Tetap Bugar selama Kehamilan dengan Prenatal Yoga

Siapa yang kenal baik dengan saya, pasti tau kalau saya itu jarang sekali berolah raga. Saat sekolah dulu, paling frustasi kalau ada pengambilan nilai lari selama pelajaran olahraga. Prinsip saya setiap olahraga adalah yang penting happy dan badan bergerak, lebih banyak gaya dan ketawa dibanding olahraganya hehe. Saat kuliah pun malas sekali olah raga, hehe jangan ditiru ya. Jogging 2-3 kali seminggu adalah versi paling rajin, itu pun hanya sebulan sebelum rencana naik gunung. Hehehe.

Penurunan endurance ini sepertinya mulai terlihat signifikan setelah saya lulus SMP. Ketika menduduki bangku SMP, kontur tanah sekolah berasrama saya berupa perbukitan di desa. Setiap hari rasanya seperti olah raga, apalagi kalau harus lari ke masjid mengejar kalimat Laa ilaaha illallah saat adzan dikumandangkan. Saat itu saya justru sangat hobby ikut kegiatan olah fisik seperti outbond atau bela diri, bahkan sempat mengikuti kejuaraan bela diri (meski tidak juara) dan berhasil memegang sabuk biru olahraga bela diri Tapak Suci.

Heran? Sama. Rasanya ingin sekali sebugar dulu.

Akhirnya saat kehamilan ini datang, saya mencari cara supaya saya bisa kembali sehat dan fit. I believe that giving birth is a courageous act of a woman, and I want to be strong. Tapi saya juga nggak mau yang hardcore dan capek-capek haha. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan prenatal yoga karena berdasarkan hasil baca sana-sini, banyak sekali manfaat dari prenatal yoga. Dan sepertinya saya cocok dengan tipe olahraga seperti ini. Gerakannya gentle dan smooth, tapi kalau dilakukan dengan benar, bisa jauh lebih efektif daripada olahraga lain. Dan, aslinya juga karena saya tidak bisa berenang sih, hehehe.

20171209_124123

With my supportive husband

Agak sulit bagi saya untuk mencari kelas prenatal yoga di daerah BSD dan Pamulang, karena biasanya hanya menyediakan kelas umum. Kalau ingin khusus prenatal berarti harus ambil kelas private, yang mana lebih mahal hehe. Namun setelah googling sana sini, akhirnya saya menemukan Nujuh Bulan Studio, studio yoga dan childbirth education center yang terletak di bilangan Bintaro (Baca juga = Pengalaman Mengikuti Childbirth Education Class di Nujuh Bulan Studio). Memang agak jauh sih dari rumah, tapi baru melihat profilnya saja saya merasa cocok bahwa inilah yang saya butuhkan.

Nujubulan

Studio Yoga. Sumber = Nujuh Bulan Studio

Saya kemudian langsung menghubungi admin untuk mendapatkan info mengenai kelas dan biayanya. Sebelum mengikuti kelas prenatal yoga, kita wajib untuk mengikuti introductory workshop for prenatal yoga sebagai pengenalan dasar mengenai gerakan inti prenatal yoga, teknik pernapasan, relaksasi, serta komunikasi dengan janin. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti kelas intro ini adalah Rp 250.000, sudah termasuk goodie bag berisi produk-produk herbal, voucher mothercare, dan voucher-voucher lain. Lumayan, heheheh.

Saya mengikuti kelas intro saat usia kehamilan saya mencapai 16 minggu. Saat itu usia kehamilan saya paling muda dibanding teman-teman yang lain. Ada yang sudah 25 minggu, bahkan 30 minggu. It’s never too late to start. Pengajar saya saat kelas intro adalah Ka Tia Pratignyo, CEO dari Nujuh Bulan Studio. Kelas terdiri dari 45 menit teori mengenai dasar-dasar kehamilan dan pentingnya olah fisik selama proses kehamilan, dan 60 menit praktik mengenai gerakan-gerakan dasar prenatal yoga dan teknik pernapasan. Saya disadarkan bahwa olah fisik selama kehamilan itu sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan-keluhan selama kehamilan seperti backpain, lower backpain, symphisis pubis, pegal-pegal di kaki, dan lain lain. Saya juga diingatkan untuk lebih aware mengenai postur tubuh sehari – hari. Bagaimana posisi duduk, posisi tidur, dan posisi berdiri yang benar, serta bagaimana cara bangun, cara duduk, dan cara melakukan aktivitas mendasar lain dalam kehidupan sehari-hari. Perlu kita ingat sama-sama, bahwa kehamilan itu bukan penyakit. Keluhan-keluhan yang sering dialami selama kehamilan itu bukanlah disebabkan oleh kehamilan, melainkan karena kurang sadarnya kita dengan olah fisik dan postur tubuh sehari-hari sejak sebelum kehamilan. Akibatnya, ketika kehamilan datang, ketika kita diberikan beban tubuh lebih, keluhan itu akan mudah sekali terasa.

Selanjutnya, saya mulai membiasakan diri untuk hadir prenatal yoga di Nujuh Bulan Studio. Awalnya 2 pekan sekali, kemudian mulai rutin tiap pekan seiring bertambahnya usia kehamilan. Walaupun kadang bolong – bolong juga sih karena ada agenda lain hehehe. Istiqomah itu memang sulit, but we need to practice because it is necessary. Di awal, saya mengambil paket berisi 10 sesi prenatal yoga, karena akan menjadi lebih hemat dibandingkan biaya per visit.

Selama mengikuti prenatal yoga di Nujuh Bulan Studio, saya sempat diajar oleg 3 instruktur yang berbeda yakni Mba Shinta, Mba Gina, dan Mba Azani. Di antara ketiga pengajar ini, saya paling suka mengikuti kelas Mba Azani karena sekuens gerakan yang digunakan sangat challenging bagi saya. Walaupun smooth dan gentle, tetap loh di awal-awal, kaki (terutama paha dan betis bagian dalam) akan terasa pegal dan tubuh pun bersimbah keringat. Haha. Kalau kata beliau “Kita ngga perlu banyak gerak, tetapi pastikan gerakan yang kita lakukan itu benar. Olah nafasnya benar. Sehingga memberikan impact terhadap tubuh”

Yea, super like this.

pose catcow2

Cat cow pose. Sumber = doyouyoga.com

pose warrior

Warrior (kalau ga salah). Sumber = genderreveal.com

Pada dasarnya, gerakan – gerakan yang dilakukan adalah variasi dari butterfly pose, cat/table pose, serta gerakan gerakan lain yang dilakukan pada posisi squatting maupun standing, seperti mid squat, deep squat, warrior, goddess pose, extended side angle pose, extended triangle pose, dan pose-pose lainnya yang tidak saya ingat namanya satu per satu. Yang penting gerak deh hehe. Kebanyakan fungsi gerakan yang dilakukan adalah membuka dan memutar panggul supaya posisi janin optimal. Beberapa gerakan untuk melatih otot perut bagian bawah dan core activation unit juga dilakukan supaya target muscle yang berperan dalam proses persalinan dapat dilatih. Sekuens gerakan yang dilakukan setiap minggunya tidak selalu sama, instruktur biasanya akan menyesuaikan dengan usia kehamilan dari peserta prenatal yoga yang hadir. Dan yang paling menyenangkan adalah, di akhir sesi kita selalu melakukan latihan olah nafas, relaksasi dengan afirmasi positif, serta komunikasi dengan janin. Jadi selain olah fisik, sesi prenatal yoga disini juga bisa membantu kita dalam stress release dan menyehatkan jiwa. Hehehe.

Alhamdulillah, I find joy during prenatal yoga session. Saya pribadi merasakan manfaat dari jenis olah raga ini. Menginjak usia 38 minggu, jarang sekali merasakan backpain, dan tidak mengalami kaki bengkak. Hanya pegal-pegal ringan saja yang bisa dibantu dengan sesi pijat singkat dari suami hehe.

Tidak terasa sudah 38 minggu menjalani kehamilan, membawa cinta yang terus tumbuh bersama. Tidak terasa juga, sebentar lagi akan berpisah dengan momen kehamilan. Terima kasih telah menemani ibu kemanapun dan kapanpun ya, sayang. Terima kasih telah membuat ibu lebih sadar dan banyak belajar selama menjalani kehamilan ini. Sampai bertemu dalam dekapan yang nyata, sayang. Insyaallah tidak lama lagi 

Mohon doanya ya, agar persalinan nanti dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT, dan semoga tidak lupa mengaplikasikan gerakan-gerakan yoga dan teknik-teknik olah nafas saat persalinan kelak. Aamiin.

Dan.. kepada ibu-ibu hamil dimanapun kalian berada, kalian semua hebat.
May you experience a blissful pregnancy.

Featured image source = hallosehat.com

Dwi Mustika Handayani

Advertisements

Pengalaman Mengikuti Childbirth Education Class di Nujuh Bulan Studio

Nujuh Bulan Studio merupakan studio yoga dan childbirth education center yang terletak di bilangan Bintaro. Studio ini memiliki concern untuk memberikan support kepada para orang tua, khususnya wanita baik sebelum maupun sedang hamil, dan pasca melahirkan. Program yoga yang ditawarkan oleh studio ini juga beragam, seperti prenatal yoga, hatha yoga, couples yoga, fertility yoga, postnatal yoga, serta baby and mom yoga. Di tempat ini juga saya rutin melakukan latihan prenatal yoga sebagai bentuk olahraga saya selama kehamilan. Sementara untuk program childbirth education center, Nujuh Bulan menyediakan program childbirth education course, doula service, hypnobirthing, women circle, serta breastfeeding and newborn care.

Selengkapnya dapat dilihat di website Nujuh Bulan Studio.

Saya pribadi merasa nyaman sekali mengikuti prenatal yoga disini. Selain karena tempatnya yang nyaman dan homey, banyak ilmu-ilmu yang saya dapatkan di setiap sesinya yang membuat saya semakin sadar menjalani kehamilan ini. Cerita lebih lengkapnya mengenai prenatal yoga di studio ini akan saya tulis di tulisan selanjutnya ya, insyaallah.

NBS

Suasana lantai 1 Nujuh Bulan Studio. Source = Nujuh Bulan Studio

Awal November kemarin, saya dan suami berkesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai persiapan holistik kelahiran buah hati melalui kelas Childbirth Education. Program ini ditujukan untuk couple suami istri. Iya, ayahnya ikut juga, karena proses melahirkan tidak hanya milik dan tanggung jawab para ibu saja, tetapi juga para ayah. Beruntung sekali Masun bersedia dan bahkan bersemangat mengikuti kelas ini, tidak perlu saya paksa-paksa dulu hehehe.

Kelas ini berlangsung selama 2 hari. Hari pertama dari pukul 09.00-17.00 dan hari kedua dari pukul 13.00 – 17.00. Biaya investasi yang dikeluarkan sudah termasuk modul, snack, dan makan siang untuk hari pertama.

Pada hari pertama kami diajar oleh Mba Tia Pratignyo, founder dari Nujuh Bulan Studio dan Mba Irma, cofounder sekaligus doula Nujuh Bulan Studio. Pada hari pertama kami belajar mengenai persiapan holistik menuju persalinan yakni mind, body, and soul serta pengenalan mengenai kunci persalinan nyaman.

Sebelum makan siang, kegiatan lebih didominasi dengan teori. Jadi kami duduk di yoga mat mengelilingi ruangan, disediakan juga bantal-bantal untuk bersandar. Kami dibebaskan ingin duduk atau bergerak seperti apa, senyamannya hehehe. Suasananya nyaman, dengan lighting yang redup dan lembut. So calm and intimate hehe.

Pada sesi mind, kami diingatkan kembali mengenai makna proses melahirkan, betapa melahirkan merupakan sebuah momen penting bagi ibu dan bayi, serta bagaimana perlunya melahirkan secara gentle dan sadar. Kami kembali diingatkan bahwa melahirkan adalah proses yang  alami dan semua perempuan diciptakan dengan memiliki kekuatan untuk itu. Kami juga diajarkan dasar-dasar hypnobirthing dan bagaimana melakukan afirmasi-afirmasi positif selama proses kehamilan dan persalinan. Pada sesi body, kami belajar pengenalan mengenai nutrisi kehamilan dan anatomi tubuh yang berperan selama proses kehamilan dan persalinan, serta posisi optimal bayi dalam kandungan. Dan pada sesi soul, kami diingatkan kembali tentang peran dan kekuatan doa, meditasi cinta kasih, serta komunikasi dengan janin selama proses kehamilan dan persalinan.

Setelah makan siang, baru kami lebih banyak praktik. Kami dikenalkan mengenai 3 kunci utama persalinan nyaman yakni breathing, movement, dan relaxation. Kami diajarkan teknik-teknik olah nafas mulai dari nafas tiup, nafas desis, dan nafas bersuara. Teknik ini sebenarnya dipelajari saat mengikuti introductory class untuk prenatal yoga, bedanya sekarang para ayah juga ikutan sehingga kelak harapannya bisa membantu ibu untuk fokus kepada nafas saat proses persalinan hehehe. Kemudian, kami juga melakukan simulasi memberikan afirmasi positif dan mengenal kebutuhan relaksasi masing-masing ibu. Serta bagaimana peran suami dalam membuat ibu relaks dan nyaman selama proses persalinan. Hehehe curang ya, jadi banyak PR untuk ayahnya hehe.

Kami juga diingatkan untuk melakukan olah fisik menjelang persalinan. Bayangkan kita ingin mendaki gunung atau lari marathon, tidak mungkin kita bisa langsung. Bisa sih, tapi ga mau kan jadi seperti Barney yang kakinya lemes sampai ga bisa berdiri pasca ikut New York marathon tanpa pemanasan, hehehe. Nah ini juga PR sekali bagi saya pribadi, karena sulit sekali menjaga komitmen, apalagi saya memang malas olahraga sejak sebelum hamil. Akhirnya sekarang sudah mulai rutin menjaga jalan kaki 30 menit per hari dan yoga setiap pekan. Sisanya masih perlu diimprove. Doakan saya supaya konsisten yaaa, demi kehamilan yang sehat dan kuat hehe.

Hari ini kami juga diajari tentang posisi – posisi untuk optimalisasi posisi janin. Ini bagian favorit saya sih hehe, mulai dari forward leaning inversion, rebozo shifting, shake the apple tree, standing release, sampai side lying release. Dan ini semuanya melibatkan para suami hehe jadi suami olahraga juga (apalagi pas rebozo! Hehe). I definitely enjoy rebozo and side lying release =p

Rebozo

Rebozo. Source = Spinning Babies

Dan sebagai penutup pelajaran hari ini, kami berlatih olah nafas, melakukan teknik ideomotor, pijat acupressure untuk menstimulasi datangnya kontraksi, pijat endorphin untuk membuat ibu lebih rileks, serta melakukan deep relaxation dan komunikasi dengan janin. Sesi simulasi komunikasi dengan janin ini bagi saya pribadi terasa sangat emosional, saya dan suami sampai tidak sadar meneteskan air mata.

Ah pengalaman hari pertama saja sudah sangat berkesan dan sarat ilmu baru, ya?

Pada hari kedua, kami diajar oleh Mba Irma dan Mba Sinta, yang juga merupakan salah satu doula di Nujuh Bulan Studio. Mba Tia menyusul ketika sudah mulai melakukan banyak aktivitas fisik karena sepertinya sebelumnya mengajar di kelas newborn care. Hari ini materinya lebih hardcore lagi, lebih dekat dengan proses melahirkan itu sendiri.

Pertama, kami belajar mengenai kerja dan peran masing-masing hormon persalinan, dan apa cara yang dapat dilakukan suami untuk menjaga lingkungan persalinan yang kondusif bagi ibu. Kami juga diberi pengenalan tentang bagian-bagian otak dan perannya dalam proses persalinan, bagian-bagian mana saja yang aktif saat persalinan berlangsung.

oxy

Oksitosin, dikenal sebagai Hormon Cinta. Source = The Pulse by Pregistry

Materi selanjutnya lebih ke penjelasan mengenai persalinan itu sendiri mulai dari tanda-tanda awal persalinan, kapan harus ke rumah sakit, serta penjelasan mengenai kontraksi yang akan dialami. Kami juga melakukan simulasi memahami gelombang rahim dengan berpasangan dengan suami. Mempelajari bagaimana karakter pasangan kita saat kita dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman. Fight or flight? Aku mah pastinya flight…hehehe. Saat simulasi ini, Masun terkejut menyadari bahwa teknik olah nafas benar-benar bisa menghilangkan rasa sakit, kemudian ekspresi wajahnya kegirangan, bikin saya jadi ingin ketawa dan sulit kembali fokus pada nafas hehe.

Ketiga, kami mempelajari tahapan-tahapan persalinan mulai dari kala 1 yang terdiri dari fase laten, fase aktif, dan fase transisi, kala 2 yang merupakan fase kelahiran sang bayi, serta kala 3 yang merupakan fase kelahiran plasenta. Bagaimana karakter masing-masing kala tersebut dan hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan. Masing-masing tahap dibahas dengan mendetail dan jelas, disertai alat peraga.

Selanjutnya, kami diajarkan mengenai gerakan-gerakan aktif yang dapat dilakukan selama persalinan berlangsung, dengan tujuan mengantarkan bayi ke posisi optimal menuju kelahirannya. Selain gerakan optimalisasi posisi bayi yang sudah diajarkan di hari sebelumnya, kami juga belajar dan menyimulasikan variasi gerakan lain mulai dari gerakan berdiri, duduk, berlutut, jongkok, hingga berbaring. Bagian favorit saya tentu saat melakukan dynamic dan slow dancing, hehe. Selain itu, kami juga belajar beberapa permasalahan yang mungkin menyebabkan persalinan lambat dan stuck, serta gerakan-gerakan apa saja yang dapat membantu melancarkan proses persalinan tersebut. Pengenalan mengenai posisi-posisi melahirkan juga dikenalkan disini. Kemudian, masing-masing dari kami melakukan simulasi melahirkan, dimana saya kebagian dibantu oleh doula Irma. Ohya, mohon doanya ya, supaya saya bisa segera menemukan healthcare provider yang dapat membantu saya melakukan persalinan dengan posisi yang saya harapkan. Aamiin.

Di akhir, tidak lupa para suami diajarkan dan diingatkan kembali untuk menjadi pendamping persalinan yang baik. Ada post test lisan juga ternyata dari para pengajar untuk para ayah. Hahaha untung Masun bisa jawab ya =)

image1

Group Photo CBE Class 4-5 November 2017

Overall, saya bahagia sekali mengikuti kelas ini. Empowering and enlightening, kelas ini benar-benar memberikan materi persiapan persalinan yang holistik dari berbagai aspek. Tidak hanya teori, kelas ini mengajarkan kami hal-hal yang bisa langsung kami praktikan di rumah, dan kelak saat persalinan berlangsung.

Bismillah. Hari ini tepat 36 weeks usia kandungan saya. Mohon doanya supaya persalinan kelak dilancarkan dan dimudahkan. Supaya dapat merasakan persalinan yang nyaman, alami, dan bahagia.

Cheers! May every women experiences a blissful pregnancy.

Dwi Mustika Handayani.

Featured image source = Women’s Health Center

Pengalaman Tes IELTS di IALF Jakarta

Hai all, I’m back!

Menyambung tulisan sebelumnya mengenai Pengalaman IELTS Preparation di IALF Jakarta , kali ini saya ingin bercerita mengenai pengalaman tes IELTS, masih di tempat yang sama. Kenapa saya memilih tes di IALF? Karena selama belajar disana, saya merasa nyaman dengan fasilitasnya, sehingga besar harapan saya penyelenggeraan tes disini juga nyaman dan kondusif.

Pertama-tama yang perlu dilakukan untuk melakukan tes IELTS adalah mendaftarkan diri. Ada dua cara untuk mendaftar tes IELTS di IALF yakni :

  1. Walk in registration
    Untuk walk in registration, kita hanya perlu datang ke kantor IALF pada hari kerja (Senin-Jumat pukul 08.00 – 16.00), mengisi form aplikasi dan membayar biaya tes di kasir. Pembayaran dapat dilakukan dengan uang cash maupun dengan kartu debit/kredit.
  2. Online registration
    Saya memilih mendaftar menggunakan metode ini karena lebih praktis dan tidak perlu meninggalkan kantor. Saya hanya perlu mengunjungi website IALF di bagian IELTS Registration and Test Dates. Selanjutnya tinggal klik icon IELTS Online Payment and Registration yang ada di halaman ini. Setelah memilih lokasi dan tanggal tes yang tersedia, kita akan diantarkan ke web IELTS Essential dari IDP untuk melengkapi aplikasi pendaftaran.
    Jika teman-teman berminat untuk memilih lokasi lain untuk melakukan tes, bisa juga langsung mengunjungi web IDP melalui tautan berikut https://my.ieltsessentials.com/ dan klik Begin IELTS Registration.Setelah mengisi aplikasi online, sistem akan mengirimkan Payment Instruction ke email kita dan langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran. Saat itu saya dikenakan biaya Rp2.850.000. Pembayaran dilakukan menggunakan transfer ATM. Setelah membayar, kita juga akan mendapatkan email konfirmasi pembayaran beserta detail pelaksanaan tes.

Saat tanggal tes tiba, registrasi dilakukan pukul 07.30, kalau telat tidak boleh ikut tes hehe. Selanjutnya kita perlu melakukan 4 tahapan pendaftaran sebelum memasuki ruangan auditorium tempat tes IELTS dilaksanakan yaitu :

  1. Pendaftaran peserta
    Antrian pertama adalah mengantri untuk mengetahui nomor peserta tes. Disini kita harus menunjukkan kartu identitas ASLI yang digunakan pada saat mendaftar. Disini juga ada petugas yang akan mencocokkan wajah kita dengan foto yang tertera di kartu identitas. Benar-benar diperiksa, lho. Kira-kira 3 kali petugas mencocokan wajah saya dengan foto sebelum saya diizinkan untuk mengambil nomor peserta. Bahkan suami saya juga ditandai KTPnya dan diminta untuk menyertakan identitas tambahan (SIM, karena wajah suami saya dianggap berbeda dengan foto di KTP). Hehe secara suami dulu bikin KTP saat SMA, sekarang sudah bekerja dan sudah menggunakan kacamata.
  2. Menitipkan barang bawaan
    Setelah memperoleh nomor peserta, kita diminta untuk menaruh barang bawaan kita di suatu ruangan khusus. Hanya diperbolehkan membawa kartu identitas, nomor peserta, kartu penukaran tas, serta botol minum TRANSPARAN. Tidak perlu membawa alat tulis karena akan disediakan oleh IALF. Handphone juga harus dipastikan dalam keadaan mati (bukan hanya silent).
    Karena saya sedang hamil muda (11 weeks) sekaligus puasa, saya meminta izin untuk membawa minyak telon/kayu putih untuk jaga-jaga apabila saya merasa pusing atau tidak enak badan selama tes. Alhamdulillah diizinkan oleh petugas.
  3. Pas Foto dan Rekam Sidik Jari
    Antrian selanjutnya adalah melakukan pas foto dan rekam sidik jari. Pas Foto ini nantinya yang akan dimasukkan ke dalam sertifikat hasil tes. Ada 2 pos untuk melakukan pas foto dan rekam sidik jari, ambil yang paling pendek saja antriannya hehehe.
  4. Tanda Tangan
    Terakhir, tanda tangan di form kedatangan peserta. Setelah itu kita akan diminta menunggu di sepanjang lorong IALF sampai waktu tes tiba. Tenang, ada tempat duduknya kok 🙂

Mendekati waktu tes tiba, panitia akan mengingatkan untuk ke toilet terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan tes. Selanjutnya, panitia akan memanggil nama kita satu per satu untuk masuk ke auditorium. Auditoriumnya sejuk dan sangat luas, menggunakan kursi-kursi lipat seperti pada bangku perkuliahan dimana di masing-masing meja sudah terdapat nomor peserta. Kita hanya perlu duduk di meja dengan nomor yang sesuai dengan nomor peserta.

Selama rangkaian tes, kita akan dipandu oleh invigilator IELTS dari IALF. Sangat banyak invigilatornya, mungkin ada sekitar belasan dalam satu ruangan tersebut. Audionya juga benar-benar clear dan jelas, sehingga hasil tes insyaallah tidak akan terganggu dengan kendala teknis seperti audio yang kurang jelas hehe. Rangkaian tes dilakukan sesuai dengan ketentuan tes IELTS, dimulai dari Listening, Reading, sampai Writing. Ohya kita diberikan 2 buah pensil yang sudah diraut dan 1 buah penghapus. Untuk pensil apabila di pertengahan jalan pensilnya sudah tumpul, kita juga bisa menukar dengan pensil yang lebih tajam dengan mengomunikasikannya pada invigilator.

Isi tes IELTS tertulis saya saat itu kurang lebih seperti ini :

  • Listening
    Section 1. A phone conversation about booking a restaurant for a surprise party.
    Section 2. A radio program about different cycling tracks.
    Section 3. A conversation between a tutor and a student who wants to do a field study.
    Section 4. About human sense of smell.
  • Reading
    Passage 1. About the effect of exercise on human brain.
    Passage 2. About the development of television in the UK.
    Passage 3. About the controversy of tourism.
  • Writing
    Task 1. We were given a graph showing the percentage of female members in parliament in five European countries.
    Task 2. Some people think that drivers should pay for building and maintaining roads, while others think that the government should pay the costs of infrastructure. What is your opinion? Give reasons for your answer and include any relevant examples from your knowledge or experience.

Paling gemas sama writing, terutama Task 2. Karena mungkin saya kurang cocok dan kurang memiliki pengetahuan atau pengalaman mengenai bidang tersebut sehingga essay yang saya tulis kurang deep dari segi konten :(, walaupun dapat menyelesaikan tugasnya sampai selesai. Yasudah, yang lalu biarlah berlalu yang penting sudah melakukan yang terrrrrbaik hehe. Di antara keempat komponen tes, memang nilai saya paling rendah di writing hiks, tapi alhamdulillah masih memenuhi requirement yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi.

Rangkaian tes tertulis IELTS selesai sekitar pukul 12.00, dan selanjutnya kami diberikan arahan mengenai jadwal pelaksanaan tes speaking (masih di hari yang sama). Saya mendapat giliran jam 14.30 kalau tidak salah dan harus kembali ke lokasi tes 30 menit sebelum jadwal tes. Ohya, saya akhirnya membatalkan puasa saya karena setelah proses mengantri, saya merasa sangat pusing dan pandangan berbayang, sehingga selama tes saya minum air putih (tetap lapar haha). Sembari menunggu waktu pelaksanaan tes speaking, setelah sholat saya dan suami jalan ke Setiabudi One untuk makan siang (suami ngeliatin aja tapi).

Saya menunggu di auditorium sampai nama saya dipanggil untuk tes speaking. Setelah nama saya dipanggil, saya diminta menunggu di kursi yang ada di luar ruangan tes. Saya mendapatkan ruangan nomor 5 sambil menunggu peserta sebelumnya selesai. Examiner saya adalah perempuan bernama Caroline. Beliau sangat santai, ramah, dan murah senyum, tapi berbicaranya sangat cepat. Saking murah senyumnya, beliau seringkali merespon jawaban saya dengan tertawa santai. Sebenarnya hal ini mungkin bagus, untuk mencairkan suasanya, membuat saya enjoy serta rileks,  namun saya jadi sering merasa lepas grip dan kontrol terhadap struktur dan grammar karena berusaha memberikan respon yang serupa. Jadi inget saran untuk melakukan mirroring your examiner, termasuk dalam intonasi dan pace dalam berbicara.

Ohya sekedar share lagi, berikut ini kira-kira isi dari tes speaking saya kemarin:

Part 1. Interview

  • What is your full name?
  • Can I see your ID?
  • Where are you from?
  • Do you work or study?
  • What do you do?
  • What is the most challenging thing at your work?
  • Why is that?
  • Let’s talk about e-mails.
  • Are e-mails popular in your country? Why?
  • How often do you write and send e-mails?
  • Do you think e-mail will be still popular in the future? Why?
  • Let’s talk about neighbors.
  • Do you know your neighbors?
  • Do you prefer younger or older people as neighbors? Why?

Part 2. Cue Card

Talk about your favorite piece of clothing. Please say
  • What is it?
  • Why do you like it?
  • How often do you wear it?

Part 3. Discussion

  • Do you think people enjoy buying clothes?
  • Why do some people go together with other people when shopping for clothes?
  • Is online shopping useful in buying clothes? Why?
  • What’s the effect of fashion industry on the current fashion?
  • What’s the effect of fashion on people’s behavior regarding clothes?
  • Do people care about recycling their clothing?

YaAllah part 3 nya kenapa susah haha. Kalau kata suami saya sih, mungkin saya dapat part 3 yang susah karena examiner nya mempertimbangkan untuk memberikan band yang tinggi sehingga menyesuaikan jenis soal yang diberikan. Hehe menghibur sih, amin! Yasudah tidak apa-apa jawab sebisanya dan alhamdulillah examiner sepertinya bisa menerima sekaligus merespon dengan baik jawaban saya. Saya merasakan interaksi dengan beliau cukup kuat dan baik. Ohya sekedar tips, walaupun penting untuk bisa engage dengan baik dengan examiner pada sesi speaking ini, tidak perlu over. Tidak perlu bertanya kepada examiner apakah sudah makan, apa kabar, dan lain sebagainya. Basically examiner menginginkan partner yang bisa diajak bekerja sama dengan baik pada sesi tes speaking ini because, we all know, their pressure is also high. Hehe.

Keluar dari ruangan, menghembuskan napas lega. Nyesel-nyesel dikit kenapa ga ngomong ini itu, kenapa ga keluarin vocab ini, dst. Eh pas saya mau ambil tas, dari ruangan 4 keluar Paul, teacher saya selama les di IALF hehe. Beliau mengenakan kemeja biru muda, celana bahan, dasi, dan pantofel, berbeda sekali dengan saat mengajar yang hanya menggunakan polo shirt, celana kasual, dan sepatu kets. Hehehehe. Lucu kali ya kalau ternyata examinernya adalah teacher sendiri, eh tapi mungkin ga ya? Entahlah 🙂

Overall, saya merasa puas tes disini karena fasilitasnya nyaman, audionya clear, dan penyelenggaraannya juga tertib. Hasil tes bisa diambil 13 hari setelah tes dilakukan.

Untuk yang berencana melakukan tes IELTS dalam waktu dekat, semoga artikel ini bermanfaat. Good luck ya!
Featured Image Source here

Dwi Mustika Handayani

Pengalaman IELTS Preparation di IALF Jakarta

Selamat siang, happy weekend everyone!

Kalau teman-teman pembaca menyadari, judul blog ini sudah tidak lagi The Wedding Journal. Kenapa ya? Alasannya sederhana, karena saya ingin memberikan kebermanfaatan blog ini seluas-luasnya, berbagi sebanyak-banyaknya, tidak terbatas pada hal-hal terkait persiapan pernikahan saja. Insyaallah. Tulisan persiapan pernikahan tetap bisa diakses di menu The Wedding Journal yang ada di top bar halaman ini ya 🙂

Kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya dan suami mengikuti kursus IELTS Preparation di IALF Jakarta. Awalnya ada beberapa lembaga yang saya lirik untuk ambil IELTS Prep, di antaranya adalah British Council, IDP Education, dan IALF (Indonesia-Australia Language Foundation). Alternatif lain adalah Kaplan BSD, The British Institute, atau LBI UI Depok.

Kami fokus untuk mencari informasi mengenai 3 lembaga pertama karena lembaga-lembaga tersebut merupakan lembaga resmi yang menyelenggarakan Tes IELTS di Indonesia, sehingga kami (langsung saja) percaya bahwa proses belajar akan didukung oleh pengajar yang kompeten dan memiliki standar. Hehe, alasannya mainstream ya, padahal bagaimanapun sebuah lembaga hanyalah merupakan kendaraan atau fasilitas, sementara proses belajar kembali lagi kepada individu masing-masing.

Ternyata British Council tidak memiliki kelas khusus persiapan IELTS, tetapi hanya kelas General English yang di dalamnya mencakup materi-materi IELTS. Sementara IDP juga hanya menyediakan workshop intensif yang dilakukan di hari kerja, sisanya hanya kelas dan materi online di web. Sehingga, karena kami butuh kelas yang intensif persiapan IELTS dan rutin di luar hari kerja, kami memutuskan untuk mengambil kelas IELTS di IALF Jakarta. Saya pun mendapat rekomendasi dari seorang sahabat yang pernah mengambil kelas disana. Ulasan-ulasan mengenai lembaga ini di blog-blog lain juga sangat baik.

Kami memutuskan untuk mengambil kelas Semi-Intensive IELTS Prep (50 jam) di hari Sabtu selama 8 minggu dengan biaya Rp 4.800.000/orang. Persyaratan untuk dapat mendaftar ke kelas ini adalah mengikuti placement test dan mendapatkan hasil minimum Pre Intermediete level. Biaya yang dibutuhkan untuk mengambil placement test adalah Rp 100.000 per orang. Tes dilakukan di perpustakaan IALF dan terdiri dari 50 soal pilihan ganda dengan waktu pengerjaan 1 jam. Hasil tes akan keluar saat itu juga, sehingga hanya perlu menunggu sebentar, dan kalau lulus bisa langsung mendaftar kelas.

Alhamdulillah saat itu kami berdua sama-sama bisa langsung mendaftar kelas, sehingga kami langsung mendaftar untuk kelas Sabtu. Ternyata cukup panjang waiting listnya, saat itu bulan Februari dan kami kemungkinan baru bisa mendapatkan kelas Maret atau April. Saat itu kami masuk urutan waiting list ke 90an, mungkin karena banyaknya peminat yang sedang melakukan persiapan untuk beasiswa juga ya, hehehe. Karena masih belum jelas akan bisa bergabung di kelas yang mana, pembayaran baru bisa dilakukan setelah kami mendapatkan info mengenai ketersediaan kelas. Akhirnya pada tanggal 21 Maret, kami mendapatkan kelas yang akan dimulai tanggal 1 April – 27 Mei 2017.

Kami masuk ke kelas yang sama. Jumlah siswa di kelas Semi-Intensive ini adalah 15 orang dan kebanyakan adalah perempuan. Rata-rata yang mengambil kelas ini adalah mereka yang mau melanjutkan studi ke luar negeri. Usianya sepantaran kami sih, tidak ada yang terlalu tua maupun terlalu muda. Paling muda adalah mahasiswa yang masih kuliah sarjana. Selama 2 bulan kami belajar dengan tenaga pengajar native asal UK, namanya Paul. Untuk pengajar di IALF memang sepertinya semuanya native, dan banyak di antara mereka memang tersertifikasi sebagai examiner IELTS. Waktu saya lagi tes IELTS juga saya ketemu dengan Paul yang sedang menguji tes speaking di ruangan sebelah. Hehe. Jadi kita benar-benar belajar dari ahlinya, serta sedikit banyak mengerti apa yang diharapkan dan pola pikir examiner dari setiap section (terutama writing dan speaking).

Saya pribadi merasa puas belajar disini. Metodenya menyenangkan dan tidak membosankan, walaupun suasana kelasnya tidak seseru waktu saya kursus bahasa Jerman dulu. Orang-orangnya cenderung seragam, mungkin karena latar belakang yang cenderung mirip atau karena perbedaan usianya yang tidak terpaut terlalu jauh. Haha Jadi kelas ini agak serius dan orangnya pintar-pintar (jadi ga banyak yang nanya-nanya hehe). Okelah, yuk belajar yang serius 🙂

Dari Paul sendiri, dia memiliki metode mengajar yang menyenangkan. Terkadang kita harus berputar – putar sekeliling kelas untuk mengerjakan heading matching, atau kerja kelompok, atau main game sederhana untuk melatih speaking, bermain dengan dadu, latihan interview dengan que card, dan lain sebagainya. Hampir setiap pertemuan Paul akan memulai dengan brainstorming topik-topik yang sedang hangat dan sering muncul di tipe-tipe soal IELTS. So overall, seru sih!

IMG-20170527-WA0001[1]

Last day!

Saya ingin coba mengulas model belajar disini untuk masing-masing aspek dalam ujian IELTS ya..

  • Reading
    Kami sering sekali diberikan PR reading, serius hampir setiap minggu ada PR, bisa 1-2 passage. Di kelas kami pun sering berlatih mengerjakan reading. Tips-tips dari Paul tentang cara mencari jawaban reading juga useful menurut saya.

 

  • Writing
    PR untuk writing tidak sebanyak dan sesering reading. Tetapi dari PR tersebut, kami diberikan feedback secara personal untuk setiap aspek dalam penilaian tes IELTS, sehingga kami belajar kesalahan kami, mana yang kurang tepat, mana yang sudah oke, mana yang perlu ditingkatkan. Untuk writing kami juga sering berliatih di kelas dalam bentuk peer group (2-3 orang), dan tetap diberi feedback. Hasil kerja bersama kelompok biasanya akan dibuatkan copyannya oleh Paul, sehingga setiap orang tetap memegang hasil pekerjaannya. Menurut saya pribadi, writing ini merupakan section test yang paling membutuhkan strategi yang matang dan penguasaan yang baik, sehingga ke empat aspek penilaian IELTS writing (task achivement, coherence, lexical resource, grammatical range and accuracy)  harus benar-benar diperhatikan.

 

  • Listening
    Listening juga lebih sering dilakukan di kelas. Paul mengajarkan kita untuk bisa memprediksi distractor2 apa saja yang mungkin akan mengecoh kita dari jawaban yang benar (ini penting sih!), karena listening itu bukan sekedar mendengar sepenggal-sepenggal informasi, tetapi memahami secara utuh. Remember, just because you hear it, doesn’t mean it is the correct answer!

 

  • Speaking
    Ini aspek IELTS yang belajarnya paling sering menggunakan permainan interaktif. Seperti yang sudah disebutkan di awal tadi, seperti latihan tanya jawab menggunakan form/que card, latihan bercerita dengan diberi waktu, dll. Kadang juga ada tools tambahan seperti dadu, pion, dan bahkan sodet plastik. Hehe. Jadi interaksi dengan teman lebih banyak di section pembelajaran yang ini. Disinilah kita dilatih untuk percaya diri dan belajar dari teman-teman yang lain. Yang berbicaranya lebih fluent, yang kontrol terhadap struktur dan grammarnya baik, yang penguasaan lexicalnya juga lebih luas. Hebat2 deh! Kami saling bertukar ide dan saling support disini. Bahkan saling memberikan feedback. Sementara Paul hanya menyimak, memantau, dan sesekali memberikan feedback karena he obviously only has 2 ears. Meskipun demikian, jangan khawatir, masing-masing dari kami juga diberi kesempatan untuk melakukan 1 sesi simulasi tes speaking (MOCK Test) dengan Paul secara personal, dimana Paul berperan sebagai examiner. Disini feedback-feedback yang diberikan oleh Paul juga sangat detail. Bahkan saya masih simpan rekamannya, itung-itung kenang-kenangan. Hehehe.

Ujiannya diadakan 2 kali yakni saat mid term dan saat end term. Saat mid term tes nya berupa full listening + reading, ditambah writing section 1 only (karena belum banyak menyentuh section 2). Sementara untuk end term, full listening + reading + writing. Untuk speaking hanya dilakukan satu kali per orang, sesuai dengan jadwal (dalam satu hari ada sekitar 3 orang yang simulasi tes speaking).

Berbicara tentang fasilitas, fasilitas di IALF ini sangat lengkap. Selain study room, ada common room tempat kita makan dan bersantai (free drinking water and coffee!), computer room yang dilengkapi headset setiap unit, auditorium tempat tes IELTS dilaksanakan, dan juga perpustakaan yang super lengkap. Ohya, saran saya bagi teman-teman yang berencana kursus di IALF, manfaatkan betul perpustakaannya ya, karena buku buku ELT (English Language Training) dan Referencenya bagus bagus, jarang dijumpai di toko-toko buku yang umum. Kita juga bisa meminjam CD Audio untuk buku-buku yang memiliki Audio. Jadi selagi masih menjadi student disana, manfaatkan resource yang ada sebaik mungkin hehe.

Untuk buku, IALF tidak memberikan 1 buku untuk dijadikan pegangan kita. Setiap pertemuan, kita akan diberikan modul-modul kertas yang dapat kita masukkan ke binder yang diberikan di pertemuan pertama. Alasannya, karena tidak semua buku cocok dengan apa yang kita butuhkan. Jadi sistemnya adalah mengambil yang baik-baik dan dibutuhkan dari beragam buku.

Demikian, semoga bermanfaat, dan selamat belajar!
Featured image source

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Review : Alfabet Catering Preparation and Performance

Assalamualaikum, apa kabar brides? 🙂

Beberapa hari yang lalu ada seorang pembaca blog yang menanyakan menu apa saja yang saya pilih untuk resepsi pernikahan kami, jadi inget kalau belum sempat mereview performance vendor yang satu ini di hari H pernikahan kami.

So, here we go.

Setelah deal, tetap ada beberapa hal yang perlu kami koordinasikan dengan pihak catering, yakni :

Pertama, perlengkapan di area VIP yaitu round table, goblet, dan napkin.

Kami perlu berkoordinasi dengan pihak catering untuk menyediakan round table, goblet, dan napkin sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Kemarin kami pesan 8 buah round table (masing – masing 6 kursi) untuk mengakomodasi tamu VIP kami. 🙂

IMG_0043

Kedua, layout catering pada venue.

Ini penting ngga penting sih, tapi dipentingin aja ya hehehe. Karena kita setidaknya perlu mengetahui, di titik mana saja buffet dan stall akan diletakkan, dimana tempat menyimpan makanan, dimana saja letak meja untuk piring kotor, titik-titik petugas catering, dan bagaimana alur waiter meloading makanan . Sebaiknya hal ini juga dilakukan bersama tim dekorasi supaya semuanya selaras, terutama terkait alur waiter dalam meloading makanan, jangan sampai alurnya terhalangi oleh properti dekorasi karena akan mengganggu kinerja waiter pada hari H. Biasanya, masing-masing vendor catering sudah punya cara dan SOP sendiri untuk mengatur buffet dan stall sesuai dengan venue pernikahan. Tapi ngga ada salahnya kok mensinkronkan kembali dengan pihak dekorasi. Malah lebih bagus lagi, kalau vendor dekorasi ternyata  sudah sering bekerja sama dengan vendor catering. Jadi istilahnya, sudah mengerti satu sama lain gitu deh cieeee.

Ketiga, meja dan cover untuk area penerima tamu

Ini juga saya baru tau kalau meja dan cover pada area tamu disediakan oleh pihak catering, awalnya saya pikir dari dekorasi. Ternyata tujuannya adalah supaya cover meja penerima tamu senada dengan meja catering. Akhirnya kami meminta pihak catering menyediakan 4 buah meja cuntuk penerima tamu.

Keempat, menu.

Pemilihan menu ini sifatnya fleksibel, tidak harus sama persis dengan penawaran yang diberikan tim marketing saat di awal survey. Kita bisa menambah, mengganti, atau mengurangi porsi pesanan sesuai dengan keinginan. Walaupun tentu saja, tidak kurang dari jumlah porsi normal/standar untuk jumlah tamu yang kamu undang. Untuk menghitung jumlah porsi, bisa dilihat di Tips Menghitung Jumlah Porsi Catering pada Resepsi Pernikahan.

Untuk memutuskan menu apa saja yang akan dipilih, kita dapat melakukan test food, supaya kita betul-betul mengatahui cita rasa dari masing-masing masakan. Jangan lupa untuk memperhatikan komposisi yang balanced. Untuk hal ini dapat didiskusikan dengan tim marketing dari catering. Misalnya, biasanya dalam 1 piring menu buffet, perlu ada keseimbangan dari beberapa jenis makanan (misalnya perbandingan lauk kering dan basah, atau jenis ayam/sapi/seafood), dan juga cita rasa (misalnya oriental, asam, asin, dlsb. Intinya jangan sampai ngga nyambung / too much). Tapisepertinya orang catering lebih paham ini deh hehe.

Akhirnya, berikut ini komposisi menu yang kami pilih :

Buffet

  • Nasi putih, makanan pokoknya orang Indonesia 😀
  • Nasi goreng : nasi goreng smoked beef.
  • Sup : sup kepiting asparagus. (saran : apabila memilih menu ini, sebaiknya tidak memilih menu zuppa soup, karena keduanya creamy, cukup berat untuk perut. Kalau tetap mau memilih menu zuppa soup, ada beberapa pilihan sup yang bisa dipilih, sup iga asam pedas misalnya)
  • Ayam : ayam panggang sereh .
  • Daging sapi : oseng sengkel lombok kethok.
  • Lainnya : udang sereal, nah ini dia lauk kering yang dipilih untuk mendampingi 2 lauk agak basah sebelumnya.
  • Sayur : sapo tahu seafood (awalnya kailan dua rasa)
  • Aneka salad.
  • Sambal + kerupuk + acar.
  • Aneka buah potong + es lecy. Bisa dipilih tambahannya mau cocktail buah atau es lecy, kami pilih es lecy 🙂
  • Aneka juice. Kami pilih mixed jambu dan mixed strawberry karena super fresh, tapi pada dasarnya, bebas kok, kembali lagi ke selera masing – masing. Ditambah ice lemon tea.
  • Aneka snack. Biasanya berisi beberapa cake yang super nyum dan snack lain seperti risoles, biterballen, kornet kentang, dll. Saya pribadi suka sekali dengan kue cokelat dan cheesecake dari Alfabet. Snack-snack lain juga sangat savory 🙂
  • Air putih (saran : kira-kira jumlah air putih 5 kali jumlah porsi buffet)

Stall

Menu stall kami didominasi oleh menu sajian Nusantara alias masakan Indonesia. Kami tidak memilih menu yang too western karena prinsipnya, sesuaikan dengan tamunya, pilih yang banyak yang suka, dan yang penting cita rasanya oke :D.

  • Kambing guling dan lontong
  • Dimsum. Karena sudah ada dimsum, kami tidak memilih menu siomay.
  • Aneka pasta (fettucini white sauce, macaroni panggang, lasagna). Untuk fettucini white sauce akan disajikan pertama karena dimasak langsung di tempat.
  • Korean BBQ, disajikan dengan kimchi. Perbedaannya dengan Mongolian BBQ adalah Mongolian BBQ berisi beef + chicken, sementara Korean BBQ berisi beef saja. Sempat ragu memilih menu ini, antara mongolian BBQ, korean BBQ, atau beef teriyaki. Namun karena beef teriyaki disajikan dengan nasi, maka kami coret. Antara mongolian dan korean, tim Alfabet menyarankan korean karena termasuk salah satu menu yang menjadi favorite. Sip deh.
  • Empal gentong, pesenan Ibu.
  • Mie jawa, ini juga dimasak langsung di tempat. Surprisingly tasty, menu ini baru kami masukkan di saat-saat terakhir.
  • Salad solo
  • Sate ayam + lontong. Orang tua maupun anak – anak biasanya suka sate ayam :9
  • Baso malang
  • Dutch corner (Chocolate melt + ice cream dan waffle + ice cream). Sebenarnya boleh pilih 2 menu antara poffertjes, waffle, chocolate melt cake, dan chocolate fountain. Selain chocolate fountain, masing-masing disajikan dengan ice cream. Awalnya saya mau chocolate fountain (karena saya suka banget ini!), tapi ada hal yang menjadi concern yaitu tampilan. Stall chocolate fountain biasanya hanya manis di awal, lama-lama kotor karena cokelat yang berceceran. Walaupun bercecernya di plastik penutup taplak, kami khawatir hal tersebut justru akan mengurangi selera makan.

Nah, itu dia menu-menu yang saya pilih untuk acara resepsi pernikahan. Kalau diperhatikan lebih cermat, dari 10 jenis menu stall yang dipilih, 3 menu merupakan perpaduan dari italian, korean,  dan chinese food, 1 menu untuk snack (dutch corner), dan 6 sisanya merupakan sajian menu nusantara. Awalnya mau menambahkan 1 lagi menu western antara cordon blue / fish and chips, tetapi ada beberapa perimbangan sehingga tidak jadi hehe. Kemudian, dari 6 menu nusantara yang dipilih, 3 di antaranya merupakan menu berkuah panas yang disajikan dengan mangkuk, yakni empal gentong, baso malang, dan mie jawa, sementara sisanya cenderung lebih kering. Dari awal kami tidak ingin menambahkan menu nasi (misal nasi liwet) di stall karena menurut kami nasi di buffet sudah cukup. Kami tidak dianjurkan menambah d’crepes karena kami sudah memiliki dutch corner. Kebab pun tidak direkomendasikan untuk komposisi ini karena akan menjadi terlalu berat di perut hehe. Di antara menu di atas, menu yang kami lebihkan porsinya adalah empal gentong dan baso malang karena cukup banyak peminat (kami siapkan masing2 500 porsi). Dan benar saja loh, udah sebanyak itu tetep ludessss laris maniiis hehehe alhamdulillah..

Kelima, warna dekorasi dan kain table runner.

Biasanya pihak catering langsung menanyakan warna apa yang diinginkan untuk dekorasi catering. Hmm ini salah satu hal yang penting juga, karena meja-meja catering ini nantinya sangat berkontribusi dalam menampilkan mood tone dari pernikahan. Walaupun sebenarnya kita bisa memilih warna dekorasi berdasarkan foto saja, imho sebaiknya kita melihat bahannya secara langsung sekaligus mencocokkan warna. Kalau dari Alfabet ada 3 pilihan yang dapat kita kombinasikan yaitu cover yang menutupi mejanya langsung, list/brukat yang menghiasi/melapisi cover, dan runner yang diletakkan di atas cover. Sekarang ini banyak yang pakai brukat sebagai penghias cover, atau kain bermotif bunga-bunga shabby (tapi saya kurang suka kalau meja catering pakai motif bunga-bunga shabby).

Akhirnya kami ke Alfabet untuk memilih kain. Dengan dibantu oleh petugas disana, kami mencoba memadu padankan beberapa pilihan kain yang masuk ke mood tone pernikahan kami. Terpilihlah warna cover cream,  list peach, dan runner gold tembaga. Seperti ini :

IMG-20160117-WA0025

Pemilihan warna tersebut sudah cocok sih dengan tema pernikahan kami yang inginnya cream- gold -peach, tapi ternyata saat kami technical meeting H-7 (Hari Jumat), kok warnanya jadi kurang cerah. Saya merasa kurang cocok (kata Ibu dan Bapak, sudahlah sudah…tidak apa apa kok, repot kalau ganti-ganti lagi). Akhirnya saya meminta Masun untuk datang lagi ke Alfabet hari Minggunya. Saya tidak bisa ikut karena harus terapi urut tangan yang patah. Dari awal ibu sudah mewanti-wanti, bahwa hari itu harus ambil keputusan final. Apapun itu. Gapake bolak balik lagi. Hehehe waduh diultimatum sama kanjeng ratu hehe. Kemudian menurut masun, bagian cover itu bisa bolak balik warnanya (anggap side A dan side B), kemarin yang side A itu yang agak gelap, sehingga diganti saja menjadi side B. Petugas di Alfabet menyatakan warna yang side B itu sudah terang dan bagus untuk acara pernikahan. Hmmm, tapi kadang untuk hal-hal seperti ini sulit kalau menggunakan persepsi ya, apalagi cuma berdasarkan foto, harus benar-benar dinilai dan dilihat langsung agar sesuai dengan yang kita mau.

Akhirnya, saya kembali lagi ke Alfabet hari Rabu (which is H-3 hahaha, anak bandel) untuk kembali memastikan kainnya. Dan benar dugaan saya saat itu, bahwa baik sisi yang cerahnya pun, saya masih merasa kurang cocok. Akhirnya saya request untuk minta ganti kain, mulai beralih ke kombinasi white, peach dan baby pink, namun sayangnya, banyak brukat white juga sudah full booked untuk event weekend itu. Hehe saya maklum sih, namanya juga berubah pikiran mendekati hari H hehehe. Di tengah – tengah kebingungan mau pakai yang mana (setelah banyak pilihan kain available disodorkan), saya iseng melihat-lihat dokumentasi lama yang ada di pajangan dinding Alfabet, daaaaaaaaaan….  ada kombinasi warna yang saya suka, alhamdulillah ternyata warna tersebut masih available karena merupakan model lama. Bagi saya model lama itu tidak menjadi masalah, karena saya justru suka sekali warnanya ❤

Jadi seperti ini deh hasilnya 🙂

Post IMG_6432

Abaikan Galon

Selama performance di hari H, alhamdulillah aku sangat puas karena :

  • Rapih dan cukup sigap.
  • Tim juga care dengan kebutuhan pengantin dan orang tua di stage, dari jam 11-1, kurang lebih 3 kali waiter naik pelaminan untuk membawakan minuman, jus, dan cemilan ringan.
  • Pengepakan makanan sisa juga sangat rapi, tidak seperti beberapa catering yang biasanya membungkus makanan sisa dengan plastik makanan 5 dan 10 L, tim Alfabet mengemasnya dalam box-box makanan. Jadi tetap rapih 🙂
  • Dikasih kadoooo, 1 buah tas bahu, thank you Alfabet 🙂
  • Penghitungan porsinya cukup tepat, pukul setengah 1 siang dapat info dari teman-teman yang hadir bahwa makanan masih melimpah.
  • Feedback dari kerabat yang hadir juga sangat baik terkait taste hidangan yang disajikan, Happy tummy ❤
IMG_6426

Dekorasi Dutch Corner, ini lucu banget terus petugasnya juga pakai baju dan topi ala ala Holland.

Post IMG_6419

Alhamdulillah, terima kasih Alfabet, score 9.5 out of 10.

Featured image source here.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love ❤

[The Wedding Journal] Review : How Every Decorated Our Wedding

Haihai, selamat siang para bride to be, hari minggu gini biasanya lagi melanglangbuana ketemu vendor – vendor pernikahan ya? Semangat ya… apapun bentuk persiapan yang sedang kalian jalani, bersabarlah, insyaallah akan ada hasil indah dari setiap apa yang kamu perjuangkan.

Hmm, sepertinya sudah sangat telat ya, padahal masih banyak hutang tulisan yang harus saya tulis disini. Ternyata mencuri waktu untuk menulis di sela-sela rutinitas itu tidak mudah ya, atau jangan – jangan ini sebenarnya karena rasa malas ya? hehe. Kali ini saya mau bercerita tentang bagaimana Every Decoration mendekor venue pernikahan saya di Departemen Pertanian (Lihat The Venue : Auditorium Kementerian Pertanian). Cerita tentang bagaimana saya akhirnya memilih Every sebagai vendor dekorasi pernikahan saya dapat disimak disini Story How I Hire Every Decoration as Wedding Decorator.

Yuk, kita lihat satu per satu 🙂

  1. Pelaminan

My dreamy yet realistic wedding stage. Duh, Mas Robby ini sejak awal selalu saya ceritakan apa keinginan kami (saya deng), harapan – harapan saya, ambience yang saya ingin dapatkan, dan banyak lagi hal lain. Katanya, saya ini calon pengantin yang paling sering membuat janji sama beliau, untuk memastikan ini itu. Mulai di pameran pertama, pameran kedua, janji di fX Sudirman untuk memilih kain, janji di venue untuk layouting, sampai terakhir saat technical meeting. Tapi menurut Mas Robby, justru dengan itu dirinya menjadi sangat terbantu. Beliau jadi mengerti betul apa yang saya suka dan yang tidak suka. So this was our deal : pelaminan modern minimalis putih (Yes it had to be white), dimana background tempat saya berdiri haruslah rose, dengan bunga bernuansa pink dan peach pastel, tidak dan menggunakan kain di pelaminan.

post-img_0110-pelaminanpost-img_6458-edit-pelaminanpost-img_6415-pelaminan2

Sooo in love with this exquisite wedding stage, ngga kalah deh dengan vendor lain yang harganya bikin kantong jebol. Sayangnya lampu kristalnya cuma satu, kalau lebih pasti lebih bagus hehehe (masih banyak mau haha). Tapi dengan harga yang dibayarkan, totally worth every penny.

  1. Pergola pengantin.

Ngga banyak mau sih kalau untuk bagian ini, yang standar-standar aja Draping pergola with dangling flower and crystal lamp was enough for us.

post-img_0120-edit-pergola

  1. Standing flower.

Awalnya ingin standing flower yang minimalis dengan mirror atau rose (lagi), tapi sepertinya yang sederhana, besar, dan kokoh terlihat lebih oke daripada standing flower minimalis. Sejak awal saya memang tidak ingin menggunakan lampu taman. Untuk flower arrangementnya kami pesan supaya membentuk lingkaran yang bagus, dengan daun tidak terlalu banyak /malangkadak (apa ya ini bahasa Indonesianya) kemana mana. Alhamdulillah semuanya dipenuhi oleh tim dari Every Decoration.

post-img_0027-standing-flo

  1. Dekorasi panggung music.

Untuk ini juga kami ngga neko neko, kami minta panel ukiran dengan elemen rose (lagi dan lagi wkwk). Btw, abaikan Mas2 Taman Music yang masih ngaso ngaso :p.

post-img_0414-panggung-musik

  1. Mini Gallery

Inginnya yang sederhana, rapi, full of rose, dengan 2 meja console (1 buah untuk di depan mini gallery, 1 buah untuk di sepanjang foyer). Tapi ternyata di akhir kami dikasih lagi 1 meja console untuk meletakkan LED TV liputan. Saya suka sekali dengan kualitas properti dari Every. Meja consolenya kokoh, besar, dan halus! Ini penting sekali bagi saya karena saya sering menemukan meja console yang kotor dan sudah mulai retak-retak atau pecah catnya di vendor-vendor lain. Ternyata mini gallery ini merupakan salah satu spot yang banyak digunakan oleh tamu berfoto (terutama karena photoboothnya ngantri).

post-img_6437-edit-mini-gallerypost-img-20160603-wa0030-mini-gallerypost-img-20160514-wa0024-mini-gallery

  1. Photobooth

Sebenernya request saya adalah styrofoam ukir yang membentuk rose 3D timbul-timbul, tapi jadinya lebih seperti bunga-bunga styrofoam yang ada di pelaminan. Yasudah tidak apa – apa, lagipula ini bonus hehehe. Sayang sekali ternyata tidak ada dokumentasi untuk dekorasi photobooth ini. Mungkin terlewat oleh akang2 dari d’licious 😀

  1. Lorong foyer

Dari awal memang maunya kain saja disini (karena kalau panel pasti mahal haha ujung ujungnya budget), dengan nuansa peach dan pastel. Ohya ditambahkan juga pagar besi putih untuk pembatas. Bunga-bunga #DIYBride dipajang sepanjang lorong ini, agar tidak terlalu polos (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration). Terima kasih Tim Every yang sudah membantu memasangkan bunga-bunganya 🙂

post-img-20160903-wa0012-foyer

post-img_6429-foyer

  1. Area penerima tamu

Desain awal adalah berupa gazebo kain (pingin pakai panel sebenernya, tapi takut nambah lagi hehehe), namun setelah dilihat ke venue, jarak ceiling pada area ini terbilang rendah, sementara yang namanya gazebo pasti kain bagian atasnya melengkung. Sehingga kami juga tidak bisa menggunakan bunga juntai. That’s probably for the best, karena sekarang ceiling foyer deptan juga udah bagus sih. Sehingga kami hanya menggunakan backdrop kain dan bunga-bunga #DIYBride. Bunga segar dan kotak angpau disediakan oleh Every, meja dan cover dari Alfabet, dan kursi dari gedung. Kotak Angpaunya juga kokoh, bagus, halus, dan no defect.

post-img-20160903-wa0011-penerima-tamu

  1. Frame screen. Alhamdulillah seneng banget bisa dapat bonus item ini juga. Standar aja sih frame putih minimalis ya 🙂
  2. Dekorasi VIP

Masih menggunakan backdrop kain, ruang VIP ini terletak di foyer kanan Departemen Pertanian, mulai dari pintu yang terletak paling dekat dengan pelaminan, sampai ke area yang mendekati area perkantoran. Panjangnya kira-kira 10 meter, dengan 8 buah round table. Alasan kami meletakkan area VIP ini diluar adalah karena beberapa kali melihat pernikahan di Deptan dengan ruang VIP di dalam (dekat pelaminan), terlalu padat kelihatannya. Jadi kami maksimalkan penggunaan area foyer. Semua area foyer difungsikan supaya bisa menampung seluruh tamu yang sampai 1500 (sementara kapasitas sebenarnya 1200).

post-img_0043-vippost-img_0134-vip2

Selain item-item yang telah disebutkan di atas, kami juga mendapat bonus 2 buah standing frame, buku tamu, dan hand bouquet. All big thanks to Every Decoration and Team, terutama Mas Effri dan Mas Robby. Mas Robby yang rela menampung semua ide dari pengantin, termasuk saat pengantinnya galau ingin pindah gedung, atau saat ingin menambah AC portable dan kursi tambahan, sampai saat pengantinnya bete sama pihak Deptan karena ada lampu pelaminan yang tidak menyala. Oh ya, jadi waktu itu saya menemukan ada dua buah lampu di atas posisi pelaminan Deptan yang mati. Saya galau. Ingin pindah gedung saja (serius). Karena walaupun sudah menyampaikan kritik tersebut, saya tidak yakin pihak pengelola akan langsung memperbaiki mengingat birokrasi di lembaga pemerintah terkadang alot dan lama. Saat itupun saya sudah menemukan gedung yang masih kosong untuk tanggal saya. Lebih luas, lebih bagus, tapi…lebih jauh, lebih mahal, dan lebih banyak charge vendornya. Akhirnya, Mas Robby, sambil cengengesan melihat kelakuan saya yang galau, dengan keluwesannya mencoba untuk diskusi dengan pihak pengelola. Dan seminggu setelahnya saat saya janjian dengan Mas Robby, lampunya sudah nyala semuaaaaa aaaah so relieved! Terima kasih Mas Robby 😀

Every Decoration, score 9 out of 10.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] 6 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan ketika Mengundang Tamu VIP/VVIP ke Resepsi Pernikahan

Selamat pagi, brides!

Sebelum bicara lebih jauh tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengundang tamu VIP/VVIP, mungkin ada teman-teman yang bertanya :

Siapa sih tamu VIP/VVIP itu?

Berbicara tentang kerabat yang diundang ke resepsi pernikahan, mungkin kamu atau kedua orang tua mu memiliki kenalan/kolega yang merupakan orang penting. Definisi dari orang penting disini pun bisa jadi berbeda-beda untuk setiap keluarga, bisa jadi atasan di kantor, pejabat pemerintahan, atau mungkin bagimu, professor pembimbing saat kuliah dulu.

Saat saya menikah dulu, daftar tamu VIP didominasi oleh tamu ibu dan bapak yang merupakan pejabat dan ketua lembaga pemerintahan, serta beberapa profesor dari perguruan tinggi. Sementara dari saya dan suami, hanya direktur perusahaan dan dosen pembimbing saat skripsi dulu, hehe. Untuk tamu VVIP, pada awalnya kami tidak memiliki daftar tamu VVIP. Namun beberapa hari menjelang pernikahan, salah satu staf khusus menteri meminta ibu untuk menyampaikan undangan juga ke Pak Menteri, sehingga kami memasukkan Pak Menteri sebagai tamu VVIP kami.

Okay, kembali ke topik awal, berikut ini 6 hal yang menurut saya perlu diperhatikan ketika mengundang tamu VIP/VVIP ke resepsi pernikahan :

  • Let them now they are VIP/VVIP

Ketika mengundang tamu VIP/VVIP, let them now they are VIP/VVIP. Pemberitahuan ini dapat disertakan ke dalam undangan. Kalau dulu, saya menyertakan kartu yang menginformasikan bahwa mereka merupakan tamu VIP. Bisa jadi, dengan memberitahu bahwa beliau merupakan tamu VIP/VVIP menunjukkan seberapa besar kamu mengharapkan kedatangannya, sehingga kemungkinan untuk hadir di acaramu menjadi lebih besar 🙂

  • Area Parkir Khusus

Kamu juga dapat memberikan area parkir khusus untuk para tamu VIP agar memudahkan mereka dalam mencari parkir. Kartu parkir khusus ini juga dapat kamu sertakan bersama undangan untuk dibawa saat hari H. Jangan lupa koordinasikan juga dengan pihak keamanan/parkir gedung terkait hal ini.

  • Prosedur kedatangan

Pastikan siapa saja tamu VIP mu beberapa bulan sebelum acara. Selanjutnya, buatkan daftar tamu VIP. Daftar tamu VIP ini umumnya berisi nama, jabatan dan institusi, serta foto. Daftar ini akan berguna pada saat hari H sebagai bagian dari prosedur untuk merecognize tamu-tamu VIP yang datang.

Pada kedatangan tamu VIP, diperlukan protokol untuk menyambut dan mengantarkan tamu VIP ke pelaminan dan ruang makan. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang baik antara Liaison Officer VIP, stopper antrian, dan MC.
Sebagai contoh, pada saat pernikahan saya dulu kurang lebih prosedurnya seperti ini :

  1. LO tamu VIP menyambut kedatangan VIP di area tamu, kemudian menawarkan diri untuk mengescort tamu tersebut ke pelaminan. Tetapi, mungkin saja ada tamu VIP yang tidak ingin menggunakan hak VIP nya untuk dilayani sebagaimana mestinya, karena ingin ikut mengantri dan berbaur dengan yang lain misalnya.
  2. LO tamu VIP memberitahukan kepada stopper tentang kedatangan tamu VIP (dengan wireless HT).
  3. Stopper memberi tahu MC tentang kedatangantamu VIP.
  4. Bersamaan dengan LO mengantarkan tamu VIP menuju pelaminan, MC memberikan ucapan selamat datang kepada tamu VIP dengan menyebutkan nama, jabatan, dan institusinya. Hati-hati jangan sampai salah 🙂
  5. Stopper memberhentikan barisan antrian tamu untuk mendahulukan tamu VIP naik ke pelaminan.
  6. LO tamu VIP menyilakan tamu VIP untuk naik pelaminan.
  7. Tamu VIP memberikan ucapan selamat dan berfoto bersama.
  8. LO tamu VIP mengantarkan tamu VIP ke ruang makan VIP

Untuk menjalankan protokol ini, terutama apabila tamu VIP mu benar-benar orang yang sangat penting, pastikan kamu memiliki panitia/wedding organizer yang cukup berpengalaman dalam menghandle tamu-tamu penting.

Berikut ini sedikit tips untuk mengenali tamu VIP di meja penerima tamu :

  1. Menggunakan kartu VIP
    Kartu yang menunjukkan bahwa ia merupakan tamu VIP ini dapat kamu sematkan di kartu undangan untuk dibawa pada hari H. Memang belum tentu dibawa sih, tapi siapa tau dibawa 🙂
  2. Mencocokkan foto pada daftar dengan wajah
    Ini dia fungsi daftar VIP yang kamu buat tadi, sebagai media untuk mengenali mana-mana saja tamu yang merupakan tamu VIP, sehingga panitia bisa mencocokan wajah yang ada pada daftar dengan tamu yang datang.
  3. Melihat nama pada buku tamu
    Seringkali wajah pada foto yang tertera pada daftar tidak mirip dengan wajah aslinya, apalagi apabila terdapat perubahan pada tampilan, misalnya dahulu belum mengenakan jilbab dan sekarang sudah. Untuk menghindari miss saat mengenali, panitia juga perlu melihat nama yang dituliskan di buku tamu, mencocokan nama pada daftar dengan nama yang dituliskan pada buku tamu.
    Sebaiknya, panitia sudah mempelajari terlebih dahulu daftar yang diberikan oleh calon pengantin, supaya setidaknya ingat atau ada gambaran siapa-siapa saja tamu VIP yang akan datang.
  • Area Makan Khusus

Siapkan juga satu area khusus untuk tamu VIP menyantap hidangan resepsi pernikahan. Pastikan ada jumlah round table yang cukup sesuai dengan jumlah tamu VIP yang akan hadir. Selain itu, jangan lupa berkoordinasi dengan pihak catering terkait penyiapan goblet air minum, napkin, dan juga menu buffet dan stall di area VIP ini.

Supaya area makan VIP ini indah dan nyaman, koordinasikan juga dengan vendor dekorasimu untuk menyiapkan dekorasi khusus area VIP. Dan apabila kamu menghendaki area ini khusus untuk tamu VIP saja, jangan lupa untuk meminta pembatas area serta menugaskan salah seorang panitia yang berjaga di sekitar area makan VIP.

Kenyamanan para tamu merupakan hal yang utama, sehingga sebaiknya perhatikan juga letak area makan khusus tamu VIP ini, jangan terlalu dekat dengan panggung musik dan sound, supaya para tamu VIP dapat berbincang-bincang dengan lebih intimate. 🙂

  • Jalur Khusus

Untuk memudahkan prosedur kedatangan tamu VIP, sediakanlah jalur red carpet khusus untuk tamu VIP bila memungkinkan, yakni jalur yang berbeda dengan jalur tamu pada umumnya. Contohnya di Gedung Puri Ardhya Garini, jalur red carpet di bagian tengah ruangan dapat digunakan untuk escort tamu VIP, sementara antrian tamu lain dapat menggunakan jalur red carpet di sisi samping ruangan. Hal ini dapat kamu koordinasikan dengan pihak dekorasi dan gedung, terkait layouting dan penyediaan karpet tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk mensterilkan area ini agar khusus hanya untuk tamu VIP.

  • Keamanan

Hal ini perlu diperhatikan apabila kamu mengundang tamu VIP sekelas menteri / pejabat tinggi negara (presiden dan wakil presiden misalnya). Pada umumnya pejabat tinggi negara memiliki protokoler sendiri, maka pastikan kamu melakukan technical meeting tersendiri dengan staf protokoler tersebut untuk membicarakan prosedur kedatangan dan keamanan tamu VIP ini.

 

Baiklah.. kira-kira itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan apabila kamu mengundang tamu VIP dan VVIP ke resepsi pernikahanmu. Terima kasih sudah membaca, let me know what you think 🙂

Semoga bermanfaat, plan every singe details of your wedding with love

Dwi Mustika Handayani.