Tetap Bugar selama Kehamilan dengan Prenatal Yoga

Siapa yang kenal baik dengan saya, pasti tau kalau saya itu jarang sekali berolah raga. Saat sekolah dulu, paling frustasi kalau ada pengambilan nilai lari selama pelajaran olahraga. Prinsip saya setiap olahraga adalah yang penting happy dan badan bergerak, lebih banyak gaya dan ketawa dibanding olahraganya hehe. Saat kuliah pun malas sekali olah raga, hehe jangan ditiru ya. Jogging 2-3 kali seminggu adalah versi paling rajin, itu pun hanya sebulan sebelum rencana naik gunung. Hehehe.

Penurunan endurance ini sepertinya mulai terlihat signifikan setelah saya lulus SMP. Ketika menduduki bangku SMP, kontur tanah sekolah berasrama saya berupa perbukitan di desa. Setiap hari rasanya seperti olah raga, apalagi kalau harus lari ke masjid mengejar kalimat Laa ilaaha illallah saat adzan dikumandangkan. Saat itu saya justru sangat hobby ikut kegiatan olah fisik seperti outbond atau bela diri, bahkan sempat mengikuti kejuaraan bela diri (meski tidak juara) dan berhasil memegang sabuk biru olahraga bela diri Tapak Suci.

Heran? Sama. Rasanya ingin sekali sebugar dulu.

Akhirnya saat kehamilan ini datang, saya mencari cara supaya saya bisa kembali sehat dan fit. I believe that giving birth is a courageous act of a woman, and I want to be strong. Tapi saya juga nggak mau yang hardcore dan capek-capek haha. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan prenatal yoga karena berdasarkan hasil baca sana-sini, banyak sekali manfaat dari prenatal yoga. Dan sepertinya saya cocok dengan tipe olahraga seperti ini. Gerakannya gentle dan smooth, tapi kalau dilakukan dengan benar, bisa jauh lebih efektif daripada olahraga lain. Dan, aslinya juga karena saya tidak bisa berenang sih, hehehe.

20171209_124123

With my supportive husband

Agak sulit bagi saya untuk mencari kelas prenatal yoga di daerah BSD dan Pamulang, karena biasanya hanya menyediakan kelas umum. Kalau ingin khusus prenatal berarti harus ambil kelas private, yang mana lebih mahal hehe. Namun setelah googling sana sini, akhirnya saya menemukan Nujuh Bulan Studio, studio yoga dan childbirth education center yang terletak di bilangan Bintaro (Baca juga = Pengalaman Mengikuti Childbirth Education Class di Nujuh Bulan Studio). Memang agak jauh sih dari rumah, tapi baru melihat profilnya saja saya merasa cocok bahwa inilah yang saya butuhkan.

Nujubulan

Studio Yoga. Sumber = Nujuh Bulan Studio

Saya kemudian langsung menghubungi admin untuk mendapatkan info mengenai kelas dan biayanya. Sebelum mengikuti kelas prenatal yoga, kita wajib untuk mengikuti introductory workshop for prenatal yoga sebagai pengenalan dasar mengenai gerakan inti prenatal yoga, teknik pernapasan, relaksasi, serta komunikasi dengan janin. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti kelas intro ini adalah Rp 250.000, sudah termasuk goodie bag berisi produk-produk herbal, voucher mothercare, dan voucher-voucher lain. Lumayan, heheheh.

Saya mengikuti kelas intro saat usia kehamilan saya mencapai 16 minggu. Saat itu usia kehamilan saya paling muda dibanding teman-teman yang lain. Ada yang sudah 25 minggu, bahkan 30 minggu. It’s never too late to start. Pengajar saya saat kelas intro adalah Ka Tia Pratignyo, CEO dari Nujuh Bulan Studio. Kelas terdiri dari 45 menit teori mengenai dasar-dasar kehamilan dan pentingnya olah fisik selama proses kehamilan, dan 60 menit praktik mengenai gerakan-gerakan dasar prenatal yoga dan teknik pernapasan. Saya disadarkan bahwa olah fisik selama kehamilan itu sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan-keluhan selama kehamilan seperti backpain, lower backpain, symphisis pubis, pegal-pegal di kaki, dan lain lain. Saya juga diingatkan untuk lebih aware mengenai postur tubuh sehari – hari. Bagaimana posisi duduk, posisi tidur, dan posisi berdiri yang benar, serta bagaimana cara bangun, cara duduk, dan cara melakukan aktivitas mendasar lain dalam kehidupan sehari-hari. Perlu kita ingat sama-sama, bahwa kehamilan itu bukan penyakit. Keluhan-keluhan yang sering dialami selama kehamilan itu bukanlah disebabkan oleh kehamilan, melainkan karena kurang sadarnya kita dengan olah fisik dan postur tubuh sehari-hari sejak sebelum kehamilan. Akibatnya, ketika kehamilan datang, ketika kita diberikan beban tubuh lebih, keluhan itu akan mudah sekali terasa.

Selanjutnya, saya mulai membiasakan diri untuk hadir prenatal yoga di Nujuh Bulan Studio. Awalnya 2 pekan sekali, kemudian mulai rutin tiap pekan seiring bertambahnya usia kehamilan. Walaupun kadang bolong – bolong juga sih karena ada agenda lain hehehe. Istiqomah itu memang sulit, but we need to practice because it is necessary. Di awal, saya mengambil paket berisi 10 sesi prenatal yoga, karena akan menjadi lebih hemat dibandingkan biaya per visit.

Selama mengikuti prenatal yoga di Nujuh Bulan Studio, saya sempat diajar oleg 3 instruktur yang berbeda yakni Mba Shinta, Mba Gina, dan Mba Azani. Di antara ketiga pengajar ini, saya paling suka mengikuti kelas Mba Azani karena sekuens gerakan yang digunakan sangat challenging bagi saya. Walaupun smooth dan gentle, tetap loh di awal-awal, kaki (terutama paha dan betis bagian dalam) akan terasa pegal dan tubuh pun bersimbah keringat. Haha. Kalau kata beliau “Kita ngga perlu banyak gerak, tetapi pastikan gerakan yang kita lakukan itu benar. Olah nafasnya benar. Sehingga memberikan impact terhadap tubuh”

Yea, super like this.

pose catcow2

Cat cow pose. Sumber = doyouyoga.com

pose warrior

Warrior (kalau ga salah). Sumber = genderreveal.com

Pada dasarnya, gerakan – gerakan yang dilakukan adalah variasi dari butterfly pose, cat/table pose, serta gerakan gerakan lain yang dilakukan pada posisi squatting maupun standing, seperti mid squat, deep squat, warrior, goddess pose, extended side angle pose, extended triangle pose, dan pose-pose lainnya yang tidak saya ingat namanya satu per satu. Yang penting gerak deh hehe. Kebanyakan fungsi gerakan yang dilakukan adalah membuka dan memutar panggul supaya posisi janin optimal. Beberapa gerakan untuk melatih otot perut bagian bawah dan core activation unit juga dilakukan supaya target muscle yang berperan dalam proses persalinan dapat dilatih. Sekuens gerakan yang dilakukan setiap minggunya tidak selalu sama, instruktur biasanya akan menyesuaikan dengan usia kehamilan dari peserta prenatal yoga yang hadir. Dan yang paling menyenangkan adalah, di akhir sesi kita selalu melakukan latihan olah nafas, relaksasi dengan afirmasi positif, serta komunikasi dengan janin. Jadi selain olah fisik, sesi prenatal yoga disini juga bisa membantu kita dalam stress release dan menyehatkan jiwa. Hehehe.

Alhamdulillah, I find joy during prenatal yoga session. Saya pribadi merasakan manfaat dari jenis olah raga ini. Menginjak usia 38 minggu, jarang sekali merasakan backpain, dan tidak mengalami kaki bengkak. Hanya pegal-pegal ringan saja yang bisa dibantu dengan sesi pijat singkat dari suami hehe.

Tidak terasa sudah 38 minggu menjalani kehamilan, membawa cinta yang terus tumbuh bersama. Tidak terasa juga, sebentar lagi akan berpisah dengan momen kehamilan. Terima kasih telah menemani ibu kemanapun dan kapanpun ya, sayang. Terima kasih telah membuat ibu lebih sadar dan banyak belajar selama menjalani kehamilan ini. Sampai bertemu dalam dekapan yang nyata, sayang. Insyaallah tidak lama lagi 

Mohon doanya ya, agar persalinan nanti dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT, dan semoga tidak lupa mengaplikasikan gerakan-gerakan yoga dan teknik-teknik olah nafas saat persalinan kelak. Aamiin.

Dan.. kepada ibu-ibu hamil dimanapun kalian berada, kalian semua hebat.
May you experience a blissful pregnancy.

Featured image source = hallosehat.com

Dwi Mustika Handayani

Advertisements

One thought on “Tetap Bugar selama Kehamilan dengan Prenatal Yoga

  1. […] RS ini juga menyediakan layanan senam hami 2 kali seminggu, dengan biaya Rp.300.000 yang berlaku mulai dari usia kehamilan 30 minggu hingga persalinan. Enak ya? Tapi saya tidak sempat ikut senam hamil disini karena jadwal weekendnya bentrok dengan jadwal Prenatal Yoga saya di Nujuh Bulan Studio (Baca juga Tetap Bugar selama Kehamilan dengan Prenatal Yoga). […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s