[The Wedding Journal] Desain Undangan dan Wedding Stationary by @yourweddingmate and Me

Floral design will never go wrong for wedding invitation. Of course, as long as you make it right.

Sejak awal saya sudah memutuskan ingin undangan yang sederhana, tapi manis dan elegan. I want my wedding invitation to be able to represent usSay no to undangan berlipat-lipat, berlembar-lembar, penuh tulisan, dan berpita-pita banyak. Yang saya mau adalah model single board full color dengan amplop, disertai sisipan peta yang juga full color. Untuk harga model seperti itu, harganya bervariasi dari Rp 6.000-12.000 sesuai dengan tempat dan bahan. Saya berhasil menemukan tempat cetak undangan yang saya mau senilai Rp 6.500/pc. Review tempat cetak undangan akan menyusul di postingan berikutnya. Review Serayu Printing Pasar Tebet

Banyak percetakan sudah menyediakan default template untuk undangan beserta desainnya sehingga kita hanya perlu memasukkan kontennya saja, atau dicustomize sedikit. Tapi saya idealis rempong, saya ingin desain sendiri, supaya tidak pasaran dan benar-benar sesuai yang saya mau. Tapi masalahnya adalaaah, saya tidak bisa melukis atau mendesain vector, saya cuma bisa sedikit utak atik photoshop, sekedar layouting dan editing gambar.

Akhirnya saya minta tolong adik kelas saya, Tika (kebetulan namanya sama), untuk membantu membuatkan ilustrasinya. Tika ini jago banget melukis water color (actually anything) dan dia kerja sama dengan pacarnya. Tika melukis, pacarnya yang mendesain & layout. So sweet ya? Selanjutnya mereka berdua come up dengan nama @yourweddingmate (Instagram).

Berikut ini referensi undangan yang saya gunakan sebagai panduan desain :

Dan outputnya, setelah sekian kali revisi (yang tidak terhitung banyaknya) jadilah ini :

Selanjutnya dengan menggunakan desain dasar yang Tika kasih, saya mendesain sendiri beberapa wedding stationery lainnya seperti : peta lokasi, kartu penukaran souvenir, thank you note, kartu photobooth, cue card MC, kartu VIP, kartu hikmah untuk di area catering, undangan pengajian, dan poster selamat datang. Here they are!

Map Salem 3

Senang sekali semuanya jadi setema 🙂

All

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

Advertisements

[The Wedding Journal] My #DIYBrideProject : Souvenir Siraman dan Pengajian

Halo bridezillas!

Wedding favor atau souvenir pernikahan merupakan salah satu tradisi dalam pernikahan yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada para tamu yang telah hadir, memberikan doa, serta membuat acara pernikahan kita menjadi lebih spesial.

Bagi calon pengantin yang menyelenggarakan pernikahan dengan banyak elemen acara di dalamnya, pemberian souvenir ini menjadi to do list yang harus diperhatikan. Pada acara pernikahan saya kemarin, acara terdiri dari pengajian, siraman, akad nikah dan upacara adat panggih, serta resepsi pernikahan. Sehingga kami harus menyiapkan beberapa jenis souvenir, yakni souvenir pengajian, siraman, dan resepsi. Banyak ya?

Preparing your own wedding favor for your spesial moment? Why not?! Selain lebih menghemat biaya, kita juga bisa mencurahkan seluruh kreativitas untuk memberikan souvenir yang bermanfaat dan berkesan. Akhirnya, kemarin pun saya mencoba menyiapkan souvenir untuk pengajian dan siraman pada rangkaian acara pernikahan kami.

Kenapa ga sekalian resepsi juga ? Gempor buuuu undangan resepsi saja sampai 800 hehe.

So…here we go!

Souvenir Pengajian

Ada banyak pilihan barang yang dapat digunakan untuk souvenir pengajian, misalnya tasbih, jilbab/kerudung, sarung, sajadah, dan lain sebagainya. Umumnya, walaupun tidak selalu, pilihan souvenir pengajian adalah benda-benda yang berfungsi untuk aktivitas ibadah. Pilihan kami pun jatuh kepada sajadah batik yang akan dikemas menggunakan customized goodie bag.

Isi : Sajadah batik, beli grosir di Tanah Abang (tadinya mau beli di Jogja sekalian tetapi tidak sempat)
Packaging : Goodie bag cokelat polos, dengan pita satin, doily paper, dan sticker of my own design.
Tools you may need : gunting, double tape.

Untuk stickernya, saya mendesain sendiri kemudian dicetak dengan digital printing menggunakan kertas sticker.

Berikut ini hasil packaging sebelum diisi sajadah  batik 🙂

IMG-20160117-WA0019

Tinggal diisi dalamnya. Rapi, sederhana, tapi manis  ❤

img_4336

Souvenir pengajian saat dibagikan

Souvenir Siraman

Pada acara siraman pengantin adat Jawa, souvenir diberikan kepada para sesepuh yang telah selesai menyiram calon pengantin. Sebenarnya, saat ini sudah banyak sekali vendor jasa pembuatan souvenir siraman. Tetapi kami benar-benar ingin souvenir yang bermanfaat. Sederhana saja, tidak perlu banyak, asal dipakai. Umumnya souvenir siraman berisi handuk sebesar sapu tangan, sabun (sabun batang, cair, atau sabun kertas), sisir, cermin. Pengalaman kami dari menerima souvenir seperti ini adalah pada akhirnya souvenir tersebut hanya tersimpan rapi dan tidak digunakan. Handuknya pun belum tentu dapat digunakan karena kurang fungsional. Apabila memesan handuk yang lebih besar, pastinya harga akan menyesuaikan, dan itu lumayan, hehe. Akhirnya kami memutuskan untuk memberikan souvenir handuk, dengan kemasan yang disiapkan sendiri.

Isi : Handuk Terry Palmer 50 x 100 cm, beli di Mangga Dua
Packaging : Mika tabung, pita jepang, doily paper, dan sticker of my own design.
Tools you may need : gunting, double tape.

Berikut ini hasilnya 🙂

IMG-20160117-WA0007IMG-20160117-WA0010IMG-20160117-WA0011

Alhamdulillah kami puas banget dengan hasilnya. Selain lebih hemat, insyaAllah lebih berkesan, karena ada cinta dalam setiap proses pembuatannya. ❤

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart 🙂

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Review Taman Music Entertainment

Walaupun keliatannya sepele, hiburan dalam resepsi pernikahan merupakan hal yang cukup penting bagi saya. Selain karena saya nggak mau jeda kosong nanti hanya akan terisi oleh dentang piring dan sendok, saya juga punya keinginan tersendiri untuk hiburan yang akan ditampilkan (eventhough I am not a huge fan of music and don’t even understand music). Musikalitas yang bagus (kedengarannya), juga self appeal dan performance yang santun menjadi syarat utama bagi kami. Sederhana kan?

 I want an elegant yet romantic wedding entrance, that’s the main reason I hired a wedding entertainment service. Selain itu, juga untuk menghadirkan suasana yang nyaman, cozy, dan akrab bagi keluarga dan para tamu. Untuk tujuan kedua sebenarnya ada cara yang lebih menghemat biaya yaitu dengan menggunakan CD Mix, tapi untuk tujuan yang pertama kayanya kurang greget ya?

Akhirnya kami mulai cari wedding entertainment. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai musik yang ramai dan berdentum, lebih suka yang lembut dan santai. Saya juga dari dulu ingin ada baby grand piano di resepsi pernikahan saya. Piano – violin atau piano saxophone, sepertinya oke juga, yang penting piano hehe. Dan luckily Kakak saya punya sahabat musisi jago yang juga ngerti akustik gedung. Namanya Mas Edit. Dulu pas Kakak nikah di Bandung pun Mas Edit dan teman-temannya ini yang mengisi entertainmentnya. Bahkan menurut Kakak, Edit N Friends ini justru lebih bagus daripada Wijaya Music yang dihired mertua kakak karena beliau nggak percaya sama Edit N Friends. Dan sekarang Mas Edit sudah berdomisili di Tangsel. Tapi kalau dengan Mas Edit, berarti ada alat musik perkusinya, karena justru dia jagonya disitu. Mas Edit ini drummer by the way, instrumen lain juga bisa tapi.

Agak keluar dari keinginan awal sih, tapi karena harga teman, siapa yang nolak kan, hehe (oportunis banget ya). Akhirnya kami pun berminat untuk memakai jasa Edit N Friends.

Tapi ternyata beberapa bulan kemudian Mas Edit ini tidak menyanggupi untuk mengisi entertainment di resepsi pernikahan saya karena beliau sudah mulai bekerja di NET dan sangat sibuk. Huaaa langsung putar otak cari wedding entertainment lain. Dan yang terpenting dan utama adalah, on budget (Harus dong!).

Ada beberapa opsi setelah rencana menggunakan jasa Mas Edit batal.

Pertama, entrance manggunakan cucuk lampah dan entertainment bebas, CD mix juga boleh. Tapi kalau seperti ini saya harus menghire 2 MC : penyondro dan MC utama karena saya ngga mau menggunakan MC tradisional untuk keseluruhan acara. Cari MC utamanya juga PR lagi nanti hehe.

Kedua, tim nasyid.

Ketiga, jasa wedding entertainment mini chamber.

Akhirnya kami coba cari untuk opsi ketiga. Sepertinya akan lebih memudahkan karena biasanya jasa wedding entertainment juga punya relasi yang baik dengan MC – MC profesional. Kami mendapatkan rekomendasi untuk Taman Music Entertainment dari Miarosa dan Every Decoration. Menurut mereka, TME ini termasuk yang bagus tetapi harganya terjangkau. Baiklah, dicoba dulu.

1441810430-MI-taman-musik

Taman Music Entertainment

Kami pun mencoba survey ke TME saat Pameran Gebyar Pernikahan Indonesia di Balai Kartini. Disana saya bertemu dengan Mas Ricky. Mas Ricky kemudian menjelaskan paket-paket yang tersedia di TME. Mulai dari mini chamber, full band, sampai mini orchestra. Kami tertarik dengan paket mini chamber yang terdiri dari baby grand piano, bass, saxophone, drum/cajoon, dan 2 singer. Tetapi kami tidak mengambil singernya alias hanya instrument, sehingga harganya dikurangi dari harga paket awal. Selain itu yang bikin tempting adalah kalau kami deal saat pameran, kami akan mendapatkan bonus MC. Penawaran spesial saat pameran memang menggiurkan ya haha. Tapi saat itu kami baru saja deal dengan Every dan sepertinya terlalu tergesa kalau langsung deal dengan TME saat itu. Akhirnya kami simpan dulu info TME.

Setelah itu, saya kembali mencaripembanding TME, di antaranya adalah DEO dan PAO Entertainment. Tapi saya tidak menemukan yang lebih sreg lagi dibanding TME. Kalau ngga cocok sama kualitasnya, ya ngga cocok sama harganya. Ahaha klasik.

Akhirnya kami kembali dihubungi sama Mas Ricky menjelang akhir tahun 2015. Tapi ya.. kami ngga bisa mendapatkan penawaran seperti saat pameran lagi, walaupun kami masih dikenakan harga tahun 2015 (saat itu sudah ada harga baru untuk tahun 2016 yang akan diberlakukan di pameran selanjutnya). Saya pribadi memberi batas maksimal harga yang masih bisa kami terima, tapi sudah harus dengan MC, kalau nggak dapet ya ngga jadi aja hehehe. Awalnya nggak dapat segitu, tapi akhirnya pelan-pelan Mas Ricky ngasih potongan, potongan, dan potongan, sampai akhirnya meleset sedikit saja dari harga yang ditawarkan saat pameran. Waaah alhamdulillah rejeki anak sholeh 🙂

Setelah itu kami langsung pilih MC. Kami diperlihatkan video performance MC-MC yang bermitra dengan TME. Saat itu kami jatuh cinta dengan Iswandi Banna, karena beliau luwes, santun, fasih mengucapkan doa-doa pernikahan, dan fluent dalam berbahasa Inggris, apalagi beliau bisa menyampaikan quote2 romantis sepanjang acara pernikahan. Later I found out that beliau aktif di beberapa kegiatan keagamaan dan pernah memperoleh penghargaan sebagai The Most Chosen MC versi BRP Ballroom. Akhirnya kami pesan Iswandi Banna sebagai MC pada resepsi pernikahan kami. Unfortunately (cobaan orang mau nikah) he couldn’t make it in last minute. Mas Ricky mengabarkan bahwa Mas Iswandi Banna tidak bisa menjadi MC pada pernikahan kami, karena beliau melanjutkan studi ke Jepang. Confused ? Yes. Tapi mendekati hari H, saya sudah mempersiapkan mental dengan kemungkinan apapun yang terjadi (dan ternyata mendekati Hari H memang banyak kejutannya). No matter how well you plan it, if God’s will it to happen, it will happen.  Jadi saya cuma bisa berfokus pada solusi. Mas Ricky minta maaf banget dan saya cuma bisa bilang “Iya ngga papa mas, saya minta tolong diusahakan dulu Mas Banna nya, tapi kalau ngga bisa, minta tolong dicarikan pengganti yang juga baik performancenya“. Dan alhamdulillah akhirnya TME pun berhasil mencari MC pengganti yakni Faisal.

Alhamdulillah Mas Ricky pun sangat ramah dan membantu apa yang kami mau, terutama untuk perihal grand entrance. Grand entrance kami diawali dengan pemutaran rekaman prosa buatan saya sendiri, sambil diiringi instrumental piano. Kemudian langsung dilanjutkan dengan lagu From This Moment On by Shania Twain pada saat langkah pertama kami dari pergola pengantin, dengan diescort oleh saxophonist menuju pelaminan. ❤

Dan berikut ini adalah list lagu pada resepsi pernikahan kami, thank you to Cici Jenny who helped me with the list 🙂

  1. A moment like this (Kelly Clarkson)
  2. A whole new world (Peabo Brysons & Regina Belle OST Aladdin)
  3. All of me (John Legend)
  4. Another you (Brian McKnight)
  5. Because of you (Keith Martin)
  6. Because you loved me (Celine Dion)
  7. Beautiful in white (Westlife)
  8. Can you feel the love tonight (Elton John)
  9. Dia (Maliq D’Essential)
  10. Endless love (Lionel & Diana Ross)
  11. Eternal flame (The Bangles)
  12. Forever in Love (INSTRUMENTAL)
  13. From this moment on (Shania Twain)
  14. How deep is your love (Bee Gees)
  15. I remember (MOCCA)
  16. If I aint got you (Alicia Keys)
  17. Just the way you are (Bruno Mars)
  18. L.O.V.E
  19. Love on top (Beyonce)
  20. Lucky (Bruno Mars)
  21. Marry you (Bruno Mars)
  22. Marry your daughter (Brian McKnight)
  23. Mine (Petra Sihombing)
  24. Mirror (Justin Timberlake)
  25. Nothing’s gonna change my love for you
  26. Pilihanku (Maliq D’Essential)
  27. River Flows (INSTRUMENTAL)
  28. The best thing (MOCCA)
  29. This I promise you
  30. Thinking out loud (Ed Sheeran)
  31. You’ll be in my heart (Phil Collins)
  32. The sweetest life (Robin Thicke)
  33. Two is better than one (Tyler ward ft Krista Nicole)

Untuk yang masih bingung menentukan playlist lagu pernikahan, berikut ini adalah SONGLIST yang diberikan oleh Taman Music Entertainment, siapa tau bisa jadi referensi lagu wedding hehe : SONG LIST TAMAN MUSIC 2015

Taman Music Entertainment
http://www.tamanmusic.com/
CP Marketing : Ricky (rickytamanmusic@yahoo.co.id ; 081311099994)

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Pemangku Adat : Sanggar Dewi Sri (Pak Suryanto)

IMG_4522-

Seringkali, menikah itu lebih sederhana daripada adatnya…

Sejak awal, Ibu dan Bapak ingin menyelenggarakan pernikahan saya dengan adat Jawa. Apalagi saya anak terakhir, dan kakak saya satu-satunya yang laki-laki sudah menikah dengan adat Sunda mengikuti mempelai wanitanya. Untungnya, calon suami juga orang Jawa sehingga tidak ada konflik masalah adat.

Adanya acara adat jawa lengkap dengan siraman membuuat rangkaian acara pernikahan kami lebih satu hari. Karena khawatir justru akan melelahkan nantinya, jadi kami pisah hari antara akad dan resepsi, kemudian midodareni pun dihilangkan. Berikut ini rangkaian acara pernikahan kami:

  • Day 1 : Pengajian & Seserahan
  • Day 2 : Siraman (Pagi) & Akad Nikah + Panggih (Siang) – Tanpa midodareni.
  • Day 3 : Resepsi.

Untuk hari kedua, PR nya adalah kami harus mencari pemangku adat sebagai penyelenggara rangkaian acara. Dan ini nyarinyaaaaaa susah-susah gampang. Karena rangkaian acara adat Jawa merupakan sisa agama kultural, kami ingin mengusahakan sebisa mungkin walau tetap njawani, tapi sudah meninggalkan kepercayaan-kepercayaan terdahulu, seperti melakukan sesuatu untuk tolak bala, dlsb dlsb..

Akhirnya setelah mencari informasi tentang sanggar adat, kami mengerucutkan 3 pilihan vendor di bawah ini :

  • Talitha Wedding Service
  • Sanggar Putri Nawangsari
  • Sanggar Dewi Sri

Oke kita mulai satu satu ya 🙂

Talitha Wedding Service

Talitha Wedding Service ini sering ada di pameran-pameran pernikahan untuk sanggar dan rias. Dan ternyata dia juga punya paketan acara adat Jawa. Berikut ini pricelistnya : PL TALITHA Paket Siraman 2015

Akhirnya kami mencoba survey ke kantornya di daerah Cilandak. Kebetulan Ibu dan Bapak ikut juga karena mereka pun ingin betul-betul mengerti rangkaian acara adat Jawa, mulai dari urutan-urutan, pelaksanaan, hingga maknanya. Tapi sayangnya saat kami ke kantornya, marketingnya hanya bisa menjelaskan paket-paketannya, dan terlihat tidak benar-benar menguasai perihal adatnya. Beliau juga lebih sering menekankan ke paket sanggar dan rias untuk akad dan resepsi. Mungkin karena Talitha ini dasarnya memang sanggar rias, sehingga untuk adatnya menggunakan pihak ketiga lagi. Ibu kurang puas dengan penjelasannya, akhirnya kami coba cari yang lain lagi.

Talitha Wedding Service
Jl. Taman Cilandak V/B4, Jakarta Selatan1
Email: talitha.sanggar@gmail.com, info@talitha.id

Sanggar Dewi Sri

Alhamdulillah dapat rekomendasi ini dari kakak kelas yang juga mau menikah. Kakak ini dapat rekomendasi MC Pak Suryanto dari Miarosa (kebetulan saya juga pakai sanggar yang sama). Pak Suryanto ternyata juga memiliki sanggar adat, namanya sanggar Dewi Sri. Berikut ini pricelistnya : PL Sanggar Dewi Sri 2015

Harga yang ditawarkan Pak Suryanto ini lebih murah daripada Talitha. Kami pun berangkat dari Tangerang ke rumah Pak Suryanto di Mediterania Residence, Jatibening, Bekasi. Pak Suryanto ini baik sekali dari awal memberikan arahan jalan menuju rumahnya, bahkan kami juga beberapa kali ditelpon ketika di perjalanan karena khawatir kami nyasar. Pas ketemu orangnya, sesuai yang dibayangkan, njawani sekalii…begitu juga Ibu Dewi Sri. Ketika ngobrol-ngobrol, nyambung dan klop banget dengan Ibu dan Bapak. Ternyata Pak Suryanto itu pensiunan direktorat pajak, walaah langsung deh ngomongnya nyambung karena orang tua juga PNS. Ga nyangka Pak Suryanto ini ternyata sangat humoris. Pak Suryanto dan istri juga kemudian dengan perlahan – lahan menjelaskan tahapan satu per satu dalam rangkaian adat Jawa, detail sampai ke maknanya. Ibu sampe mau nangis pas dijelasin. Gimana pas acara coba ?

Akhirnya, kami memutuskan menggunakan Sanggar Dewi Sri sebagai pemangku adat acara pernikahan kami. Paketan jasa yang kami ambil adalah:

  • Paket Siraman Gold Wanita
  • Paket Siraman Gold Pria
  • MC Akad Nikah
  • Paket Panggih Standar
  • Kembar Mayang Solo
  • Begalan (Mantu pertama)
  • Tumplak Punjen (Mantu terakhir)

Iya, pakai begalan dan tumplak punjen karena saya anak perempuan satu-satunya, jadi double deh pertama dan terakhir.  Untuk paket siraman pria, karena di lokasi yang sama, maka perlengkapan yang dapat digunakan berdua tidak dibebankan lagi. Kemudian ditambah dengan charge pelayanan ke daerah Tangsel sebesar Rp 1.000.000.

Sanggar Dewi Sri
Mediterania Regency Cikunir Blok C.38
Jl. Ratna – Jatibening, Bekasi Selatan
HP : 08161385966
Email : info@mcpengantinjawa.com

Sanggar Putri Nawangsari

Dapat rekomendasi sanggar ini dari pernikahan temannya Kakak yang juga menggunakan adat jawa dalam acara pernikahannya. Lokasinya di daerah Kramat. Tapi kami nggak jadi survey kesana karena sudah klop dengan Pak Suryanto.

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with love 🙂

Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Review : Sanggar Liza & Miarosa

Setiap perempuan pasti ingin tampil cantik dan memukau pada hari bahagianya. Since it’s only once in a lifetime, we really need to hire a professional MUA that can make us a perfect bride. Dan bagi saya, selain cantik dan memukau, yang terpenting adalah jilbab menutup dada, tanpa cukur alis, dan tidak terlalu menor. Manglingi sih boleh, tapi jangan sampai jadi kaya bukan saya, nanti suami malah ngga ngenalin, hahaha.

Dari awal rencananya kami akan menggunakan sanggar saja untuk menghemat biaya, bukan membuat baju sendiri dan mencari MUA khusus untuk rias pengantin. Dan setelah review vendor rias, kami tertarik dengan Sanggar Liza dan Sanggar Miarosa, terutama untuk resepsi.

Sanggar Liza

Sanggar ini lagi naik daun di kalangan pengantin di Jakarta. Riasannya terkenal halus, modern, dan manglingi. Untuk riasan pengantin berhijab juga bagus. Berikut ini contoh riasan sanggar Liza:

See? Sangat halus yaa riasannya dan terlihat modern. Di Sanggar Liza ada 3 perias utama yakni Ibu Liza, Mba Fitri, dan Mba Reny. Tapi untuk Ibu Liza, harganya berbeda dengan Mba Fitri atau Mba Reny, yakni menggunakan paket Platinum. Sementara untuk perias Mba Fitri dan Mba Reny menggunakan paket Diamond. Berikut ini pricelistnya :

Price List Diamond 2015
Price List Platinum 2015
PROSEDUR

Paket untuk akad resepsi berlaku untuk satu kali make up saja dalam satu hari, kemudian saat resepsi hanya dilakukan finalisasi dan touch up. That’s why perbedaan harga antara akad resepsi dan resepsi saja tidak terlalu besar. Kalau akad berbeda hari biasanya akan ada charge tambahan lagi. Karena kami akadnya berbeda hari, apalagi saat akad juga ada acara adat lengkap (yang berarti kami harus sewa beskap dlsb), kami memutuskan memakai sanggar yang berbeda antara akad dan resepsi.

Mencari alamat Sanggar Liza sangaaat susah, kami sampai muter-muter, sampai ke jalanan menurun yang hanya dilewati satu mobil. Kami juga hampir tidak percaya dengan alamatnya. Tapi ternyata memang benar. Ramai sekali hari itu tapi untungnya kami tetap dilayani dengan baik. Karena akad dan resepsi yang berbeda hari, kami berniat untuk menggunakan paket Resepsi B (Resepsi saja). Dan alhamdulillah hari itu untuk Mba Fitri masih kosong untuk tanggal saya yeeeeeay! Meskipun demikian, harga di pricelist adalah harga untuk kebaya pengantin ready stock, sementara yang dimaksud kebaya ready stock disini adalah kebaya koleksi lama. Dan yang namanya kebaya ready stock…itu biasa banget, kebanyakan yang ada di gambar adalah kebaya exclussive. Untuk kebaya exclussive, kami harus menambah biaya di luar harga sewa sekitar Rp 1.500.000 – Rp 7.000.000, tergantung modelnya. Makin bagus makin mahal dong pastinya. Namun sayangnya hari itu kami ngga banyak diperlihatkan koleksi kebaya  yang dapat kami pilih. Hmm pikir – pikir lagi, karena kan belum tentu menemukan baju yang cocok. Tetapi akhirnya kami tetap taruh nama untuk booking Mba Fitri. Nanti dalam waktu 3 hari apabila kami tidak konfirmasi pesanan, nama kami akan dicoret dari daftar. That’s okay, kami bandingkan dulu dengan Miarosa.

Sanggar Miarosa

Miarosa juga terkenal dengan rias pengantin yang halus dan nggak menor. Walaupun harus saya akui kalau Sanggar Liza lebih OK. Sebenarnya Miarosa sudah lebih dulu dikenal sebelum Sanggar Liza mulai booming di kalangan calon pengantin, hanya saja kemunculan Liza benar-benar sebuah gebrakan dalam dunia periasan *halah. Berikut ini contoh hasil rias Miarosa :

Miarosa ini ada 2, yakni Sanggar Miarosa, dan MR By Miarosa. Bedanya, Sanggar Miarosa adalah untuk paket non rekanan catering. Sementara MR By Miarosa adalah sanggar khusus untuk rekanan catering. Perbedaannya terletak di koleksi kebaya dan periasnya. Perias utama di Sanggar Miarosa adalah Mba Fitri, Mba Anies, dan Mba Gayah. Kita tidak dapat menggunakan ketiga perias ini apabila menggunakan paket MR By Miarosa (kecuali maumenambah biaya). Dan Miarosa memang punya banyak sekali MUA, terkadang untung-untungan juga dapatnya siapa, cocok atau tidak.

Setelah dari Sanggar Liza, kami langsung cus ke Sanggar Miarosa di daerah Pondok Bambu. Kantor Miarosa buka dari Selasa sampai Minggu, dari jam 09.00 – 17.00. Hari Sabtu biasanya menjadi hari favorite para pengunjung datang, baik yang sedang survey, maupun yang fitting final. Mungkin karena banyak calon pengantin yang bekerja pada hari biasa. Jadi, usahakan datang sepagi mungkin ya supaya tiak antre terlalu lama.

Sesampainya disana kami dilayani oleh Mba Janah. Mba Janah ini baik, ramah, dan sabar banget. Pertama beliau menjelaskan tentang paketannya. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, walaupun kami hanya pakai untuk resepsi saja tapi sama saja dengan kami ambil paket akad dan resepsi karena terhitung satu kali make up. Berikut ini pricelist Miarosa tahun 2015 : PRICE LIST MIAROSA 2015

Dari paket itu, kita bebas untuk mengalokasikan paket yang didapat untuk siapa saja. Sebagai contoh, kami menggunakan Paket Diamond Exclussive Full dan mendapat 8 demang among tamu + 2 bonus demang ortu = 10 demang. Kami alokasikan 4 demang untuk saudara kandung, dan 6 demang untuk among tamu. Untuk rias juga sama.

Miarosa juga sekarang lagi mengembangkan lini khusus pengantin muslimah dengan nama Miarosa Moslem Bride. Untuk koleksi Moslem Bride, demang/beskap among tamu atau kain dan rias among tamu tidak termasuk di dalam paket, sehingga harus menambah terpisah. Tapi tenang, tidak mahal kok. Dulu saya sempat membandingkan harga untuk koleksi Moslem Bride dan Paket Diamond Exclussive full, bedanya kira-kira Moslem Bride lebih mahal Rp 1.000.000 untuk total item yang sama.

Disana kami bisa langsung fitting-fitting kebaya yang ada walaupun belum deal. Hanya dilarang berfoto foto saja kalau belum deal hehehe. Jadi kami coba fitting beberapa baju disana. Seluruh baju among, penerima, bapak, dan kain ibu juga bisa langsung dipilih. Tapi setelah itu juga masih bisa ganti lagi.

Sebenarnya untuk harga paket, bedanya tidak begitu jauh dengan Sanggar Liza. Tapi kalau di Miarosa kita ngga perlu nambah apa – apa lagi untuk busana yang kita pilih, kecuali kita berpindah lini, misal dari Sanggar Miarosa mau menggunakan baju koleksi Moslem Bride.

Akhirnya hari itu kami deal dengan Miarosa walaupun sudah booking di Liza, selain karena kepastian harga baju pengantin, Miarosa juga terlihat lebih berpengalaman dalam merias pengantin berhijab. Memang sih untuk make up nya sepertinya Liza lebih unggul, tapi Miarosa juga bagus kok, sudah cukup terkenal dan profesional juga pastinya. Setelah deal, saya disodorkan beberapa portofolio perias utama Sanggar Miarosa. Di antara Mba Gayah, Mba Fitri, dan Mba Anies, saya memilih Mba Fitri karena untuk alis tidak terlalu tegas dan terlihat lebih natural. Ohya untuk rias, disarankan utuk stop perawatan dokter sejak sebulan menjelang hari H, karena khawatir make up nya justru jadi kurang nempel, atau muncul masalah-masalah kulit lain. Lho, kok gitu? Gimana kalau habis itu justru jerawatan ? Tenang, tercover sempurna kok. Kaya di ketok magic hehehehe. Saat resepsi pernikahan saya pun alhamdulillah banyak yang bilang hasil riasnya awesome, manglingi dan kekinian banget katanya.

Habis deal, kegalauan berikutnya adalah menentukan tema warna. Duuuh bagi perempuan pasti ini penting banget! Pilihan pertama kami jatuh kepada kebaya modern biru muda-silver. Sehingga all theme nya adalah icy blue – silver ala Frozen. Sudah diskusi juga dengan pihak dekor untuk penyelarasan warna ini. Tapi ternyata saya merasa sangat berat untuk meninggalkan warna salem, peach, dan pink. Sudah tidak terhitung banyaknya berapa kaliseringnya kami ke Miarosa karena galau. Namun Mba Janah, Mba Widi, dan yang lain, selalu sabar melayani rempongnya kami saya, fitting melulu.

Sanggar Miarosa
Pondok Bambu Asri Raya No. 6 Pondok Bambu Jakarta Timur 13430
miarosa_bysamia@ymail.com

Semoga bermanfaat

Dwi Mustika Handayani

 

[The Wedding Journal] Story How I Hire Every Decoration as Wedding Decorator

Love at the first sight, mungkin itu yang paling menggambarkan saya dengan Every Decoration. Pertama kali saya menemukan vendor ini adalah tidak sengaja lihat di instagram (well, nothing happens coincidentally, dont you think ?) dan saya suka sekali dengan pelaminan modern berwarna putih dengan aksen-aksen bunga pastel yang digunakan. Berikut ini contoh dekorasi Every :

Capture2

Mini Gallery di Kartika Chandra

Sebelumnya saya juga sempat menghubungi Lotus decoration, yang juga saya suka sekali, tapi langsung kibar bendera putih ketika tau harganya haha. Untuk mendekor Deptan, Lotus mematok harga start from 80 juta. Huaaa! Bye bye lotus, you are just too expensive to be true hahaha. Lagipula kita bukan tipe orang yang mau spend much untuk dekorasi. We will allocate the money for the food instead.

Sebelumnya juga sempat survey ke Mamanya Arfin yang bekerja sebagai decorator di Akasya Catering. Jangan ditanya lagi, Akasya Catering ini digunakan pada pernikahan Dude Harlino & Alyssa Soebandono, kemudian beliau juga pernah ikut menjadi tim dekorasi pada pernikahan anaknya Bakrie di Bali yang menghabiskan dana milyaran hanya untuk dekorasi saja! Tapi kalau kami jadi dengan beliau, beliau nggak membawa nama Akasya, tetapi pribadi saja dengan teman-teman lainnya, sehingga bisa lebih murah hihi. Kami dapat banyak sekali masukan dari Mamanya Arfin, beliau sangat ramah dan berpengalaman menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat acara pernikahan. Sooo happy, thank you Tante! 🙂

Sebenarnya ada banyak vendor dekorasi yang sempat membuat saya tertarik, di antaranya Rich Art Decoration, K’Jogja Decoration, Mawarprada Decoration, Butterfly Eventstyling tapi saya belum pernah sampai meminta pricelist, hanya browsing2 saja. Saya masih mau survey ke Every Decoration dulu. Saya cuma berdoaa, semoga harga Every masih reasonable dan affordable. Akhirnya saya coba kontak by email untuk meminta pricelist, dan Every pun memberikan harga dasarnya. Ohya biasanya kalau vendor dekorasi memang nggak memberikan pricelist seperti catering karena semuanya tergantung. Tergantung gedung, tergantung model, tergantung item, tergantung request. Alhamdulillah harga dasarnya masih memungkinkan. Kami juga sempat meminta referensi pricelist beberapa vendor dekorasi lain seperti Agung Decoration, Rumah Kampung Decoration, dan Janur Kuning Decoration. Tapi harganya rata-rata di atas harga dasar Every Decoration. Hmmmm simpen aja dulu.

Bulan September 2015 kami mengunjungi Gebyar Pernikahan Indonesia. Setelah melihat daftar exhibitornya yang memang familiar dan beberapa merupakan incaran, kami datang dengan tujuan : survey dan dealing vendor dekorasi. Apalagi biasanya saat pameran, vendor – vendor memberikan penawaran menarik dan diskon pameran. Kami juga mendaftar via email supaya dapat tiket masuk gratis hehe *tetep.

Pertama, langsung dong mengunjungi boothnya Every decoration. Kami bertemu dengan marketingnya yaitu Mas Robby dan Mba Djuju. Kami mendapatkan penawaran harga dasar yang sama dengan yang ditawarkan pada saat email.

Item yang diperoleh dari harga dasar :

  • Pelaminan 1 set, include 6 standing flower dan kursi di pelaminan
  • Taman pelaminan
  • 6 standing flower untuk di area red carpet
  • Red carpet
  • Dekorasi pergola pengantin, lengkap dengan lampu kristal dan bunga juntai
  • Dekorasi pembatas area VIP
  • Dekorasi pergola penerima tamu beserta lorong selamat datang
  • 4 buah kotak angpao beserta bunga
  • BONUS : hand bouqette
  • BONUS : janur kuning

Untuk panggung music, frame screen, photobooth, mini gallery, itu harga di luar paket which is harus nambah lagi kalau mau menggunakan item tersebut. Sementara 4 item ini adalah 4 item yang kami inginkan ada di acara. Hemmm kalau dihitung – hitung sepertinya lumayan juga.

Akhirnya dengan berat hati kami coba cari vendor lain. Kita datang ke booth Eko N Friends Decoration. Dapat informasi vendor ini dari Kak Dina yang menggunakan Eko N Friends dalam acara pernikahannya. Harga dasarnya sama dengan yang ditawarkan Every.

Kami bertemu dengan Mas Eko langsung. Overall item yang ditawarkan dalam paket dasar sih sama, namun standing flower yang diberikan Eko lebih banyak yakni 10 buah sehingga dapat digunakan juga di bagian foyer gedung. Dekorasinya juga lumayan bagus, meskipun dengan style yang berbeda dengan Every Decoration. Tapi setelah ngobrol panjang lebar, ternyata Eko N Friends tidak bisa membuatkan lorong untuk foyer Deptan karena harus menggunakan rangka tenda, sehingga kami harus menambah 7,5 juta untuk dekorasi foyernya. Namun apabila deal di pameran, kami akan mendapat bonus mini gallery dan frame screen. Tempting ? Yes. Apalagi 4 Item tambahan dari Every Decoration juga masih belum jelas totalnya jadi berapa.

Kami nggak lepas dari hitung-hitungan. It’s a must! Wajib hukumnya bride to be selalu menghitung dan membandingkan penawaran yang diberikan berbagai vendor. Si mas lebih condong ke Eko N Friends Decoration, doi juga sudah mau ambil uang untuk DP Eko N Friends Decor. Katanya, bonusnya lumayan, apalagi Every masih belum jelas totalnya berapa. Tapi saya tetep keukeuh bilang ke Mas, kalau sebaiknya pastikan dulu nominal dari Every Decoration, lalu baru dibandingkan dengan Eko N Friends Decoration.

Selepas shalat maghrib, kami kembali menghampiri booth Every Decoration dan minta tolong dihitung totalannya. Saya sudah siap-siap, kalau harganya melebihi batas maksimal kami, mau ngga mau kami harus melepas Every dan survey ke vendor lain. Dan karena sudah malam, kami harus kembali ke GPI besok (nggak apa apa, tiket masuknya freepass kok)

Kamu percaya jodoh ?

“Gini aja deh Mba Tika, karena kita lagi pameran, XX juta (harga paket dasar), semua yang mba mau tadi, kita kasih”, he said.

Respon pertama setelah dikasih tau itu ? Mangap. Selebar lebarnya.

Saya nggak bisa langsung percaya. Walaupun mukanya udah keliatan kesenengan dan nggak bisa kontrol. Saya pastikan lagi, berkali kali. Item item apa aja yang akan saya dapatkan. And everything seems clear. 

So, this is how I hire Every Decoration as my decorator 🙂

Item yang diperoleh sebagai berikut. Ohya yang kursi futura itu additional dari kami karena kursi yang disediakan gedung kurang banyak. Yang bertanda hati adalah yang sebelumnya tidak kami dapatkan di paket dasar. Banyak yaa bonusnya…kami juga dapat 4 buah buku tamu dan bahkan saat hari H kami dikasih meja consule lebih dari deal awal.

Item

Dan karena deal dengan Every saat pameran, kami mendapatkan kupon undian doorprize. Lumayan hadiahnya, dari voucher menginap di hotel, sampai cincin nikah, dan paket bulan madu. Tapi sayangnya ya udah ditungguin sampe jam 9 malem tapi belum beruntung. Nggak papa 🙂 Padahal mah mupeng, ngerasa punya kupon banyak. Dan ternyata yang menang door prize kebanyakan adalah yang transaksinya hari itu banyak sekali, tau gitu selama ini survey2 aja tapi dealing nya di pameran ya biar dapat banyak kupon hehehe.

Jpeg

Kupon Undian Doorprize

Semoga bermanfaat, plan every single details of your wedding with heart.

Every Decoration
everydecoration@yahoo.com
everydecor@gmail.com
Effri (081299199116) / Robby (08128762274) / Djuju (085711695539)

With <3,
Dwi Mustika Handayani