[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration

Selamat sore, selamat menikmati akhir pekan, selamat melepas penat ya 🙂

Kalau saya sedang merasa lelah dengan aktivitas dan rutinitas yang ada, saya ingat satu pesan suami saya: Apabila kita tidak disibukkan dalam kebaikan, pasti kita disibukkan dalam keburukan. Jadi, bersyukurlah kita yang masih disibukkan dalam kebaikan. Semoga lelah yang dirasakan saat ini, bisa menjadi pemberat amalan baik di akhirat kelak.

Kali ini saya ingin bercerita tentang #DIYBrideProject yang terakhir, yang paling banyak mendapat apresiasi dan paling sering ditanya para tamu, yaitu paper flower decoration.

Akhir-akhir ini, penggunaan paper flower backdrop untuk photobooth sedang marak di kalangan para pengantin. Dengan warna dan model beragam, paper flower backdrop memang bisa membuat foto di hari spesialmu menjadi lebih indah. Saya yang ngakunya suka sekali dengan bunga jelas tidak mau ketinggalan, ingin menghadirkan paper flower di acara pernikahan saya.

Vendor-vendor penyedia jasa pembuatan paper flower pun mulai bermunculan, baik yang masih baru maupun yang sudah terkenal dan professional. Akhirnya saya coba mengontak salah satu pembuat paper flower di Jakarta. Harganya? Alamaaak, sekitar Rp 70.000 untuk ukuran besar (75 cm). Kalau hanya beli satu atau dua sih tidak masalah ya, tetapi kalau beli banyak kan lumayan hehehe.

Karena terpepet budget, saya memutuskan untuk mencoba membuat sendiri paper flower untuk resepsi pernikahan saya. Kenapa ya, manusia itu (saya aja sih) harus kepepet dulu baru kreatif, hahaha. Supaya lebih hemat. Untungnya saya juga termasuk orang yang cukup suka kerajinan tangan, so I am gonna give it a shot.

Satu tantangan lagi bagi saya dalam membuat paper flower ini adalah mencari kertas yang saya inginkan, yaitu kertas fancy berserat berglitter. Iya, sayang sekali saya tidak tahu nama kertas yang saya maksud, hanya berbekal contoh kertas dan berharap tukang kertasnya tahu. And they also have no clue!  Sudah keliling Jakarta (bahkan sampai Sunter) mencari kertas, ke lebih dari 10 toko, tidak juga membuahkan hasil. Akhirnya saya coba menggunakan kertas jasmine yang sering dijadikan bahan dalam pembuatan undangan. Hal baiknya, jenis kertas ini jauh lebih murah. Hehehe.

Saya membeli kertas jasmine di salah satu toko di bilangan Kebayoran. Warna yang saya gunakan adalah peach dan mint (nama asli plasma pink dan plasma blue), masing-masing berukuran A0.

Lem tembak siap, kertas siap. Game on!

Karena weekday saya bekerja dan weekend biasanya diisi oleh persiapan dengan vendor, saya mencicil membuat paper flower pada malam hari sepulang saya bekerja. Setelah proses trial error yang cukup panjang untuk memperoleh shape yang saya inginkan, suami pun saya kerahkan untuk membantu memotong pola hehe. Yes, the real struggle is cutting the petal, btw. Merakit bunganya sendiri cukup cepat, apalagi kalau sudah paham polanya. Kalau malam biasanya saya bisa merakit 5-7 paper flower. Cukup santai dan happy, tidak sampai lembur-lembur. Hehe.

Unfortunately, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tangan kiri saya retak membuat saya tidak bisa melanjutkan membuat paper flower. Sehingga, rencana awal untuk memenuhi foyer dengan paper flower harus dibatalkan, diganti dengan hanya menebar paper flower secara acak di sepanjang foyer. Untungnya, jumlah paper flower yang sudah jadi lumayan banyak. Dari dua minggu saya membuat paper flower, sudah lebih dari 50 bunga berbagai ukuran (kecil, besar, sedang) yang sudah selesai dibuat. Dan lucunya, setelah acara resepsi selesai, bunga-bunga kertas ini banyak yang dicopot dan dibawa pulang oleh tamu undangan. Tapi gapapa, saya senang sekali karena artinya para tamu suka dengan bunga-bunga itu. ❤

Berikut ini hasil paper flower nya :

bunga-1

Take a closer look

img_5079

Navy Gold Paper Flower

Bagaimana? Ingin hari istimewamu dilengkapi dengan paper flower manis seperti ini juga? Kindly contact me ya, tangan saya sudah pulih, sudah ada pesanan juga untuk bulan depan. Yay! Semangaaat!!!

P.S : Blooming soon, my paper flower business line.

Semoga bermanfaat ya, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

12 thoughts on “[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration

  1. […] saya mau membahas tentang Papeneri, my baby that was born from #DIYBrideProject Paper Flower (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration ). Sejujurnya, saya sama sekali tidak menyangka bahwa #DIYBrideProject iseng-iseng waktu itu […]

    Like

  2. […] pembatas. Bunga-bunga #DIYBride dipajang sepanjang lorong ini, agar tidak terlalu polos (Lihat My #DIYBrideProject : Paper Flower Decoration). Terima kasih Tim Every yang sudah membantu memasangkan bunga-bunganya […]

    Like

  3. halo mbak dwi, suka deh sama sharingnya. saya jadi mau tanya saat pemasangan ke kainnya ditempel pakai apa ya? kalau pakai double tape ko sering copot ya mba?

    Like

    • hai dear, bisa pakai mounting tape (double tape yang tebal dan timbul, aku pakai yang merk scotch tape dari 3M), atau menggunakan pita yang kemudian bisa dikaitan ke permukaan kain dengan peniti / jarum, atau dengan pita bisa juga digantung seperti menggantung frame foto.

      Like

  4. Maaf ka.. Mau tanya nama toko keryas dibilangan kebayoran yg kaka bilang itu dimana yah…

    Like

  5. Hi Mba… bagus2 bunganya.. Mau tanya Mba, jadi jenis kertasnya pake kertas Jasmine ya?

    Like

  6. Halo mba.. Saya juga mau buat utk acara lamaran adik saya. Harga kertas jasmin uk A0 di toko tsb berapa ya perlembarnya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s