[The Wedding Journal] Review : Alfabet Catering Preparation and Performance

Assalamualaikum, apa kabar brides? ūüôā

Beberapa hari yang lalu ada seorang pembaca blog yang menanyakan menu apa saja yang saya pilih untuk resepsi pernikahan kami, jadi inget kalau belum sempat mereview performance vendor yang satu ini di hari H pernikahan kami.

So, here we go.

Setelah deal, tetap ada beberapa hal yang perlu kami koordinasikan dengan pihak catering, yakni :

Pertama, perlengkapan di area VIP yaitu round table, goblet, dan napkin.

Kami perlu¬†berkoordinasi dengan pihak catering untuk menyediakan round table, goblet, dan napkin sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Kemarin kami pesan 8 buah round table (masing – masing 6 kursi) untuk mengakomodasi tamu VIP kami. ūüôā

IMG_0043

Kedua, layout catering pada venue.

Ini penting ngga penting sih, tapi dipentingin aja ya hehehe. Karena kita setidaknya perlu mengetahui, di titik mana saja buffet dan stall akan diletakkan, dimana tempat menyimpan makanan, dimana saja letak meja untuk piring kotor, titik-titik petugas catering, dan bagaimana alur waiter meloading makanan . Sebaiknya hal ini juga dilakukan bersama tim dekorasi supaya semuanya selaras, terutama terkait alur waiter dalam meloading makanan, jangan sampai alurnya terhalangi oleh properti dekorasi karena akan mengganggu kinerja waiter pada hari H. Biasanya, masing-masing vendor catering sudah punya cara dan SOP sendiri untuk mengatur buffet dan stall sesuai dengan venue pernikahan. Tapi ngga ada salahnya kok mensinkronkan kembali dengan pihak dekorasi. Malah lebih bagus lagi, kalau vendor dekorasi ternyata  sudah sering bekerja sama dengan vendor catering. Jadi istilahnya, sudah mengerti satu sama lain gitu deh cieeee.

Ketiga, meja dan cover untuk area penerima tamu

Ini juga saya baru tau kalau meja dan cover pada area tamu disediakan oleh pihak catering, awalnya saya pikir dari dekorasi. Ternyata tujuannya adalah supaya cover meja penerima tamu senada dengan meja catering. Akhirnya kami meminta pihak catering menyediakan 4 buah meja cuntuk penerima tamu.

Keempat, menu.

Pemilihan menu ini sifatnya fleksibel, tidak harus sama persis dengan penawaran yang diberikan tim marketing saat di awal survey. Kita bisa menambah, mengganti, atau mengurangi porsi pesanan sesuai dengan keinginan. Walaupun tentu saja, tidak kurang dari jumlah porsi normal/standar untuk jumlah tamu yang kamu undang. Untuk menghitung jumlah porsi, bisa dilihat di Tips Menghitung Jumlah Porsi Catering pada Resepsi Pernikahan.

Untuk memutuskan menu apa saja yang akan dipilih, kita dapat melakukan test food, supaya kita betul-betul mengatahui cita rasa dari masing-masing masakan. Jangan lupa untuk memperhatikan komposisi yang balanced. Untuk hal ini dapat didiskusikan dengan tim marketing dari catering. Misalnya, biasanya dalam 1 piring menu buffet, perlu ada keseimbangan dari beberapa jenis makanan (misalnya perbandingan lauk kering dan basah, atau jenis ayam/sapi/seafood), dan juga cita rasa (misalnya oriental, asam, asin, dlsb. Intinya jangan sampai ngga nyambung / too much). Tapi, sepertinya orang catering lebih paham ini deh hehe.

Akhirnya, berikut ini komposisi menu yang kami pilih :

Buffet

  • Nasi putih, makanan pokoknya orang Indonesia ūüėÄ
  • Nasi goreng : nasi goreng smoked beef.
  • Sup : sup kepiting asparagus. (saran : apabila memilih menu ini, sebaiknya tidak memilih menu zuppa soup, karena keduanya creamy, cukup berat untuk perut. Kalau tetap mau memilih menu zuppa soup, ada beberapa pilihan sup yang bisa dipilih, sup iga asam pedas misalnya)
  • Ayam : ayam panggang sereh .
  • Daging sapi : oseng sengkel lombok kethok.
  • Lainnya : udang sereal, nah ini dia lauk kering yang dipilih untuk mendampingi 2 lauk agak basah sebelumnya.
  • Sayur : sapo tahu seafood¬†(awalnya kailan dua rasa)
  • Aneka salad.
  • Sambal + kerupuk + acar.
  • Aneka buah potong + es lecy. Bisa dipilih tambahannya mau cocktail buah atau es lecy, kami pilih es lecy ūüôā
  • Aneka juice. Kami pilih mixed jambu dan mixed strawberry karena super fresh, tapi pada dasarnya, bebas kok, kembali lagi ke selera masing – masing. Ditambah ice¬†lemon tea.
  • Aneka snack. Biasanya berisi beberapa cake yang super nyum dan snack lain seperti risoles, biterballen, kornet kentang, dll. Saya pribadi suka sekali dengan kue cokelat dan cheesecake dari Alfabet. Snack-snack lain juga sangat¬†savory ūüôā
  • Air putih (saran : kira-kira jumlah air putih 5 kali jumlah porsi buffet)

Stall

Menu stall kami didominasi oleh menu sajian Nusantara alias masakan Indonesia. Kami tidak memilih menu yang too western karena prinsipnya, sesuaikan dengan tamunya, pilih yang banyak yang suka, dan yang penting cita rasanya oke :D.

  • Kambing guling dan lontong
  • Dimsum. Karena sudah ada dimsum, kami tidak memilih menu siomay.
  • Aneka pasta (fettucini white sauce, macaroni panggang, lasagna). Untuk fettucini white sauce akan disajikan pertama karena dimasak langsung di tempat.
  • Korean BBQ, disajikan dengan kimchi. Perbedaannya dengan Mongolian BBQ adalah Mongolian BBQ berisi beef + chicken, sementara Korean BBQ berisi beef saja. Sempat ragu memilih menu ini, antara mongolian BBQ, korean BBQ, atau beef teriyaki. Namun karena beef teriyaki disajikan dengan nasi, maka kami coret. Antara mongolian dan korean, tim Alfabet menyarankan korean karena termasuk salah satu menu yang menjadi favorite. Sip deh.
  • Empal gentong, pesenan Ibu.
  • Mie jawa, ini juga dimasak langsung di tempat. Surprisingly tasty, menu ini baru kami masukkan di saat-saat terakhir.
  • Salad solo
  • Sate ayam + lontong. Orang tua maupun anak – anak biasanya suka sate ayam :9
  • Baso malang
  • Dutch corner (Chocolate melt + ice cream dan waffle + ice cream). Sebenarnya boleh pilih 2 menu antara¬†poffertjes, waffle, chocolate melt cake, dan¬†chocolate fountain. Selain chocolate fountain, masing-masing disajikan dengan ice cream. Awalnya saya mau chocolate fountain (karena saya suka banget ini!), tapi ada hal yang menjadi concern yaitu tampilan. Stall chocolate¬†fountain biasanya hanya manis di awal, lama-lama kotor karena cokelat yang¬†berceceran. Walaupun bercecernya di plastik penutup taplak, kami khawatir hal tersebut justru akan mengurangi selera makan.

Nah, itu dia menu-menu yang saya pilih untuk acara resepsi pernikahan. Kalau diperhatikan lebih cermat, dari¬†10 jenis menu stall yang dipilih, 3¬†menu merupakan perpaduan dari italian, korean, ¬†dan chinese food, 1 menu untuk snack (dutch corner), dan 6 sisanya merupakan sajian menu nusantara. Awalnya mau menambahkan 1 lagi menu western antara cordon blue / fish and chips, tetapi ada¬†beberapa perimbangan sehingga¬†tidak jadi hehe. Kemudian, dari 6 menu nusantara yang dipilih, 3 di antaranya merupakan menu berkuah panas yang disajikan dengan mangkuk, yakni empal gentong, baso malang, dan mie jawa, sementara sisanya cenderung lebih kering. Dari awal kami¬†tidak ingin menambahkan menu nasi (misal nasi liwet) di stall karena menurut kami nasi di buffet sudah cukup. Kami tidak dianjurkan menambah d’crepes karena kami sudah memiliki dutch corner. Kebab pun tidak direkomendasikan untuk komposisi ini karena akan menjadi terlalu berat di perut hehe. Di antara menu di atas, menu yang kami lebihkan porsinya adalah empal gentong dan baso malang karena cukup banyak peminat (kami siapkan masing2 500 porsi). Dan benar saja loh, udah sebanyak itu tetep ludessss laris maniiis hehehe alhamdulillah..

Kelima, warna dekorasi dan kain table runner.

Biasanya pihak catering langsung menanyakan warna apa yang diinginkan untuk dekorasi catering. Hmm ini salah satu hal yang penting juga, karena meja-meja catering ini nantinya sangat berkontribusi dalam menampilkan mood tone dari pernikahan. Walaupun sebenarnya kita bisa memilih warna dekorasi berdasarkan foto saja, imho sebaiknya kita melihat bahannya secara langsung sekaligus mencocokkan warna. Kalau dari Alfabet ada 3 pilihan yang dapat kita kombinasikan yaitu cover yang menutupi mejanya langsung, list/brukat yang menghiasi/melapisi cover, dan runner yang diletakkan di atas cover. Sekarang ini banyak yang pakai brukat sebagai penghias cover, atau kain bermotif bunga-bunga shabby (tapi saya kurang suka kalau meja catering pakai motif bunga-bunga shabby).

Akhirnya kami ke Alfabet untuk memilih kain. Dengan dibantu oleh petugas disana, kami mencoba memadu padankan beberapa pilihan kain yang masuk ke mood tone pernikahan kami. Terpilihlah warna cover cream,  list peach, dan runner gold tembaga. Seperti ini :

IMG-20160117-WA0025

Pemilihan warna tersebut sudah cocok sih dengan tema¬†pernikahan kami yang inginnya cream- gold -peach, tapi ternyata saat kami technical meeting H-7 (Hari Jumat), kok warnanya jadi kurang cerah. Saya merasa kurang cocok (kata Ibu dan Bapak, sudahlah sudah…tidak apa apa kok, repot kalau ganti-ganti lagi). Akhirnya saya meminta Masun untuk datang lagi ke Alfabet hari Minggunya.¬†Saya tidak bisa ikut karena harus terapi urut tangan yang patah. Dari awal ibu sudah mewanti-wanti, bahwa hari itu harus ambil keputusan final. Apapun itu. Gapake bolak balik lagi. Hehehe waduh diultimatum sama kanjeng ratu hehe. Kemudian menurut masun, bagian cover itu bisa bolak balik warnanya (anggap side A dan side B), kemarin yang side A itu yang agak gelap, sehingga diganti saja menjadi side B. Petugas di Alfabet menyatakan warna yang side B itu sudah terang dan bagus untuk acara pernikahan. Hmmm, tapi kadang untuk hal-hal seperti ini sulit kalau menggunakan persepsi ya, apalagi cuma berdasarkan foto, harus benar-benar dinilai dan dilihat langsung agar sesuai dengan yang kita mau.

Akhirnya, saya kembali lagi ke Alfabet hari Rabu (which is H-3 hahaha, anak bandel) untuk kembali memastikan kainnya. Dan benar dugaan saya saat itu, bahwa baik sisi yang cerahnya pun, saya masih merasa kurang cocok.¬†Akhirnya saya request untuk minta ganti kain, mulai beralih ke kombinasi white,¬†peach dan baby pink, namun sayangnya, banyak brukat white¬†juga sudah full booked¬†untuk event weekend itu. Hehe saya maklum sih, namanya juga berubah pikiran¬†mendekati hari H hehehe. Di tengah – tengah kebingungan mau pakai yang mana (setelah banyak pilihan kain available disodorkan), saya iseng melihat-lihat dokumentasi lama yang ada di pajangan dinding Alfabet, daaaaaaaaaan…. ¬†ada kombinasi warna yang saya suka, alhamdulillah¬†ternyata warna tersebut masih available karena merupakan model lama. Bagi saya model lama itu tidak menjadi masalah, karena saya justru suka sekali warnanya ‚̧

Jadi seperti ini deh hasilnya ūüôā

Post IMG_6432

Abaikan Galon

Selama performance di hari H, alhamdulillah aku sangat puas karena :

  • Rapih dan cukup sigap.
  • Tim juga care dengan kebutuhan pengantin dan orang tua di stage, dari jam 11-1, kurang lebih 3 kali waiter naik pelaminan untuk membawakan minuman, jus, dan cemilan ringan.
  • Pengepakan makanan sisa juga sangat rapi, tidak seperti beberapa catering¬†yang biasanya membungkus makanan sisa dengan¬†plastik makanan 5 dan 10 L, tim Alfabet mengemasnya dalam box-box makanan. Jadi tetap rapih ūüôā
  • Dikasih kadoooo, 1 buah tas bahu, thank you Alfabet ūüôā
  • Penghitungan porsinya cukup tepat, pukul setengah 1 siang dapat info dari teman-teman yang hadir bahwa makanan masih melimpah.
  • Feedback dari kerabat yang hadir juga¬†sangat baik terkait taste hidangan yang disajikan, Happy tummy ‚̧
IMG_6426

Dekorasi Dutch Corner, ini lucu banget terus petugasnya juga pakai baju dan topi ala ala Holland.

Post IMG_6419

Alhamdulillah, terima kasih Alfabet, score 9.5 out of 10.

Featured image source here.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love¬†‚̧

[The Wedding Journal] Review : How Every Decorated Our Wedding

Haihai, selamat siang¬†para¬†bride to be, hari minggu gini biasanya lagi melanglangbuana ketemu vendor – vendor pernikahan ya? Semangat ya… apapun bentuk persiapan yang sedang kalian jalani, bersabarlah, insyaallah akan ada hasil indah dari setiap apa yang kamu perjuangkan.

Hmm, sepertinya sudah sangat telat ya, padahal masih banyak hutang tulisan yang harus saya tulis disini. Ternyata mencuri waktu untuk menulis di sela-sela rutinitas itu tidak mudah ya, atau jangan Рjangan ini sebenarnya karena rasa malas ya? hehe. Kali ini saya mau bercerita tentang bagaimana Every Decoration mendekor venue pernikahan saya di Departemen Pertanian (Lihat The Venue : Auditorium Kementerian Pertanian). Cerita tentang bagaimana saya akhirnya memilih Every sebagai vendor dekorasi pernikahan saya dapat disimak disini Story How I Hire Every Decoration as Wedding Decorator.

Yuk, kita lihat satu per satu ūüôā

  1. Pelaminan

My dreamy yet realistic wedding stage. Duh, Mas Robby ini sejak awal selalu saya ceritakan apa keinginan kami (saya deng), harapan ‚Äď harapan saya, ambience yang saya ingin dapatkan, dan banyak lagi hal lain. Katanya, saya ini calon pengantin yang paling sering membuat janji sama beliau, untuk memastikan ini itu. Mulai di pameran pertama, pameran kedua, janji di fX Sudirman untuk memilih kain, janji di venue untuk layouting, sampai terakhir saat technical meeting. Tapi menurut Mas Robby, justru dengan itu dirinya menjadi sangat terbantu. Beliau jadi mengerti betul apa yang saya suka dan yang tidak suka. So this was our deal : pelaminan modern minimalis putih (Yes it had to be white), dimana background tempat saya berdiri haruslah rose, dengan¬†bunga bernuansa pink dan peach pastel, tidak dan menggunakan kain di pelaminan.

post-img_0110-pelaminanpost-img_6458-edit-pelaminanpost-img_6415-pelaminan2

Sooo in love with this exquisite wedding stage, ngga kalah deh dengan vendor lain yang harganya bikin kantong jebol. Sayangnya lampu kristalnya cuma satu, kalau lebih pasti lebih bagus hehehe (masih banyak mau haha). Tapi dengan harga yang dibayarkan, totally worth every penny.

  1. Pergola pengantin.

Ngga banyak mau sih kalau untuk bagian ini, yang standar-standar aja Draping pergola with dangling flower and crystal lamp was enough for us.

post-img_0120-edit-pergola

  1. Standing flower.

Awalnya ingin standing flower yang minimalis dengan mirror atau rose (lagi), tapi sepertinya yang sederhana, besar, dan kokoh terlihat lebih oke daripada standing flower minimalis. Sejak awal saya memang tidak ingin menggunakan lampu taman. Untuk flower arrangementnya kami pesan supaya membentuk lingkaran yang bagus, dengan daun tidak terlalu banyak /malangkadak (apa ya ini bahasa Indonesianya) kemana mana. Alhamdulillah semuanya dipenuhi oleh tim dari Every Decoration.

post-img_0027-standing-flo

  1. Dekorasi panggung music.

Untuk ini juga kami ngga neko neko, kami minta panel ukiran dengan elemen rose (lagi dan lagi wkwk). Btw, abaikan Mas2 Taman Music yang masih ngaso ngaso :p.

post-img_0414-panggung-musik

  1. Mini Gallery

Inginnya yang sederhana, rapi, full of rose, dengan 2 meja console (1 buah untuk di depan mini gallery, 1 buah untuk di sepanjang foyer). Tapi ternyata di akhir kami dikasih lagi 1 meja console untuk meletakkan LED TV liputan. Saya suka sekali dengan kualitas properti dari Every. Meja consolenya kokoh, besar, dan halus! Ini penting sekali bagi saya karena saya sering menemukan meja console yang kotor dan sudah mulai retak-retak atau pecah catnya di vendor-vendor lain. Ternyata mini gallery ini merupakan salah satu spot yang banyak digunakan oleh tamu berfoto (terutama karena photoboothnya ngantri).

post-img_6437-edit-mini-gallerypost-img-20160603-wa0030-mini-gallerypost-img-20160514-wa0024-mini-gallery

  1. Photobooth

Sebenernya request saya adalah styrofoam ukir yang membentuk rose 3D timbul-timbul, tapi jadinya lebih seperti bunga-bunga styrofoam yang ada di pelaminan. Yasudah tidak apa ‚Äď apa, lagipula ini bonus hehehe. Sayang sekali ternyata tidak ada dokumentasi untuk dekorasi photobooth ini. Mungkin terlewat oleh akang2 dari d’licious ūüėÄ

  1. Lorong foyer

Dari awal memang maunya kain saja disini (karena kalau panel pasti mahal haha ujung ujungnya budget), dengan nuansa peach dan pastel. Ohya ditambahkan juga pagar besi putih untuk pembatas. Bunga-bunga #DIYBride dipajang sepanjang lorong ini, agar tidak terlalu polos (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration). Terima kasih Tim Every yang sudah membantu memasangkan bunga-bunganya ūüôā

post-img-20160903-wa0012-foyer

post-img_6429-foyer

  1. Area penerima tamu

Desain awal adalah berupa gazebo kain (pingin pakai panel sebenernya, tapi takut nambah lagi hehehe), namun setelah dilihat ke venue, jarak ceiling pada area¬†ini terbilang rendah, sementara yang namanya gazebo pasti kain bagian atasnya melengkung. Sehingga kami juga tidak bisa menggunakan bunga juntai. That’s probably for the best, karena¬†sekarang ceiling foyer deptan juga udah bagus sih. Sehingga kami hanya menggunakan¬†backdrop kain dan bunga-bunga #DIYBride. Bunga segar dan kotak angpau disediakan oleh Every, meja dan cover dari Alfabet, dan kursi dari gedung. Kotak Angpaunya juga kokoh, bagus, halus, dan no defect.

post-img-20160903-wa0011-penerima-tamu

  1. Frame screen. Alhamdulillah seneng banget bisa dapat bonus item ini juga. Standar aja sih frame putih minimalis ya ūüôā
  2. Dekorasi VIP

Masih menggunakan backdrop kain, ruang VIP ini terletak di foyer kanan Departemen Pertanian, mulai dari pintu yang terletak paling dekat dengan pelaminan, sampai ke area yang mendekati area perkantoran. Panjangnya kira-kira 10 meter, dengan 8 buah round table. Alasan kami meletakkan area VIP ini diluar adalah karena beberapa kali melihat pernikahan di Deptan dengan ruang VIP di dalam (dekat pelaminan), terlalu padat kelihatannya. Jadi kami maksimalkan penggunaan area foyer. Semua area foyer difungsikan supaya bisa menampung seluruh tamu yang sampai 1500 (sementara kapasitas sebenarnya 1200).

post-img_0043-vippost-img_0134-vip2

Selain item-item yang telah disebutkan di atas, kami juga mendapat bonus 2 buah standing frame, buku tamu, dan hand bouquet. All¬†big thanks to Every Decoration and Team, terutama Mas Effri dan Mas Robby. Mas Robby yang rela menampung semua ide dari pengantin, termasuk saat pengantinnya galau ingin pindah gedung, atau saat ingin menambah AC portable dan kursi tambahan, sampai saat pengantinnya bete sama pihak Deptan karena ada lampu pelaminan yang tidak menyala. Oh ya, jadi waktu itu saya menemukan ada dua buah lampu di atas posisi pelaminan Deptan yang mati. Saya galau. Ingin pindah gedung saja (serius). Karena walaupun sudah menyampaikan kritik tersebut, saya tidak yakin pihak pengelola akan langsung memperbaiki mengingat birokrasi di lembaga pemerintah terkadang alot dan lama. Saat itupun saya sudah menemukan gedung yang masih kosong untuk tanggal saya. Lebih luas, lebih bagus, tapi‚Ķlebih jauh, lebih mahal, dan lebih banyak charge vendornya. Akhirnya, Mas Robby, sambil cengengesan melihat kelakuan saya yang galau, dengan keluwesannya mencoba untuk diskusi dengan pihak pengelola. Dan seminggu setelahnya saat saya janjian dengan Mas Robby, lampunya sudah nyala semuaaaaa aaaah so relieved! Terima kasih Mas Robby ūüėÄ

Every Decoration, score 9 out of 10.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love ‚̧

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] Delightful Wedding Cake by Billiechick

Kue pengantin termasuk¬†hal yang terakhir kami siapkan untuk acara pernikahan kami, walaupun sebelumnya sudah pernah taste cake dan survey harga beberapa vendor wedding cake.¬†Kenapa terakhir? Karena keberadaannya tidak begitu esensial¬†menurut kami. Jadi kami slow, tidak¬†ada juga tidak masalah. Adanya wedding cake bagi kami hanya¬†untuk dipotong saat acara, kemudian masing-masing dari kami menyuapi kue tersebut kepada kedua orang tua. Kemudian, kuenya dibagi-bagikan untuk keluarga besar. Itu saja ūüôā

Vendor cake pertama yang kami datangi adalah Gordon Blue Wedding Cake, saat itu kami taste cake juga di Jakarta Mega Wedding Festival di JI Expo. Nah setau saya Gordon Blue ini lumayan terkenal, tetapi ternyata rasa kuenya biasa saja, masih kue bolu ringan, walaupun harus saya akui kalau kuenya memang lembut. Desain kue dari Gordon Blue ini juga cantik-cantik. Selain itu Gordon Blue menyediakan pilihan paket desert table menarik yang terdiri dari cupcake, minibite cupcake, marshmallow / merinque, choux/éclair mini, macaron, dan pop cake.

Berikut ini pricelist Gordon Blue Wedding Cake
PL Dessert Table Gordon Blue April 2015
PL Wedding Cake Gordon Blue April 2015

Setelah pencarian kue tertunda cukup lama, saya juga sempat survey vendor cake lain untuk perbandingan harga seperti Eiffel Cake, Hova Cake, Whitepot Cake, dan YCC Kitchen (khusus cupcake). Harganya juga beragam dan bervariasi dari kue palsu, sampai kue asli. Dari 3 tingkat, sampai 7/9 tingkat. Tapi kami belum sempat taste cake dari vendor ‚Äď vendor ini, karena¬†masih sibuk mengurus hal yang lebih prioritas ūüėČ

Berikut ini pricelist¬†untuk YCC Kitchen dan Whitepot, semoga bermanfaat ūüėÄ
PL Whitepot Wedding Cake 2015
PL YCC Kitchen 2016

Semakin mendekati hari H,¬†saya sudah tidak begitu memikirkan kue pernikahan. Tapi ternyata saya justru menemukan¬†artikel over DP wedding cake¬†dari Billiechick. Saya¬†pernah mendengar nama¬†vendor ini sebelumnya, namun belum pernah mencari tahu lebih jauh. Akhirnya saya menghubungi¬†contact person yang tertera disana, dan¬†surprisingly masih available. Harga yang ditawarkan Kak Rendy, pembeli kue sebelumnya, lumayan hemat. Selain itu, beliau juga mendapatkan diskon pameran saat deal dengan Billiechik,¬†sehingga kami¬†hanya perlu membayar sekitar 3 juta saja untuk wedding cake 5 tingkat senilai 5.5 juta. Sebenarnya sedih sekali ketika mengetahui alasan Ka Rendy¬†over DP¬†cake ini, yakni karena beliau batal menikah dengan pacarnya. YaAllah, namanya jodoh memang kita tidak pernah¬†tau ya :’) Dan Ka Rendy ini juga sudah mencoba over DP paketan venuenya di¬†Kelapa Gading Club tetapi sayang sekali tidak¬†ada yang mengambil sehingga biaya yang sudah dibayarkan menjadi hangus. Kata Ka Rendy, kita sebenarnya saling membantu. ūüôā

Setelah berdiskusi dengan orang tua, ternyata Bapak menginginkan adanya wedding cake, sehingga beliau menyetujui untuk mengambil over DP ini asal semuanya clear dan jelas, jangan sampai tertipu. Sip deh! Akhirnya kami bertemu dengan Ka Rendy di Wedding Gallery Billiechick di bilangan Greenville untuk mengatur proses pindah nama dan urusan administrasi lainnya. Disana kami bertemu dengan marketingnya yaitu Ci Linda. Setelah semuanya jelas, kami pun mengganti desain yang sebelumnya Ka Rendy pesan. Jumlah cake yang kami peroleh (selain wedding cake 5 tingkat) adalah 14 family cake dan 20 buah mingle.

Beberapa cake¬†di Billiechick memang menggunakan rum sebagai salah satu ingredientsnya.¬†Namun di awal (mungkin karena Ci Linda melihat saya mengenakan jilbab), Ci Linda menjelaskan kepada kami cake¬†mana saja yang menggunakan rum, sehingga kami tidak memilih cake tersebut. Kami memilih varian rasa chocolate diablo, frozen mocca, tiramisu, fruit cake, dan lapis Surabaya. Disana kami juga disuguhi sampel¬†beberapa varian kue untuk dicicipi. And it’s¬†so yummmmm :9¬†Lembut banget. Saya jatuh cinta dengan chocolate diablo dan tiramisunya. ¬†Selain itu, jenis cake di Billiechick¬†pun¬†lebih modern. Tidak seperti kue biasa yang hanya bolu,¬†cake di Billiechick lebih mirip dengan¬†model cake di Harvest. Their designs are pretty as well. Simple, yes. But pretty.¬†Berikut ini adalah contoh-contoh desain wedding cake nya:

Cantik cantik ya?? Saya juga kagum sekali melihat desain-desain yang dipajang di wedding gallerynya.

Berbicara tentang harga, Billiechick tidak memiliki pricelist¬†yang¬†fix¬†karena harganya bergantung model. Semakin bagus, semakin tinggi, semakin rumit, dan semakin baru, akan semakin mahal pastinya.¬†Tapi ya…¬†kami ambil yang standar-standar saja hehe.

Alhamdulillah, kami puas sekali dengan service yang diberikan oleh tim Billiechick. Mulai dari penyiapan properti saat prosesi potong kue, sampai ketepatan waktu hadir ke lokasi pernikahan. Saat prosesi pemotongan dan suapan kepada orang tua, tim juga sudah menyiapkan cake yang sudah dipotong-potong sehingga tidak repot dan berantakan.

Berikut ini tampilan wedding cake yang kami pesan :

cake

Lampunya belum dinyalain

Total 14 buah family cake dan 20 buah mingle yang kami peroleh, kami makan bersama dan kami bagikan ke kerabat serta keluarga. Alhamdulillah feedback yang diperoleh positif. Kuenya enak, light, dan ngga bikin eneg. And by the way, kemasan minglenya imut dan manis sekali, seperti ini:

Jpeg

Jadi, buat kamu yang sedang mencari wedding cake tidak hanya cantik tetapi juga lezat, Billiechick ini boleh kamu pertimbangkan. Totally worth every penny.

Billie Chick Wedding Cake
Perum Greenville Blok BK no 5, Jakarta Barat
http://billiechick.co.id/
CP : Linda (087771228856)

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Menghias Seserahan di Harapan Craft

Salah satu budaya dalam pernikahan di Indonesia adalah pemberian seserahan, ketika calon mempelai pria beserta keluarga datang dengan membawa berbagai barang untuk diserahkan kepada mempelai wanita. Sebagai pengantin wanita, saya senang sekali ketika calon suami datang membawa seserahan. Perempuan mana sih yang tidak suka pemberian? Hehe.

Saat ini, jumlah dan jenis barang yang diberikan pada saat seserahan sangat beragam. Dari peralatan shalat, sampai make up dan perhiasan. Pemilihan barang dan jumlah kotak pun¬†biasanya¬†disepakati oleh¬†kedua mempelai. Bahkan seringkali mempelai wanita lah yang memilih sendiri barang seserahan yang akan diberikan. Cara seperti ini bertujuan¬†supaya barang seserahan yang diberikan memang disukai dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mempelai wanita. Saya dan suami pun menggunakan cara ini sehingga beberapa bulan sebelum pernikahan, kami mulai mencicil belanja barang seserahan. Dan karena keluarga saya juga menggunakan tradisi seserahan balik ntuk mempelai pria, suami juga ikut belanja memilih barang seseragan untuknya. ūüôā

Bagi saya, belanja seserahan sendiri itu juga tidak bisa sembarangan sih. Jangan mentang-mentang akan dibelikan, jadi kalap mau barang-barang yang branded. Jadi prinsip dari saya tetap sama, belanjalah seperlunya. Yang bagus, tidak berlebihan, dan yang paling penting, kamu suka. Saya juga belanja bersama suami supaya bisa menanyakan pendapatnya.

Seserahan umumnya diberikan pada saat akad nikah atau lamaran. Namun saya meminta untuk diadakan semalam sebelum siraman dan akad nikah (saat lamaran formalitas hehe). Sementara saat lamaran sesungguhnya, yakni saat pertama kami suami dan keluarga datang ke rumah, seserahan yang diberikan hanyalah seserahan berisi makanan.

Nah, berikut ini isi seserahan sederhana ala kami berdua :

Seserahan Mempelai Wanita (9 Kotak)

  1. Perlengkapan sholat
    Berisi mukena dan sajadah (Tanah Abang dan Thamrin City). Sebenarnya bisa juga ditambah AlQuran dan tasbih, namun saya termasuk orang yang jarang menggunakan tasbih, dan AlQuran yang saya miliki pun masih cukup bagus. Karena AlQuran bukanlah barang yang dipakai untuk berganti-ganti, jadi tidak ada AlQuran dalam kotak seserahan kami. (Iya, pemikiran kami praktis sekali hehe)
  2. Perlengkapan mandi
    1 set seri Japanese Cherry Blossom (The Body Shop) berisi shower gel, body lotion, body butter, body mist, dan bathing glove. Kemudian ditambahkan juga dengan shower puff.
  3. Handuk dan tambahan alat pembersih wajah
    Berisi bathrobe dan handuk mandi ukuran besar (Terry Palmer) beserta sabun muka, cleansing milk, dan cleansing toner (Ristra). Bathrobe yang diberikan ini juga yang akan digunakan nanti pada acara siraman pengantin hehehe (supaya sekalian).
  4. Peralatan make up
    Berisi base make up, foundation, bedak tabur, liquid eyeliner, blush on, eyeshadow, dan lip palette (Make Over Indonesia). Tidak ada brush karena saya khawatir tidak digunakan, ini saja saya baru mau mulai make up sedikit-sedikit apabila dibutuhkan pada special occasion (biasanya hanya pakai conditioner, bedak tabur, lipstick).
  5. Pakaian tidur dan pakaian dalam.
    Berisi piyama dan 2 set lengkap pakaian dalam. I love pajamas! Live long pajamas!
  6. Kain batik
    Ini request dari ibu. Menurutnya mempelai pria harus menyertakan kain batik tradisional dengan jumlah ganjil sebagai bagian dalam seserhan. Adat dari Jawa sepertinya. Sehingga kotak kelima ini berisi kain sido luhur, sido mukti, dan sido asih. Untung ngga ada sido muncul :p
  7. Daily outfit
    Satu buah gamis panjang (Kivitz), flat shoes (Gioreti), dan tas tangan (Palomino).
  8. Party attire
    Terdiri dari dress (jahit), high heels (Fladeo), dan clutch (Yongki Komaladi). High heels nya sekalian dipakai untuk setelah siraman hehehe.
  9. Sprei. Iya satu kotak aja sudah penuh kalau sudah diisi sprei hehehe.

Seserahan Mempelai Pria (3 kotak)

  1. Pakaian Kerja
    3 pasang pakaian kerja (kemeja Alisan dan celana panjang).
  2. Sepatu
    1 buah sepatu formal (Buccheri). Ini dibeli sekalian untuk sepatu wedding. Hehehe.
  3. Handuk
    Bathrobe dan handuk mandi ukuran besar (Terry Palmer). Bathrobe dipakai untuk acara siraman pengantin hehehe.

Barang-barang seserahan kemudian dihias sedemikian rupa sebelum diberikan kepada mempelai wanita/pria. Ada banyak sekali pilihan kemasan seserahan, bisa menggunakan box, keranjang, sangkar burung, dan lain sebagainya. Untuk menghias seserahan, kami menggunakan jasa hias dari Harapan Craft (IG : @renataaputrii), Plaza Mayestik.

Alasan kami memilih Harapan Craft adalah motif¬†box mika yang cantik-cantik serta hiasannya¬†yang sederhana, manis, dan tidak berlebihan/norak.¬†Saya kurang suka hiasan seserahan yang sampai membentuk binatang aneh-aneh, lebih suka dibuat bunga-bunga sederhana.¬†Selain itu bisa juga menggunakan bunga artifisial sebagai pemanis. Ah, simply beautiful¬†pokoknya. Pernah keliling Cikini, Asemka, dan Mayestik, paling cocok disini ‚̧

Berikut ini harga kotak dan jasa hias di Harapan Craft :

PL Harapan Craft Seserahan 2016

Akhirnya kami mengambil 2 set box mika tebal motif bunga shabby berwarna baby blue, 1 set mika standar ( 3 motif navy -silver untuk Si Mas dan 1 motif bunga shabby berwarna baby blue untuk saya). Ditambah 9 buah bunga artifisial untuk kotak seserahan wanita, dan 8 hiasan sudut untuk seserahan pria. Untuk pita, saya beli sendiri, karena lebih hemat daripada menambah hiasan pita di Harapan Craft.

Untuk prosesnya, bisa ditunggu atau bisa juga ditinggal. Namun supaya lebih efisien waktu, kami mendrop barang-barang untuk dihias sekaligus briefing (barang apa di box mana), kemudian kami tinggal untuk diambil seminggu kemudian.

Berikut ini output seserahan kami :

img_4423

Sukaaaaa sekali ‚̧ ‚̧ ‚̧

Semoga bermanfaat. Plan every single details of your wedding wih love.

Harapan Craft
Lantai Basement Plaza Mayestik Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Line : renataaputrii
WA : 081213821324

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] Kaysha, A Reliable Team at My Wedding

Kaysha is the key to my lock. A very cooperative team that solved most problems the bride had.

Bagi teman-teman¬†yang sudah mengenal saya dengan baik, pasti paham betul bagaimana detail saya dalam menyusun persiapan acara. Dari awal, saya menyiapkan 1 buku saku khusus mencatat proses¬†persiapan pernikahan kami. Selain itu saya¬†juga membuat satu¬†dokumen khusus berjudul¬†“Wedding Preparation Detail” berisi daftar vendor sekaligus kontak,¬†to do list,¬†check list, daftar seragam, sampai daftar pengisi acara,¬†timeline, sampai¬†pembukuan keuangan, nomor rekening, dan¬†timeline¬†pelunasan. Kalau ada yg mau contohnya, boleh kontak ya ūüôā

Hmm, sepertinya sayang sekali ya kalau persiapan yang matang tidak diiringi dengan eksekusi yang baik.¬†Oleh karena itu mendekati hari pernikahan, saya semakin sadar kalau saya harus mulai mendelegasikan tugas-tugas dan segala informasi terkait penyelenggaraan acara pernikahan kepada pihak lain, pihak yang dapat diandalkan untuk memastikan segalanya berlangsung dengan baik dan lancar. Apalagi saya sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat Hari H.¬†Jangan sampai saat Hari H masih¬†grasa grusu¬†dan keliatan¬†chaos¬†karena sejujurnya saya adalah orang yang¬†amat teramat¬†mudah panik. Jangan ya,¬†pengantin wanita harus tenang¬†dan bersahaja pada hari bahagianya. ūüôā

One¬†thing we should remember, the bride deserves¬†peace, even more ¬†when it is ¬†closer to the day.¬†Let her experience a lifetime moment with her trully¬†blissful heart ‚̧

Setelah sempat galau berkepanjangan tentang siapa yang bisa menjadi panitia pernikahan karena keluarga kami berdua kebanyakan di kampung halaman, sementara jasa wedding organizer cukup mahal, Allah mempertemukan kami dengan Kaysha Wedding Organizer 4 bulan sebelum pernikahan kami digelar. Alhamdulillah, rencana Allah itu, indah ya?

Diawali dengan melihat instagram Kaysha (@kayshawedding), saya kemudian menghubungi tim Kaysha dan meminta pricelist. Sebelum bertemu dengan Kaysha, sebenarnya saya sudah sempat survey ke beberapa vendor WO, di antaranya adalah Artea WO (yang kebetulan milik saudara teman saya), dan DWO (hasil rekomendasi dari Miarosa). Keduanya sudah cukup terkenal dalam menyelenggarakan acara pernikahan. Saya beberapa kali mendatangi pernikahan dengan DWO sebagai Wedding Organizernya. Sementara Artea sendiri kalau tidak salah digunakan untuk acara pernikahan Putri Titian dan Yunior Liem beberapa waktu silam. Dibandingkan keduanya, jelas Kaysha WO ini jauh lebih murah, karena memang WO nya terbilang masih baru. Apalagi Kaysha memang saat itu sedang dalam periode diskon. Ah, jodoh ini sih namanya ‚̧

Berikut ini saya lampirkan pricelist Artea, DWO, dan Kaysha. Semoga bermanfaat, ya.

Pricelist ARTEA WO 2015
Pricelist DWO 2015
Pricelist Kaysha WO 2016

Meskipun masih terbilang baru, ada satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kaysha, satu hal yang belum pernah saya temukan di vendor WO lain. Kaysha menyediakan dua sesi konseling pranikah dengan psikolog (sudah include di dalam paket). Ini menurut saya keren banget dan pantas diacungi jempol, karena artinya Kaysha tidak hanya memperhatikan kelancaran acara pernikahan, tetapi juga bagaimana kesiapan calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan

Merasa Kaysha adalah jawaban dari kegalauan, akhirnya saya coba minta untuk arrange meeting dengan Kaysha. Akhirnya kita ketemu perdana di Kota Kasablanka bersama Ka Cipi dan Ka Nana (beliau ini yang nantinya akan jadi Project Leader untuk acara pernikahan saya). Ternyata, kebanyakan crew Kaysha adalah alumni UI, sebagian dari mereka bertemu dan akrab di BEM UI. Ceritanya, awal mula Kaysha membentuk WO adalah juga karena sering diminta bantuannya untuk menjadi panitia pernikahan (sesama anak UI juga). Mereka juga masih muda, perbedaan usia kami umumnya hanya terpaut 2 sampai 3 tahun saja.

Ternyata, setelah diskusi dengan Kaysha, alasan kenapa Kaysha menyediakan konseling pranikah adalah karena Kaysha memahami, bahwa pernikahan itu tidak sebatas pada resepsi saja. Pernikahan adalah perjalanan panjang seumur hidup. Oleh karena itu, jangan sampai pengantin terlalu exhausted dan stressed dalam mengatur acara pernikahan, sampai lupa bahwa perjalanan panjang pernikahan juga harus dipersiapkan. Konseling prapernikahan adalah salah satu cara untuk membekali calon pengantin dengan ilmu. So be calm, be prepared, and let Kaysha handle the wedding.

Seperti tulisan pada home blog ini, I wish for a blissful marriage, even more beautiful than my wedding.

kaysha

Kaysha Team ++ on duty

Untuk harga, harga yang ditawarkan Kaysha masih negotiable dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan budget. Kemarin saya menggunakan Half Day Package (Max VIP 20 tamu, tapi saya 30 tamu masih tidak apa apa). Half Day Package ini sebenarnya untuk paket acara akad nikah dan resepsi dalam satu hari (waktu kerja 9 jam), namun karena akad nikah saya berbeda hari, Kaysha merasa pekerjaan mereka menjadi sangat sedikit saat resepsi, oleh karena itu Kaysha memberikan 1 crew tambahan sehingga total crew yang bekerja menjadi 9 orang. Karena akad nikah yang berbeda hari, saya juga meminta tambahan crew untuk membantu penyelenggaraan akad nikah di hari sebelumnya sebanyak 3 orang (yang satu dari bonus crew tambahan). Untuk penambahan satu orang crew, Kaysha mengenakan biaya sebesar Rp 350.000 saja. Baik, ya??

To sums them up, crew Kaysha untuk pernikahan kami adalah 11 orang, 8 untuk resepsi, 3 untuk akad nikah. Untuk akad nikah memang crew yang bertugas lebih sedikit, karena secara garis besar, rangkaian acara adat siraman, akad nikah, panggih, tumplak punjen, dan begalan pada hari Jumat sudah dihandle oleh tim pemangku adat, yakni Pak Suryanto dari Sanggar Dewi Sri (Lihat Survey Pemangku Adat : Sanggar Dewi Sri (Pak Suryanto)).

Setelah kami deal dengan Kaysha, kami kembali dibuat let’s say…amazed. Ketika vendor lain biasanya hanya memberikan daftar pelayanan jasa atau quotation, kontrak kerja sama kami dengan Kaysha benar-benar disusun dalam bentuk Surat Perjanjian Kerja Sama (iya, yang isinya pasal-pasal, pihak pertama pihak kedua, dll), yang kemudian ditandatangani di atas materai.

Setelah deal dengan Kaysha, langkah selanjutnya adalah saya mulai mentransfer segala informasi ke Ka Nana yang menjadi Project Leader acara pernikahan saya. Semua mulai dari wedding preparation details, sampai informasi apa saja yang sudah, sedang, dan akan dilakukan, untuk kemudian dibuatkan checklist dan timeline persiapan dengan format Kaysha. Saya juga memberikan semua quotation dan perjanjian dengan vendor supaya Kaysha dapat memastikan vendor memenuhi semua kewajiban pelayanan yang telah disepakati.

Saya merasa beruntungsekali dibantu oleh Project Leader yang juga mendetail, mengingatkan kalau ada detail yang ternyata masih luput dari pikiran saya sebelumnya. Namun berbeda dengan saya, Ka Nana lebih santai, bisa menenangkan kalau saya tiba-tiba panik ketika teringat sesuatu yang belum beres. Beliau juga sangat inisiatif dan kooperatif. Inisiatif menawarkan bantuan teknis untuk hal yang belum kami kerjakan, seperti mengetikkan nama undangan, mencetak kartu VIP, mencetak foto display, menyewa dan membelikan frame foto, sampai mengambilkan souvenir dan menempelkan thank you notenya. Semua persiapan, sampai penyusunan Wedding Guidance Book dan technical meeting terakhir juga berlangsung lancar.

capture

Wedding Diaries

Untuk pelaksanaan hari H, tim Kaysha juga sangat professional dan mampu mengakomodasi keinginan dan kebutuhan kami beserta keluarga, sehingga saya dapat dirias dengan tenang. Sangat baik dalam mengorganisasikan kegiatan saat hari H mulai dari sarapan, sampai closing dan serah terima makanan dari pihak catering dan wedding cake. Semua detail persiapan seperti alat tulis, teks akad nikah, kupon-kupon, pengamanan mahar dan buku nikah, dan lain sebagainya, terhandle dengan sangat baik. Penyambutan tamu juga berlangsung teratur dan rapi, terutama untuk escorting tamu VIP untuk salaman, berfoto, dan menyantap hidangan. Alhamdulillah kami sangaat puas dengan service yang diberikan Kaysha. Setelah acara pun banyak tamu undangan dari teman maupun kolega orang tua yang menyatakan bahwa acara pernikahan kami berlangsung dengan teratur, rapi, dan well organized.

Thanks to Kaysha!

P.S :

Ada satu hal lagi yang menarik. Sebelum acara pernikahan, saya sempat request ke Kaysha untuk mengamankan beberapa porsi kambing guling untuk saya (kelakuan banget ya pengantin satu ini :p). Kaysha sudah mengamankan dan memisahkan porsi kambing guling tersebut di salah satu spot pada area VIP, namun pihak catering sangat sigap mengepak makanan ketika acara selesai, sehingga kambing guling yang tadi telah disiapkan entah berada di kotak yang mana. Well, who knows kan? Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, thanks to Alfabet crew yang sangat sigap dalam bekerja. Beberapa pekan kemudian, project leader kami mengirimkan satu porsi sate dan gulai kambing ke alamat kami, sebagai pengganti kambing guling yang tidak jadi saya makan setelah resepsi pernikahan. How sweet, padahal itu sama sekali tidak perlu.

Ah, bagaimana mungkin saya tidak sayang? Hai Kaysha, apa kabar?

Kaysha Wedding Organizer

IG : @kayshawedding
Email : kaysha.the.wo@gmail.com

Semoga bermanfaat ya, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Kotak Mahar dan Cincin Elegan ala Rinnie

Siapa yang suka memperhatikan detail kecil selama proses pernikahan? Sayaaaaa!

Saya suka sekali membuat list kebutuhan pernikahan dari yang besar seperti catering dan dekorasi, sampai yang terlihat kecil dan sepele seperti tempat mahar dan cincin nikah. Bahkan kotak untuk menaruh kupon, kertas panduan ijab qabul, dan alat tulis, duduk manis di dalam wedding checklist saya. Kapan-kapan, boleh juga kalau saya share wedding checklist yang dulu saya buat ūüôā

And I love the feeling I’ve got when I add tick to my to do list. Sampai akhirnya melihat semuanya fully completed. The best word to describe it is… ineffable.

Okay back on the track..

Kotak mahar atau mas kawin saat ini sudah umum digunakan setiap pasangan pada momen pernikahan, baik itu untuk mahar logam mulia, perhiasan, atau bingkai kreasi menggunakan uang. Biasanya mahar akan diperlihatkan pada saat penyerahan mahar dari mempelai pria kepada mempelai wanita setelah akad nikah selesai dilakukan. Saat ini kita dapat dengan mudah memperoleh kotak mahar dari penyedia jasa pembuatan mahar itu sendiri atau penyedia jasa hias seserahan. Namun untuk kotak cincin, sepertinya masih banyak pasangan yang menikah menggunakan kotak cincin bawaan dari toko. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan ini, hanya saja mengemasnya menjadi lebih menarik pasti bisa meningkatkan kesan artistik dari cincin itu sendiri. Di foto dan video juga pastinya akan menjadi lebih cantik.

Untuk itu, saya menggunakan jasa kotak cincin dan mahar dari Rinnie (Instagram : @rieens_a). Kesan minimalis dari kotak dan penambahan aksen bunga-bunga artifisial membuat kotak-kotak buatan Rinne manis, elegan, dan patut dilirik. Tidak hanya kotak mahar dan cincin, Rinnie juga membuka jasa untuk pembuatan kotak seserahan, perhiasan, buku tamu, dan hand bouquet. Umumnya Rinnie menggunakan signature pita dan bunga artifisial yang dirangkai sedemikian rupa sehingga tampak menawan. Tidak hanya menggunakan kotak, Rinnie juga menyediakan model sangkar burung vintage bagi kamu yang menyukai item Рitem bertema vintage. Setelahnya, sangkar burung ini bisa tetap kamu gunakan untuk menghiasi rumah.

Karena pengirimannya yang cukup jauh (dari Kebumen, saya di Tangerang), maka¬†saya hanya memesan kotak mahar dan cincin saja, karena barangnya bisa tinggal saya tambahkan di akhir. Sementara kotak seserahan akan saya hias di Jakarta. Lagipula, waktu penyerahan seserahan dilakukan semalam sebelum akad nikah, jadi tidak masalah kalau berbeda tempat pembuatannya ūüôā

Berikut ini contoh koleksi dari Rinnie :

Dan berikut ini kotak cincin dan mahar Rinnie untuk acara pernikahan saya :

 

Harganya cukup terjangkau, untuk kotak mahar dan cincin yang saya pesan harganya berkisar Rp 100.000-130.000/box. Kamu juga tidak perlu khawatir dengan resiko pengiriman karena Rinnie mengirim dengan packaging yang sangat kokoh dan kuat, bahkan ditambahkan juga dengan packaging kayu.

Ohya ngomong-ngomong, kalau ada yang berminat¬†menggunakan kotak cincin dan mahar saya, boleh langsung menghubungi saya ya. Bukan dijual lagi, tapi diberikan cuma-cuma,¬†preloved giveaway ceritanya. Kondisinya masih sangat terawat hingga saat ini. ūüôā

Tertarik untuk menggunakan jasa Rinnie untuk menghias perlengkapan hari bahagiamu?

Demikian, semoga bermanfaat.

Plan every single details of your wedding with love ‚̧

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] All You Need to Know About Doing Photosession in UI

Halo, selamat malam semuanya ūüôā

Alhamdulillah akhirnya bisa kembali ke blog ini setelah belakangan terakhir overwhelmed dengan pekerjaan kantor dan rumah tangga. Walaupun hari ini juga pulang agak telat (lagi). Kali ini saya mau bercerita tentang prosedur melakukan sesi foto di Universitas Indonesia. Semoga berkenan yaa..

Kenapa UI?

Well, dengan luas lebih dari 300 hektar, UI menawarkan landscape dan view indah dengan spot-spot yang menarik. Dari dataran sampai undakan berliku bisa kamu jumpai di UI. Bahkan ringroad kampus dan jalur sepeda bisa menjadi spot yang cantik untuk sesi fotomu. Taman Firdaus yang terletak di belakang Rektorat UI juga bisa kamu jadikan pilihan spot foto karena tempatnya yang asri dan tertata rapi. Kalau kamu berjalan dr Taman Firdaus menuju Fasilkom, kamu juga bisa berpotret dengan objek yang beragam (sempat terpikir seperti memang diset untuk foto dengan berbagai background, hehe).

Tidak hanya itu, arsitektur khas bata-bata pada bangunan di UI juga memberi kesan antik dan bersejarah pada setiap bingkai cahaya yang kamu tangkap. Kamu bisa berfoto di sepanjang lorong fakultas, atau di spot spot unik di fakultas dan ruang kelas (tentunya harus izin dulu ya).

Kalau kamu ingin sentuhan yang lebih modern, coba saja berfoto di lingkungan sekitar Perpustakaan UI. Siapa sih yang ngga tau Crystal of Knowledge? UI memiliki perpustakaan yang (katanya) terbesar se Asia Tenggara dengan desain arsitektur yang modern. Sayangnya kita tidak diizinkan untuk berfoto di dalam perpustakaan, hanya boleh di lingkungan luarnya saja. Tapi taman lingkar dan danau UI juga bisa membuat foto-fotomu menjadi menarik.

Pre-Wedding-By-Javas-Studio-2

No idea how could they get into the collection room karena kata petugas di rektorat ngga boleh ūüôā Sumber Gambar

Wah, kalau kamu dan pasanganmu adalah alumni kampus ini, ngga ada salahnya melakukan sesi foto sambil nostalgia masa-masa perjuanganmu di kampus biru ini. Apalagi kalau kamu justru dipertemukan di kampus ini (seperti saya hihi. Tentunya, selama kamu nggak bosan dan ngga punya kenangan buruk dengan UI, hehe). Tenang aja, kalau kamu alumni UI, kamu hampir pasti diberi izin oleh pihak pengelola (so far sih, nggak tau kalau nanti ada perubahan policy ūüėÄ). Berfoto di halte, di dalam bikun, atau sambil mengayuh sepeda bersama bisa membuat photo sessionmu lebih fun dan menyenangkan!

Selain itu, melakukan sesi foto di lingkungan UI untuk kebutuhan non komersial juga tidak dipungut biaya alias Gratis Tis Tis! Selain biaya parkir, kamu hanya perlu mengajukan permohonan izin kepada pihak pengelola kampus. Kalau kamu alumni, kamu juga perlu melampirkan fotokopi KTM. Jangan salah sangka, ternyata melakukan sesi foto di café dan restoran biayanya lumayan juga hmmm, dulu saya sempat mau melakukan sesi foto di The Reading Room Kemang, chargenya adalah Rp 700.000 dengan minimum order Rp Rp 300.000.

Berikut ini prosedur izin sesi foto di UI :

  1. Membuat surat permohonan izin yang ditujukan kepada Direktur Umum dan Fasilitas Universitas Indonesia, dengan ditembuskan pada Subdit PLK UI, selambat lambatnya 7 hari sebelum sesi foto dilakukan. Prosedur selengkapnya dapat dilihat di sini.
  2. Surat berisi Nama, NIK, Alamat, NPM (lengkap dengan fakultas dan jurusan), dan maksud serta tujuan melakukan sesi foto lengkap dengan tanggal, waktu, dan lokasi yang ingin digunakan.
  3. Berikan surat tersebut ke Direktorat Umum dan Fasilitas UI yang terletak di lantai 3 Gedung Rektorat UI.
  4. Tunggu sampai suratmu ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
  5. Selanjutnya ambil surat, fotokopi, dan serahkan kepada Subdit PLK UI. Yang aslinya tetap kamu pegang ya, in case saat hari H ditanya satpam, kamu jadi bisa menunjukkan bukti perizinan kegiatan sesi foto yang kamu lakukan ūüôā

Kalau biasanya sesi foto dilakukan saat weekday supaya tidak terlalu ramai pengunjung, berfoto di Universitas Indonesia justru dianjurkan saat weekend karena tidak ada kegiatan perkuliahan. Tapi berarti tidak bisa menggunakan fasilitas kampus yang beroperasi pada hari kerja saja.

Jadi, bagaimana? Berminat melakukan sesi foto disini? ūüôā