Balada Mencari Obsgyn dan Review RS di Tangsel

Assalamualaikum wr. wb

Salah satu hal yang langsung saya pikirkan ketika mengetahui saya positif hamil menurut test pack adalah memilih healthcare provider. Lahiran dimana, dengan dokter siapa, RS dan dokter mana ya yang pro normal? Mencari healthcare provider harus dilakukan secara cermat dan hati-hati mengingat banyaknya proses melahirkan SC tanpa disertai alasan yang kuat dan pemberian susu formula tanpa indikasi medis oleh pihak RS pada bayi baru lahir. Sebagai calon ibu baru untuk pertama kalinya, tentunya saya ingin mengusahakan proses kelahiran yang normal dan alami, serta mengupayakan pemberian ASI eksklusif.

Beberapa hal yang saya perhatikan dalam memilih healthcare provider di antaranya adalah

  • RS ramah ibu dan anak, pro melahirkan normal, pro ASI.
  • Dokter, yang perempuan dan pro normal.
  • Kamar dengan 1 pasien saja.
  • Bayi bisa langsung rooming in setelah observasi.

Empat poin ini menurut saya yang paling penting. Sisanya adalah fasilitas, suasana, dan tentunya… harga LOL #klasik.

Dalam perjalanan mencari healthcare provider, saya mengalami dilema-dilema dan galau. Ada yang sreg sama RSnya tetapi tidak cocok dengan dokternya, ada yang cocok dengan dokter tapi kurang cocok dengan RS nya….

Jadi, berikut ini rangkuman seluk beluk perjalanan saya mencari healthcare provider :
Warning! Long post alert

1. RS Hermina Serpong dengan dr. Meutia Ria Octaviana, Sp.OG

Di daerah Pamulang, rumah sakit ini merupakan yang terdekat dari rumah saya. Kakak teman saya juga pernah melahirkan prematur normal di RS ini. Awalnya saya pikir Hermina Serpong adalah RSIA tapi ternyata RS umum. Saat pertama kali masuk ke RS, saya merasa kurang nyaman dengan suasana RSnya entah kenapa hehe mungkin karena bangunannya terlihat seperti bangunan lama ya, dan agak gelap gitu.. tapi enaknya di RS ini, pendaftaran dapat dilakukan by phone berikut urutannya.

Dokter

Karena ini merupakan kontrol pertama dan USG di perut kurang bisa mengamati janinnya, dilakukan pemeriksaan USG Transvaginal. Bagi saya yang pertama kali hamil… melihat alat seperti itu dan dimasukkan ke dalam vagina membuat saya takut sekali. Alhasil, saya merasa kesakitan. Baru sedikit dimasukkan saya langsung mengerang dan mengangkat pinggul haha, padahal tidak boleh. Saat itu dr. Meutia tegas sekali mengatakan saya ga boleh angkat pinggul karena akan makin sakit dst. Sebenarnya benar sih yang dr. Meutia bilang, sayanya aja yang bandel dan lemah. Tapi karena saat itu saya lagi kesakitan banget sampai ingin menangis, saya merasa dr. Meutia galak :(. Terlepas dari proses USG Transvaginal yang aduhai itu, penjelasan dr. Meutia sangatlah clear, jelas, dan luas. Saya juga merasa puas dengan penjelasannya.

Tapi kemudian saya berpikir, ketika melahirkan nanti mungkin saja saya akan menghadapi hal-hal yang tidak nyaman juga dan untuk itu, saya berharap ditangani dokter yang sabar dan bisa menenangkan saya yang.. yah beginilah haha. Dan karena baru pertama kali kontrol, saya masih ingin mencari second, third, and so on option to be certain.

Biaya Persalinan
Screenshot_20180324-141209
Berikut ini biaya persalinan di RS Hermina Serpong, normalnya aja mahal yes?

Fasilitas Rawat Inap dan Persalinan

Tidak sempat melakukan tour RS. Kalau dari ruang kontrol Obsgyn nya, menurut saya pribadi kurang nyaman.

2. RSIA Buah Hati dengan dr. E. Rohati, Sp.OG

RS ini merupakan salah satu rumah sakit ibu anak yang terkenal ramah ibu dan anak di daerah Tangsel. Saat pertama kali saya masuk, memang ramai sekali, banyak anak-anak. Pendaftaran di RS ini juga dapat dilakukan by phone berikut urutannya. Selain itu, RS ini juga menyediakan kelas senam hamil.

Dokter

Dokter Rohati merupakan satu-satunya dokter Sp.OG perempuan di RSIA Buah Hati. Dokter lain yang terkenal di RS ini di antaranya adalah dr. Mukhlis yang merupakan owner RS ini dan dr. Ismail. Kontrol kehamilan dengan dr. Rohati sangat kurang memuaskan menurut saya karena terkesan terlalu terburu-buru. Beliau juga tidak banyak memberi ruang bagi kami untuk bertanya, padahal sebagai calon ortu untuk pertama kalinya, tentu banyak sekali yang ingin kami tanyakan. Tapi suami sih cuek aja dia tetap bertanya hehehe, saya sampai 3 kali batal berjabat tangan karena suami saya terus bertanya.

Biaya Persalinan

Saya belum sempat menanyakan biaya persalinan ke bagian administrasi, tapi saya dapat dokumen ini dari sini, referensi biaya tahun 2015.

bersalin-di-rsia-buah-hati-pamulang-5

Fasilitas Rawat Inap dan Persalinan

Belum sempat melakukan tour RS, tapi kalau ruangan kontrolnya cute dan menyenangkan gitu nuansanya ungu heheh. Kalau ruang tunggunya kursi tunggu yang terbuat dari sofa.

3. RS Permata Pamulang dengan dr. Teti, Sp.OG & dr. Neni Anggraeni, Sp.OG

Rumah sakit ini bisa dibilang besar dibanding RS lain di bilangan Pamulang, kalau tidak salah rumah sakit ini sudah berdiri cukup lama. Rumah sakitnya nyaman dan bersih, juga tidak terlalu ramai. Walaupun pendaftaran hanya dapat dilakukan per kedatangan, tidak masalah karena antriannya seringnya tidak terlalu panjang.

Dokter

1. dr. Teti Ernawati, Sp.OG
Saya mendapat rekomendasi beliau dari 2 teman saya yang melakukan pemeriksaan kehamilan dengan dr. Teti, testimonialnya cukup menyenangkan dan beliau juga lulusan UI. Ya.. walaupun saya ga berpatok ke almamater juga sih selama mencari Obsgyn hehehe. Teman saya yang pertama melakukan pemeriksaan di RS UIN Syarif Hidayatullah, sementara yang satunya lagi di RS Permata Pamulang. Jadwal dr. Teti di RS Permata umumnya sore dan malam hari, karena siangnya dr. Teti banyak praktik di RS UIN Syarif Hidayatullah. Bisa dibilang saya kecewa kontrol dengan dr. Teti karena beliau datang sangat terlambat. Saya datang jam 7 malam sesuai jam praktiknya, namun dokter baru tiba jam 11 malam. Saya pun baru kedapatan giliran pukul setengah 12 malam. Saya berharap kontrol dokternya bisa memuaskan untuk mengurangi kekecewaan saya, namun saya kembali kecewa karena dokternya memeriksa sambil mengantuk dan bahkan sempat hilang fokus saat berusaha menuliskan resep vitamin. Ya maklum saja, secara jam setengah 12 malam. Tapi kalau beliau tepat waktu, tidak perlu sampai selarut itu kan?

2. dr. Neni Anggraeni, Sp.OG
Setelah dari dr. Teti, pada control selanjutnya saya mengunjungi dr.Neni. Dokternya masih muda, cantik, dan berjilbab. Penjelasannya cukup menyenangkan dan menenangkan, akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan kontrol dengan dr. Neni. Ketika saya flu parah, dr. Neni memberikan saya obat influenza yang aman untuk ibu hamil. Di pertengahan jalan, saya mengalami radang hemorrhoid / ambeien / wasir. Jadi sebelum saya hamil, saya memang sudah mempunyai hemorrhoid yang keluar setiap kali saya buang air besar, dan tetap bisa saya masukkan kembali. Namun kali ini, hemorrhoid saya terasa sangat sakit dan sulit sekali dimasukkan kembali. Setelah saya konsultasikan dengan dr. Neni, beliau memberi saya betadine sugar untuk mengompres hemorrhoid. Sebelumnya saya sempat baca-baca di internet beberapa yang mengalami hemorrhoid dan berujung SC. Namun menurut dr.Neni, adanya hemorrhoid tersebut tidak menghalangi persalinan normal. Kan jalurnya beda, katanya. Akhirnya saya tenang dan merasa dr.Neni akan mendukung persalinan normal.

Saya berhenti kontrol dengan beliau di minggu ke 36 kehamilan, setelah saya dirawat di RS tersebut untuk observasi DJJ. Menurut dr.Neni, DJJ saya rendah dan tersuspect bradycardia. Setahu saya, DJJ normal berkisar antara 120-160. Saat itu DJJ saya berkisar antara 120-130, dan 130-140 saat janin bergerak. Janin pun masih bergerak dengan aktif. Tapi menurut dr. Neni baselinenya masih sangat rencah sehingga saya diminta untuk dirawat supaya dapat dilakukan observasi. Nah, sempat ada perawat yang mengatakan bahwa kalau DJJ nya rendah, dan sekiranya berbahaya, perlu dilakukan terminasi kehamilan dengan SC. Hmm saya galau, saya merasa sehat, kehamilan  sehat, bayi aktif, dan DJJ masih dalam batas normal meskipun berada di batas bawah. Saya pun sudah sempat diberikan obat penguat paru yang berdasarkan literature yang saya baca, diberikan apabila kehamilan diterminasi sebelum 37 minggu. Saya khawatir akan adanya terminasi ini. Akhirnya karena merasa kehamilan saya baik-baik saja, saya minta pulang ke rumah. Suami pun diminta menandatangani surat pernyataan bahwa kami pulang atas permintaan sendiri.

Saya diminta untuk kontrol 3 hari kemudian. Tapi saya kabur, ga kembali lagi. HAHAHA!

Biaya Persalinan

Berikut yaaa

 

This slideshow requires JavaScript.

Fasilitas Rawat Inap dan Persalinan

Ruang VK dan Perina terletak di Lantai 2. Hanya ada 1 ruang rawat inap VIP di lantai 2, letaknya bersebelahan dengan ruang VK. Jadi apabila ruang perawatan VIP ini sudah terisi dan kita tetap ingin ada di lantai tersebut, kita akan dipindahkan ke ruang perawatan kelas di bawahnya. Ruangannya juga cukup luas dan kamar mandinya nyaman dengan nuansa warna orange. Kita juga bisa memilih ruang perawatan di lantai lain / umum, di luar poli kebidanan, namun konsekuensinya adalah berbeda lantai dengan ruang persalinan.

  1. RSIA Vitalaya dengan dr. Saverina Adella, Sp.OG

Saya akhirnya melakukan persalinan di rumah sakit ini dengan dokter Della (Baca juga Selamat Datang Permata! Alya’s Birth Story). Rumah sakit ini sebenarnya sudah cukup lama, dan sekarang RSIA Vitalaya sudah membangun gedung baru sehingga lebih besar. Dibandingkan dengan RS lain sih memang tidak terlalu besar. Tidak ada tempat parkir mobil di depan RS sehingga jika ingin parkir harus di pinggir jalan atau masuk ke gang di sebelah RS. Owner dari rumah sakit ini adalah bidan Vivi yang terkenal sangat pro persalinan normal. RS nya juga cukup bersih, namun medical recordnya masih sangat konvensional, hanya menggunakan kertas dan map plastik gitu. Sayangnya lagi, sekarang sudah tidak bisa lagi mendaftar by phone, dan antriannya itu puanjaaaang sekali hehe. Kalau dulu saya masih bisa by phone. Ruang tunggunya sempit namun lumayan nyaman karena menggunakan sofa. Saran saya, bawalah buku atau apapun yang bisa menghibur teman-teman saat menunggu. Saking lama antrinya, saya juga sering gofood ke RS ketika sedang mengantri hehe.

RS ini juga menyediakan layanan senam hamil 2 kali seminggu, dengan biaya Rp.300.000 yang berlaku mulai dari usia kehamilan 30 minggu hingga persalinan. Enak ya? Tapi saya tidak sempat ikut senam hamil disini karena jadwal weekendnya bentrok dengan jadwal Prenatal Yoga saya di Nujuh Bulan Studio (Baca juga Tetap Bugar selama Kehamilan dengan Prenatal Yoga).

Lanjut ke reviewnya ya..

Dokter

Saya mulai control ke dr.Della sejak usia kehamilan 29-30 minggu, hanya untuk melakukan USG 4D dan kembali lagi dengan dr Della pada usia kehamilan 36 minggu. Dr. Della sangat ramah, meskipun saya biasanya dapat nomor antrian akhir, beliau tetap murah senyum. Selalu membaca bismillah sebelum memeriksa saya. Beliau juga mau menjelaskan beberapa pertanyaan saya yang mulai mengarah ke arah medis banget karena ingin tahu dan penasaran haha. Beliau juga tidak mempermasalahkan hemorrhoid saya dan menyatakan bahwa hemorrhoid saya normal terjadi pada ibu hamil dan dapat diobati pasca persalinan. Saya percaya beliau ramah ibu hamil dan bayi karena beliau sangat jarang melakukan pemeriksaan dalam (seperti periksa panggul dan jalan lahir) dan tidak memberikan obat pencahar ketika persalinan. Terus bagaimana memeriksa apakah kepala adik bayi sudah turun ke panggul? Beliau melihatnya dari hasil USG 4D walaupun saat itu saya hanya kontrol dengan USG 2D biasa, jadi kaya diintipin 4D nya gitu hehe dan tidak dikenakan charge tambahan. Tapi, selama saya kontrol dengan beliau saya tidak pernah ditanyakan dan ditawari vitamin, ya walaupun vitamin dari kontrol terakhir ke Permata masih bisa digunakan sampai usia kehamilan 40 minggu sih hehe.

Ketika saya masuk rumah sakit lagi di usia kehamilan 36 minggu karena gejala thypus pun, dr. Della masih sangat tenang dan santai sehingga saya merasa dokter seperti beliau lah yang saya butuhkan untuk persalinan nanti. Saya juga merasa beliau cukup considerable dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan intervensi medis.

Biaya Persalinan

Parah sih ini, saya belum pernah menemukan biaya persalinan di rumah sakit yang lebih murah daripada disini! Padahal fasilitas perawatannya okeee.

20180102_141924

Dengan biaya di atas, selain untuk kamar perawatan dan standar biaya tindakan + obat-obatan persalinan, saya juga mendapatkan 1 paket perawatan massage dari Vita Salon pascapersalinan, edukasi breast care, hampers pasca persalinan (berisi popok, pembalut bersalin dan peralatan mandi), serta hampers kepulangan (berisi paket sabun antiseptik, diaper bag carters, peralatan mandi bayi, 1 kaleng susu ibu menyusui, dan 2 kaleng susu formula yang sampai sekarang saya bingung kenapa dikasih padahal kelihatannya RS tersebut pro ASI, dll).

Fasilitas Rawat Inap dan Persalinan.

Untuk kelas perawatan yang 1 pasien / kamar, ada 3 pilihan kamar yakni Rubby B (kelas 1), Rubby A (kelas VIP), dan Suite Room (Kelas VVIP). Enak ya biasanya kelas 1 itu 2 pasien per kamar, tetapi di Vitalaya sudah bisa 1 pasien/kamar.

Interior dan fasilitas ruangannya sangat homey dan ciamiik sekali. RS ini selain memerhatikan fungsi sepertinya juga memperhatikan interior ruangan dan kenyamanan. Saya menemukan beberapa furniture IKEA dalam interiornya. Sebenarnya fasilitas ruang Rubby A dan Rubby B secara umum sama namun luas Rubby A lebih besar daripada Rubby B, furniture yang digunakan berbeda, dan lemari di Rubby A juga lebih luas. Oh ya dalam kelas yang sama juga interiornya bisa beda dengan kamar lain <3.

Fasilitas ruang perawatan Rubby A & B

  • Bed pasien dan side table standard Paramount
  • Kursi berlengan
  • Kursi biasa
  • Sofa panjang
  • Kulkas
  • Kabinet penyimpanan
  • TV
  • Toilet standar dengan shower, WC duduk, air panas
  • Box bayi
  • 1 kardus AQUA gelas

Minus  = tidak ada dispenser. Kalau mau air panas bisa minta termos ke perawat.

Beikut ini foto – foto ruangannya

Rubby A / VIP

 

Dan berikut ini ruang perawatan Rubby A yang saya gunakan ketika bersalin.

20180106_12255220180106_12260520180108_120839

Alasan kenapa saya ambil Rubby A adalah supaya saya dapat menggunakan ruang VK VIP yang ada kamar mandi dalamnya, karena ruang VK kelas 1 kamar mandinya di luar. Dan ini memang sangat nyaman, yang paling saya suka adalah saya bisa membuat lampu temaram dengan hanya menyalakan lampu tinggi di dekat jendela (sepertinya tidak ada di Rubby B tempat saya dirawat saat gejala typhus dulu). Ah, oxytocin booster bangeeet, apalagi ditemani juga dengan aromatherapy yang saya bawa dari rumah ❤

Selanjutnya Suite Room, ruangan ini luasnya sealaihim gambreng! Bisa buat satu keluarga besar dan bawa rombongan terus bikin arisan disini hahaha. Fasilitasnya adalah

  • Bed pasien dan side table standard Paramount
  • Extra bed untuk penunggu/pendamping
  • Lemari, kebinet
  • Set meja makan
  • Kulkas
  • Sofa panjang dan set ruang tamu
  • TV beserta kabinet TV nya. Kalau di Rubby, TV nya dipasang di tembok.
  • Box bayi
  • Toilet standar dengan shower, WC duduk, air panas.
  • Dispenser

Berikut ini foto – fotonya

Kamar Suite Room 1

 

Kamar Suite Room 2

 

Untuk ruang VK, setelah beberapa kali saya survey sepertinya disana ada 4 ruangan.

  • Ruang VK VIP, 1 pasien/kamar, ada kamar mandi dalam dan TV
  • Ruang VK Kelas 1, 1 pasien/kamar
  • Ruang VK Kelas 2/3, 2 pasien/kamar
  • Ruang VK ?, 1 pasien / kamar. Jadi waktu itu aku sempet diperiksa CTG di ruangan ini, kecil banget ruangannya dan hanya 1 bed. Awalnya saya gatau kalau ada ruangan ini.
  1. RSB Sarana Permata Husada dengan dr. Silfiren, Sp.OG

Percaya atau tidak, saya baru control ke RS ini saat usia kehamilan saya 38 weeks! Usia segitu masih aja kepikiran ganti dokter dan RS ya. Soalnya saya orangnya suka gemes kalau masih ada yang ingin dipastikan. Walaupun ujung-ujungnya tidak jadi ke RS ini, saya memutuskan dengan sangat sadar dan yakin dengan apa yang menjadi pilihan saya. Jadi RS ini sudah ada sejak dulu kala, bahkan ibu saya melakukan operasi kuret disini ketika saya kelas 6 SD. RS ini sangat bersih dan bernuansa ungu. Ruang tunggunya kecil tapi bersih dan nyaman, perawatnya juga berseragam ungu, sementara ruang perawatannya bernuansa biru. Namun saya kurang cocok dengan ruang perawatanya dan akses RS nya yang tidak menggunakan lift atau tangga melainkan bidang miring. Kupikir, mungkin karena RS ini awalnya rumah.

Ini adalah satu-satunya RS di daerah Pamulang yang memfasilitasi persalinan di dalam air (waterbirth) dan hypnobirthing. Karenanya, saya menduga barangkali saja RS ini bisa memfasilitasi saya yang ingin melahirkan dengan posisi jongkok, karena RS lain tidak ada yang terbiasa memfasilitasi dengan posisi ini. Eh ternyata sama saja, mungkin karena SOP dari pemerintah ya? Hehe.

Dokter.

Jujur, dr Iren adalah dokter paling ramah dan paling banyak menjelaskan dibandingkan dengan dokter-dokter sebelumnya yang pernah saya kunjungi, bahkan tanpa saya tanya, beliau menjelaskan hal-hal yang sekiranya penting dan perlu saya perhatikan. Suka sekali, beliau juga mau menjelaskan tentang transisi posisi kepala bayi saat proses persalinan, bahwa posisi bayi saya yang saat itu occiput sama sekali tidak bermasalah, justru bagus. Selain itu, beliau sangat gentle ketika melakukan pemeriksaan panggul sehingga saya tidak merasa sakit sedikit pun!

Fasilitas Rawat Inap dan Persalinan.

Pilihan kamar untuk 1 pasien adalah tipe Anggrek (VIP) dan Edelweis (VVIP). Berikut ini foto-fotonya.

Tipe Anggrek

 

Tipe Edelweis

 

Sementara ruang VK, hanya ada 1 ruang VK untuk pasien umum. Ruangannya luas sekali, masih bernuansa biru, dan sudah disediakan gymball dan radio untuk memutar CD relaksasi/hypnobirthing.

Biaya Persalinan

IMG_20171213_193911

Akhirnya, setelah pencarian panjang yang bikin galau ini, saya berencana untuk melakukan persalinan dengan dr. Della di RSIA Vitalaya =)

Demikian, semoga review panjang ini bisa membantu, hehe.

Featured Image Source here

Regards,
Dwi Mustika Handayani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s