[The Wedding Journal] Review : Alfabet Catering Preparation and Performance

Assalamualaikum, apa kabar brides? ūüôā

Beberapa hari yang lalu ada seorang pembaca blog yang menanyakan menu apa saja yang saya pilih untuk resepsi pernikahan kami, jadi inget kalau belum sempat mereview performance vendor yang satu ini di hari H pernikahan kami.

So, here we go.

Setelah deal, tetap ada beberapa hal yang perlu kami koordinasikan dengan pihak catering, yakni :

Pertama, perlengkapan di area VIP yaitu round table, goblet, dan napkin.

Kami perlu¬†berkoordinasi dengan pihak catering untuk menyediakan round table, goblet, dan napkin sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Kemarin kami pesan 8 buah round table (masing – masing 6 kursi) untuk mengakomodasi tamu VIP kami. ūüôā

IMG_0043

Kedua, layout catering pada venue.

Ini penting ngga penting sih, tapi dipentingin aja ya hehehe. Karena kita setidaknya perlu mengetahui, di titik mana saja buffet dan stall akan diletakkan, dimana tempat menyimpan makanan, dimana saja letak meja untuk piring kotor, titik-titik petugas catering, dan bagaimana alur waiter meloading makanan . Sebaiknya hal ini juga dilakukan bersama tim dekorasi supaya semuanya selaras, terutama terkait alur waiter dalam meloading makanan, jangan sampai alurnya terhalangi oleh properti dekorasi karena akan mengganggu kinerja waiter pada hari H. Biasanya, masing-masing vendor catering sudah punya cara dan SOP sendiri untuk mengatur buffet dan stall sesuai dengan venue pernikahan. Tapi ngga ada salahnya kok mensinkronkan kembali dengan pihak dekorasi. Malah lebih bagus lagi, kalau vendor dekorasi ternyata  sudah sering bekerja sama dengan vendor catering. Jadi istilahnya, sudah mengerti satu sama lain gitu deh cieeee.

Ketiga, meja dan cover untuk area penerima tamu

Ini juga saya baru tau kalau meja dan cover pada area tamu disediakan oleh pihak catering, awalnya saya pikir dari dekorasi. Ternyata tujuannya adalah supaya cover meja penerima tamu senada dengan meja catering. Akhirnya kami meminta pihak catering menyediakan 4 buah meja cuntuk penerima tamu.

Keempat, menu.

Pemilihan menu ini sifatnya fleksibel, tidak harus sama persis dengan penawaran yang diberikan tim marketing saat di awal survey. Kita bisa menambah, mengganti, atau mengurangi porsi pesanan sesuai dengan keinginan. Walaupun tentu saja, tidak kurang dari jumlah porsi normal/standar untuk jumlah tamu yang kamu undang. Untuk menghitung jumlah porsi, bisa dilihat di Tips Menghitung Jumlah Porsi Catering pada Resepsi Pernikahan.

Untuk memutuskan menu apa saja yang akan dipilih, kita dapat melakukan test food, supaya kita betul-betul mengatahui cita rasa dari masing-masing masakan. Jangan lupa untuk memperhatikan komposisi yang balanced. Untuk hal ini dapat didiskusikan dengan tim marketing dari catering. Misalnya, biasanya dalam 1 piring menu buffet, perlu ada keseimbangan dari beberapa jenis makanan (misalnya perbandingan lauk kering dan basah, atau jenis ayam/sapi/seafood), dan juga cita rasa (misalnya oriental, asam, asin, dlsb. Intinya jangan sampai ngga nyambung / too much). Tapi, sepertinya orang catering lebih paham ini deh hehe.

Akhirnya, berikut ini komposisi menu yang kami pilih :

Buffet

  • Nasi putih, makanan pokoknya orang Indonesia ūüėÄ
  • Nasi goreng : nasi goreng smoked beef.
  • Sup : sup kepiting asparagus. (saran : apabila memilih menu ini, sebaiknya tidak memilih menu zuppa soup, karena keduanya creamy, cukup berat untuk perut. Kalau tetap mau memilih menu zuppa soup, ada beberapa pilihan sup yang bisa dipilih, sup iga asam pedas misalnya)
  • Ayam : ayam panggang sereh .
  • Daging sapi : oseng sengkel lombok kethok.
  • Lainnya : udang sereal, nah ini dia lauk kering yang dipilih untuk mendampingi 2 lauk agak basah sebelumnya.
  • Sayur : sapo tahu seafood¬†(awalnya kailan dua rasa)
  • Aneka salad.
  • Sambal + kerupuk + acar.
  • Aneka buah potong + es lecy. Bisa dipilih tambahannya mau cocktail buah atau es lecy, kami pilih es lecy ūüôā
  • Aneka juice. Kami pilih mixed jambu dan mixed strawberry karena super fresh, tapi pada dasarnya, bebas kok, kembali lagi ke selera masing – masing. Ditambah ice¬†lemon tea.
  • Aneka snack. Biasanya berisi beberapa cake yang super nyum dan snack lain seperti risoles, biterballen, kornet kentang, dll. Saya pribadi suka sekali dengan kue cokelat dan cheesecake dari Alfabet. Snack-snack lain juga sangat¬†savory ūüôā
  • Air putih (saran : kira-kira jumlah air putih 5 kali jumlah porsi buffet)

Stall

Menu stall kami didominasi oleh menu sajian Nusantara alias masakan Indonesia. Kami tidak memilih menu yang too western karena prinsipnya, sesuaikan dengan tamunya, pilih yang banyak yang suka, dan yang penting cita rasanya oke :D.

  • Kambing guling dan lontong
  • Dimsum. Karena sudah ada dimsum, kami tidak memilih menu siomay.
  • Aneka pasta (fettucini white sauce, macaroni panggang, lasagna). Untuk fettucini white sauce akan disajikan pertama karena dimasak langsung di tempat.
  • Korean BBQ, disajikan dengan kimchi. Perbedaannya dengan Mongolian BBQ adalah Mongolian BBQ berisi beef + chicken, sementara Korean BBQ berisi beef saja. Sempat ragu memilih menu ini, antara mongolian BBQ, korean BBQ, atau beef teriyaki. Namun karena beef teriyaki disajikan dengan nasi, maka kami coret. Antara mongolian dan korean, tim Alfabet menyarankan korean karena termasuk salah satu menu yang menjadi favorite. Sip deh.
  • Empal gentong, pesenan Ibu.
  • Mie jawa, ini juga dimasak langsung di tempat. Surprisingly tasty, menu ini baru kami masukkan di saat-saat terakhir.
  • Salad solo
  • Sate ayam + lontong. Orang tua maupun anak – anak biasanya suka sate ayam :9
  • Baso malang
  • Dutch corner (Chocolate melt + ice cream dan waffle + ice cream). Sebenarnya boleh pilih 2 menu antara¬†poffertjes, waffle, chocolate melt cake, dan¬†chocolate fountain. Selain chocolate fountain, masing-masing disajikan dengan ice cream. Awalnya saya mau chocolate fountain (karena saya suka banget ini!), tapi ada hal yang menjadi concern yaitu tampilan. Stall chocolate¬†fountain biasanya hanya manis di awal, lama-lama kotor karena cokelat yang¬†berceceran. Walaupun bercecernya di plastik penutup taplak, kami khawatir hal tersebut justru akan mengurangi selera makan.

Nah, itu dia menu-menu yang saya pilih untuk acara resepsi pernikahan. Kalau diperhatikan lebih cermat, dari¬†10 jenis menu stall yang dipilih, 3¬†menu merupakan perpaduan dari italian, korean, ¬†dan chinese food, 1 menu untuk snack (dutch corner), dan 6 sisanya merupakan sajian menu nusantara. Awalnya mau menambahkan 1 lagi menu western antara cordon blue / fish and chips, tetapi ada¬†beberapa perimbangan sehingga¬†tidak jadi hehe. Kemudian, dari 6 menu nusantara yang dipilih, 3 di antaranya merupakan menu berkuah panas yang disajikan dengan mangkuk, yakni empal gentong, baso malang, dan mie jawa, sementara sisanya cenderung lebih kering. Dari awal kami¬†tidak ingin menambahkan menu nasi (misal nasi liwet) di stall karena menurut kami nasi di buffet sudah cukup. Kami tidak dianjurkan menambah d’crepes karena kami sudah memiliki dutch corner. Kebab pun tidak direkomendasikan untuk komposisi ini karena akan menjadi terlalu berat di perut hehe. Di antara menu di atas, menu yang kami lebihkan porsinya adalah empal gentong dan baso malang karena cukup banyak peminat (kami siapkan masing2 500 porsi). Dan benar saja loh, udah sebanyak itu tetep ludessss laris maniiis hehehe alhamdulillah..

Kelima, warna dekorasi dan kain table runner.

Biasanya pihak catering langsung menanyakan warna apa yang diinginkan untuk dekorasi catering. Hmm ini salah satu hal yang penting juga, karena meja-meja catering ini nantinya sangat berkontribusi dalam menampilkan mood tone dari pernikahan. Walaupun sebenarnya kita bisa memilih warna dekorasi berdasarkan foto saja, imho sebaiknya kita melihat bahannya secara langsung sekaligus mencocokkan warna. Kalau dari Alfabet ada 3 pilihan yang dapat kita kombinasikan yaitu cover yang menutupi mejanya langsung, list/brukat yang menghiasi/melapisi cover, dan runner yang diletakkan di atas cover. Sekarang ini banyak yang pakai brukat sebagai penghias cover, atau kain bermotif bunga-bunga shabby (tapi saya kurang suka kalau meja catering pakai motif bunga-bunga shabby).

Akhirnya kami ke Alfabet untuk memilih kain. Dengan dibantu oleh petugas disana, kami mencoba memadu padankan beberapa pilihan kain yang masuk ke mood tone pernikahan kami. Terpilihlah warna cover cream,  list peach, dan runner gold tembaga. Seperti ini :

IMG-20160117-WA0025

Pemilihan warna tersebut sudah cocok sih dengan tema¬†pernikahan kami yang inginnya cream- gold -peach, tapi ternyata saat kami technical meeting H-7 (Hari Jumat), kok warnanya jadi kurang cerah. Saya merasa kurang cocok (kata Ibu dan Bapak, sudahlah sudah…tidak apa apa kok, repot kalau ganti-ganti lagi). Akhirnya saya meminta Masun untuk datang lagi ke Alfabet hari Minggunya.¬†Saya tidak bisa ikut karena harus terapi urut tangan yang patah. Dari awal ibu sudah mewanti-wanti, bahwa hari itu harus ambil keputusan final. Apapun itu. Gapake bolak balik lagi. Hehehe waduh diultimatum sama kanjeng ratu hehe. Kemudian menurut masun, bagian cover itu bisa bolak balik warnanya (anggap side A dan side B), kemarin yang side A itu yang agak gelap, sehingga diganti saja menjadi side B. Petugas di Alfabet menyatakan warna yang side B itu sudah terang dan bagus untuk acara pernikahan. Hmmm, tapi kadang untuk hal-hal seperti ini sulit kalau menggunakan persepsi ya, apalagi cuma berdasarkan foto, harus benar-benar dinilai dan dilihat langsung agar sesuai dengan yang kita mau.

Akhirnya, saya kembali lagi ke Alfabet hari Rabu (which is H-3 hahaha, anak bandel) untuk kembali memastikan kainnya. Dan benar dugaan saya saat itu, bahwa baik sisi yang cerahnya pun, saya masih merasa kurang cocok.¬†Akhirnya saya request untuk minta ganti kain, mulai beralih ke kombinasi white,¬†peach dan baby pink, namun sayangnya, banyak brukat white¬†juga sudah full booked¬†untuk event weekend itu. Hehe saya maklum sih, namanya juga berubah pikiran¬†mendekati hari H hehehe. Di tengah – tengah kebingungan mau pakai yang mana (setelah banyak pilihan kain available disodorkan), saya iseng melihat-lihat dokumentasi lama yang ada di pajangan dinding Alfabet, daaaaaaaaaan…. ¬†ada kombinasi warna yang saya suka, alhamdulillah¬†ternyata warna tersebut masih available karena merupakan model lama. Bagi saya model lama itu tidak menjadi masalah, karena saya justru suka sekali warnanya ‚̧

Jadi seperti ini deh hasilnya ūüôā

Post IMG_6432

Abaikan Galon

Selama performance di hari H, alhamdulillah aku sangat puas karena :

  • Rapih dan cukup sigap.
  • Tim juga care dengan kebutuhan pengantin dan orang tua di stage, dari jam 11-1, kurang lebih 3 kali waiter naik pelaminan untuk membawakan minuman, jus, dan cemilan ringan.
  • Pengepakan makanan sisa juga sangat rapi, tidak seperti beberapa catering¬†yang biasanya membungkus makanan sisa dengan¬†plastik makanan 5 dan 10 L, tim Alfabet mengemasnya dalam box-box makanan. Jadi tetap rapih ūüôā
  • Dikasih kadoooo, 1 buah tas bahu, thank you Alfabet ūüôā
  • Penghitungan porsinya cukup tepat, pukul setengah 1 siang dapat info dari teman-teman yang hadir bahwa makanan masih melimpah.
  • Feedback dari kerabat yang hadir juga¬†sangat baik terkait taste hidangan yang disajikan, Happy tummy ‚̧
IMG_6426

Dekorasi Dutch Corner, ini lucu banget terus petugasnya juga pakai baju dan topi ala ala Holland.

Post IMG_6419

Alhamdulillah, terima kasih Alfabet, score 9.5 out of 10.

Featured image source here.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love¬†‚̧

Advertisements

[The Wedding Journal] Tips Menghitung Jumlah Porsi Catering pada Resepsi Pernikahan

Selamat siang, selamat berakhir pekan ya brides! Kali ini saya mau bercerita seputar tips dalam menghitung porsi catering pada resepsi pernikahan. Saya memperoleh ini dari diskusi dengan beberapa vendor catering, terutama catering yang saya gunakan pada acara pernikahan saya (Lihat Survey Review : Alfabet Catering). Silahkan disimak, semoga berkenan ya.

Nah, kalau kamu sudah menentukan jasa catering mana yang kamu gunakan (LihatHow to Find a Catering Service for Your Wedding), selanjutnya kamu perlu menentukan banyaknya porsi makanan yang kamu pesan. Dalam menjamu tamu undangan yang hadir, pastinya kita tidak ingin makanan yang kita pesan habis dalam waktu sekejap bukan? Meskipun demikian, pemesanan makanan berlebih sehingga mubadzir dan terbuang sia-sia juga sebaiknya dihindari. Bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik?

So how to manage this?

Step 1: Jumlah Undangan x 2

Ketika kamu mengundang banyak tamu, pastikan bahwa kamu juga memesan cukup makanan untuk menjamu semua tamu yang hadir. Sayangnya, budaya pernikahan di Indonesia tidak lazim menggunakan sistem RSVP, walaupun RSVP sangat membantu untuk menentukan jumlah dan jenis makanan yang kamu pesan. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengalikan jumlah undangan dengan faktor 2. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa tamu yang diundang akan membawa serta pasangannya. Walaupun ada juga yang membawa serta keluarganya untuk hadir, atau datang seorang diri, mengalikan dengan faktor 2 masih dirasa paling ideal hingga saat ini.

Step 2 : Tambahkan dengan jumlah keluarga dan panitia

Sibuk memikirkan tamu undangan jangan sampai membuatmu lupa tentang keluarga. Tambahkan jumlah keluarga kalian berdua ke dalam jumlah di atas. Kamu bisa memperkirakan ini dari mendata keluarga dari kamu, pasangan, dan orang tua masing-masing.

Step 3 : Mengurangi dengan faktor ketidakhadiran (umumnya 10%)

Ketika kita mengundang tamu, tidak ada yang menjamin bahwa semua tamu undangan dapat hadir. A hundred percent attendance is a super rare thing. Beberapa tamu mungkin memiliki agenda lain yang membuat mereka tidak dapat hadir, apalagi kalau sebagian tamu adalah orang penting. Oleh karena itu, lakukan pengurangan sebesar 10% dari porsi total awal. Angka ini bisa kurang, lebih, atau tidak sama sekali, sesuai dengan kondisi masing ‚Äď masing keluarga. Bisa jadi, kamu juga menyebar undangan online juga yang memungkinkan banyak temanmu hadir, sehingga kamu justru menambahkan dan bukannya mengurangi. Atau misalnya, banyak undangan yang lokasinya jauh dari tempat resepsimu, sehingga kemungkinan besar tidak hadir. Pertimbangkan juga seberapa baik relasi yang kamu bangun dengan para tamu undangan. Your careful consideration is very important for this.

Jadi, seandainya kamu menyebar 750 undangan dan menggunakan faktor ketidakhadiran sebesar 10% ini, maka :

Total                                      : 750 x 2 = 1500 pax
Faktor Ketidakhadiran    : 10% x 1500 = 150 pax
Hasil¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† ¬† : 1500 ‚Äď 150 = 1350 pax

Sehingga, 1350 pax merupakan jumlah yang perlu kamu pesan.

Step 4 : Perbandingan Buffet dan Stall. Rasio 60 : 40 dan 50 : 50

Kita juga perlu bijak dalam membagi porsi pada buffet dan stall. Sebagai panduan umum, perbandingan 60:40 biasa digunakan untuk acara pernikahan pada siang hari, yang artinya 60% porsi buffet, dan 40% porsi stall. Misalnya hasil dari 3 step di atas menghasilkan angka 1000, maka 60% x 1000 = 600 porsi buffet (kalau kamu mendapatkan angka tanggung, biasanya dibulatkan sehingga dapat dibagi 50). Sementara acara pada malam hari umumnya menggunakan perbandingan 50:50 karena para tamu biasanya lebih memilih untuk mencari menu makanan ringan pada stall dibanding makanan berat pada buffet.

Step 5 : Perbandingan 1:5. 1 Porsi Buffet Setara dengan 5 Porsi Stall

Pernahkah kamu hadir pada pesta pernikahan, makan satu porsi pada stall, kemudian pulang, padahal masih banyak pilihan menu pada stall lain? Tentu tidak! Setelah menyantap satu hidangan, biasanya tamu undangan akan berkeliling dan mencoba hidangan yang lain. Oleh karena itu, kalikan jumlah porsi stall dari perhitungan sebelumnya dengan 5, sehingga :

Jumlah Porsi Buffet         : 60% x 1000 = 600 porsi
Jumlah Porsi Stall            : 40% x 1000 x  5 = 2000 porsi

!Tips : Daripada mendistribusikan sedikit porsi pada banyak menu stall, lebih baik lebih sedikit stall namun dengan kapasitas porsi sedang-besar (400-500 porsi /stall). Saat ini banyak penyedia jasa catering yang memberi penawaran menggiurkan dengan banyaknya jenis stall yang diberikan (apalagi kelihatannya lezat-lezat, bikin mau semua hehe), namun hanya 150-200 porsi/stall. Penghitungan seperti ini memungkinkan porsi stall mu habis dalam waktu yang sangat singkat.

!Tips : Untuk penyediaan air putih, satu porsi buffet sebaiknya setara dengan lima gelas air putih.

Contoh Order

Berikut ini adalah contoh order yang saya buat kemarin. Undangan yang saya sebar adalah 750 undangan. Belum termasuk keluarga dan teman-teman yang diundang dengan undangan online. Namun karena banyak yang kemungkinannya kecil untuk hadir, kami anggap 750 undangan tersebut sudah termasuk keluarga. Sehingga kami hanya tambahkan ekstra 50 menjadi 800.

Secara teori

Total                                      : 800 x 2 = 1600 pax
Faktor Ketidakhadiran      : 10% x 1600 pax = 160 pax
Hasil¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : 1600 ‚Äď 160 = 1440 pax => kami turunkan ke bawah menjadi 1400 karena berbagai pertimbangan.

Jumlah Porsi Buffet            : 60% x 1400 pax = 840 porsi => dibulatkan 850
Jumlah Porsi Stall               : 40% x 1400 pax x 5 = 2800 porsi.

Meskipun demikian, kami merasa perbandingan 60:40 ini idealnya untuk pesanan maksimal 1000-1200 pax. Kami merasa 850 pax untuk buffet itu terlalu banyak, sehingga kami memutuskan hanya memesan 750 pax buffet dan mengalokasikan sisanya untuk menambah stall. Kalau kamu melakukan ini juga, ingat perbandingan 1 porsi buffet adalah 5 porsi stall ya, brides. Penambahan beberapa undangan di akhir membuat ibu (dan saya) terlalu khawatir makanannya kurang sehingga kami menambah stall lagi, padahal pihak catering berkali kali meyakinkan kalau makanannya sudah cukup. Thanks Mbak Rossi for assuring us!

Realisasi

Total Pesanan                    : 1400 pax
Jumlah Porsi Buffet         :  750 porsi.
Sehingga jumlah porsi stall seharusnya (1400-750)x5 = 3250 porsi
Jumlah Porsi Stall             : 3400 pax, kami lebihkan 150.
Ditambah bonus waffle ice cream dan molten cake 600 porsi, totalnya menjadi 4000 porsi stall.

Sehingga kalau dihitung ulang, 750 porsi stall dan 4000 porsi buffet ini adalah total porsi untuk 1550 pax, dengan perbandingan buffet:stall adalah 48:52

Alhamdulillah, dari laporan kerabat yang hadir, pada pukul 12.30 makanan pada stall dan buffet masih berlimpah. Dan setelah makanan sisa diberikan ke keluarga pun, bagi keluarga tidak over, cukup untuk dibagi-bagikan ke keluarga dan dimakan sampai keesokan harinya. Kalau teman-teman ada yang hadir terlambat pada pernikahan kami dan kehabisan makanan setelah pukul 1 siang, itu karena pihak catering sudah mulai berbenah.

Demikian, semoga bermanfaat ya.

Plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

[The Wedding Journal] Survey Review : Dwi Tunggal Citra Catering

Pertama kali dapat rekomendasi catering ini dari Kakak Ipar, menurutnya untuk soal taste dia oke. Setelah itu saya langsung browsing dan lihat review dari web, reviewnya lumayan bagus dan sepertinya rasanya enak. Pasalnya DTC ini saingan berat sama Alfabet hihi. Dekornya juga nggak pelit, cantik cantik, penuh bunga -bunga. Untuk dekorasi, menurut saya DTC lebih cantik dari Alfabet. Walaupun ada juga yang bilang dekorasinya too much. Selain itu DTC ini terkenal sekali dengan cake cornernya.

Chocolate_Fountain_1

Chocolate fountain. Sumber

Tanpa basa-basi lagi saya mencoba menghubungi marketing DTC untuk mendapatkan pricelist. Untuk masalah harga, DTC bersaing sama Alfabet. Untuk menu buffeet, DTC lebih murah Rp 5.000 daripada alfabet (Rp 80.000 untuk menu A). Sementara untuk harga menu stall, ada yang lebih mahal dari Alfabet, ada juga yang lebih murah, dari Rp 15.000 РRp 40.000/porsi

Setelah meminta pricelist¬†pun minta jadwal test food. Rupanya test food di DTC dilakukan di kantor DTC langsung di¬†Jalan Dempo, Mayestik, Kebayoran Baru. Saat kami kesana suasana ramai sekali. Tapi yang bikin bete adalah, kami somehow dicuekin sama marketingnya padahal kami sudah buat janji sebelumnya :(. Minus satu disini, karena waktu di Alfabet seramai apapun kami tetap dilayani¬†dengan ramah¬†meski harus menunggu. And for us, service is everything ūüôā

Untuk review makanannya, cekidot!

  • Pasta :¬†¬†pasta DTC superenak dan creamy. Pasta terenak yang pernah saya¬†coba dari beberapa catering, apalagi saya¬†pecinta pasta. Waktu itu saya mencoba¬†lasagna dan penne schotel. Soo yummy ‚̧
  • Beef sausages : enak¬†sih, tapi kurang¬†tertarik
  • Baked potato cheese¬†:¬†again, super creamy
  • Beef braise & potato au gratin :¬†again, creamy yummy, ini enaak
  • Salmon en courte nya : TOP (tapi si mas ga suka salmon)
  • Sapi lada hitam¬†:¬†rasa lada hitamnya sangat kuat
  • Ayam kungpow kacang mede¬†:¬†biasa banget, potongan ayamnya kecil kecil
  • Ikan steam bali :¬†potongannya besar, dan ini enak
  • Ikan bumbu asia¬†: lumayan tapi biasa aja
  • Dimsum¬†: lumayan
  • Siomaynya enak¬†:¬†tapi bumbu siomaynya pedas (si¬†mas juga ngakuin)
  • Cake kuning gatau namanya apa, kayu manisnya terasa kuat, rempah yang lainnya juga,¬†justru jadi enek. Tapi cake cokelat pandannya cukup enak.

Untuk menu menu western, apalagi yang creamy cheesy gitu saya akui memang DTC juara banget, tapi nanti di nikahan saya kayanya tidak membutuhkan banyak menu menu seperti itu, hanya ada beberapa, sisanya didominansi menu Indonesia aja. Karena bagi kami, yang terpenting bukan makanan Рmakanan yang wah banget, cukup yang lazim, yang penting semua orang suka. Kalo kata ibu : kalo makanannya kaya gitu nanti kamu doang yang doyan (padahal mah nggak juga hehe, tapi memang ini perlu dipertimbangkan). Untuk menu Рmenu yang kami tertarik untuk gunakan, justru tidak banyak tersedia saat test food. Memang sepertinya DTC menjagokan menu-menu western sebagai andalannya. Jadi, kita nggak jadi pake DTC, jadi semakin fix dan mantap  untuk menggunakan Alfabet Catering.

Semoga bermanfaat, plan every single detail of your wedding with heart ūüôā

Dwi Tunggal Citra Catering
dwitunggalcitra@gmail.com

With love ‚̧
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Review : Alfabet Catering

A to Z the art of catering service

Demikian slogan dari PT. Alfabet Cahaya Dunia, penyedia jasa catering yang akhirnya saya gunakan pada resepsi pernikahan. Alfabet merupakan penyedia jasa catering non package, sehingga untuk dekorasi, entertainment, rias dan lain sebagainya, harus kita cari terpisah apabila mau menggunakan catering ini.

Jpeg

Dekorasi buffet saat survey di PTIK

Pertama kali saya mencoba Alfabet Catering adalah di resepsi pernikahan salah satu teman, dan saya suka makanannya. Sebenarnya dari awal memang mau ini tapi masih mencoba survey vendor lain to be sure.

Langsung saya menghubungi marketingnya yaitu Mbak Ira. Mbak Ira kemudian memberikan penawaran jasa catering untuk 1000 dan 1200 orang. Untuk paket 1000 pax siang, porsi yang ditawarkan adalah 600 porsi buffet senilai Rp 85.000/pax dan 2200 porsi stall yang tersebar pada 6 stall, , dengan bonus sarapan dan coffee break 100 porsi, serta poffertjes + ice cream sebanyak 300 porsi. Untuk paket 1200 orang siang, porsi yang ditawarkan adalah 700 porsi buffet senilai Rp 85.000/pax dan 2700 porsi stall yang tersebar pada 7 stall, dengan bonus sarapan dan coffee break 100 porsi, serta Dutch Corner / Counter Holland sebanyak 600 porsi. Untuk harga menu stall per porsi bervariasi dari Rp 11.000 РRp 50.000.

Presentasi buffet dan stall dari Alfabet untuk resepsi pernikahan siang adalah 60% buffet dan 40% stall x 5, sementara untuk acara malam adalah 50% buffet dan 50% stall x 5. Memang Alfabet tidak menawarkan banyak jenis stall dibandingkan penawaran dari 2 catering sebelumnya, tetapi porsi masing masing stall cukup banyak sekitar 400-450 porsi (kecuali kambing guling 4 ekor sekitar 200 porsi). Kata Bapak lebih baik seperti ini, karena kalau banyak stall tapi masing-masing porsinya sedikit, nanti ketika ke stall A habis, pindah ke stall B eh habis juga. Dari awal kami memang menghindari makanan yang kurang saat acara resepsi pernikahan.

Untuk harga, yang dapat diikat di Alfabet adalah harga menu stallnya sementara harga buffet dapat berubah mengikuti kebijakan gedung. Untuk harga stall pertahun juga naik sekira Rp 1.000-3.000/porsi, tergantung menunya.

Waktu itu kami diundang untuk¬†test food¬†di PTIK. Test food Alfabet sebenarnya tidak perlu ke gedung, mengambil ke kantornya juga bisa,¬†karena Alfabet mengemas makanan test food dalam box box yang akan diberikan kepada calon pengantin dan keluarga¬†untuk¬†dibawa pulang. Sehingga kami ke gedung hanya untuk melihat performancenya saja, tanpa test food lagi. Dikasihnya juga banyak bangeeet menunya ūüôā

Berikut ini ringkasan dari beberapa kali testfood dan kondangan :

  • Sate ayam : saya¬†suka, tapi si mas khawatir¬†pake ini soalnya khawatir ada arang yang masih nempel di sate, tapi nanti ujung-ujungnya pakai menu ini juga sih
  • Sate padang¬†:¬†sate padangnya kecil kecil, sedikit, tp enak
  • Dimsum :¬†standar,¬†dalam 1 porsi terdapat 3 jenis
  • Siomaynya :¬†standar enak, besar, rapih, bumbu tidak terlalu pedas
  • Mpek mpek : kuahnya cukup kental dan pekat, ikannya berasa.
  • Aneka gorengan : bukan gorengan semacam bakwan, tahu, gitu-gitu. Nggak¬†tau secara detail namanya apa saja, modelnya seperti springroll dan gorengan yang suka ada di gokkana.
  • Bebek dan Mie Hainan : Saya¬†suka banget inii, tapi si mas nggak¬†suka bebek. Kata orang tua juga gausah soalnya nggak¬†semua orang juga suka bebek. Selain itu, harga per porsinya juga mahal¬†sih, 44.000 seporsi…hehe
  • Pasta : karena 400 porsi untuk pasta, jadi dapat 3 jenis : fettucini dengan creamy / white sauce, lasagna, dan macaroni schotel. Pas enaknya.
  • Korean BBQ : rasanya kurang cocok sama lidah saya
  • Beef Bulgogi¬†:paraaah enak dan dagingnya empuk banget¬†pecah di mulut
  • Soto Bandung¬†:¬†kalo saya kurang¬†suka menu ini gatau kenapa, selera
  • Martabak telor : enak sih‚Ķ tapi kok ya¬†sayang¬†20.000 cuma buat 2 potong doang :p *merkiamat
  • Oseng sengkel lombok kethok¬†:¬†ini ibu, bapak, saya, suka banget. Ceritanya ibu buka tudung saji, nusuk oseng sengkel pakai garpu, makan sambil jalan ke kamar, sampe kamar ketika sudah habis, ‚Äúih enak banget‚ÄĚ, terus balik lagi ke dapur, nusuk lagi. Enaknya bikin mau mau lagi.
  • Sapi lada hitam¬†:¬†enak juga, ladanya berasa, pedes pedes gitu, dagingnya empuk
  • Lidah sapi cabai hijau : ini juga enaak, serius¬†sampai bingung pas mau milih menu daging untuk buffet mau yang mana karena olahan dagingnya juaraaa
  • Ayam panggang sereh¬†:¬†pokonya enak
  • Ayam cabe ijo : pas pertama liat ‚Äúcabe ijonya mana?‚ÄĚ hehe karena yang keliatan justru¬†paprika merahnya. Tapi ini enak juga, nahloh bingung
  • Gulai tunjang : nggak¬†nyobain hehehe buat kakak ipar aja yang orang padang
  • Udang sereal : udangnya besar, gurih, sudah disayat tengahnya jadi makannya gampang. Serealnya agak kurang berasa dan kurang crunchy kalo menurut kami..
  • Udang balado¬†:¬†ini juga enak tp udangnya jenis yang lebih kecil daripada udang sereal. Tapi masih ada kulitnya di udangnya.
  • Ayam lapis keju : nggak suka hehe
  • Dendeng balado :¬†kering, enak, sambalnya berasa tapi nggak begitu pedas (apa karena saya¬†coleknya cuma sedikit ya hehehe)
  • Takoyaki¬†: enak standaar
  • Poffertjes + ice cream dan waffle + ice cream : duuuh ini lembut banget di mulut
  • Cheesecake , chocolate cake : ini enak bangeeet
  • Biterballen¬†: enak¬†jugaaaa

Kami udah cocok sama taste dan performance mereka, dekorasi cateringnya juga bagus, ngga pelit bunga dan lighting, kinerjanya cekatan, sigap, dan profesional, sekali acara bisa sampai 40 orang waiter. Apalagi dari Bapak pesennya untuk catering cuma 1 : makanannya banyak, rasanya mantap, potongannya besar (yang ketiga agak aneh sih), hahaha.

Tapi kami masih mau bandingkan Alfabet dengan Dwi Tunggal Citra dulu sebelum deal. Tapi pada akhirnya kami kembali ke Alfabet sih. Sampai Bapak bilang “Tuh kan, dari dulu kamu kan udah ngomong Alfabet, ngapain test food kemana-mana ujung-ujungnya juga tetep Alfabet

Btw Bapak memang nggak begitu hobi test food, dia malah males kalo anaknya test food sering-sering, katanya kaya orang minta makan gratis.

Padahal mah emang iya……..
Haha nggak lah, emang perlu kok test food itu #ngeles

Semoga bermanfaat ūüôā

PT. Alfabet Cahaya Dunia
Jl Minangkabau No. 24 Jakarta
marketing@alfabetcatering.com
Ira : 08159852140

With love ‚̧
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Review : Puspita Sawargi Catering

Ini dia catering yang juga cukup populer di kalangan calon pengantin di Jakarta. Catering ini juga menyediakan all in package mulai dari catering, dekorasi, rias, fotografi, MC dan cucuk lampah, janur kuning, serta organ tunggal untuk hiburan. Termasuk juga kotak angpau, kotak souvenir, buku tamu, dan alat tulis. Wow, sudah lengkap banget ya!

Saya mengontak petugas marketingnya yaitu Mbak Titin, yang langsung memberikan penawaran untuk 1000 dan 1200 tamu.¬†Untuk all in one package¬†1000 tamu, penawaran yang diberikan¬†berkisar 125-130jt, ¬†catering saja sekitar 85-86jt. Porsi catering yang ditawarkan untuk 1000 tamu adalah 700 pax buffet tipe aster senilai Rp 65.000/pax dan 1900 porsi stall (total 10 stall), sehingga per stallnya kira – kira 100-200 porsi.¬†For those who want to get the pricelist I’ve got, feel free to contact me or drop comment below ya ūüôā

Kami diundang test food di gedung PTIK. Btw Mbak Titin ini rajin sekali menawarkan jadwal test food, sampai pada akhirnya saya harus bilang kalau saya sudah memiliki vendor catering. Saya suka mekanisme test foodnya Puspita Sawargi, berbeda dengan Arry Utama Catering yang TF nya ngeblend dengan tamu, tim Puspita Sawargi membuat satu area khusus untuk para capeng dan keluarga yang akan test food, disana juga ada tim marketing beserta Ibu Lynda nya langsung untuk diskusi lebih lanjut. Untuk test food, Puspita Sawargi membatasi hanya untuk maksimal 4 orang.

Berikut review makanannya, hasil dari test food dan kondangan yang kebetulan menggunakan catering Puspita Sawargi:

  • Sate ayam : untuk sate ayam Puspita Sawargi punya dekor khusus menggunakan perahu. Rasanya pas
  • Dimsum :¬†standar cukup enak
  • Siomaynya :¬†enak
  • Korean BBQ : lebar, tipis, disajikan dengan kimchi, okelaaah
  • Chocolate fountainnya juga enak, saya nambah melulu pas kondangan. Tapi varian celupannya tidak¬†terlalu banyak, selain itu chocolate fountain ini hanya bagus di awal aja, nanti lama-lama bisa berantakan karena cokelat yang bercecer, walaupun pasti ditutup plastik.
  • Kambing guling : BIG NO NO, masih bau amis
  • Aneka puding : waktu itu saya¬†coba pudding potong rasa cokelat, leci, dan jeruk, menurut saya¬†sih¬†pudingnya kurang manis dan vlanya encer. Untuk puding cup rasa cokelat dan pandan di area chocolate fountain juga kurang manis. Nyoba pudding di cup rasa lain juga pas TF yaitu rasa mint, ini agak aneh. Tapi yang mix fruitnya enak.
  • Bakso tofu : OK
  • Bakso malang : OK
  • Molten cake¬†:enak dan platingnya rapih
  • Pempek¬†:¬†agak keras, tapi so so lah..
  • Pastel tutup : biasa aja, menurut saya¬†kurang creamy..
  • Udang crispy / cerealnya empuk, tapi¬†serealnya kurang crunchy dan kurang berasa
  • Dendeng balado : kurang crunchy dan sambalnya tidak¬†pedas
  • Ayam cah kacang mede : enak
  • Ikan dori saus thailan : lumayan, dominan rasa asamnya
  • Sop iga dengan lontong : enak tapi dagingnya kurang empuk
  • Ribsteak¬†:¬†juga kurang empuk. Kayanya untuk olahan daging Puspita Sawargi¬†masih belum sesuai yang dimau.
  • Minuman :¬†mereka buat¬†2 round, round pertama¬†adalah¬†aneka jus, kemudian¬†round kedua adalah softdrink

Selanjutnya kami berdua diajak berkeliling ruangan untuk melihat dekorasi Puspita Sawargi, petugasnya baik banget menjelaskan setiap detailnya. Wanna take a look ? Check these out ūüôā

Jpeg

Tiffany chair and crystal lamp for¬†VIP area!¬†Pretty ‚̧

Cukup tertarik sebenarnya dengan Puspita Sawargi karena dekorasinya yang cantik. Meja VIP menggunakan lampu kristal dan kursi tiffany putih, sooo pwittyyyy.. Ada dekorasi pake rose tancep bentuk hati dan angsa. Makanannya juga cukup enak, tapi bukan yang enak yang bikin nagih (kalau chocolate fountainnya sih nagih banget!). Tetapi yang menjadi deal breaker kami adalah kambing guling yang masih amis dan olahan daging yang kurang empuk. Sementara bagi kami, dua hal itu penting, kambing guling itu must have item lah istilahnya hehe. Selain itu setelah beberapa kali ke kondangan yang menggunakan Puspita Sawargi, dekorasi rose tancep berbentuk hati dan angsa itu sering banget ditampilin. Gamau pasaran dong! :p

Akhirnya kita memutuskan untuk tidak jadi memakai Puspita Sawargi ūüôā

Puspita Sawargi Catering
puspitasawargi@gmail.com
Lynda (081311282844) / Titin (081310021688)

Regards,
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Review : Arry Utama Catering

Setelah beberapa minggu berkutat dengan laptop dan keyboard, browsing sana Рsini, saya sempat mengontak beberapa vendor catering di Jakarta dan mendapatkan penawaran, di antaranya adalah : Alfabet, Akasya, Chikal Primarasa, Diamond, Dwi Tunggal Citra, Eva, Kiki, Lia Putri, Nendia, Permata, Puspita Sawargi, dan Yvonne Catering.

Sebenarnya dari awal saya tertarik sama Alfabet dan DTC, tapi kami masih mencoba mencari makanan yang cukup enak namun dengan harga yang lebih murah. Test food pertama kita adalah Arry Utama Catering di Gedung Patra Wanita Simprug.

Awalnya saya mendapatkan informasi catering ini karena teman ibu pernah mengadakan resepsi pernikahan di PTIK menggunakan jasa Arry Utama Catering. Walaupun saat itu saya nggak ikut kondangan, ibu membawa pulang brosurnya. Arry Catering menyediakan all in package mulai dari catering, dekorasi, rias, fotografi, MC dan cucuk lampah, serta organ tunggal untuk hiburan. Saya tidak membahas item lain selain performance cateringnya, karena di awal kami juga belum punya daftar rekanan foto, sanggar, dan lain-lainnya. Untuk harganya, penawaran yang diberikan Arry Catering relatif murah, yakni sekitar 100-110jt all in package untuk 1000 tamu, dengan harga per pax buffet adalah Rp 65.000. Kalau untuk cateringnya saja sekitar 65-70jt dengan 650 porsi buffet, 1600 porsi stall yang terbagi menjadi 7 stall (sekitar 200 Р250 porsi per stall).

Bagi kami, distribusi makanan seperti ini kurang baik, terlalu sedikit porsi di masing-masing stall, rencananya apabila kami jadi menggunakan vendor ini, kami akan customize stallnya menjadi 300-400 porsi per stall. Apalagi tamunya 1000 masa total porsi stallnya cuma 1600, padahal kami mah kalo kondangan biasa makan sampai 3 jenis menu stall, biasanya gitu ngga sih? Hehehe. Tapi itu belakangan aja deh, yang penting test food dulu.

Kemudian kita diundang test food oleh Bu Tuti.¬†Mekanisme test foodnya adalah kita ikut ngeblend dengan tamu dan mencoba makanan yang disajikan. Hmmm, kepikiran juga sih jangan ‚Äď jangan nanti pas pernikahan kami ada juga yang datang dari undangan pihak catering untuk melakukan test food.

Sumber gambar : here

Langsung aja berikut ini review makanan Arry Utama Catering:

  • Zuppa soup : lumayan enak
  • Siomay : tekstur siomaynya lembek. Kentangnya menggunakan kentang kecil dan¬†rasanya sedikit pahit. Ada parenya juga. Telur dan servingnya agak berantakan. Padahal siomay harusnya pasti enak ya ūüôā
  • Selat solo : cukup enak tapi menurut lidahku terlalu asin.
  • Korean BBQ : biasa aja standa
  • Aneka puding : seharusnya puding itu standar ya. Pudingnya memang standar tapi ada yang lebih mirip jelly ketimbang puding. Vlanya berwarna kuning dan encer, sementara kami lebih suka vla putih yang kental ūüôā
  • Aneka pasta : sayang banget di gedung patra wanita ini aneka pastanya malah diletakkan di luar hall, padahal kan ini termasuk menu favorit. Menurut saya yang pecinta pasta, pastanya kurang creamy.
  • Jajanan pasar, bubur sumsum, ketan item, dan surabi : lumayaaan
  • Jus dan minuman : OK
  • Nasi kebuli : rempahnya berasa banget dan di mulut aku cukup pedas hehe. Tapi ini sih kayanya karena akunya aja ga begitu suka pedas.
  • Dendeng baladonya : kering, tapi¬†sambalnya enak (loh katanya ga suka pedas?)
  • Paru balado : standar paru,¬†lumayan enak
  • Ikan asam manis : terlalu asam kalo kata calon suami dan calon kakak ipar
  • Ayam bumbu kecap : lumayan

Pas makan buffetnya, saya cuma nyicipin dari piringnya si mas. Dia yang biasanya cuma tau makanan enak dan enak banget, kali ini nggak dihabiskan, dan bukan karena kenyang katanya hehe. Sempat kepikiran ini yang punya hajat yang tidak pandai memilih menu atau kenapa hehe.

Overall, satu yang saya suka dari Arry Utama Catering ini adalah cara kerjanya yang sigap dan cekatan, cepat meloading makanan, bersih, sebentar-sebentar ngelap meja dan memastikan kebersihannya. Seragamnya juga bagus hitam lengan panjang gitu. Pegawai yang diturunkan untuk acara pernikahan biasanya 30 orang.

Kami juga sudah meminta supaya sebagian makanan TF dikemas untuk dicicipi orang di rumah (2 porsi). Sayangnya, ini diambil dari makanan sisa, bukan memang disiapkan khusus untuk calon customer yang sedang test food. Packagingnya menggunakan plastik box dan di dalamnya menggunakan  plastik makanan.

Karena saya¬†dan calon suami merasa¬†kurang cocok¬†dengan makanannya, kita sepakat untuk tidak memakai jasa vendor ini. Bagi yang ingin mendapat pricelist lengkap yang saya terima waktu itu, please feel free to contact me or drop your comment below ūüôā

Arry Utama Catering
arrycatering@gmail.com
Bu Tuti (081381324004) / Ibu Pini (08129621350)

Semoga bermanfaat ūüôā

Regards,
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] How To Find a Catering Service for Your Wedding

What’s the point of wedding celebration ?

In my simple opinion, it is to share the happiness, to tell people that two person have been united through marriage. 

Jadi bagi kami, yang paling utama dalam sebuah pesta adalah makanan. Ketika kita mengundang banyak tamu untuk berbagi kebahagiaan dan silaturahmi, maka menjamu mereka dengan sebaik-baiknya adalah tugas kita nomor satu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‚Äėalaihi wa Sallam telah bersabda : ‚ÄúBarang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya‚ÄĚ. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

dessert_buffet

Image source : Savory Chef

How to find a good catering service for your wedding :

  1. Cari info 

    Rekomendasi dari teman, sahabat, dan keluarga, akan sangat berguna dalam tahap awal screening catering. Apalagi mereka yang merekomendasikan sudah lebih dulu memiliki¬†pengalaman. Memang ¬†selera taste dan standar tiap orang¬†berbeda-beda, tapi nggak ada salahnya untuk¬†menampung usulan mereka.¬†Kalau tidak ada kerabat yang punya rekomendasi dan pengalaman dalam penyelenggaraan pernikahan? Tenang aja, sekarang udah zamannya era digital.¬†Informasi tentang catering di dunia maya bertebaran dimana mana, lengkap juga dengan review dari pada pengantin yang sudah menyelenggarakan pernikahannya. So don’t worry!

  2. Minta pricelist dan penawaran.Setelah menemukan nama-nama kandidat catering yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan, kontak petugas marketingnya untuk meminta penawaran dan pricelist. Jangan lupa sertakan tanggal, lokasi gedung, dan jumlah tamu/undangan pada acara pernikahan kita. Informasi ini akan membantu pihak catering untuk memberikan penawaran dan contoh banquet order, karena harga yang ditawarkan dipengaruhi oleh jumlah pesanan dan tempat.Beberapa gedung memiliki standar minimal buffet yang diperbolehkan, misalnya 60.000. Ababila demikian, maka pihak catering akan menawarkan harga buffet minimal 60.000 atau di atasnya sedikit. Beberapa gedung juga mengenakan charge catering, baik rekanan maupun non rekanan. Ada juga yang hanya mengenakan charge pada catering non rekanan. Biaya ini akan diperhitungkan oleh pihak catering. Oleh karena itu, daftar vendor rekanan dan charge vendor harus dipastikan sebelum booking gedung, jangan sampai ada pembengkakan biaya tidak terduga karena berbagai charge.

    Pada penawaran ini, tidak cuma harga yang perlu diperhatikan, tetapi juga pendistribusian makanannya, berapa stall, berapa porsi masing – masing¬†stall, berapa persentasi buffet dan stall. Semakin¬†banyak stall¬†semakin lebih baik ? Belum tentu, tergantung juga dengan jumlah porsi masing-masing stallnya.¬†Untuk tips menghitung piring dan porsi catering pada acara pernikahan, insyaallah menyusul ya ūüôā

  3. Test food

    Setelah mendapatkan penawaran, biasanya pihak marketing juga menawarkan kesempatan test food dengan memberikan jadwal perform wedding mereka, lengkap dengan tanggal dan tempatnya. Untuk makanan, selain rasa yang dinilai, nilai juga bagaimana cara mereka serving dan seberapa banyak/besar ukuran porsi nya. Sebaiknya lakukan ¬†test food beberapa kali¬†untuk mengetahui stabilitas taste dan performance mereka.Selain itu pada saat¬†test food, ¬†kita tidak hanya ¬†bisa mencicipi makanan, tetapi juga¬†bisa melihat performance mereka saat hari H, kain seperti apa yang mereka gunakan, bagaimana dekorasinya, berapa jumlah waiter yang diturunkan untuk pelaksanaan acara, apakah mereka kerja cekatan, apakah loading makanan dan piringnya sigap, kebersihannya terjaga, piring kotor segera diangkut, dan lain sebagainya… Juga bagaimana pihak catering mengemas sisa makanan untuk keluarga. Karena kita perlu hati-hati, banyak catering yang memiliki pegawai tidak amanah yang membawa pulang makanan sisa. Tidak jarang juga ditemui pihak catering tidak sigap meloading makanan, makanan kosong tidak langsung diloading, sehingga ketika acara selesai, keluarga merasa makanan berlimpah karena banyak sisa, padahal pas acara, makanan di area tamu kosong. Pasti gamau banget kan kalau terjadi hal seperti itu. So make sure you hired professional and trustworthy catering ūüôā

     

  4. Hadiri wedding expo

    Hadiri wedding expo untuk menambah referensi vendor catering. Di wedding expo juga biasanya kita bisa test food secara cuma cuma. Selain itu, deal pada saat expo biasanya mendapat potongan harga. Lumayaaan hehe.
    Recommended national / traditional wedding expo : Gebyar Pernikahan Indonesia yang biasanya diselenggarakan di Balai Kartini. Selama persiapan pernikahan kemarin, kami tiga kali menghadiri wedding expo, dua di antaranya adalah GPI. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri via web supaya dapat tiket masuk gratis!

Semoga bermanfaat. Plan every single details on your wedding with heart ūüôā

Regards,
Dwi Mustika Handayani