[The Wedding Journal] A Glimpse about Papeneri

Assalamu’alaikum dear bride to be? Apa kabar? Semoga segala usaha untuk menggenapkan separuh agama senantiasa dilancarkan dan diberkahi Allah SWT. Aamiin.

Ternyata sudah cukup lama blog ini ditinggalkan ya. Sudah lebih dari dua bulan sejak entri terakhir tentang Review Wedding Cake Billiechick (Lihat Delightful Wedding Cake by Billiechick). Hihi, mohon maaf ya. Ah ya, saya juga mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pembaca setia blog ini (ada ngga ya? Hihi) atas feedback positif yang telah diberikan. Senang sekali rasanya melihat stat blog yang makin hari makin meningkat, juga membaca dan membalas satu per satu setiap email yang mampir ke inbox. Semoga blog ini bisa terus memberikan manfaat ūüôā

Di postingan kali ini, saya mau membahas tentang Papeneri, my baby that was born from #DIYBrideProject Paper Flower (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration ). Sejujurnya, saya sama sekali tidak menyangka bahwa #DIYBrideProject iseng-iseng waktu itu membawa feedback positif dari kerabat yang hadir pada resepsi pernikahan saya dan Masun tahun lalu. Mulai dari bertanya jenis bahan yang ingin digunakan, toko tempat membeli kertas, sampai menanyakan template kelopak yang saya gunakan.

Karena banyaknya feedback positif dari teman-teman dan kerabat, saya mencoba memberanikan diri untuk membuka usaha paper flower kecil-kecilan. Diawali dengan membantu membuatkan paper flower untuk acara pernikahan seorang sahabat. Ternyata, minat para bride-to-be terhadap dekorasi paper flower cukup besar. Setelah itu pun masih ada lagi yang menanyakan perlihal paper flower dan bahkan memesan.

Akhirnya pada tanggal 7 Januari 2017 kemarin (iya, tanggal cantik 7117, banyak sekali yang menikah pada tanggal itu), bertepatan dengan salah satu event project papeneri, setelah menemukan beberapa supplier kertas dan mengembangkan beberapa pilihan model bunga, kami resmi melaunching Papeneri sebagai lini usaha kami berdua untuk menyediakan paper flower berkualitas dengan harga terjangkau yang dapat digunakan untuk berbagai acara.

logo-papeneri-d-tanpa-background

Kami juga mohon doa dari teman-teman pembaca sekalian, semoga usaha ini menjadi satu langkah baik dan diberkahi Allah SWT. ‚̧

Boleh diintip produknya, yuk!

m-akasha
Akasha melambangkan kebebasan dan ruang terbuka, seperti kamu yang gemar berpetualang dan mempelajari hal baru. Perluas ruang bertumbuh dengan senantiasa menghargai perbedaan. Tidak harus selalu benar, tidak perlu takut salah, karena semuanya merupakan proses belajar. Teruslah tumbuh, seperti kuncup bunga yang perlahan mekar.
m-ishana
Ishana, dalam bahasa sansekerta berarti kaya. Setiap orang mungkin memiliki cara yang berbeda-beda dalam memaknai kekayaan. Menurut kami, hati yang kaya adalah hati yang senantiasa bersyukur. Bagaimana menurutmu?
m-nitya
Setiap lembar kelopak Nitya berbentuk hati, sebagai lambang cinta yang abadi. Semoga cintamu juga.
m-safira
Safira menyimpan makna istimewa, sebagaimana kami percaya setiap perempuan terlahir istimewa. Maka, tidak perlu membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Karena seperti bunga, it doesn’t think of competing with the next flower, it just blooms. Jadilah dirimu sendiri.
m-zanitha
Keanggunan adalah keindahan yang tidak akan pernah pudar. Ia bukan tentang apa yang kau pakai di luar. Lebih dari itu, ia tentang bagaimana dirimu yang sebenarnya dari dalam. Zanitha hadir sebagai lambang keanggunan seorang perempuan, yang terpancar karena keindahan akhlak dan pekerti.
img_5316_1
Papeneri for Photobooth Decoration

Apabila teman-teman disini ada yang berminat, berikut ini official account papeneri :
IG : @papeneri
Line : dmhandayani
FB Page : Papeneri

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love ‚̧

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] Delightful Wedding Cake by Billiechick

Kue pengantin termasuk¬†hal yang terakhir kami siapkan untuk acara pernikahan kami, walaupun sebelumnya sudah pernah taste cake dan survey harga beberapa vendor wedding cake.¬†Kenapa terakhir? Karena keberadaannya tidak begitu esensial¬†menurut kami. Jadi kami slow, tidak¬†ada juga tidak masalah. Adanya wedding cake bagi kami hanya¬†untuk dipotong saat acara, kemudian masing-masing dari kami menyuapi kue tersebut kepada kedua orang tua. Kemudian, kuenya dibagi-bagikan untuk keluarga besar. Itu saja ūüôā

Vendor cake pertama yang kami datangi adalah Gordon Blue Wedding Cake, saat itu kami taste cake juga di Jakarta Mega Wedding Festival di JI Expo. Nah setau saya Gordon Blue ini lumayan terkenal, tetapi ternyata rasa kuenya biasa saja, masih kue bolu ringan, walaupun harus saya akui kalau kuenya memang lembut. Desain kue dari Gordon Blue ini juga cantik-cantik. Selain itu Gordon Blue menyediakan pilihan paket desert table menarik yang terdiri dari cupcake, minibite cupcake, marshmallow / merinque, choux/éclair mini, macaron, dan pop cake.

Berikut ini pricelist Gordon Blue Wedding Cake
PL Dessert Table Gordon Blue April 2015
PL Wedding Cake Gordon Blue April 2015

Setelah pencarian kue tertunda cukup lama, saya juga sempat survey vendor cake lain untuk perbandingan harga seperti Eiffel Cake, Hova Cake, Whitepot Cake, dan YCC Kitchen (khusus cupcake). Harganya juga beragam dan bervariasi dari kue palsu, sampai kue asli. Dari 3 tingkat, sampai 7/9 tingkat. Tapi kami belum sempat taste cake dari vendor ‚Äď vendor ini, karena¬†masih sibuk mengurus hal yang lebih prioritas ūüėČ

Berikut ini pricelist¬†untuk YCC Kitchen dan Whitepot, semoga bermanfaat ūüėÄ
PL Whitepot Wedding Cake 2015
PL YCC Kitchen 2016

Semakin mendekati hari H,¬†saya sudah tidak begitu memikirkan kue pernikahan. Tapi ternyata saya justru menemukan¬†artikel over DP wedding cake¬†dari Billiechick. Saya¬†pernah mendengar nama¬†vendor ini sebelumnya, namun belum pernah mencari tahu lebih jauh. Akhirnya saya menghubungi¬†contact person yang tertera disana, dan¬†surprisingly masih available. Harga yang ditawarkan Kak Rendy, pembeli kue sebelumnya, lumayan hemat. Selain itu, beliau juga mendapatkan diskon pameran saat deal dengan Billiechik,¬†sehingga kami¬†hanya perlu membayar sekitar 3 juta saja untuk wedding cake 5 tingkat senilai 5.5 juta. Sebenarnya sedih sekali ketika mengetahui alasan Ka Rendy¬†over DP¬†cake ini, yakni karena beliau batal menikah dengan pacarnya. YaAllah, namanya jodoh memang kita tidak pernah¬†tau ya :’) Dan Ka Rendy ini juga sudah mencoba over DP paketan venuenya di¬†Kelapa Gading Club tetapi sayang sekali tidak¬†ada yang mengambil sehingga biaya yang sudah dibayarkan menjadi hangus. Kata Ka Rendy, kita sebenarnya saling membantu. ūüôā

Setelah berdiskusi dengan orang tua, ternyata Bapak menginginkan adanya wedding cake, sehingga beliau menyetujui untuk mengambil over DP ini asal semuanya clear dan jelas, jangan sampai tertipu. Sip deh! Akhirnya kami bertemu dengan Ka Rendy di Wedding Gallery Billiechick di bilangan Greenville untuk mengatur proses pindah nama dan urusan administrasi lainnya. Disana kami bertemu dengan marketingnya yaitu Ci Linda. Setelah semuanya jelas, kami pun mengganti desain yang sebelumnya Ka Rendy pesan. Jumlah cake yang kami peroleh (selain wedding cake 5 tingkat) adalah 14 family cake dan 20 buah mingle.

Beberapa cake¬†di Billiechick memang menggunakan rum sebagai salah satu ingredientsnya.¬†Namun di awal (mungkin karena Ci Linda melihat saya mengenakan jilbab), Ci Linda menjelaskan kepada kami cake¬†mana saja yang menggunakan rum, sehingga kami tidak memilih cake tersebut. Kami memilih varian rasa chocolate diablo, frozen mocca, tiramisu, fruit cake, dan lapis Surabaya. Disana kami juga disuguhi sampel¬†beberapa varian kue untuk dicicipi. And it’s¬†so yummmmm :9¬†Lembut banget. Saya jatuh cinta dengan chocolate diablo dan tiramisunya. ¬†Selain itu, jenis cake di Billiechick¬†pun¬†lebih modern. Tidak seperti kue biasa yang hanya bolu,¬†cake di Billiechick lebih mirip dengan¬†model cake di Harvest. Their designs are pretty as well. Simple, yes. But pretty.¬†Berikut ini adalah contoh-contoh desain wedding cake nya:

Cantik cantik ya?? Saya juga kagum sekali melihat desain-desain yang dipajang di wedding gallerynya.

Berbicara tentang harga, Billiechick tidak memiliki pricelist¬†yang¬†fix¬†karena harganya bergantung model. Semakin bagus, semakin tinggi, semakin rumit, dan semakin baru, akan semakin mahal pastinya.¬†Tapi ya…¬†kami ambil yang standar-standar saja hehe.

Alhamdulillah, kami puas sekali dengan service yang diberikan oleh tim Billiechick. Mulai dari penyiapan properti saat prosesi potong kue, sampai ketepatan waktu hadir ke lokasi pernikahan. Saat prosesi pemotongan dan suapan kepada orang tua, tim juga sudah menyiapkan cake yang sudah dipotong-potong sehingga tidak repot dan berantakan.

Berikut ini tampilan wedding cake yang kami pesan :

cake
Lampunya belum dinyalain

Total 14 buah family cake dan 20 buah mingle yang kami peroleh, kami makan bersama dan kami bagikan ke kerabat serta keluarga. Alhamdulillah feedback yang diperoleh positif. Kuenya enak, light, dan ngga bikin eneg. And by the way, kemasan minglenya imut dan manis sekali, seperti ini:

Jpeg

Jadi, buat kamu yang sedang mencari wedding cake tidak hanya cantik tetapi juga lezat, Billiechick ini boleh kamu pertimbangkan. Totally worth every penny.

Billie Chick Wedding Cake
Perum Greenville Blok BK no 5, Jakarta Barat
http://billiechick.co.id/
CP : Linda (087771228856)

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration

Selamat sore, selamat menikmati akhir pekan, selamat melepas penat ya ūüôā

Kalau saya sedang merasa lelah dengan aktivitas dan rutinitas yang ada, saya ingat satu pesan suami saya: Apabila kita tidak disibukkan dalam kebaikan, pasti kita disibukkan dalam keburukan. Jadi, bersyukurlah kita yang masih disibukkan dalam kebaikan. Semoga lelah yang dirasakan saat ini, bisa menjadi pemberat amalan baik di akhirat kelak.

Kali ini saya ingin bercerita tentang #DIYBrideProject yang terakhir, yang paling banyak mendapat apresiasi dan paling sering ditanya para tamu, yaitu paper flower decoration.

Akhir-akhir ini, penggunaan paper flower backdrop untuk photobooth sedang marak di kalangan para pengantin. Dengan warna dan model beragam, paper flower backdrop memang bisa membuat foto di hari spesialmu menjadi lebih indah. Saya yang ngakunya suka sekali dengan bunga jelas tidak mau ketinggalan, ingin menghadirkan paper flower di acara pernikahan saya.

Vendor-vendor penyedia jasa pembuatan paper flower pun mulai bermunculan, baik yang masih baru maupun yang sudah terkenal dan professional. Akhirnya saya coba mengontak salah satu pembuat paper flower di Jakarta. Harganya? Alamaaak, sekitar Rp 70.000 untuk ukuran besar (75 cm). Kalau hanya beli satu atau dua sih tidak masalah ya, tetapi kalau beli banyak kan lumayan hehehe.

Karena terpepet budget, saya memutuskan untuk mencoba membuat sendiri paper flower untuk resepsi pernikahan saya. Kenapa ya, manusia itu (saya aja sih) harus kepepet dulu baru kreatif, hahaha. Supaya lebih hemat. Untungnya saya juga termasuk orang yang cukup suka kerajinan tangan, so I am gonna give it a shot.

Satu tantangan lagi bagi saya dalam membuat paper flower ini adalah mencari kertas yang saya inginkan, yaitu kertas fancy berserat berglitter. Iya, sayang sekali saya tidak tahu nama kertas yang saya maksud, hanya berbekal contoh kertas dan berharap tukang kertasnya tahu. And they also have no clue!  Sudah keliling Jakarta (bahkan sampai Sunter) mencari kertas, ke lebih dari 10 toko, tidak juga membuahkan hasil. Akhirnya saya coba menggunakan kertas jasmine yang sering dijadikan bahan dalam pembuatan undangan. Hal baiknya, jenis kertas ini jauh lebih murah. Hehehe.

Saya membeli kertas jasmine di salah satu toko di bilangan Kebayoran. Warna yang saya gunakan adalah peach dan mint (nama asli plasma pink dan plasma blue), masing-masing berukuran A0.

Lem tembak siap, kertas siap. Game on!

Karena weekday saya bekerja dan weekend biasanya diisi oleh persiapan dengan vendor, saya mencicil membuat paper flower pada malam hari sepulang saya bekerja. Setelah proses trial error yang cukup panjang untuk memperoleh shape yang saya inginkan, suami pun saya kerahkan untuk membantu memotong pola hehe. Yes, the real struggle is cutting the petal, btw. Merakit bunganya sendiri cukup cepat, apalagi kalau sudah paham polanya. Kalau malam biasanya saya bisa merakit 5-7 paper flower. Cukup santai dan happy, tidak sampai lembur-lembur. Hehe.

Unfortunately, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tangan kiri saya retak membuat saya tidak bisa melanjutkan membuat paper flower. Sehingga, rencana awal untuk memenuhi foyer dengan paper flower harus dibatalkan, diganti dengan hanya menebar paper flower secara acak di sepanjang foyer. Untungnya, jumlah paper flower yang sudah jadi lumayan banyak. Dari dua minggu saya membuat paper flower, sudah lebih dari 50 bunga berbagai ukuran (kecil, besar, sedang) yang sudah selesai dibuat. Dan lucunya, setelah acara resepsi selesai, bunga-bunga kertas ini banyak yang dicopot dan dibawa pulang oleh tamu undangan. Tapi gapapa, saya senang sekali karena artinya para tamu suka dengan bunga-bunga itu. ‚̧

Berikut ini hasil paper flower nya :

bunga-1
Take a closer look
img_5079
Navy Gold Paper Flower

Bagaimana? Ingin hari istimewamu dilengkapi dengan paper flower manis seperti ini juga? Kindly contact me ya, tangan saya sudah pulih, sudah ada pesanan juga untuk bulan depan. Yay! Semangaaat!!!

P.S : Blooming soon, my paper flower business line.

Semoga bermanfaat ya, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Dekorasi Murah Meriah ala Studio 13 Decoration

Bismillah, selamat sore¬†semuanya. Semoga hari ini baik dan penuh kebaikan ya.¬†Kali ini saya ingin memberikan review untuk Studio 13 Decoration yang kemarin saya gunakan untuk acara siraman dan akad nikah di rumah. Silakan disimak bagi yang berkenan, semoga bermanfaat ūüôā

Untuk dekorasi siraman dan akad nikah, sejak awal saya berencana mencari di daerah Tangerang Selatan saja supaya mempermudah koordinasi antara pihak keluarga dan vendor. Namun ternyata cukup sulit ya menggali informasi dari internet mengenai vendor dekorasi di daerah Tangerang Selatan. Dari hasil browsing, saya hanya berhasil menemukan 1 nama vendor dekorasi, yakni Raihan Tenda di Pamulang. Selain menyediakan jasa dekorasi, Raihan juga menyediakan paket catering, rias, dan busana.

Kemudian saya teringat kakak kelas saya, Kak Mikyal, yang juga pernah mengadakan akad nikah di halaman belakang rumah. Kebetulan kakak kelas ini tinggal satu komplek dengan tempat tinggal saya di PUSPIPTEK. Beliau melakukan prosesi akad nikah dengan konsep semi outdoor, dengan menggunakan gazebo yang cantik sebagai tempat untuk mengikrarkan akad nikah. Setelah menanyakan nama vendor dekorasi yang ia gunakan saat itu, akhirnya saya mendapatkan 1 informasi tambahan vendor dekorasi, yakni Studio 13 Decoration.

Kemudian kami memutuskan untuk survey ke Raihan terlebih dahulu karena alamat di website nya cukup jelas, sementara blog Studio 13 sudah sangat outdated dan kurang informatif. Raihan Tenda sendiri berlokasi di Jalan Benda Timur Pamulang, dekat dengan SMAN 3 Kota Tangerang Selatan. Kalau kamu berkunjung kesana, kamu akan melihat rangka-rangka tenda dan kain dekorasi yang terletak di seberang kantor Raihan (yang sebenarnya di rumah). Disana saya bertemu dengan Pak Sunarto, owner dari Raihan Tenda. Ketika saya menyampaikan konsep dan item dekorasi yang dibutuhkan, yakni salah satunya adalah gazebo untuk siraman, saya ditunjukkan foto dekorasi gazebo yang mirip sekali dengan gazebo akad kakak kelas saya. Pak Sunarto juga menyampaikan bahwa saat itu acaranya di PUSPIPTEK. Setelah dikonfirmasi lagi, ternyata eh ternyata, Raihan dan Studio 13 sebenarnya sama saja. Awalnya Pak Sunarto menggunakan nama Studio 13 untuk jasa dekorasi, namun kemudian beliau menggunakan nama anaknya, Raihan, untuk jasa paket pernikahan lengkap.

Selanjutnya, kami harus membuat layout rumah untuk mengestimasikan keperluan materi dekorasi secara lebih mendetail. Berikut ini layout rumah saya :

capture
Layout rumah

Sehingga item dekorasi yang dibutuhkan adalah :

  • 1 set pelaminan gebyok cokelat (jawa) lengkap dengan bunga
  • 1 sofa kayu dan 4 kursi tiffany gold¬†untuk di pelaminan
  • 1 set meja akad nikah dan 6 buah kursi tiffany white dengan pita
  • 1 buah gazebo siraman dengan bunga juntai
  • 1 buah tenda dekorasi siraman untuk belakang rumah 4×7 m
  • 1 buah tenda dekorasi untuk depan rumah 6 x 11m
  • 1 buah tenda dekorasi untuk garasi depan dan samping @ 4×6 m
  • 2 buah portable AC @3 PK
  • 1 set dekorasi ruangan dalam
  • 1 buah blower
  • 8 lembar karpet permadani
  • 100 buah kursi futura dengan cover dan pita
  • 1 set karpet polos warna kuning-gold untuk alas tenda di garasi dan depan rumah
  • 1 titik rangkaian bunga di pintu masuk rumah
  • 1 titik rangkaian bunga di pintu masuk kamar pengantin
  • 1 set dekorasi kamar pengantin

Berbicara tentang harga, menurut saya Studio 13 ini cukup murah meriah. Untuk semua item di atas biayanya hanya belasan juta rupiah, yes for real. Meskipun demikian ada kekurangan yang saya rasakan yaitu, sepertinya pesanan model dekorasi yang saya sampaikan kepada Pak Sunarto, tidak terdelegasikan dengan sempurna kepada crew yang bertugas untuk pemasangan. Sehingga crew mendekor berdasarkan pengalaman umumnya saja, padahal terdapat beberapa poin yang saya pesan khusus, contohnya dekorasi kamar pengantin. Saya tidak ingin ditutup semua dindingnya, hanya sedikit draping kain dan satu set bunga pada sisi bagian kepala. Namun saat saya pulang dari salon, ternyata semuanya tertutup oleh kain. Saya tidak suka. Akhirnya? Saya minta lepasin lah…hehehe. Ibu dan Bapak juga tidak paham ini sehingga ada beberapa poin yang menurut saya salah namun sudah terlanjur terpasang. Untungnya tidak fatal sih, beberapa juga sempat saya minta untuk diperbaiki. Sehingga saran saya bagi calon pengantin yang ingin menggunakan jasa Studio 13 juga, sepertinya untuk pemasangannya harus betul2 diawasi supaya sesuai dengan keinginan. Selebihnya, bagus kok.

Berikut ini output dekorasi dari Studio 13 saat masih  plain, karena pada dekorasi siraman terdapat tambahan bangku, dan peralatan siraman dan pada dekorasi pelaminan terdapat tambahan alas sofa dan standing flower:

a
Pelaminan gebyok Jawa
a1
Gazebo Siraman by Studio 13, kalau gebyok & alasnya dari Sanggar Dewi Sri

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Raihan Tenda / Studio 13 Decoration
Blok E 59 No.1 Pamulang, Jl. Benda Timur XI B, Banten 15415
Sunarto : 081510116742

[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject: Chalkboard Backdrop

Selamat sore, semoga hari-hari penuh deadline ini penuh kelancaran dan kebaikan ya. Alhamdulillah hari ini¬†semua target sudah selesai dikerjakan. ūüôā

Langsung saja ya, kali ini saya mau bercerita tentang salah satu #DIYBrideProject yang saya buat untuk hari pernikahan Bulan Mei lalu, yaitu chalkboard backdrop. (Cerita tentang #DIYBrideProject sebelumnya dapat dilihat di My #DIYBrideProject : Souvenir Siraman dan Pengajian) Bagi yang belum pernah mendengar istilah ini, seperti namanya, chalkboard backdrop adalah backdrop menyerupai papan tulis yang biasanya berisi tipografi artistik dan atau lukisan, yang nantinya digunakan untuk berfoto. Penggunaan chalkboard backdrop seringkali dijumpai pada pesta pernikahan barat, terutama yang mengusung tema garden party. Trying to adopt the idea on your wedding? Why not? 

Saya terinspirasi dengan chalkboard backdrop ini awalnya dari instagram milik desainer muda Ayu Dyah Andari. Saat itu, salah satu pengantin yang menggunakan jasa Ayu Dyah Andari, berfoto dengan menggunakan chalkboard backdrop. Karena tertarik dan penasaran, saya mencoba gali lebih dalam tentang cara pembuatan backdrop ini. Ternyata caranya sangat sederhana, yakni menggunakan 2 buah triplek yang disatukan dan dicat hitam. Selanjutnya kita hanya perlu berkreasi sesuka hati menggunakan kapur tulis. Setelah itu, bisa juga ditimpa dengan menggunakan cat putih. Free style!

Berikut ini contoh-contoh inspirasi untuk desain chalkboard backdrop :

Siapa yang jatuh cinta dengan chalkboard-chalkboard di atas? Sayaaa! Dan karena saya ga modal ingin segala sesuatunya penuh kesan, alih-alih memesan jasa pembuatan chalkboard backdrop, saya berencana membuat sendiri chalkboard ini. With a dull skill dan hanya bermodalkan guru-guru dan teman-teman yang sering bilang tulisan saya bagus, I believe in myself.

Saya berencana membuat backdrop ini awal Mei, dua pekan sebelum pernikahan kami digelar. Qadarullah, pekan ketiga April saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Tangan kiri saya retak. Rencana pembuatan backdrop ini pun dengan terpaksa harus saya batalkan demi kebaikan saya sendiri. Manusia memang hanya bisa berencana ya, Allah yang berkehendak. Proses pembuatan #DIYBrideProject lainnya, yakni paper flower (ceritanya akan segera menyusul) pun harus terhenti disini. Sedih? Yes. Do I have any reason to be angry with God? No.

Setiap pekan sebelum pernikahan, saya harus melakukan terapi pijat tradisional ke Gunung Bolang. Tangan kiri saya benar-benar tidak dapat melakukan apapun. Gerakan sangat terbatas. Jangankan menyelesaikan pembuatan backdrop ini, berwudhu dengan sempurna pun saya belum bisa.

Tapi, siapa sih yang tidak tahu kalau Tika anaknya keras kepala? Eventhough I know pretty well that I am not capable of making the backdrop, I just can’t erase that idea from my head. Akhirnya sehari sebelum akad nikah, saya meminta tolong kepada Bapak untuk menyiapkan triplek, cat hitam, dan kapur tulis. Padahal hari itu ada acara pengajian pernikahan dan seserahan. Kapan mau buatnya coba?

Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak bantuan dari teman Bapak, Om Zul, untuk mengecat triplek menjadi hitam. Dan akhirnya pada malam hari (iya, sebelum besoknya siraman dan akad nikah), saya dan Bapak memasang triplek hitam di salah satu dinding rumah. Say whaaaat?

Sekitar pukul 22.30, saya mulai berkreasi dengan kapur di atas papan hitam tersebut. Tanpa pola awal. Tanpa pensil. Tanpa skets. Langsung kapur. Hanya dengan tangan kanan. Semua keluarga geleng-geleng kepala. Bapak mengawasi selama saya menulis di papan dengan kursi, khawatir saya terjatuh. Ibu berkali-kali menyuruh saya tidur, sambil mesam mesem. Tapi anaknya tetap keukeuh markeukeuh, tidak bergeming. Hehehe.

Alhamdulillah, jam 12 kurang, jadilah chalkboard backdrop ini.

img_6364

Unbelievable!

Ada yang mau dibuatkan kaya gini? Boleh loh, sekarang tangan saya sudah sembuh, dan yang jelas, nanti pasti dibuat sketsnya dulu hehehe.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Menghias Seserahan di Harapan Craft

Salah satu budaya dalam pernikahan di Indonesia adalah pemberian seserahan, ketika calon mempelai pria beserta keluarga datang dengan membawa berbagai barang untuk diserahkan kepada mempelai wanita. Sebagai pengantin wanita, saya senang sekali ketika calon suami datang membawa seserahan. Perempuan mana sih yang tidak suka pemberian? Hehe.

Saat ini, jumlah dan jenis barang yang diberikan pada saat seserahan sangat beragam. Dari peralatan shalat, sampai make up dan perhiasan. Pemilihan barang dan jumlah kotak pun¬†biasanya¬†disepakati oleh¬†kedua mempelai. Bahkan seringkali mempelai wanita lah yang memilih sendiri barang seserahan yang akan diberikan. Cara seperti ini bertujuan¬†supaya barang seserahan yang diberikan memang disukai dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mempelai wanita. Saya dan suami pun menggunakan cara ini sehingga beberapa bulan sebelum pernikahan, kami mulai mencicil belanja barang seserahan. Dan karena keluarga saya juga menggunakan tradisi seserahan balik ntuk mempelai pria, suami juga ikut belanja memilih barang seseragan untuknya. ūüôā

Bagi saya, belanja seserahan sendiri itu juga tidak bisa sembarangan sih. Jangan mentang-mentang akan dibelikan, jadi kalap mau barang-barang yang branded. Jadi prinsip dari saya tetap sama, belanjalah seperlunya. Yang bagus, tidak berlebihan, dan yang paling penting, kamu suka. Saya juga belanja bersama suami supaya bisa menanyakan pendapatnya.

Seserahan umumnya diberikan pada saat akad nikah atau lamaran. Namun saya meminta untuk diadakan semalam sebelum siraman dan akad nikah (saat lamaran formalitas hehe). Sementara saat lamaran sesungguhnya, yakni saat pertama kami suami dan keluarga datang ke rumah, seserahan yang diberikan hanyalah seserahan berisi makanan.

Nah, berikut ini isi seserahan sederhana ala kami berdua :

Seserahan Mempelai Wanita (9 Kotak)

  1. Perlengkapan sholat
    Berisi mukena dan sajadah (Tanah Abang dan Thamrin City). Sebenarnya bisa juga ditambah AlQuran dan tasbih, namun saya termasuk orang yang jarang menggunakan tasbih, dan AlQuran yang saya miliki pun masih cukup bagus. Karena AlQuran bukanlah barang yang dipakai untuk berganti-ganti, jadi tidak ada AlQuran dalam kotak seserahan kami. (Iya, pemikiran kami praktis sekali hehe)
  2. Perlengkapan mandi
    1 set seri Japanese Cherry Blossom (The Body Shop) berisi shower gel, body lotion, body butter, body mist, dan bathing glove. Kemudian ditambahkan juga dengan shower puff.
  3. Handuk dan tambahan alat pembersih wajah
    Berisi bathrobe dan handuk mandi ukuran besar (Terry Palmer) beserta sabun muka, cleansing milk, dan cleansing toner (Ristra). Bathrobe yang diberikan ini juga yang akan digunakan nanti pada acara siraman pengantin hehehe (supaya sekalian).
  4. Peralatan make up
    Berisi base make up, foundation, bedak tabur, liquid eyeliner, blush on, eyeshadow, dan lip palette (Make Over Indonesia). Tidak ada brush karena saya khawatir tidak digunakan, ini saja saya baru mau mulai make up sedikit-sedikit apabila dibutuhkan pada special occasion (biasanya hanya pakai conditioner, bedak tabur, lipstick).
  5. Pakaian tidur dan pakaian dalam.
    Berisi piyama dan 2 set lengkap pakaian dalam. I love pajamas! Live long pajamas!
  6. Kain batik
    Ini request dari ibu. Menurutnya mempelai pria harus menyertakan kain batik tradisional dengan jumlah ganjil sebagai bagian dalam seserhan. Adat dari Jawa sepertinya. Sehingga kotak kelima ini berisi kain sido luhur, sido mukti, dan sido asih. Untung ngga ada sido muncul :p
  7. Daily outfit
    Satu buah gamis panjang (Kivitz), flat shoes (Gioreti), dan tas tangan (Palomino).
  8. Party attire
    Terdiri dari dress (jahit), high heels (Fladeo), dan clutch (Yongki Komaladi). High heels nya sekalian dipakai untuk setelah siraman hehehe.
  9. Sprei. Iya satu kotak aja sudah penuh kalau sudah diisi sprei hehehe.

Seserahan Mempelai Pria (3 kotak)

  1. Pakaian Kerja
    3 pasang pakaian kerja (kemeja Alisan dan celana panjang).
  2. Sepatu
    1 buah sepatu formal (Buccheri). Ini dibeli sekalian untuk sepatu wedding. Hehehe.
  3. Handuk
    Bathrobe dan handuk mandi ukuran besar (Terry Palmer). Bathrobe dipakai untuk acara siraman pengantin hehehe.

Barang-barang seserahan kemudian dihias sedemikian rupa sebelum diberikan kepada mempelai wanita/pria. Ada banyak sekali pilihan kemasan seserahan, bisa menggunakan box, keranjang, sangkar burung, dan lain sebagainya. Untuk menghias seserahan, kami menggunakan jasa hias dari Harapan Craft (IG : @renataaputrii), Plaza Mayestik.

Alasan kami memilih Harapan Craft adalah motif¬†box mika yang cantik-cantik serta hiasannya¬†yang sederhana, manis, dan tidak berlebihan/norak.¬†Saya kurang suka hiasan seserahan yang sampai membentuk binatang aneh-aneh, lebih suka dibuat bunga-bunga sederhana.¬†Selain itu bisa juga menggunakan bunga artifisial sebagai pemanis. Ah, simply beautiful¬†pokoknya. Pernah keliling Cikini, Asemka, dan Mayestik, paling cocok disini ‚̧

Berikut ini harga kotak dan jasa hias di Harapan Craft :

PL Harapan Craft Seserahan 2016

Akhirnya kami mengambil 2 set box mika tebal motif bunga shabby berwarna baby blue, 1 set mika standar ( 3 motif navy -silver untuk Si Mas dan 1 motif bunga shabby berwarna baby blue untuk saya). Ditambah 9 buah bunga artifisial untuk kotak seserahan wanita, dan 8 hiasan sudut untuk seserahan pria. Untuk pita, saya beli sendiri, karena lebih hemat daripada menambah hiasan pita di Harapan Craft.

Untuk prosesnya, bisa ditunggu atau bisa juga ditinggal. Namun supaya lebih efisien waktu, kami mendrop barang-barang untuk dihias sekaligus briefing (barang apa di box mana), kemudian kami tinggal untuk diambil seminggu kemudian.

Berikut ini output seserahan kami :

img_4423

Sukaaaaa sekali ‚̧ ‚̧ ‚̧

Semoga bermanfaat. Plan every single details of your wedding wih love.

Harapan Craft
Lantai Basement Plaza Mayestik Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Line : renataaputrii
WA : 081213821324

Dwi Mustika Handayani.

[The Wedding Journal] Kaysha, A Reliable Team at My Wedding

Kaysha is the key to my lock. A very cooperative team that solved most problems the bride had.

Bagi teman-teman¬†yang sudah mengenal saya dengan baik, pasti paham betul bagaimana detail saya dalam menyusun persiapan acara. Dari awal, saya menyiapkan 1 buku saku khusus mencatat proses¬†persiapan pernikahan kami. Selain itu saya¬†juga membuat satu¬†dokumen khusus berjudul¬†“Wedding Preparation Detail” berisi daftar vendor sekaligus kontak,¬†to do list,¬†check list, daftar seragam, sampai daftar pengisi acara,¬†timeline, sampai¬†pembukuan keuangan, nomor rekening, dan¬†timeline¬†pelunasan. Kalau ada yg mau contohnya, boleh kontak ya ūüôā

Hmm, sepertinya sayang sekali ya kalau persiapan yang matang tidak diiringi dengan eksekusi yang baik.¬†Oleh karena itu mendekati hari pernikahan, saya semakin sadar kalau saya harus mulai mendelegasikan tugas-tugas dan segala informasi terkait penyelenggaraan acara pernikahan kepada pihak lain, pihak yang dapat diandalkan untuk memastikan segalanya berlangsung dengan baik dan lancar. Apalagi saya sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat Hari H.¬†Jangan sampai saat Hari H masih¬†grasa grusu¬†dan keliatan¬†chaos¬†karena sejujurnya saya adalah orang yang¬†amat teramat¬†mudah panik. Jangan ya,¬†pengantin wanita harus tenang¬†dan bersahaja pada hari bahagianya. ūüôā

One¬†thing we should remember, the bride deserves¬†peace, even more ¬†when it is ¬†closer to the day.¬†Let her experience a lifetime moment with her trully¬†blissful heart ‚̧

Setelah sempat galau berkepanjangan tentang siapa yang bisa menjadi panitia pernikahan karena keluarga kami berdua kebanyakan di kampung halaman, sementara jasa wedding organizer cukup mahal, Allah mempertemukan kami dengan Kaysha Wedding Organizer 4 bulan sebelum pernikahan kami digelar. Alhamdulillah, rencana Allah itu, indah ya?

Diawali dengan melihat instagram Kaysha (@kayshawedding), saya kemudian menghubungi tim Kaysha dan meminta pricelist. Sebelum bertemu dengan Kaysha, sebenarnya saya sudah sempat survey ke beberapa vendor WO, di antaranya adalah Artea WO (yang kebetulan milik saudara teman saya), dan DWO (hasil rekomendasi dari Miarosa). Keduanya sudah cukup terkenal dalam menyelenggarakan acara pernikahan. Saya beberapa kali mendatangi pernikahan dengan DWO sebagai Wedding Organizernya. Sementara Artea sendiri kalau tidak salah digunakan untuk acara pernikahan Putri Titian dan Yunior Liem beberapa waktu silam. Dibandingkan keduanya, jelas Kaysha WO ini jauh lebih murah, karena memang WO nya terbilang masih baru. Apalagi Kaysha memang saat itu sedang dalam periode diskon. Ah, jodoh ini sih namanya ‚̧

Berikut ini saya lampirkan pricelist Artea, DWO, dan Kaysha. Semoga bermanfaat, ya.

Pricelist ARTEA WO 2015
Pricelist DWO 2015
Pricelist Kaysha WO 2016

Meskipun masih terbilang baru, ada satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kaysha, satu hal yang belum pernah saya temukan di vendor WO lain. Kaysha menyediakan dua sesi konseling pranikah dengan psikolog (sudah include di dalam paket). Ini menurut saya keren banget dan pantas diacungi jempol, karena artinya Kaysha tidak hanya memperhatikan kelancaran acara pernikahan, tetapi juga bagaimana kesiapan calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan

Merasa Kaysha adalah jawaban dari kegalauan, akhirnya saya coba minta untuk arrange meeting dengan Kaysha. Akhirnya kita ketemu perdana di Kota Kasablanka bersama Ka Cipi dan Ka Nana (beliau ini yang nantinya akan jadi Project Leader untuk acara pernikahan saya). Ternyata, kebanyakan crew Kaysha adalah alumni UI, sebagian dari mereka bertemu dan akrab di BEM UI. Ceritanya, awal mula Kaysha membentuk WO adalah juga karena sering diminta bantuannya untuk menjadi panitia pernikahan (sesama anak UI juga). Mereka juga masih muda, perbedaan usia kami umumnya hanya terpaut 2 sampai 3 tahun saja.

Ternyata, setelah diskusi dengan Kaysha, alasan kenapa Kaysha menyediakan konseling pranikah adalah karena Kaysha memahami, bahwa pernikahan itu tidak sebatas pada resepsi saja. Pernikahan adalah perjalanan panjang seumur hidup. Oleh karena itu, jangan sampai pengantin terlalu exhausted dan stressed dalam mengatur acara pernikahan, sampai lupa bahwa perjalanan panjang pernikahan juga harus dipersiapkan. Konseling prapernikahan adalah salah satu cara untuk membekali calon pengantin dengan ilmu. So be calm, be prepared, and let Kaysha handle the wedding.

Seperti tulisan pada home blog ini, I wish for a blissful marriage, even more beautiful than my wedding.

kaysha
Kaysha Team ++ on duty

Untuk harga, harga yang ditawarkan Kaysha masih negotiable dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan budget. Kemarin saya menggunakan Half Day Package (Max VIP 20 tamu, tapi saya 30 tamu masih tidak apa apa). Half Day Package ini sebenarnya untuk paket acara akad nikah dan resepsi dalam satu hari (waktu kerja 9 jam), namun karena akad nikah saya berbeda hari, Kaysha merasa pekerjaan mereka menjadi sangat sedikit saat resepsi, oleh karena itu Kaysha memberikan 1 crew tambahan sehingga total crew yang bekerja menjadi 9 orang. Karena akad nikah yang berbeda hari, saya juga meminta tambahan crew untuk membantu penyelenggaraan akad nikah di hari sebelumnya sebanyak 3 orang (yang satu dari bonus crew tambahan). Untuk penambahan satu orang crew, Kaysha mengenakan biaya sebesar Rp 350.000 saja. Baik, ya??

To sums them up, crew Kaysha untuk pernikahan kami adalah 11 orang, 8 untuk resepsi, 3 untuk akad nikah. Untuk akad nikah memang crew yang bertugas lebih sedikit, karena secara garis besar, rangkaian acara adat siraman, akad nikah, panggih, tumplak punjen, dan begalan pada hari Jumat sudah dihandle oleh tim pemangku adat, yakni Pak Suryanto dari Sanggar Dewi Sri (Lihat Survey Pemangku Adat : Sanggar Dewi Sri (Pak Suryanto)).

Setelah kami deal dengan Kaysha, kami kembali dibuat let’s say…amazed. Ketika vendor lain biasanya hanya memberikan daftar pelayanan jasa atau quotation, kontrak kerja sama kami dengan Kaysha benar-benar disusun dalam bentuk Surat Perjanjian Kerja Sama (iya, yang isinya pasal-pasal, pihak pertama pihak kedua, dll), yang kemudian ditandatangani di atas materai.

Setelah deal dengan Kaysha, langkah selanjutnya adalah saya mulai mentransfer segala informasi ke Ka Nana yang menjadi Project Leader acara pernikahan saya. Semua mulai dari wedding preparation details, sampai informasi apa saja yang sudah, sedang, dan akan dilakukan, untuk kemudian dibuatkan checklist dan timeline persiapan dengan format Kaysha. Saya juga memberikan semua quotation dan perjanjian dengan vendor supaya Kaysha dapat memastikan vendor memenuhi semua kewajiban pelayanan yang telah disepakati.

Saya merasa beruntungsekali dibantu oleh Project Leader yang juga mendetail, mengingatkan kalau ada detail yang ternyata masih luput dari pikiran saya sebelumnya. Namun berbeda dengan saya, Ka Nana lebih santai, bisa menenangkan kalau saya tiba-tiba panik ketika teringat sesuatu yang belum beres. Beliau juga sangat inisiatif dan kooperatif. Inisiatif menawarkan bantuan teknis untuk hal yang belum kami kerjakan, seperti mengetikkan nama undangan, mencetak kartu VIP, mencetak foto display, menyewa dan membelikan frame foto, sampai mengambilkan souvenir dan menempelkan thank you notenya. Semua persiapan, sampai penyusunan Wedding Guidance Book dan technical meeting terakhir juga berlangsung lancar.

capture
Wedding Diaries

Untuk pelaksanaan hari H, tim Kaysha juga sangat professional dan mampu mengakomodasi keinginan dan kebutuhan kami beserta keluarga, sehingga saya dapat dirias dengan tenang. Sangat baik dalam mengorganisasikan kegiatan saat hari H mulai dari sarapan, sampai closing dan serah terima makanan dari pihak catering dan wedding cake. Semua detail persiapan seperti alat tulis, teks akad nikah, kupon-kupon, pengamanan mahar dan buku nikah, dan lain sebagainya, terhandle dengan sangat baik. Penyambutan tamu juga berlangsung teratur dan rapi, terutama untuk escorting tamu VIP untuk salaman, berfoto, dan menyantap hidangan. Alhamdulillah kami sangaat puas dengan service yang diberikan Kaysha. Setelah acara pun banyak tamu undangan dari teman maupun kolega orang tua yang menyatakan bahwa acara pernikahan kami berlangsung dengan teratur, rapi, dan well organized.

Thanks to Kaysha!

P.S :

Ada satu hal lagi yang menarik. Sebelum acara pernikahan, saya sempat request ke Kaysha untuk mengamankan beberapa porsi kambing guling untuk saya (kelakuan banget ya pengantin satu ini :p). Kaysha sudah mengamankan dan memisahkan porsi kambing guling tersebut di salah satu spot pada area VIP, namun pihak catering sangat sigap mengepak makanan ketika acara selesai, sehingga kambing guling yang tadi telah disiapkan entah berada di kotak yang mana. Well, who knows kan? Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, thanks to Alfabet crew yang sangat sigap dalam bekerja. Beberapa pekan kemudian, project leader kami mengirimkan satu porsi sate dan gulai kambing ke alamat kami, sebagai pengganti kambing guling yang tidak jadi saya makan setelah resepsi pernikahan. How sweet, padahal itu sama sekali tidak perlu.

Ah, bagaimana mungkin saya tidak sayang? Hai Kaysha, apa kabar?

Kaysha Wedding Organizer

IG : @kayshawedding
Email : kaysha.the.wo@gmail.com

Semoga bermanfaat ya, plan every single details of your wedding with heart ‚̧

Dwi Mustika Handayani