Pengalaman Mengikuti Childbirth Education Class di Nujuh Bulan Studio

Nujuh Bulan Studio merupakan studio yoga dan childbirth education center yang terletak di bilangan Bintaro. Studio ini memiliki concern untuk memberikan support kepada para orang tua, khususnya wanita baik sebelum maupun sedang hamil, dan pasca melahirkan. Program yoga yang ditawarkan oleh studio ini juga beragam, seperti prenatal yoga, hatha yoga, couples yoga, fertility yoga, postnatal yoga, serta baby and mom yoga. Di tempat ini juga saya rutin melakukan latihan prenatal yoga sebagai bentuk olahraga saya selama kehamilan. Sementara untuk program childbirth education center, Nujuh Bulan menyediakan program childbirth education course, doula service, hypnobirthing, women circle, serta breastfeeding and newborn care.

Selengkapnya dapat dilihat di website Nujuh Bulan Studio.

Saya pribadi merasa nyaman sekali mengikuti prenatal yoga disini. Selain karena tempatnya yang nyaman dan homey, banyak ilmu-ilmu yang saya dapatkan di setiap sesinya yang membuat saya semakin sadar menjalani kehamilan ini. Cerita lebih lengkapnya mengenai prenatal yoga di studio ini akan saya tulis di tulisan selanjutnya ya, insyaallah.

NBS
Suasana lantai 1 Nujuh Bulan Studio. Source = Nujuh Bulan Studio

Awal November kemarin, saya dan suami berkesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai persiapan holistik kelahiran buah hati melalui kelas Childbirth Education. Program ini ditujukan untuk couple suami istri. Iya, ayahnya ikut juga, karena proses melahirkan tidak hanya milik dan tanggung jawab para ibu saja, tetapi juga para ayah. Beruntung sekali Masun bersedia dan bahkan bersemangat mengikuti kelas ini, tidak perlu saya paksa-paksa dulu hehehe.

Kelas ini berlangsung selama 2 hari. Hari pertama dari pukul 09.00-17.00 dan hari kedua dari pukul 13.00 – 17.00. Biaya investasi yang dikeluarkan sudah termasuk modul, snack, dan makan siang untuk hari pertama.

Pada hari pertama kami diajar oleh Mba Tia Pratignyo, founder dari Nujuh Bulan Studio dan Mba Irma, cofounder sekaligus doula Nujuh Bulan Studio. Pada hari pertama kami belajar mengenai persiapan holistik menuju persalinan yakni mind, body, and soul serta pengenalan mengenai kunci persalinan nyaman.

Sebelum makan siang, kegiatan lebih didominasi dengan teori. Jadi kami duduk di yoga mat mengelilingi ruangan, disediakan juga bantal-bantal untuk bersandar. Kami dibebaskan ingin duduk atau bergerak seperti apa, senyamannya hehehe. Suasananya nyaman, dengan lighting yang redup dan lembut. So calm and intimate hehe.

Pada sesi mind, kami diingatkan kembali mengenai makna proses melahirkan, betapa melahirkan merupakan sebuah momen penting bagi ibu dan bayi, serta bagaimana perlunya melahirkan secara gentle dan sadar. Kami kembali diingatkan bahwa melahirkan adalah proses yang  alami dan semua perempuan diciptakan dengan memiliki kekuatan untuk itu. Kami juga diajarkan dasar-dasar hypnobirthing dan bagaimana melakukan afirmasi-afirmasi positif selama proses kehamilan dan persalinan. Pada sesi body, kami belajar pengenalan mengenai nutrisi kehamilan dan anatomi tubuh yang berperan selama proses kehamilan dan persalinan, serta posisi optimal bayi dalam kandungan. Dan pada sesi soul, kami diingatkan kembali tentang peran dan kekuatan doa, meditasi cinta kasih, serta komunikasi dengan janin selama proses kehamilan dan persalinan.

Setelah makan siang, baru kami lebih banyak praktik. Kami dikenalkan mengenai 3 kunci utama persalinan nyaman yakni breathing, movement, dan relaxation. Kami diajarkan teknik-teknik olah nafas mulai dari nafas tiup, nafas desis, dan nafas bersuara. Teknik ini sebenarnya dipelajari saat mengikuti introductory class untuk prenatal yoga, bedanya sekarang para ayah juga ikutan sehingga kelak harapannya bisa membantu ibu untuk fokus kepada nafas saat proses persalinan hehehe. Kemudian, kami juga melakukan simulasi memberikan afirmasi positif dan mengenal kebutuhan relaksasi masing-masing ibu. Serta bagaimana peran suami dalam membuat ibu relaks dan nyaman selama proses persalinan. Hehehe curang ya, jadi banyak PR untuk ayahnya hehe.

Kami juga diingatkan untuk melakukan olah fisik menjelang persalinan. Bayangkan kita ingin mendaki gunung atau lari marathon, tidak mungkin kita bisa langsung. Bisa sih, tapi ga mau kan jadi seperti Barney yang kakinya lemes sampai ga bisa berdiri pasca ikut New York marathon tanpa pemanasan, hehehe. Nah ini juga PR sekali bagi saya pribadi, karena sulit sekali menjaga komitmen, apalagi saya memang malas olahraga sejak sebelum hamil. Akhirnya sekarang sudah mulai rutin menjaga jalan kaki 30 menit per hari dan yoga setiap pekan. Sisanya masih perlu diimprove. Doakan saya supaya konsisten yaaa, demi kehamilan yang sehat dan kuat hehe.

Hari ini kami juga diajari tentang posisi – posisi untuk optimalisasi posisi janin. Ini bagian favorit saya sih hehe, mulai dari forward leaning inversion, rebozo shifting, shake the apple tree, standing release, sampai side lying release. Dan ini semuanya melibatkan para suami hehe jadi suami olahraga juga (apalagi pas rebozo! Hehe). I definitely enjoy rebozo and side lying release =p

Rebozo
Rebozo. Source = Spinning Babies

Dan sebagai penutup pelajaran hari ini, kami berlatih olah nafas, melakukan teknik ideomotor, pijat acupressure untuk menstimulasi datangnya kontraksi, pijat endorphin untuk membuat ibu lebih rileks, serta melakukan deep relaxation dan komunikasi dengan janin. Sesi simulasi komunikasi dengan janin ini bagi saya pribadi terasa sangat emosional, saya dan suami sampai tidak sadar meneteskan air mata.

Ah pengalaman hari pertama saja sudah sangat berkesan dan sarat ilmu baru, ya?

Pada hari kedua, kami diajar oleh Mba Irma dan Mba Sinta, yang juga merupakan salah satu doula di Nujuh Bulan Studio. Mba Tia menyusul ketika sudah mulai melakukan banyak aktivitas fisik karena sepertinya sebelumnya mengajar di kelas newborn care. Hari ini materinya lebih hardcore lagi, lebih dekat dengan proses melahirkan itu sendiri.

Pertama, kami belajar mengenai kerja dan peran masing-masing hormon persalinan, dan apa cara yang dapat dilakukan suami untuk menjaga lingkungan persalinan yang kondusif bagi ibu. Kami juga diberi pengenalan tentang bagian-bagian otak dan perannya dalam proses persalinan, bagian-bagian mana saja yang aktif saat persalinan berlangsung.

oxy
Oksitosin, dikenal sebagai Hormon Cinta. Source = The Pulse by Pregistry

Materi selanjutnya lebih ke penjelasan mengenai persalinan itu sendiri mulai dari tanda-tanda awal persalinan, kapan harus ke rumah sakit, serta penjelasan mengenai kontraksi yang akan dialami. Kami juga melakukan simulasi memahami gelombang rahim dengan berpasangan dengan suami. Mempelajari bagaimana karakter pasangan kita saat kita dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman. Fight or flight? Aku mah pastinya flight…hehehe. Saat simulasi ini, Masun terkejut menyadari bahwa teknik olah nafas benar-benar bisa menghilangkan rasa sakit, kemudian ekspresi wajahnya kegirangan, bikin saya jadi ingin ketawa dan sulit kembali fokus pada nafas hehe.

Ketiga, kami mempelajari tahapan-tahapan persalinan mulai dari kala 1 yang terdiri dari fase laten, fase aktif, dan fase transisi, kala 2 yang merupakan fase kelahiran sang bayi, serta kala 3 yang merupakan fase kelahiran plasenta. Bagaimana karakter masing-masing kala tersebut dan hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan. Masing-masing tahap dibahas dengan mendetail dan jelas, disertai alat peraga.

Selanjutnya, kami diajarkan mengenai gerakan-gerakan aktif yang dapat dilakukan selama persalinan berlangsung, dengan tujuan mengantarkan bayi ke posisi optimal menuju kelahirannya. Selain gerakan optimalisasi posisi bayi yang sudah diajarkan di hari sebelumnya, kami juga belajar dan menyimulasikan variasi gerakan lain mulai dari gerakan berdiri, duduk, berlutut, jongkok, hingga berbaring. Bagian favorit saya tentu saat melakukan dynamic dan slow dancing, hehe. Selain itu, kami juga belajar beberapa permasalahan yang mungkin menyebabkan persalinan lambat dan stuck, serta gerakan-gerakan apa saja yang dapat membantu melancarkan proses persalinan tersebut. Pengenalan mengenai posisi-posisi melahirkan juga dikenalkan disini. Kemudian, masing-masing dari kami melakukan simulasi melahirkan, dimana saya kebagian dibantu oleh doula Irma. Ohya, mohon doanya ya, supaya saya bisa segera menemukan healthcare provider yang dapat membantu saya melakukan persalinan dengan posisi yang saya harapkan. Aamiin.

Di akhir, tidak lupa para suami diajarkan dan diingatkan kembali untuk menjadi pendamping persalinan yang baik. Ada post test lisan juga ternyata dari para pengajar untuk para ayah. Hahaha untung Masun bisa jawab ya =)

image1
Group Photo CBE Class 4-5 November 2017

Overall, saya bahagia sekali mengikuti kelas ini. Empowering and enlightening, kelas ini benar-benar memberikan materi persiapan persalinan yang holistik dari berbagai aspek. Tidak hanya teori, kelas ini mengajarkan kami hal-hal yang bisa langsung kami praktikan di rumah, dan kelak saat persalinan berlangsung.

Bismillah. Hari ini tepat 36 weeks usia kandungan saya. Mohon doanya supaya persalinan kelak dilancarkan dan dimudahkan. Supaya dapat merasakan persalinan yang nyaman, alami, dan bahagia.

Cheers! May every women experiences a blissful pregnancy.

Dwi Mustika Handayani.

Featured image source = Women’s Health Center

Advertisements