[The Wedding Journal] Survey Review : Dwi Tunggal Citra Catering

Pertama kali dapat rekomendasi catering ini dari Kakak Ipar, menurutnya untuk soal taste dia oke. Setelah itu saya langsung browsing dan lihat review dari web, reviewnya lumayan bagus dan sepertinya rasanya enak. Pasalnya DTC ini saingan berat sama Alfabet hihi. Dekornya juga nggak pelit, cantik cantik, penuh bunga -bunga. Untuk dekorasi, menurut saya DTC lebih cantik dari Alfabet. Walaupun ada juga yang bilang dekorasinya too much. Selain itu DTC ini terkenal sekali dengan cake cornernya.

Chocolate_Fountain_1

Chocolate fountain. Sumber

Tanpa basa-basi lagi saya mencoba menghubungi marketing DTC untuk mendapatkan pricelist. Untuk masalah harga, DTC bersaing sama Alfabet. Untuk menu buffeet, DTC lebih murah Rp 5.000 daripada alfabet (Rp 80.000 untuk menu A). Sementara untuk harga menu stall, ada yang lebih mahal dari Alfabet, ada juga yang lebih murah, dari Rp 15.000 – Rp 40.000/porsi

Setelah meminta pricelist pun minta jadwal test food. Rupanya test food di DTC dilakukan di kantor DTC langsung di Jalan Dempo, Mayestik, Kebayoran Baru. Saat kami kesana suasana ramai sekali. Tapi yang bikin bete adalah, kami somehow dicuekin sama marketingnya padahal kami sudah buat janji sebelumnya :(. Minus satu disini, karena waktu di Alfabet seramai apapun kami tetap dilayani dengan ramah meski harus menunggu. And for us, service is everything 🙂

Untuk review makanannya, cekidot!

  • Pasta :  pasta DTC superenak dan creamy. Pasta terenak yang pernah saya coba dari beberapa catering, apalagi saya pecinta pasta. Waktu itu saya mencoba lasagna dan penne schotel. Soo yummy ❤
  • Beef sausages : enak sih, tapi kurang tertarik
  • Baked potato cheese : again, super creamy
  • Beef braise & potato au gratin : again, creamy yummy, ini enaak
  • Salmon en courte nya : TOP (tapi si mas ga suka salmon)
  • Sapi lada hitam : rasa lada hitamnya sangat kuat
  • Ayam kungpow kacang mede : biasa banget, potongan ayamnya kecil kecil
  • Ikan steam bali : potongannya besar, dan ini enak
  • Ikan bumbu asia : lumayan tapi biasa aja
  • Dimsum : lumayan
  • Siomaynya enak : tapi bumbu siomaynya pedas (si mas juga ngakuin)
  • Cake kuning gatau namanya apa, kayu manisnya terasa kuat, rempah yang lainnya juga, justru jadi enek. Tapi cake cokelat pandannya cukup enak.

Untuk menu menu western, apalagi yang creamy cheesy gitu saya akui memang DTC juara banget, tapi nanti di nikahan saya kayanya tidak membutuhkan banyak menu menu seperti itu, hanya ada beberapa, sisanya didominansi menu Indonesia aja. Karena bagi kami, yang terpenting bukan makanan – makanan yang wah banget, cukup yang lazim, yang penting semua orang suka. Kalo kata ibu : kalo makanannya kaya gitu nanti kamu doang yang doyan (padahal mah nggak juga hehe, tapi memang ini perlu dipertimbangkan). Untuk menu – menu yang kami tertarik untuk gunakan, justru tidak banyak tersedia saat test food. Memang sepertinya DTC menjagokan menu-menu western sebagai andalannya. Jadi, kita nggak jadi pake DTC, jadi semakin fix dan mantap  untuk menggunakan Alfabet Catering.

Semoga bermanfaat, plan every single detail of your wedding with heart 🙂

Dwi Tunggal Citra Catering
dwitunggalcitra@gmail.com

With love ❤
Dwi Mustika Handayani

Advertisements

[The Wedding Journal] Survey Review : Alfabet Catering

A to Z the art of catering service

Demikian slogan dari PT. Alfabet Cahaya Dunia, penyedia jasa catering yang akhirnya saya gunakan pada resepsi pernikahan. Alfabet merupakan penyedia jasa catering non package, sehingga untuk dekorasi, entertainment, rias dan lain sebagainya, harus kita cari terpisah apabila mau menggunakan catering ini.

Jpeg

Dekorasi buffet saat survey di PTIK

Pertama kali saya mencoba Alfabet Catering adalah di resepsi pernikahan salah satu teman, dan saya suka makanannya. Sebenarnya dari awal memang mau ini tapi masih mencoba survey vendor lain to be sure.

Langsung saya menghubungi marketingnya yaitu Mbak Ira. Mbak Ira kemudian memberikan penawaran jasa catering untuk 1000 dan 1200 orang. Untuk paket 1000 pax siang, porsi yang ditawarkan adalah 600 porsi buffet senilai Rp 85.000/pax dan 2200 porsi stall yang tersebar pada 6 stall, , dengan bonus sarapan dan coffee break 100 porsi, serta poffertjes + ice cream sebanyak 300 porsi. Untuk paket 1200 orang siang, porsi yang ditawarkan adalah 700 porsi buffet senilai Rp 85.000/pax dan 2700 porsi stall yang tersebar pada 7 stall, dengan bonus sarapan dan coffee break 100 porsi, serta Dutch Corner / Counter Holland sebanyak 600 porsi. Untuk harga menu stall per porsi bervariasi dari Rp 11.000 – Rp 50.000.

Presentasi buffet dan stall dari Alfabet untuk resepsi pernikahan siang adalah 60% buffet dan 40% stall x 5, sementara untuk acara malam adalah 50% buffet dan 50% stall x 5. Memang Alfabet tidak menawarkan banyak jenis stall dibandingkan penawaran dari 2 catering sebelumnya, tetapi porsi masing masing stall cukup banyak sekitar 400-450 porsi (kecuali kambing guling 4 ekor sekitar 200 porsi). Kata Bapak lebih baik seperti ini, karena kalau banyak stall tapi masing-masing porsinya sedikit, nanti ketika ke stall A habis, pindah ke stall B eh habis juga. Dari awal kami memang menghindari makanan yang kurang saat acara resepsi pernikahan.

Untuk harga, yang dapat diikat di Alfabet adalah harga menu stallnya sementara harga buffet dapat berubah mengikuti kebijakan gedung. Untuk harga stall pertahun juga naik sekira Rp 1.000-3.000/porsi, tergantung menunya.

Waktu itu kami diundang untuk test food di PTIK. Test food Alfabet sebenarnya tidak perlu ke gedung, mengambil ke kantornya juga bisa, karena Alfabet mengemas makanan test food dalam box box yang akan diberikan kepada calon pengantin dan keluarga untuk dibawa pulang. Sehingga kami ke gedung hanya untuk melihat performancenya saja, tanpa test food lagi. Dikasihnya juga banyak bangeeet menunya 🙂

Berikut ini ringkasan dari beberapa kali testfood dan kondangan :

  • Sate ayam : saya suka, tapi si mas khawatir pake ini soalnya khawatir ada arang yang masih nempel di sate, tapi nanti ujung-ujungnya pakai menu ini juga sih
  • Sate padang : sate padangnya kecil kecil, sedikit, tp enak
  • Dimsum : standar, dalam 1 porsi terdapat 3 jenis
  • Siomaynya : standar enak, besar, rapih, bumbu tidak terlalu pedas
  • Mpek mpek : kuahnya cukup kental dan pekat, ikannya berasa.
  • Aneka gorengan : bukan gorengan semacam bakwan, tahu, gitu-gitu. Nggak tau secara detail namanya apa saja, modelnya seperti springroll dan gorengan yang suka ada di gokkana.
  • Bebek dan Mie Hainan : Saya suka banget inii, tapi si mas nggak suka bebek. Kata orang tua juga gausah soalnya nggak semua orang juga suka bebek. Selain itu, harga per porsinya juga mahal sih, 44.000 seporsi…hehe
  • Pasta : karena 400 porsi untuk pasta, jadi dapat 3 jenis : fettucini dengan creamy / white sauce, lasagna, dan macaroni schotel. Pas enaknya.
  • Korean BBQ : rasanya kurang cocok sama lidah saya
  • Beef Bulgogi :paraaah enak dan dagingnya empuk banget pecah di mulut
  • Soto Bandung : kalo saya kurang suka menu ini gatau kenapa, selera
  • Martabak telor : enak sih… tapi kok ya sayang 20.000 cuma buat 2 potong doang :p *merkiamat
  • Oseng sengkel lombok kethok : ini ibu, bapak, saya, suka banget. Ceritanya ibu buka tudung saji, nusuk oseng sengkel pakai garpu, makan sambil jalan ke kamar, sampe kamar ketika sudah habis, “ih enak banget”, terus balik lagi ke dapur, nusuk lagi. Enaknya bikin mau mau lagi.
  • Sapi lada hitam : enak juga, ladanya berasa, pedes pedes gitu, dagingnya empuk
  • Lidah sapi cabai hijau : ini juga enaak, serius sampai bingung pas mau milih menu daging untuk buffet mau yang mana karena olahan dagingnya juaraaa
  • Ayam panggang sereh : pokonya enak
  • Ayam cabe ijo : pas pertama liat “cabe ijonya mana?” hehe karena yang keliatan justru paprika merahnya. Tapi ini enak juga, nahloh bingung
  • Gulai tunjang : nggak nyobain hehehe buat kakak ipar aja yang orang padang
  • Udang sereal : udangnya besar, gurih, sudah disayat tengahnya jadi makannya gampang. Serealnya agak kurang berasa dan kurang crunchy kalo menurut kami..
  • Udang balado : ini juga enak tp udangnya jenis yang lebih kecil daripada udang sereal. Tapi masih ada kulitnya di udangnya.
  • Ayam lapis keju : nggak suka hehe
  • Dendeng balado : kering, enak, sambalnya berasa tapi nggak begitu pedas (apa karena saya coleknya cuma sedikit ya hehehe)
  • Takoyaki : enak standaar
  • Poffertjes + ice cream dan waffle + ice cream : duuuh ini lembut banget di mulut
  • Cheesecake , chocolate cake : ini enak bangeeet
  • Biterballen : enak jugaaaa

Kami udah cocok sama taste dan performance mereka, dekorasi cateringnya juga bagus, ngga pelit bunga dan lighting, kinerjanya cekatan, sigap, dan profesional, sekali acara bisa sampai 40 orang waiter. Apalagi dari Bapak pesennya untuk catering cuma 1 : makanannya banyak, rasanya mantap, potongannya besar (yang ketiga agak aneh sih), hahaha.

Tapi kami masih mau bandingkan Alfabet dengan Dwi Tunggal Citra dulu sebelum deal. Tapi pada akhirnya kami kembali ke Alfabet sih. Sampai Bapak bilang “Tuh kan, dari dulu kamu kan udah ngomong Alfabet, ngapain test food kemana-mana ujung-ujungnya juga tetep Alfabet

Btw Bapak memang nggak begitu hobi test food, dia malah males kalo anaknya test food sering-sering, katanya kaya orang minta makan gratis.

Padahal mah emang iya……..
Haha nggak lah, emang perlu kok test food itu #ngeles

Semoga bermanfaat 🙂

PT. Alfabet Cahaya Dunia
Jl Minangkabau No. 24 Jakarta
marketing@alfabetcatering.com
Ira : 08159852140

With love ❤
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Review : Puspita Sawargi Catering

Ini dia catering yang juga cukup populer di kalangan calon pengantin di Jakarta. Catering ini juga menyediakan all in package mulai dari catering, dekorasi, rias, fotografi, MC dan cucuk lampah, janur kuning, serta organ tunggal untuk hiburan. Termasuk juga kotak angpau, kotak souvenir, buku tamu, dan alat tulis. Wow, sudah lengkap banget ya!

Saya mengontak petugas marketingnya yaitu Mbak Titin, yang langsung memberikan penawaran untuk 1000 dan 1200 tamu. Untuk all in one package 1000 tamu, penawaran yang diberikan berkisar 125-130jt,  catering saja sekitar 85-86jt. Porsi catering yang ditawarkan untuk 1000 tamu adalah 700 pax buffet tipe aster senilai Rp 65.000/pax dan 1900 porsi stall (total 10 stall), sehingga per stallnya kira – kira 100-200 porsi. For those who want to get the pricelist I’ve got, feel free to contact me or drop comment below ya 🙂

Kami diundang test food di gedung PTIK. Btw Mbak Titin ini rajin sekali menawarkan jadwal test food, sampai pada akhirnya saya harus bilang kalau saya sudah memiliki vendor catering. Saya suka mekanisme test foodnya Puspita Sawargi, berbeda dengan Arry Utama Catering yang TF nya ngeblend dengan tamu, tim Puspita Sawargi membuat satu area khusus untuk para capeng dan keluarga yang akan test food, disana juga ada tim marketing beserta Ibu Lynda nya langsung untuk diskusi lebih lanjut. Untuk test food, Puspita Sawargi membatasi hanya untuk maksimal 4 orang.

Berikut review makanannya, hasil dari test food dan kondangan yang kebetulan menggunakan catering Puspita Sawargi:

  • Sate ayam : untuk sate ayam Puspita Sawargi punya dekor khusus menggunakan perahu. Rasanya pas
  • Dimsum : standar cukup enak
  • Siomaynya : enak
  • Korean BBQ : lebar, tipis, disajikan dengan kimchi, okelaaah
  • Chocolate fountainnya juga enak, saya nambah melulu pas kondangan. Tapi varian celupannya tidak terlalu banyak, selain itu chocolate fountain ini hanya bagus di awal aja, nanti lama-lama bisa berantakan karena cokelat yang bercecer, walaupun pasti ditutup plastik.
  • Kambing guling : BIG NO NO, masih bau amis
  • Aneka puding : waktu itu saya coba pudding potong rasa cokelat, leci, dan jeruk, menurut saya sih pudingnya kurang manis dan vlanya encer. Untuk puding cup rasa cokelat dan pandan di area chocolate fountain juga kurang manis. Nyoba pudding di cup rasa lain juga pas TF yaitu rasa mint, ini agak aneh. Tapi yang mix fruitnya enak.
  • Bakso tofu : OK
  • Bakso malang : OK
  • Molten cake :enak dan platingnya rapih
  • Pempek : agak keras, tapi so so lah..
  • Pastel tutup : biasa aja, menurut saya kurang creamy..
  • Udang crispy / cerealnya empuk, tapi serealnya kurang crunchy dan kurang berasa
  • Dendeng balado : kurang crunchy dan sambalnya tidak pedas
  • Ayam cah kacang mede : enak
  • Ikan dori saus thailan : lumayan, dominan rasa asamnya
  • Sop iga dengan lontong : enak tapi dagingnya kurang empuk
  • Ribsteak : juga kurang empuk. Kayanya untuk olahan daging Puspita Sawargi masih belum sesuai yang dimau.
  • Minuman : mereka buat 2 round, round pertama adalah aneka jus, kemudian round kedua adalah softdrink

Selanjutnya kami berdua diajak berkeliling ruangan untuk melihat dekorasi Puspita Sawargi, petugasnya baik banget menjelaskan setiap detailnya. Wanna take a look ? Check these out 🙂

Jpeg

Tiffany chair and crystal lamp for VIP area! Pretty ❤

Cukup tertarik sebenarnya dengan Puspita Sawargi karena dekorasinya yang cantik. Meja VIP menggunakan lampu kristal dan kursi tiffany putih, sooo pwittyyyy.. Ada dekorasi pake rose tancep bentuk hati dan angsa. Makanannya juga cukup enak, tapi bukan yang enak yang bikin nagih (kalau chocolate fountainnya sih nagih banget!). Tetapi yang menjadi deal breaker kami adalah kambing guling yang masih amis dan olahan daging yang kurang empuk. Sementara bagi kami, dua hal itu penting, kambing guling itu must have item lah istilahnya hehe. Selain itu setelah beberapa kali ke kondangan yang menggunakan Puspita Sawargi, dekorasi rose tancep berbentuk hati dan angsa itu sering banget ditampilin. Gamau pasaran dong! :p

Akhirnya kita memutuskan untuk tidak jadi memakai Puspita Sawargi 🙂

Puspita Sawargi Catering
puspitasawargi@gmail.com
Lynda (081311282844) / Titin (081310021688)

Regards,
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] Survey Review : Arry Utama Catering

Setelah beberapa minggu berkutat dengan laptop dan keyboard, browsing sana – sini, saya sempat mengontak beberapa vendor catering di Jakarta dan mendapatkan penawaran, di antaranya adalah : Alfabet, Akasya, Chikal Primarasa, Diamond, Dwi Tunggal Citra, Eva, Kiki, Lia Putri, Nendia, Permata, Puspita Sawargi, dan Yvonne Catering.

Sebenarnya dari awal saya tertarik sama Alfabet dan DTC, tapi kami masih mencoba mencari makanan yang cukup enak namun dengan harga yang lebih murah. Test food pertama kita adalah Arry Utama Catering di Gedung Patra Wanita Simprug.

Awalnya saya mendapatkan informasi catering ini karena teman ibu pernah mengadakan resepsi pernikahan di PTIK menggunakan jasa Arry Utama Catering. Walaupun saat itu saya nggak ikut kondangan, ibu membawa pulang brosurnya. Arry Catering menyediakan all in package mulai dari catering, dekorasi, rias, fotografi, MC dan cucuk lampah, serta organ tunggal untuk hiburan. Saya tidak membahas item lain selain performance cateringnya, karena di awal kami juga belum punya daftar rekanan foto, sanggar, dan lain-lainnya. Untuk harganya, penawaran yang diberikan Arry Catering relatif murah, yakni sekitar 100-110jt all in package untuk 1000 tamu, dengan harga per pax buffet adalah Rp 65.000. Kalau untuk cateringnya saja sekitar 65-70jt dengan 650 porsi buffet, 1600 porsi stall yang terbagi menjadi 7 stall (sekitar 200 – 250 porsi per stall).

Bagi kami, distribusi makanan seperti ini kurang baik, terlalu sedikit porsi di masing-masing stall, rencananya apabila kami jadi menggunakan vendor ini, kami akan customize stallnya menjadi 300-400 porsi per stall. Apalagi tamunya 1000 masa total porsi stallnya cuma 1600, padahal kami mah kalo kondangan biasa makan sampai 3 jenis menu stall, biasanya gitu ngga sih? Hehehe. Tapi itu belakangan aja deh, yang penting test food dulu.

Kemudian kita diundang test food oleh Bu Tuti. Mekanisme test foodnya adalah kita ikut ngeblend dengan tamu dan mencoba makanan yang disajikan. Hmmm, kepikiran juga sih jangan – jangan nanti pas pernikahan kami ada juga yang datang dari undangan pihak catering untuk melakukan test food.

Sumber gambar : here

Langsung aja berikut ini review makanan Arry Utama Catering:

  • Zuppa soup : lumayan enak
  • Siomay : tekstur siomaynya lembek. Kentangnya menggunakan kentang kecil dan rasanya sedikit pahit. Ada parenya juga. Telur dan servingnya agak berantakan. Padahal siomay harusnya pasti enak ya 🙂
  • Selat solo : cukup enak tapi menurut lidahku terlalu asin.
  • Korean BBQ : biasa aja standa
  • Aneka puding : seharusnya puding itu standar ya. Pudingnya memang standar tapi ada yang lebih mirip jelly ketimbang puding. Vlanya berwarna kuning dan encer, sementara kami lebih suka vla putih yang kental 🙂
  • Aneka pasta : sayang banget di gedung patra wanita ini aneka pastanya malah diletakkan di luar hall, padahal kan ini termasuk menu favorit. Menurut saya yang pecinta pasta, pastanya kurang creamy.
  • Jajanan pasar, bubur sumsum, ketan item, dan surabi : lumayaaan
  • Jus dan minuman : OK
  • Nasi kebuli : rempahnya berasa banget dan di mulut aku cukup pedas hehe. Tapi ini sih kayanya karena akunya aja ga begitu suka pedas.
  • Dendeng baladonya : kering, tapi sambalnya enak (loh katanya ga suka pedas?)
  • Paru balado : standar paru, lumayan enak
  • Ikan asam manis : terlalu asam kalo kata calon suami dan calon kakak ipar
  • Ayam bumbu kecap : lumayan

Pas makan buffetnya, saya cuma nyicipin dari piringnya si mas. Dia yang biasanya cuma tau makanan enak dan enak banget, kali ini nggak dihabiskan, dan bukan karena kenyang katanya hehe. Sempat kepikiran ini yang punya hajat yang tidak pandai memilih menu atau kenapa hehe.

Overall, satu yang saya suka dari Arry Utama Catering ini adalah cara kerjanya yang sigap dan cekatan, cepat meloading makanan, bersih, sebentar-sebentar ngelap meja dan memastikan kebersihannya. Seragamnya juga bagus hitam lengan panjang gitu. Pegawai yang diturunkan untuk acara pernikahan biasanya 30 orang.

Kami juga sudah meminta supaya sebagian makanan TF dikemas untuk dicicipi orang di rumah (2 porsi). Sayangnya, ini diambil dari makanan sisa, bukan memang disiapkan khusus untuk calon customer yang sedang test food. Packagingnya menggunakan plastik box dan di dalamnya menggunakan  plastik makanan.

Karena saya dan calon suami merasa kurang cocok dengan makanannya, kita sepakat untuk tidak memakai jasa vendor ini. Bagi yang ingin mendapat pricelist lengkap yang saya terima waktu itu, please feel free to contact me or drop your comment below 🙂

Arry Utama Catering
arrycatering@gmail.com
Bu Tuti (081381324004) / Ibu Pini (08129621350)

Semoga bermanfaat 🙂

Regards,
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] How To Find a Catering Service for Your Wedding

What’s the point of wedding celebration ?

In my simple opinion, it is to share the happiness, to tell people that two person have been united through marriage. 

Jadi bagi kami, yang paling utama dalam sebuah pesta adalah makanan. Ketika kita mengundang banyak tamu untuk berbagi kebahagiaan dan silaturahmi, maka menjamu mereka dengan sebaik-baiknya adalah tugas kita nomor satu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

dessert_buffet

Image source : Savory Chef

How to find a good catering service for your wedding :

  1. Cari info 

    Rekomendasi dari teman, sahabat, dan keluarga, akan sangat berguna dalam tahap awal screening catering. Apalagi mereka yang merekomendasikan sudah lebih dulu memiliki pengalaman. Memang  selera taste dan standar tiap orang berbeda-beda, tapi nggak ada salahnya untuk menampung usulan mereka. Kalau tidak ada kerabat yang punya rekomendasi dan pengalaman dalam penyelenggaraan pernikahan? Tenang aja, sekarang udah zamannya era digital. Informasi tentang catering di dunia maya bertebaran dimana mana, lengkap juga dengan review dari pada pengantin yang sudah menyelenggarakan pernikahannya. So don’t worry!

  2. Minta pricelist dan penawaran.Setelah menemukan nama-nama kandidat catering yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan, kontak petugas marketingnya untuk meminta penawaran dan pricelist. Jangan lupa sertakan tanggal, lokasi gedung, dan jumlah tamu/undangan pada acara pernikahan kita. Informasi ini akan membantu pihak catering untuk memberikan penawaran dan contoh banquet order, karena harga yang ditawarkan dipengaruhi oleh jumlah pesanan dan tempat.Beberapa gedung memiliki standar minimal buffet yang diperbolehkan, misalnya 60.000. Ababila demikian, maka pihak catering akan menawarkan harga buffet minimal 60.000 atau di atasnya sedikit. Beberapa gedung juga mengenakan charge catering, baik rekanan maupun non rekanan. Ada juga yang hanya mengenakan charge pada catering non rekanan. Biaya ini akan diperhitungkan oleh pihak catering. Oleh karena itu, daftar vendor rekanan dan charge vendor harus dipastikan sebelum booking gedung, jangan sampai ada pembengkakan biaya tidak terduga karena berbagai charge.

    Pada penawaran ini, tidak cuma harga yang perlu diperhatikan, tetapi juga pendistribusian makanannya, berapa stall, berapa porsi masing – masing stall, berapa persentasi buffet dan stall. Semakin banyak stall semakin lebih baik ? Belum tentu, tergantung juga dengan jumlah porsi masing-masing stallnya. Untuk tips menghitung piring dan porsi catering pada acara pernikahan, insyaallah menyusul ya 🙂

  3. Test food

    Setelah mendapatkan penawaran, biasanya pihak marketing juga menawarkan kesempatan test food dengan memberikan jadwal perform wedding mereka, lengkap dengan tanggal dan tempatnya. Untuk makanan, selain rasa yang dinilai, nilai juga bagaimana cara mereka serving dan seberapa banyak/besar ukuran porsi nya. Sebaiknya lakukan  test food beberapa kali untuk mengetahui stabilitas taste dan performance mereka.Selain itu pada saat test food,  kita tidak hanya  bisa mencicipi makanan, tetapi juga bisa melihat performance mereka saat hari H, kain seperti apa yang mereka gunakan, bagaimana dekorasinya, berapa jumlah waiter yang diturunkan untuk pelaksanaan acara, apakah mereka kerja cekatan, apakah loading makanan dan piringnya sigap, kebersihannya terjaga, piring kotor segera diangkut, dan lain sebagainya… Juga bagaimana pihak catering mengemas sisa makanan untuk keluarga. Karena kita perlu hati-hati, banyak catering yang memiliki pegawai tidak amanah yang membawa pulang makanan sisa. Tidak jarang juga ditemui pihak catering tidak sigap meloading makanan, makanan kosong tidak langsung diloading, sehingga ketika acara selesai, keluarga merasa makanan berlimpah karena banyak sisa, padahal pas acara, makanan di area tamu kosong. Pasti gamau banget kan kalau terjadi hal seperti itu. So make sure you hired professional and trustworthy catering 🙂

     

  4. Hadiri wedding expo

    Hadiri wedding expo untuk menambah referensi vendor catering. Di wedding expo juga biasanya kita bisa test food secara cuma cuma. Selain itu, deal pada saat expo biasanya mendapat potongan harga. Lumayaaan hehe.
    Recommended national / traditional wedding expo : Gebyar Pernikahan Indonesia yang biasanya diselenggarakan di Balai Kartini. Selama persiapan pernikahan kemarin, kami tiga kali menghadiri wedding expo, dua di antaranya adalah GPI. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri via web supaya dapat tiket masuk gratis!

Semoga bermanfaat. Plan every single details on your wedding with heart 🙂

Regards,
Dwi Mustika Handayani

[The Wedding Journal] The Venue

Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian (Deptan)
Harga Sewa Tahun 2016 : Rp 8.200.000, charge panggung musik dan red carpet Rp 1.000.000
Kapasitas : 1000 – 1200 orang, kalau menggunakan foyer juga sepertinya bisa lebih. Kemarin saya sebar 770 undangan dan suasana ramai lancar tidak sampai sesak, dengan menggunakan seluruh bagian foyer.
CP : Pak Riswanto (087884860905)

Jpeg

Ruangan Utama

Fasilitas :

  • Hak penggunaan gedung (untuk pagi s.d. pukul 2 siang)
  • Kursi futura maksimal 130 buah
  • AC Central dan AC portable untuk bagian foyer
  • Genset
  • Pantry, toilet
  • Parkir dan keamanan

Kelebihan :

  • Gedung cukup luas dan lega untuk harga di bawah Rp 10.000.000
  • Ceilling tinggi
  • Akses mudah, dekat dengan tol JORR dan dapat diakses Transjakarta
  • Panjang dan tinggi pelaminan lumayan (panjang 10 m, tinggi 5 m)
  • Parkir luas, free

Kekurangan :

  • Lantainya marmer
  • Lighting (rasanya) kurang terang dan tanpa lampu kristal

Tips : Booking dari jauh-jauh hari. Tapi terakhir denger kabar kalau deptan punya kebijakan baru. Untuk pernikahan tahun 2017, pemesanan baru dapat dilakukan bulan Juni 2016.

[The Wedding Journal] Proposal

Sembunyikan lamaran, umumkan pernikahan

Kenapa?

Karena tidak ada satu pun di dunia ini yang menjamin, bahwa pasangan yang sudah melangsungkan lamaran/khitbah, akan selamat sampai pada gerbang pernikahan.

Usia, itu rahasia Allah. Jodoh pun, rahasia Allah. Tidak sedikit pasangan yang akhirnya harus berpisah sebelum ijab qabul, baik karena usia yang tidak sampai, atau hal lain yang membuat hubungan mereka kandas di tengah jalan. Bahkan sedetik sebelum ijab qabul terucap, apapun bisa saja terjadi, kalau Allah menghendaki. Maka islam punya caranya sendiri. Islam menganjurkan kita untuk menyembunyikan perihal lamaran/khitbah.

Apalagi, semakin mendekati akad, syaitan akan semakin gencar menggoda manusia, untuk mengagalkan pernikahan, atau setidaknya mengurangi keberkahannya. Karena bayangkan saja, mitsaaqan ghalizha yang terucap saat akad, bernilai separuh dari agama seorang hamba. Syaitan mana mungkin rela, dia tidak akan tinggal diam.

Sebaliknya, bersatunya dua manusia dalam ikatan pernikahan harus dikabarkan secara luas, mengundang banyak sahabat dari berbagai kalangan. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk melakukan walimah, meski hanya dengan menyembelih seekor kambing.

🙂


 

And I want to keep my khitbah simple…

Bagiku, ketika calon suami menyampaikan maksut kepada Bapak untuk menikahiku, dengan adab dan tatacara yang tepat, itu sudah cukup. Tidak perlu ada pesta. Tidak perlu ada tukar cincin.

Namun demikian, kami pun ingin menjadikan momen ini sebagai silaturahmi dua buah keluarga. Maka aku mengundang keluarga terdekat untuk hadir, begitupun calon suami.

Sewaktu suami bertanya mau dibawakan hantaran apa saat lamaran, aku bilang terserah. Tanpa seserahan pun tidak masalah. Itu nanti saja saat akad nikah.

Tapi akhirnya keluarganya memutuskan membawa hantaran makanan dan buah-buahan, untuk menunjukkan itikad baik untuk menyambung silaturahmi kedua keluarga 🙂

Bahkan ada satu hal lagi yang membuat aku cukup bingung. Perlukah aku berias pada saat khitbah ?

Di satu sisi aku merasa nyaman pakai gamis yang bagus dan jilbab sederhana seperti biasanya. Namun di sisi lain, sepertinya merupakan sebuah kepantasan kalau aku berhias pada ocassion ini. Saking bingungnya, setelah menanyakan pendapat kedua orang tua tentang perlunya aku berhias, akhirnya aku pun baru meminta kenalan yang juga memiliki profesi MUA untuk datang merias, dua hari sebelum lamaran.

Acara dimulai pukul sepuluh pagi. Diawali dengan pembukaan, menanyakan maksut kedatangan calon suami dan keluarganya, dilanjutkan dengan wejangan dari Bapak tentang kewajiban menjaga amanah sebagai seorang suami. Setelah Bapak menerima lamaran dari calon suami, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah dan makan bersama.

IMG_2977

Acara yang sangat sederhana, bersahaja, singkat, dan hangat.

Alhamdulillah

Khitbah Tika & Sunar
19 April 2016