi kalau sudah paham polanya. Kalau malam biasanya saya bisa merakit 5-7 paper flower. Cukup santai dan happy, tidak sampai lembur-lembur. Hehe.

Unfortunately, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tangan kiri saya retak membuat saya tidak bisa melanjutkan membuat paper flower. Sehingga, rencana awal untuk memenuhi foyer dengan paper flower harus dibatalkan, diganti dengan hanya menebar paper flower secara acak di sepanjang foyer. Untungnya, jumlah paper flower yang sudah jadi lumayan banyak. Dari dua minggu saya membuat paper flower, sudah lebih dari 50 bunga berbagai ukuran (kecil, besar, sedang) yang sudah selesai dibuat. Dan lucunya, setelah acara resepsi selesai, bunga-bunga kertas ini banyak yang dicopot dan dibawa pulang oleh tamu undangan. Tapi gapapa, saya senang sekali karena artinya para tamu suka dengan bunga-bunga itu. ❤

Berikut ini hasil paper flower nya :

bunga-1

Take a closer look

img_5079

Navy Gold Paper Flower

Bagaimana? Ingin hari istimewamu dilengkapi dengan paper flower manis seperti ini juga? Kindly contact me ya, tangan saya sudah pulih, sudah ada pesanan juga untuk bulan depan. Yay! Semangaaat!!!

P.S : Blooming soon, my paper flower business line.

Semoga bermanfaat ya, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani