[The Wedding Journal] Review : How Every Decorated Our Wedding

Haihai, selamat siang para bride to be, hari minggu gini biasanya lagi melanglangbuana ketemu vendor – vendor pernikahan ya? Semangat ya… apapun bentuk persiapan yang sedang kalian jalani, bersabarlah, insyaallah akan ada hasil indah dari setiap apa yang kamu perjuangkan.

Hmm, sepertinya sudah sangat telat ya, padahal masih banyak hutang tulisan yang harus saya tulis disini. Ternyata mencuri waktu untuk menulis di sela-sela rutinitas itu tidak mudah ya, atau jangan – jangan ini sebenarnya karena rasa malas ya? hehe. Kali ini saya mau bercerita tentang bagaimana Every Decoration mendekor venue pernikahan saya di Departemen Pertanian (Lihat The Venue : Auditorium Kementerian Pertanian). Cerita tentang bagaimana saya akhirnya memilih Every sebagai vendor dekorasi pernikahan saya dapat disimak disini Story How I Hire Every Decoration as Wedding Decorator.

Yuk, kita lihat satu per satu 🙂

  1. Pelaminan

My dreamy yet realistic wedding stage. Duh, Mas Robby ini sejak awal selalu saya ceritakan apa keinginan kami (saya deng), harapan – harapan saya, ambience yang saya ingin dapatkan, dan banyak lagi hal lain. Katanya, saya ini calon pengantin yang paling sering membuat janji sama beliau, untuk memastikan ini itu. Mulai di pameran pertama, pameran kedua, janji di fX Sudirman untuk memilih kain, janji di venue untuk layouting, sampai terakhir saat technical meeting. Tapi menurut Mas Robby, justru dengan itu dirinya menjadi sangat terbantu. Beliau jadi mengerti betul apa yang saya suka dan yang tidak suka. So this was our deal : pelaminan modern minimalis putih (Yes it had to be white), dimana background tempat saya berdiri haruslah rose, dengan bunga bernuansa pink dan peach pastel, tidak dan menggunakan kain di pelaminan.

post-img_0110-pelaminanpost-img_6458-edit-pelaminanpost-img_6415-pelaminan2

Sooo in love with this exquisite wedding stage, ngga kalah deh dengan vendor lain yang harganya bikin kantong jebol. Sayangnya lampu kristalnya cuma satu, kalau lebih pasti lebih bagus hehehe (masih banyak mau haha). Tapi dengan harga yang dibayarkan, totally worth every penny.

  1. Pergola pengantin.

Ngga banyak mau sih kalau untuk bagian ini, yang standar-standar aja Draping pergola with dangling flower and crystal lamp was enough for us.

post-img_0120-edit-pergola

  1. Standing flower.

Awalnya ingin standing flower yang minimalis dengan mirror atau rose (lagi), tapi sepertinya yang sederhana, besar, dan kokoh terlihat lebih oke daripada standing flower minimalis. Sejak awal saya memang tidak ingin menggunakan lampu taman. Untuk flower arrangementnya kami pesan supaya membentuk lingkaran yang bagus, dengan daun tidak terlalu banyak /malangkadak (apa ya ini bahasa Indonesianya) kemana mana. Alhamdulillah semuanya dipenuhi oleh tim dari Every Decoration.

post-img_0027-standing-flo

  1. Dekorasi panggung music.

Untuk ini juga kami ngga neko neko, kami minta panel ukiran dengan elemen rose (lagi dan lagi wkwk). Btw, abaikan Mas2 Taman Music yang masih ngaso ngaso :p.

post-img_0414-panggung-musik

  1. Mini Gallery

Inginnya yang sederhana, rapi, full of rose, dengan 2 meja console (1 buah untuk di depan mini gallery, 1 buah untuk di sepanjang foyer). Tapi ternyata di akhir kami dikasih lagi 1 meja console untuk meletakkan LED TV liputan. Saya suka sekali dengan kualitas properti dari Every. Meja consolenya kokoh, besar, dan halus! Ini penting sekali bagi saya karena saya sering menemukan meja console yang kotor dan sudah mulai retak-retak atau pecah catnya di vendor-vendor lain. Ternyata mini gallery ini merupakan salah satu spot yang banyak digunakan oleh tamu berfoto (terutama karena photoboothnya ngantri).

post-img_6437-edit-mini-gallerypost-img-20160603-wa0030-mini-gallerypost-img-20160514-wa0024-mini-gallery

  1. Photobooth

Sebenernya request saya adalah styrofoam ukir yang membentuk rose 3D timbul-timbul, tapi jadinya lebih seperti bunga-bunga styrofoam yang ada di pelaminan. Yasudah tidak apa – apa, lagipula ini bonus hehehe. Sayang sekali ternyata tidak ada dokumentasi untuk dekorasi photobooth ini. Mungkin terlewat oleh akang2 dari d’licious 😀

  1. Lorong foyer

Dari awal memang maunya kain saja disini (karena kalau panel pasti mahal haha ujung ujungnya budget), dengan nuansa peach dan pastel. Ohya ditambahkan juga pagar besi putih untuk pembatas. Bunga-bunga #DIYBride dipajang sepanjang lorong ini, agar tidak terlalu polos (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration). Terima kasih Tim Every yang sudah membantu memasangkan bunga-bunganya 🙂

post-img-20160903-wa0012-foyer

post-img_6429-foyer

  1. Area penerima tamu

Desain awal adalah berupa gazebo kain (pingin pakai panel sebenernya, tapi takut nambah lagi hehehe), namun setelah dilihat ke venue, jarak ceiling pada area ini terbilang rendah, sementara yang namanya gazebo pasti kain bagian atasnya melengkung. Sehingga kami juga tidak bisa menggunakan bunga juntai. That’s probably for the best, karena sekarang ceiling foyer deptan juga udah bagus sih. Sehingga kami hanya menggunakan backdrop kain dan bunga-bunga #DIYBride. Bunga segar dan kotak angpau disediakan oleh Every, meja dan cover dari Alfabet, dan kursi dari gedung. Kotak Angpaunya juga kokoh, bagus, halus, dan no defect.

post-img-20160903-wa0011-penerima-tamu

  1. Frame screen. Alhamdulillah seneng banget bisa dapat bonus item ini juga. Standar aja sih frame putih minimalis ya 🙂
  2. Dekorasi VIP

Masih menggunakan backdrop kain, ruang VIP ini terletak di foyer kanan Departemen Pertanian, mulai dari pintu yang terletak paling dekat dengan pelaminan, sampai ke area yang mendekati area perkantoran. Panjangnya kira-kira 10 meter, dengan 8 buah round table. Alasan kami meletakkan area VIP ini diluar adalah karena beberapa kali melihat pernikahan di Deptan dengan ruang VIP di dalam (dekat pelaminan), terlalu padat kelihatannya. Jadi kami maksimalkan penggunaan area foyer. Semua area foyer difungsikan supaya bisa menampung seluruh tamu yang sampai 1500 (sementara kapasitas sebenarnya 1200).

post-img_0043-vippost-img_0134-vip2

Selain item-item yang telah disebutkan di atas, kami juga mendapat bonus 2 buah standing frame, buku tamu, dan hand bouquet. All big thanks to Every Decoration and Team, terutama Mas Effri dan Mas Robby. Mas Robby yang rela menampung semua ide dari pengantin, termasuk saat pengantinnya galau ingin pindah gedung, atau saat ingin menambah AC portable dan kursi tambahan, sampai saat pengantinnya bete sama pihak Deptan karena ada lampu pelaminan yang tidak menyala. Oh ya, jadi waktu itu saya menemukan ada dua buah lampu di atas posisi pelaminan Deptan yang mati. Saya galau. Ingin pindah gedung saja (serius). Karena walaupun sudah menyampaikan kritik tersebut, saya tidak yakin pihak pengelola akan langsung memperbaiki mengingat birokrasi di lembaga pemerintah terkadang alot dan lama. Saat itupun saya sudah menemukan gedung yang masih kosong untuk tanggal saya. Lebih luas, lebih bagus, tapi…lebih jauh, lebih mahal, dan lebih banyak charge vendornya. Akhirnya, Mas Robby, sambil cengengesan melihat kelakuan saya yang galau, dengan keluwesannya mencoba untuk diskusi dengan pihak pengelola. Dan seminggu setelahnya saat saya janjian dengan Mas Robby, lampunya sudah nyala semuaaaaa aaaah so relieved! Terima kasih Mas Robby 😀

Every Decoration, score 9 out of 10.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love

Dwi Mustika Handayani.

Advertisements

[The Wedding Journal] A Glimpse about Papeneri

Assalamu’alaikum dear bride to be? Apa kabar? Semoga segala usaha untuk menggenapkan separuh agama senantiasa dilancarkan dan diberkahi Allah SWT. Aamiin.

Ternyata sudah cukup lama blog ini ditinggalkan ya. Sudah lebih dari dua bulan sejak entri terakhir tentang Review Wedding Cake Billiechick (Lihat Delightful Wedding Cake by Billiechick). Hihi, mohon maaf ya. Ah ya, saya juga mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pembaca setia blog ini (ada ngga ya? Hihi) atas feedback positif yang telah diberikan. Senang sekali rasanya melihat stat blog yang makin hari makin meningkat, juga membaca dan membalas satu per satu setiap email yang mampir ke inbox. Semoga blog ini bisa terus memberikan manfaat 🙂

Di postingan kali ini, saya mau membahas tentang Papeneri, my baby that was born from #DIYBrideProject Paper Flower (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration ). Sejujurnya, saya sama sekali tidak menyangka bahwa #DIYBrideProject iseng-iseng waktu itu membawa feedback positif dari kerabat yang hadir pada resepsi pernikahan saya dan Masun tahun lalu. Mulai dari bertanya jenis bahan yang ingin digunakan, toko tempat membeli kertas, sampai menanyakan template kelopak yang saya gunakan.

Karena banyaknya feedback positif dari teman-teman dan kerabat, saya mencoba memberanikan diri untuk membuka usaha paper flower kecil-kecilan. Diawali dengan membantu membuatkan paper flower untuk acara pernikahan seorang sahabat. Ternyata, minat para bride-to-be terhadap dekorasi paper flower cukup besar. Setelah itu pun masih ada lagi yang menanyakan perlihal paper flower dan bahkan memesan.

Akhirnya pada tanggal 7 Januari 2017 kemarin (iya, tanggal cantik 7117, banyak sekali yang menikah pada tanggal itu), bertepatan dengan salah satu event project papeneri, setelah menemukan beberapa supplier kertas dan mengembangkan beberapa pilihan model bunga, kami resmi melaunching Papeneri sebagai lini usaha kami berdua untuk menyediakan paper flower berkualitas dengan harga terjangkau yang dapat digunakan untuk berbagai acara.

logo-papeneri-d-tanpa-background

Kami juga mohon doa dari teman-teman pembaca sekalian, semoga usaha ini menjadi satu langkah baik dan diberkahi Allah SWT. ❤

Boleh diintip produknya, yuk!

m-akasha

Akasha melambangkan kebebasan dan ruang terbuka, seperti kamu yang gemar berpetualang dan mempelajari hal baru. Perluas ruang bertumbuh dengan senantiasa menghargai perbedaan. Tidak harus selalu benar, tidak perlu takut salah, karena semuanya merupakan proses belajar. Teruslah tumbuh, seperti kuncup bunga yang perlahan mekar.

m-ishana

Ishana, dalam bahasa sansekerta berarti kaya. Setiap orang mungkin memiliki cara yang berbeda-beda dalam memaknai kekayaan. Menurut kami, hati yang kaya adalah hati yang senantiasa bersyukur. Bagaimana menurutmu?

m-nitya

Setiap lembar kelopak Nitya berbentuk hati, sebagai lambang cinta yang abadi. Semoga cintamu juga.

m-safira

Safira menyimpan makna istimewa, sebagaimana kami percaya setiap perempuan terlahir istimewa. Maka, tidak perlu membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Karena seperti bunga, it doesn’t think of competing with the next flower, it just blooms. Jadilah dirimu sendiri.

m-zanitha

Keanggunan adalah keindahan yang tidak akan pernah pudar. Ia bukan tentang apa yang kau pakai di luar. Lebih dari itu, ia tentang bagaimana dirimu yang sebenarnya dari dalam. Zanitha hadir sebagai lambang keanggunan seorang perempuan, yang terpancar karena keindahan akhlak dan pekerti.

img_5316_1

Papeneri for Photobooth Decoration

Apabila teman-teman disini ada yang berminat, berikut ini official account papeneri :
IG : @papeneri
Line : dmhandayani
FB Page : Papeneri

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration

Selamat sore, selamat menikmati akhir pekan, selamat melepas penat ya 🙂

Kalau saya sedang merasa lelah dengan aktivitas dan rutinitas yang ada, saya ingat satu pesan suami saya: Apabila kita tidak disibukkan dalam kebaikan, pasti kita disibukkan dalam keburukan. Jadi, bersyukurlah kita yang masih disibukkan dalam kebaikan. Semoga lelah yang dirasakan saat ini, bisa menjadi pemberat amalan baik di akhirat kelak.

Kali ini saya ingin bercerita tentang #DIYBrideProject yang terakhir, yang paling banyak mendapat apresiasi dan paling sering ditanya para tamu, yaitu paper flower decoration.

Akhir-akhir ini, penggunaan paper flower backdrop untuk photobooth sedang marak di kalangan para pengantin. Dengan warna dan model beragam, paper flower backdrop memang bisa membuat foto di hari spesialmu menjadi lebih indah. Saya yang ngakunya suka sekali dengan bunga jelas tidak mau ketinggalan, ingin menghadirkan paper flower di acara pernikahan saya.

Vendor-vendor penyedia jasa pembuatan paper flower pun mulai bermunculan, baik yang masih baru maupun yang sudah terkenal dan professional. Akhirnya saya coba mengontak salah satu pembuat paper flower di Jakarta. Harganya? Alamaaak, sekitar Rp 70.000 untuk ukuran besar (75 cm). Kalau hanya beli satu atau dua sih tidak masalah ya, tetapi kalau beli banyak kan lumayan hehehe.

Karena terpepet budget, saya memutuskan untuk mencoba membuat sendiri paper flower untuk resepsi pernikahan saya. Kenapa ya, manusia itu (saya aja sih) harus kepepet dulu baru kreatif, hahaha. Supaya lebih hemat. Untungnya saya juga termasuk orang yang cukup suka kerajinan tangan, so I am gonna give it a shot.

Satu tantangan lagi bagi saya dalam membuat paper flower ini adalah mencari kertas yang saya inginkan, yaitu kertas fancy berserat berglitter. Iya, sayang sekali saya tidak tahu nama kertas yang saya maksud, hanya berbekal contoh kertas dan berharap tukang kertasnya tahu. And they also have no clue!  Sudah keliling Jakarta (bahkan sampai Sunter) mencari kertas, ke lebih dari 10 toko, tidak juga membuahkan hasil. Akhirnya saya coba menggunakan kertas jasmine yang sering dijadikan bahan dalam pembuatan undangan. Hal baiknya, jenis kertas ini jauh lebih murah. Hehehe.

Saya membeli kertas jasmine di salah satu toko di bilangan Kebayoran. Warna yang saya gunakan adalah peach dan mint (nama asli plasma pink dan plasma blue), masing-masing berukuran A0.

Lem tembak siap, kertas siap. Game on!

Karena weekday saya bekerja dan weekend biasanya diisi oleh persiapan dengan vendor, saya mencicil membuat paper flower pada malam hari sepulang saya bekerja. Setelah proses trial error yang cukup panjang untuk memperoleh shape yang saya inginkan, suami pun saya kerahkan untuk membantu memotong pola hehe. Yes, the real struggle is cutting the petal, btw. Merakit bunganya sendiri cukup cepat, apalagi kalau sudah paham polanya. Kalau malam biasanya saya bisa merakit 5-7 paper flower. Cukup santai dan happy, tidak sampai lembur-lembur. Hehe.

Unfortunately, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tangan kiri saya retak membuat saya tidak bisa melanjutkan membuat paper flower. Sehingga, rencana awal untuk memenuhi foyer dengan paper flower harus dibatalkan, diganti dengan hanya menebar paper flower secara acak di sepanjang foyer. Untungnya, jumlah paper flower yang sudah jadi lumayan banyak. Dari dua minggu saya membuat paper flower, sudah lebih dari 50 bunga berbagai ukuran (kecil, besar, sedang) yang sudah selesai dibuat. Dan lucunya, setelah acara resepsi selesai, bunga-bunga kertas ini banyak yang dicopot dan dibawa pulang oleh tamu undangan. Tapi gapapa, saya senang sekali karena artinya para tamu suka dengan bunga-bunga itu. ❤

Berikut ini hasil paper flower nya :

bunga-1

Take a closer look

img_5079

Navy Gold Paper Flower

Bagaimana? Ingin hari istimewamu dilengkapi dengan paper flower manis seperti ini juga? Kindly contact me ya, tangan saya sudah pulih, sudah ada pesanan juga untuk bulan depan. Yay! Semangaaat!!!

P.S : Blooming soon, my paper flower business line.

Semoga bermanfaat ya, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Dekorasi Murah Meriah ala Studio 13 Decoration

Bismillah, selamat sore semuanya. Semoga hari ini baik dan penuh kebaikan ya. Kali ini saya ingin memberikan review untuk Studio 13 Decoration yang kemarin saya gunakan untuk acara siraman dan akad nikah di rumah. Silakan disimak bagi yang berkenan, semoga bermanfaat 🙂

Untuk dekorasi siraman dan akad nikah, sejak awal saya berencana mencari di daerah Tangerang Selatan saja supaya mempermudah koordinasi antara pihak keluarga dan vendor. Namun ternyata cukup sulit ya menggali informasi dari internet mengenai vendor dekorasi di daerah Tangerang Selatan. Dari hasil browsing, saya hanya berhasil menemukan 1 nama vendor dekorasi, yakni Raihan Tenda di Pamulang. Selain menyediakan jasa dekorasi, Raihan juga menyediakan paket catering, rias, dan busana.

Kemudian saya teringat kakak kelas saya, Kak Mikyal, yang juga pernah mengadakan akad nikah di halaman belakang rumah. Kebetulan kakak kelas ini tinggal satu komplek dengan tempat tinggal saya di PUSPIPTEK. Beliau melakukan prosesi akad nikah dengan konsep semi outdoor, dengan menggunakan gazebo yang cantik sebagai tempat untuk mengikrarkan akad nikah. Setelah menanyakan nama vendor dekorasi yang ia gunakan saat itu, akhirnya saya mendapatkan 1 informasi tambahan vendor dekorasi, yakni Studio 13 Decoration.

Kemudian kami memutuskan untuk survey ke Raihan terlebih dahulu karena alamat di website nya cukup jelas, sementara blog Studio 13 sudah sangat outdated dan kurang informatif. Raihan Tenda sendiri berlokasi di Jalan Benda Timur Pamulang, dekat dengan SMAN 3 Kota Tangerang Selatan. Kalau kamu berkunjung kesana, kamu akan melihat rangka-rangka tenda dan kain dekorasi yang terletak di seberang kantor Raihan (yang sebenarnya di rumah). Disana saya bertemu dengan Pak Sunarto, owner dari Raihan Tenda. Ketika saya menyampaikan konsep dan item dekorasi yang dibutuhkan, yakni salah satunya adalah gazebo untuk siraman, saya ditunjukkan foto dekorasi gazebo yang mirip sekali dengan gazebo akad kakak kelas saya. Pak Sunarto juga menyampaikan bahwa saat itu acaranya di PUSPIPTEK. Setelah dikonfirmasi lagi, ternyata eh ternyata, Raihan dan Studio 13 sebenarnya sama saja. Awalnya Pak Sunarto menggunakan nama Studio 13 untuk jasa dekorasi, namun kemudian beliau menggunakan nama anaknya, Raihan, untuk jasa paket pernikahan lengkap.

Selanjutnya, kami harus membuat layout rumah untuk mengestimasikan keperluan materi dekorasi secara lebih mendetail. Berikut ini layout rumah saya :

capture

Layout rumah

Sehingga item dekorasi yang dibutuhkan adalah :

  • 1 set pelaminan gebyok cokelat (jawa) lengkap dengan bunga
  • 1 sofa kayu dan 4 kursi tiffany gold untuk di pelaminan
  • 1 set meja akad nikah dan 6 buah kursi tiffany white dengan pita
  • 1 buah gazebo siraman dengan bunga juntai
  • 1 buah tenda dekorasi siraman untuk belakang rumah 4×7 m
  • 1 buah tenda dekorasi untuk depan rumah 6 x 11m
  • 1 buah tenda dekorasi untuk garasi depan dan samping @ 4×6 m
  • 2 buah portable AC @3 PK
  • 1 set dekorasi ruangan dalam
  • 1 buah blower
  • 8 lembar karpet permadani
  • 100 buah kursi futura dengan cover dan pita
  • 1 set karpet polos warna kuning-gold untuk alas tenda di garasi dan depan rumah
  • 1 titik rangkaian bunga di pintu masuk rumah
  • 1 titik rangkaian bunga di pintu masuk kamar pengantin
  • 1 set dekorasi kamar pengantin

Berbicara tentang harga, menurut saya Studio 13 ini cukup murah meriah. Untuk semua item di atas biayanya hanya belasan juta rupiah, yes for real. Meskipun demikian ada kekurangan yang saya rasakan yaitu, sepertinya pesanan model dekorasi yang saya sampaikan kepada Pak Sunarto, tidak terdelegasikan dengan sempurna kepada crew yang bertugas untuk pemasangan. Sehingga crew mendekor berdasarkan pengalaman umumnya saja, padahal terdapat beberapa poin yang saya pesan khusus, contohnya dekorasi kamar pengantin. Saya tidak ingin ditutup semua dindingnya, hanya sedikit draping kain dan satu set bunga pada sisi bagian kepala. Namun saat saya pulang dari salon, ternyata semuanya tertutup oleh kain. Saya tidak suka. Akhirnya? Saya minta lepasin lah…hehehe. Ibu dan Bapak juga tidak paham ini sehingga ada beberapa poin yang menurut saya salah namun sudah terlanjur terpasang. Untungnya tidak fatal sih, beberapa juga sempat saya minta untuk diperbaiki. Sehingga saran saya bagi calon pengantin yang ingin menggunakan jasa Studio 13 juga, sepertinya untuk pemasangannya harus betul2 diawasi supaya sesuai dengan keinginan. Selebihnya, bagus kok.

Berikut ini output dekorasi dari Studio 13 saat masih  plain, karena pada dekorasi siraman terdapat tambahan bangku, dan peralatan siraman dan pada dekorasi pelaminan terdapat tambahan alas sofa dan standing flower:

a

Pelaminan gebyok Jawa

a1

Gazebo Siraman by Studio 13, kalau gebyok & alasnya dari Sanggar Dewi Sri

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart

Raihan Tenda / Studio 13 Decoration
Blok E 59 No.1 Pamulang, Jl. Benda Timur XI B, Banten 15415
Sunarto : 081510116742

[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject: Chalkboard Backdrop

Selamat sore, semoga hari-hari penuh deadline ini penuh kelancaran dan kebaikan ya. Alhamdulillah hari ini semua target sudah selesai dikerjakan. 🙂

Langsung saja ya, kali ini saya mau bercerita tentang salah satu #DIYBrideProject yang saya buat untuk hari pernikahan Bulan Mei lalu, yaitu chalkboard backdrop. (Cerita tentang #DIYBrideProject sebelumnya dapat dilihat di My #DIYBrideProject : Souvenir Siraman dan Pengajian) Bagi yang belum pernah mendengar istilah ini, seperti namanya, chalkboard backdrop adalah backdrop menyerupai papan tulis yang biasanya berisi tipografi artistik dan atau lukisan, yang nantinya digunakan untuk berfoto. Penggunaan chalkboard backdrop seringkali dijumpai pada pesta pernikahan barat, terutama yang mengusung tema garden party. Trying to adopt the idea on your wedding? Why not? 

Saya terinspirasi dengan chalkboard backdrop ini awalnya dari instagram milik desainer muda Ayu Dyah Andari. Saat itu, salah satu pengantin yang menggunakan jasa Ayu Dyah Andari, berfoto dengan menggunakan chalkboard backdrop. Karena tertarik dan penasaran, saya mencoba gali lebih dalam tentang cara pembuatan backdrop ini. Ternyata caranya sangat sederhana, yakni menggunakan 2 buah triplek yang disatukan dan dicat hitam. Selanjutnya kita hanya perlu berkreasi sesuka hati menggunakan kapur tulis. Setelah itu, bisa juga ditimpa dengan menggunakan cat putih. Free style!

Berikut ini contoh-contoh inspirasi untuk desain chalkboard backdrop :

Siapa yang jatuh cinta dengan chalkboard-chalkboard di atas? Sayaaa! Dan karena saya ga modal ingin segala sesuatunya penuh kesan, alih-alih memesan jasa pembuatan chalkboard backdrop, saya berencana membuat sendiri chalkboard ini. With a dull skill dan hanya bermodalkan guru-guru dan teman-teman yang sering bilang tulisan saya bagus, I believe in myself.

Saya berencana membuat backdrop ini awal Mei, dua pekan sebelum pernikahan kami digelar. Qadarullah, pekan ketiga April saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Tangan kiri saya retak. Rencana pembuatan backdrop ini pun dengan terpaksa harus saya batalkan demi kebaikan saya sendiri. Manusia memang hanya bisa berencana ya, Allah yang berkehendak. Proses pembuatan #DIYBrideProject lainnya, yakni paper flower (ceritanya akan segera menyusul) pun harus terhenti disini. Sedih? Yes. Do I have any reason to be angry with God? No.

Setiap pekan sebelum pernikahan, saya harus melakukan terapi pijat tradisional ke Gunung Bolang. Tangan kiri saya benar-benar tidak dapat melakukan apapun. Gerakan sangat terbatas. Jangankan menyelesaikan pembuatan backdrop ini, berwudhu dengan sempurna pun saya belum bisa.

Tapi, siapa sih yang tidak tahu kalau Tika anaknya keras kepala? Eventhough I know pretty well that I am not capable of making the backdrop, I just can’t erase that idea from my head. Akhirnya sehari sebelum akad nikah, saya meminta tolong kepada Bapak untuk menyiapkan triplek, cat hitam, dan kapur tulis. Padahal hari itu ada acara pengajian pernikahan dan seserahan. Kapan mau buatnya coba?

Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak bantuan dari teman Bapak, Om Zul, untuk mengecat triplek menjadi hitam. Dan akhirnya pada malam hari (iya, sebelum besoknya siraman dan akad nikah), saya dan Bapak memasang triplek hitam di salah satu dinding rumah. Say whaaaat?

Sekitar pukul 22.30, saya mulai berkreasi dengan kapur di atas papan hitam tersebut. Tanpa pola awal. Tanpa pensil. Tanpa skets. Langsung kapur. Hanya dengan tangan kanan. Semua keluarga geleng-geleng kepala. Bapak mengawasi selama saya menulis di papan dengan kursi, khawatir saya terjatuh. Ibu berkali-kali menyuruh saya tidur, sambil mesam mesem. Tapi anaknya tetap keukeuh markeukeuh, tidak bergeming. Hehehe.

Alhamdulillah, jam 12 kurang, jadilah chalkboard backdrop ini.

img_6364

Unbelievable!

Ada yang mau dibuatkan kaya gini? Boleh loh, sekarang tangan saya sudah sembuh, dan yang jelas, nanti pasti dibuat sketsnya dulu hehehe.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Story How I Hire Every Decoration as Wedding Decorator

Love at the first sight, mungkin itu yang paling menggambarkan saya dengan Every Decoration. Pertama kali saya menemukan vendor ini adalah tidak sengaja lihat di instagram (well, nothing happens coincidentally, dont you think ?) dan saya suka sekali dengan pelaminan modern berwarna putih dengan aksen-aksen bunga pastel yang digunakan. Berikut ini contoh dekorasi Every :

Capture2

Mini Gallery di Kartika Chandra

Sebelumnya saya juga sempat menghubungi Lotus decoration, yang juga saya suka sekali, tapi langsung kibar bendera putih ketika tau harganya haha. Untuk mendekor Deptan, Lotus mematok harga start from 80 juta. Huaaa! Bye bye lotus, you are just too expensive to be true hahaha. Lagipula kita bukan tipe orang yang mau spend much untuk dekorasi. We will allocate the money for the food instead.

Sebelumnya juga sempat survey ke Mamanya Arfin yang bekerja sebagai decorator di Akasya Catering. Jangan ditanya lagi, Akasya Catering ini digunakan pada pernikahan Dude Harlino & Alyssa Soebandono, kemudian beliau juga pernah ikut menjadi tim dekorasi pada pernikahan anaknya Bakrie di Bali yang menghabiskan dana milyaran hanya untuk dekorasi saja! Tapi kalau kami jadi dengan beliau, beliau nggak membawa nama Akasya, tetapi pribadi saja dengan teman-teman lainnya, sehingga bisa lebih murah hihi. Kami dapat banyak sekali masukan dari Mamanya Arfin, beliau sangat ramah dan berpengalaman menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat acara pernikahan. Sooo happy, thank you Tante! 🙂

Sebenarnya ada banyak vendor dekorasi yang sempat membuat saya tertarik, di antaranya Rich Art Decoration, K’Jogja Decoration, Mawarprada Decoration, Butterfly Eventstyling tapi saya belum pernah sampai meminta pricelist, hanya browsing2 saja. Saya masih mau survey ke Every Decoration dulu. Saya cuma berdoaa, semoga harga Every masih reasonable dan affordable. Akhirnya saya coba kontak by email untuk meminta pricelist, dan Every pun memberikan harga dasarnya. Ohya biasanya kalau vendor dekorasi memang nggak memberikan pricelist seperti catering karena semuanya tergantung. Tergantung gedung, tergantung model, tergantung item, tergantung request. Alhamdulillah harga dasarnya masih memungkinkan. Kami juga sempat meminta referensi pricelist beberapa vendor dekorasi lain seperti Agung Decoration, Rumah Kampung Decoration, dan Janur Kuning Decoration. Tapi harganya rata-rata di atas harga dasar Every Decoration. Hmmmm simpen aja dulu.

Bulan September 2015 kami mengunjungi Gebyar Pernikahan Indonesia. Setelah melihat daftar exhibitornya yang memang familiar dan beberapa merupakan incaran, kami datang dengan tujuan : survey dan dealing vendor dekorasi. Apalagi biasanya saat pameran, vendor – vendor memberikan penawaran menarik dan diskon pameran. Kami juga mendaftar via email supaya dapat tiket masuk gratis hehe *tetep.

Pertama, langsung dong mengunjungi boothnya Every decoration. Kami bertemu dengan marketingnya yaitu Mas Robby dan Mba Djuju. Kami mendapatkan penawaran harga dasar yang sama dengan yang ditawarkan pada saat email.

Item yang diperoleh dari harga dasar :

  • Pelaminan 1 set, include 6 standing flower dan kursi di pelaminan
  • Taman pelaminan
  • 6 standing flower untuk di area red carpet
  • Red carpet
  • Dekorasi pergola pengantin, lengkap dengan lampu kristal dan bunga juntai
  • Dekorasi pembatas area VIP
  • Dekorasi pergola penerima tamu beserta lorong selamat datang
  • 4 buah kotak angpao beserta bunga
  • BONUS : hand bouqette
  • BONUS : janur kuning

Untuk panggung music, frame screen, photobooth, mini gallery, itu harga di luar paket which is harus nambah lagi kalau mau menggunakan item tersebut. Sementara 4 item ini adalah 4 item yang kami inginkan ada di acara. Hemmm kalau dihitung – hitung sepertinya lumayan juga.

Akhirnya dengan berat hati kami coba cari vendor lain. Kita datang ke booth Eko N Friends Decoration. Dapat informasi vendor ini dari Kak Dina yang menggunakan Eko N Friends dalam acara pernikahannya. Harga dasarnya sama dengan yang ditawarkan Every.

Kami bertemu dengan Mas Eko langsung. Overall item yang ditawarkan dalam paket dasar sih sama, namun standing flower yang diberikan Eko lebih banyak yakni 10 buah sehingga dapat digunakan juga di bagian foyer gedung. Dekorasinya juga lumayan bagus, meskipun dengan style yang berbeda dengan Every Decoration. Tapi setelah ngobrol panjang lebar, ternyata Eko N Friends tidak bisa membuatkan lorong untuk foyer Deptan karena harus menggunakan rangka tenda, sehingga kami harus menambah 7,5 juta untuk dekorasi foyernya. Namun apabila deal di pameran, kami akan mendapat bonus mini gallery dan frame screen. Tempting ? Yes. Apalagi 4 Item tambahan dari Every Decoration juga masih belum jelas totalnya jadi berapa.

Kami nggak lepas dari hitung-hitungan. It’s a must! Wajib hukumnya bride to be selalu menghitung dan membandingkan penawaran yang diberikan berbagai vendor. Si mas lebih condong ke Eko N Friends Decoration, doi juga sudah mau ambil uang untuk DP Eko N Friends Decor. Katanya, bonusnya lumayan, apalagi Every masih belum jelas totalnya berapa. Tapi saya tetep keukeuh bilang ke Mas, kalau sebaiknya pastikan dulu nominal dari Every Decoration, lalu baru dibandingkan dengan Eko N Friends Decoration.

Selepas shalat maghrib, kami kembali menghampiri booth Every Decoration dan minta tolong dihitung totalannya. Saya sudah siap-siap, kalau harganya melebihi batas maksimal kami, mau ngga mau kami harus melepas Every dan survey ke vendor lain. Dan karena sudah malam, kami harus kembali ke GPI besok (nggak apa apa, tiket masuknya freepass kok)

Kamu percaya jodoh ?

“Gini aja deh Mba Tika, karena kita lagi pameran, XX juta (harga paket dasar), semua yang mba mau tadi, kita kasih”, he said.

Respon pertama setelah dikasih tau itu ? Mangap. Selebar lebarnya.

Saya nggak bisa langsung percaya. Walaupun mukanya udah keliatan kesenengan dan nggak bisa kontrol. Saya pastikan lagi, berkali kali. Item item apa aja yang akan saya dapatkan. And everything seems clear. 

So, this is how I hire Every Decoration as my decorator 🙂

Item yang diperoleh sebagai berikut. Ohya yang kursi futura itu additional dari kami karena kursi yang disediakan gedung kurang banyak. Yang bertanda hati adalah yang sebelumnya tidak kami dapatkan di paket dasar. Banyak yaa bonusnya…kami juga dapat 4 buah buku tamu dan bahkan saat hari H kami dikasih meja consule lebih dari deal awal.

Item

Dan karena deal dengan Every saat pameran, kami mendapatkan kupon undian doorprize. Lumayan hadiahnya, dari voucher menginap di hotel, sampai cincin nikah, dan paket bulan madu. Tapi sayangnya ya udah ditungguin sampe jam 9 malem tapi belum beruntung. Nggak papa 🙂 Padahal mah mupeng, ngerasa punya kupon banyak. Dan ternyata yang menang door prize kebanyakan adalah yang transaksinya hari itu banyak sekali, tau gitu selama ini survey2 aja tapi dealing nya di pameran ya biar dapat banyak kupon hehehe.

Jpeg

Kupon Undian Doorprize

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart.

Every Decoration
everydecoration@yahoo.com
everydecor@gmail.com
Effri (081299199116) / Robby (08128762274) / Djuju (085711695539)

With <3,
Dwi Mustika Handayani